• [SALAH] Video Teknik Menahan Napas Untuk Deteksi Covid-19

    Sumber: WhatsApp.com
    Tanggal publish: 14/09/2020

    Berita

    “Jika anda dapat menahan nafas hingga titik merah berpindah dari A ke B anda saat ini bebas COVID-19. Tes sederhana versi uji coba gratis membantu menyelamatkan hidup. Tunggu titik merah berpindah ke A sebelum mulai menahan nafas”.

    Jika anda dpt menahan nafas dr A ke B anda saat ini bebas covid 19. Ini tes sederhana utk me ngetahui kita terenfeksi covid 19 atau tdk versi uji coba gratis tanpa biaya. Tunggu sampai ttk merah berada di A baru menahan nafas. Silahkan dicoba 🙏

    lambung corona

    Hasil Cek Fakta

    Beredar pada pesan berantai whatsapp sebuah informasi berupa video dengan klaim tes teknik menahan napas untuk mengidentifikasi apakah seseorang terpapar covid-19 atau tidak.

    Video disertai keterangan dalam bahasa India yang berarti: “Jika Anda dapat menahan napas sampai titik merah bergerak dari A ke B maka Anda resisten terhadap penyakit. Tes sederhana Covid.”

    Dalam video terdapat gambar kotak dengan keterangan di sebelah kiri kotak bertuliskan “ambil napas” dan di sebelah kanan kotak “embuskan napas.”

    Berdasarkan penelusuran, dilansir dari factcheck.afp.com, badan kesehatan dunia WHO mengatakan bahwa teknik dalam video itu tidak menyatakan seseorang mengidap Covid-19.

    “Tampaknya ini adalah aplikasi sederhana yang mengukur waktu dan bukan aliran udara. Orang dengan penyakit paru-paru (dari merokok, polusi, asma, COPD atau infeksi paru, termasuk tetapi tentu saja tidak terbatas pada Covid-19) akan lebih sulit melakukannya. Tampaknya tidak berbahaya, tetapi tidak terlalu informatif, ukuran kasar dari fungsi paru-paru,” kata WHO kepada AFP Fact Check.

    Dr Amba Lal Salve, pengawas medis di Rumah Sakit Ananta, mengatakan bahwa Ananta Hospital tidak berada di balik pesan video itu, termasuk nomor telepon dan harga tes Covid-19.

    Untuk mendiagnosis virus corona, masyarakat dianjurkan untuk melakukan tes PCR di Laboratorium Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes), yang sudah diakreditasi oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Hasil dari tes tersebut akurat dan terpercaya, serta dapat diketahui dalam waktu kurang dari 12 jam sejak sampel diterima.

    Polymerase chain reaction (PCR) atau yang kadang disebut sebagai “fotokopi molekuler” adalah teknik yang digunakan untuk memperkuat salinan segmen kecil DNA. Hal ini karena untuk dapat melakukan analisis molekuler dan genetik, diperlukan sejumlah besar sampel DNA. Setelah diperkuat, DNA yang dihasilkan oleh PCR dapat digunakan dalam berbagai prosedur laboratorium yang berbeda, salah satunya adalah untuk mendeteksi virus.

    Kesimpulan

    Klaim video yang bisa menganalisa adanya covid-19 di tubuh kita hanya melalui tes menahan napas adalah tidak benar. badan kesehatan dunia WHO mengatakan bahwa teknik dalam video itu tidak menyatakan seseorang mengidap Covid-19.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Foto Menteri Agama di Kabinet Jokowi sebagai Pendeta Kristen

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 13/09/2020

    Berita

    “ANJING MILIK JOKOWI AMAT SANGAR
    Sosok asli Menteri Agama di kabinet Presiden Joko Widodo, beliau Ngaku beragama Islam tetapi perbuatannya selalu menyingkirkan Norma-Norma ajaran Agama Islam.
    Kelakuannya persis seperti Pendeta Kristen yang memusuhi agama islam.”
    jokowi agama

    Hasil Cek Fakta

    Akun Facebook Aisyah Cha Cha mengunggah narasi dengan disertai foto yang di dalamnya terdapat wajah Menteri Agama Indonesia periode 2019-2024, Fachrul Razi, pada 10 September 2020. Unggahan tersebut telah mendapat respon sebanyak 292 reaksi, 230 komentar, dan telah dibagikan sebanyak 40 kali.

    Berdasarkan hasil penelusuran, foto tersebut merupakan hasil suntingan/editan. Ditemukan foto asli dari unggahan tersebut di sebuah situs penyedia stok fotografi, Getty Images. Foto asli unggahan itu merujuk pada foto Pope Francis atau Paus Fransiskus yang menghadiri misa Paskah di Lapangan Santo Petrus, Kota Vatikan pada 21 April 2019.

    Dengan demikian, foto yang diunggah akun Facebook Aisyah Cha Cha di laman pribadinya dapat dikategorikan sebagai Konten yang Dimanipulasi karena foto tersebut telah melalui proses penyuntingan.

    Kesimpulan

    Hasil Periksa Fakta Renanda Dwina Putri (Anggota Komisariat MAFINDO Universitas Pendidikan Indonesia)

    Foto tersebut hasil suntingan/editan. Foto asli dari unggahan akun Facebook itu merupakan foto Pope Francis atau Paus Fransiskus yang menghadiri misa Paskah di Lapangan Santo Petrus, Kota Vatikan pada 21 April 2019.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Gereja Dibakar saat Protes “Black Lives Matter” di Kenosha, Wisconsin

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 13/09/2020

    Berita

    “BLM rioters just burned down a black church in a black community with a BLM sign out front.
    ”Terjemahan:“Pelaku kerusuhan protes BLM telah membakar sebuah gereja yang terletak di tempat komunitas berkulit hitam dengan tanda BLM di depannya.”

    Hasil Cek Fakta

    Halaman FB America’s Unfiltered Reality, yang diunggah pada 25 Agustus 2020, dengan menyertakan gambar bangunan terbakar saat kerusuhan BLM di Kenosha, Wisconsin, menyebarluaskan informasi bahwa terdapat sebuah gereja di komunitas warga Kenosha berkulit hitam yang dibakar pada saat kerusuhan tersebut. Unggahan tersebut telah dibagikan sebanyak 1.700 kali, mendapatkan 199 likes dan 108 komentar.

    Berdasarkan hasil penelurusan lebih lanjut, dilansir dari portal berita lokal Kenosha News, pada artikel berjudul “Pastor thankful fire did not spread to church building” yang terbit pada 25 Agustus 2020, yang pada artikel tersebut Pastor Erik David Carlson menyatakaan kelegaannya karena Bradford Community Church tidak terkena kobaran api saat aksi BLM pasca penembakan Jacob Blake tersebut.

    Hasil penelurusan yang lain, yang dikutip dari fakezap.com, memang benar ada kebakaran yang terjadi, namun bukan gereja yang terbakar, melainkan sebuah toko dealer mobil yang berdekatan dengan gereja. Salah satu mobil dibakar oleh pendemo dan kemudian menyebabkan kobaran api yang semakin besar, namun berhasil dipadamkan. Oleