• Keliru, Foto Anies Baswedan yang Jenguk Pria Mirip Rizieq Shihab di RS

    Sumber: cekfakta.tempo.co
    Tanggal publish: 26/11/2020

    Berita


    KLAIM
    Foto yang memperlihatkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tengah menjenguk seorang pria yang mirip dengan pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab di rumah sakit viral. Dalam foto itu, Anies mengenakan kemeja putih-biru. Di sebelah pria yang mirip dengan Rizieq itu, berdiri pula dua tenaga kesehatan yang menggunakan alat pelindung diri (APD).
    Di Facebook, foto itu dibagikan salah satunya oleh akun Congor Turah pada 24 November 2020. Akun ini pun menuliskan narasi, “Mak cuma nanya aja nih, ada yg tau gak siapa yg di foto ini? Yg lagi terbaring dan yang berdiri.” Hingga artikel ini dimuat, unggahan tersebut telah mendapatkan lebih dari 800 reaksi dan 400 komentar serta dibagikan sebanyak 105 kali.
    Gambar tangkapan layar unggahan akun Facebook Congor Turah.

    Hasil Cek Fakta


    Berdasarkan verifikasi Tim CekFakta Tempo, foto yang memperlihatkan Anies Baswedan sedang menjenguk seorang pria yang mirip dengan Rizieq Shihab di rumah sakit tersebut merupakan hasil suntingan. Foto itu adalah penggabungan dari empat foto yang berbeda. Tiga di antara empat foto ini pernah beredar di sejumlah situs media.
    Untuk memeriksa unggahan akun Congor Turah tersebut, Tempo mula-mula memotong foto itu menjadi empat bagian, yakni foto dua tenaga kesehatan yang menggunakan APD, foto pasien pria yang terbaring di ranjang, foto Anies, dan foto seorang pria yang berdiri di sebelah Anies. Potongan-potongan foto itu kemudian ditelusuri denganreverse image toolGoogle, Yandex dan Bing.
    Hasil penelusuran ini adalah sebagai berikut:
    Foto I
    Foto dalam unggahan akun Congor Turah (kiri) dan foto di Shutter Stock (kanan). Lingkaran merah menunjukkan kesamaan dalam foto di Shutter Stock dengan foto unggahan akun Congor Turah.
    Foto ini pernah dimuat oleh situs media Jatim Times Kediri pada 10 September 2020 dalam beritanya yang berjudul “Marak Pasien Covid-19 Happy Hypoxia, Ini Penjelasannya”. Jatim Times Kediri memberikan keterangan bahwa foto itu berasal dari situs stok foto Shutter Stock. Akun Shutter Stock yang mengunggah foto itu adalah akun Kobkit Chamchod, yang memberikan keterangan foto sebagai berikut: “Doctors in the protective suits and masks are examining the infected aging female patient in the control area.”
    Foto II
    Foto dalam unggahan akun Congor Turah (kiri) dan foto di Tribunnews (kanan). Lingkaran merah menunjukkan kesamaan dalam foto di Tribunnews dengan foto unggahan akun Congor Turah.
    Foto ini adalah hasil pembalikan dari foto saat Anies menjenguk Novel Baswedan yang merupakan sepupunya di RS Mitra Keluarga Kelapa Gading, Jakarta, pada 11 April 2017. Foto tersebut pernah dimuat oleh situs media Tribunnews. Dalam foto aslinya, Anies berada di sisi kiri ranjang. Namun, kemeja, ekspresi wajah, dan posisi tangan Anies dalam foto aslinya sama dengan yang terlihat dalam foto unggahan Congor Curah.
    Foto III
    Foto dalam unggahan akun Congor Turah (kiri) dan foto di Detik.com (kanan).
    Wajah pria dalam foto ini identik dengan wajah Slamet Ma’arif, Ketua Umum Persatuan Alumni 212 Slamet Ma'arif, dalam foto yang pernah dimuat oleh Detik.com pada 1 Agustus 2018.

    Kesimpulan


    Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, foto yang menunjukkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menjenguk seorang pria yang mirip dengan pemimpin FPI Rizieq Shihab, keliru. Foto yang dibagikan oleh akun Facebook Congor Turah tersebut adalah hasil suntingan, yang menggabungkan sedikitnya empat foto yang berbeda, yang tiga di antaranya pernah beredar di internet.
    IKA NINGTYAS
    Anda punya data/informasi berbeda, kritik, atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id

    Rujukan

    • Tempo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Truk TNI Tanpa Nomor Polisi Mengangkut Warga China

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 26/11/2020

    Berita

    “Viral..Mobil TNI Yang Tidak Punya Plat Nomor ini,isi Nya CHINA Semua :astonished:” unggah akun Facebook Berita Viral Terbaru, Jumat (20/11/20).

    Hasil Cek Fakta

    Akun Facebook Berita Viral Terbaru membagikan sebuah video dengan durasi tiga menit pada video tersebut diklaim bahwa mobil TNI tanpa nomor polisi mengangkut orang China, pada Jumat (20/11/20).

    Dari hasil penelusuran, video serupa juga pernah beredar di tahun 2019, atas beredarnya video tersebut pihak Pusat Penerangan (Kapuspen) Tentara Nasional Indonesia (TNI) membantah informasi itu. Kapuspen TNI Mayjen TNI Sisriadi menegaskan, mobil TNI tidak memiliki ciri-ciri seperti dalam video.

    “Truk tersebut bukan kendaraan operasional TNI baik dari satuan Angkatan Darat (AD), Angkatan Udara (AU), maupun Angkatan Laut (AL),” kata Sisriadi.

    Melalui akun Instagram resmi @puspentni juga membantah informasi yang beredar tersebut dan mengingatkan para penyebar hoax soal ancaman hukuman. Berikut penjelasan TNI soal video tersebut:

    Klarifikasi TNI terhadap beredarnya video yang dibuat orang tidak bertanggung jawab ‘Konvoi Truk TNI Tanpa Nopol’:

    1. Truk tersebut bukan kendaraan operasional TNI baik AD/AL/AU karena yang ada di video tersebut jenis Mitsubishi Colt tahun pembuatan 1995-1998, sedangkan di TNI sudah tidak dipakai dan sudah dihapus dari daftar inventaris di jajaran TNI baik AD/AL/AU.

    2. Mobil jenis angkutan di TNI baik AD/AL/AU sesuai aturan dinas tidak ada velg di roda kendaraan diberi warna merah

    3. Setiap kendaraan TNI bila keluar dari satuan wajib melengkapi semua (termasuk plat No/SIM/STNK) sesuai aturan yang berlaku

    4. Mobil jenis angkutan di TNI baik AD/AL/AU sesuai aturan dinas harus dilengkapi dengan identitas satuan

    “Orang yang mengambil dan menyebar berita yang belum tentu kebenarannya (hoax) dapat dihukum sesuai dengan pasal 27 ayat 3 UUITE,” tulis Puspen TNI dalam unggahan klarifikasinya.

    Berdasarkan pernyataan dari pihak Puspen TNI tersebut, maka klaim dalam video bahwa truk TNI mengangkut warga China ke Bandung adalah tidak benar dan masuk ke dalam kategori konten yang salah.

    ========

    Kesimpulan

    Hasil Periksa Fakta Rizky Maulana (Universitas Bina Sarana Informatika).

    Video dengan narasi serupa juga pernah beredar di tahun 2019, atas informasi tersebut Kapuspen TNI Mayjen TNI Sisriadi menegaskan, mobil TNI tidak memiliki ciri-ciri seperti dalam video.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Rekrutmen Kerja Oleh PT PLN Yogyakarta pada November 2020

    Sumber: Tangkapan Layar
    Tanggal publish: 26/11/2020

    Berita

    “UNDANGAN PANGGILAN TES REKRUTMEN UMUM PT PLN (PERSERO)
    TINGKAT SMA/SMK – S1 TAHUN 2020
    LOKASI YOGYAKARTA

    Kepada Yth.
    Peserta Tes

    Di Tempat

    Bersama undangan ini, Anda dinyatakan Lulus Seleksi Administrasi dan berhak mengikuti Tes Lokasi Kota Yogyakarta.

    Adapun Tes, akan dilaksanakan pada:

    Hari/Tanggal : Jumat, 20 November 2020 s/d Sabtu, 21 November 2020
    Tempat: Kantor PLN Yogyakarta
    Alamat: Kantor PLN Yogyakarta
    Waktu: 10.00 WIB – Selesai”\

    rekrutmen.plnaemail

    Hasil Cek Fakta

    Beredar sebuah tangkapan layar berupa surat yang mengatasnamakan PLN. Isi pada tangkapan layar tersebut perihal undangan panggilan tes rekrutmen umum PT PLN (PERSERO) tingkat SMA/SMK – S1 lokasi Yogyakarta. Pada surat tersebut terdapat informasi tes akan dilaksanakan pada Jumat, 20 November 2020 s/d 21 November 2020 di Kantor PLN Yogyakarta pada jam 10.00 WIB.

    Setelah ditelusuri pada rekrutmen.pln.co.id, informasi tes rekrutmen pada 20-21 November 2020 di Yogyakarta tersebut tidak ada. Pada website tersebut ditemukan informasi tes yang dilakukan PT PLN Yogyakarta terakhir dilakukan pada 07 September – 20 September 2019 untuk jenjang pendidikan S1/D-IV, D-III.

    Pada website resmi PLN juga terdapat berita bahwa pada tanggal 21-22 Maret 2017 terdapat tahap awal berupa tes akademik dan Bahasa Inggris (Akding). Tes Akding yang juga merupakan tahapan lanjutan dari keseluruhan rangkaian tahapan rekrutmen sebelumnya di Career Days UGM ke 21 yang berlokasi di Jogja Expo Center (JEC) pada 25-26 Februari 2017.

    Dengan demikian informasi tentang panggilan tes rekrutmen umum PT PLN (PERSERO) tingkat SMA/SMK – S1 yang berlokasi Yogyakarta tidak benar. PT PLN Yogyakarta terakhir kali melakukan tes rekrutmen pada 07 September – 20 September 2019 untuk jenjang pendidikan S1/D-IV, D-III, sehingga hal ini masuk dalam kategori konten tiruan.

    Kesimpulan

    Hasil Periksa Fakta Luthfiyah Oktari Jasmien (Institut Agama Islam Negeri Surakarta).

    Informasi tersebut tidak benar. Faktanya, PT PLN Yogyakarta terakhir melakukan tes pada 07 September – 20 September 2019 untuk jenjang pendidikan S1/D-IV, D-III.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] COVID-19 adalah Akronim dari “Certification Of Vaccination Identification 2019” dan Penanaman Barcode Implan di Wuhan pada Tahun 2019

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 26/11/2020

    Berita

    NARASI:

    “COVID-19 adlh,
    C – Certification
    O – Of
    V – Vaccination
    ID – IDentification
    19 – 2019
    Artinya adlh,
    Sertifikat sbg tanda bukti telah divaksin,
    Yakni berbentuk Bar Code, spt yg tertera pada barang2 yg dijual di swalayan yg jumlahnya ada 13 bar.
    Mereka mengatakan covid adlh corona virus,
    Namun nyatanya adlh Barcode, yakni barcode yg akan diimplankan di bagian tertentu pd tubuh manusia, spt jidad, leher, ataupun lengan yg menunjukkan orang tsb sdh divaksin.
    Dan program pemasangan barcode itu dieksekusi pelaksanaannya pd akhir 2019, di kota Wuhan, RRC
    Setiap orang pny barcode sendiri2,
    Layaknya barang, jika tdk ada barcodenya, barang tsb tdk bisa masuk swalayan,
    Maka nanti, orang yg tdk memiliki tanda barcode pd tubuhnya, mereka tdk bisa masuk ke dlm tempat perbelanjaan, pelayanan umum, pelayanan kesehatan, pendidikan, transportasi, dll […] (narasi dilanjutkan setelah bagian Referensi)

    Hasil Cek Fakta

    Beredar postingan dari akun Facebook Qidjwini Qorni dengan narasi yang berisikan klaim bahwa COVID-19 adalah akronim dari “Certification Of Vaccination Identification 2019” dan adanya penanaman barcode implan di Wuhan pada tahun 2019. Postingan ini disukai sebanyak 35 kali dan disebarkan kembali sebanyak 26 kali.

    Hoax ini sudah pernah beredar sejak bulan Septermber 2020 lalu dengan narasi yang berbeda, berdasarkan media briefing oleh Tedros Adhanom Ghebreyesus selaku Direktor Umum WHO menjelaskan bahwa nama resmi penyakit COVID-19 dengan penjabaran “CO” merujuk pada Corona, “VI” merujuk pada virus, dan “D” merujuk pada disease atau penyakit, istilah lain sebelum menggunakan kata COVID-19 adalah 2019-nCoV atau 2019 Novel Coronavirus. COVID-19 sendiri disebabkan oleh virus korona jenis baru yaitu SARS-CoV-2.

    Menurut artikel berita nypost.com, lebih dari 4000 orang di Swedia menerima implan mikrochip yang dipasangkan di bawah kulit tangan untuk kegiatan sehari-hari, memonitor kesehatan, menggantikan penggunaan kartu kredit dan uang kertas serta membuka pintu kantor dan gedung layaknya kartu kunci. Jowan Österlund sebagai perintis dari teknologi tersebut menjelaskan bahwa teknologi yang digunakan aman tetapi tidak luput dari beberapa potensi kejahatan cybercrime seperti kepemilikian data yang dipersonalisasi, integrasi microchip dengan sistem lain dan data sharing mengingat meningkatnya cybercrime di Swedia akhir dekade ini.

    Melihat dari penjelasan tersebut, klaim COVID-19 adalah akronim dari “Certification Of Vaccination Identification 2019” dan adanya penanaman barcode implan di Wuhan pada tahun 2019 adalah tidak benar dan termasuk dalam Konten yang Menyesatkan/Misleading Content.

    Kesimpulan

    Hasil Periksa Fakta Natalia Kristian (Anggota Komisariat MAFINDO Universitas Indonesia).

    Klaim tersebut tidak benar, istilah COVID-19 bukanlah sebuah akronim tetapi singkatan dari Coronavirus Disease 2019. Teknologi chip implan ini sendiri sudah pernah digunakan pada tahun 2019 di Swedia yang dapat memonitor kesehatan dan menggantikan kartu kerdit dan uang kertas dalam bertransaksi.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini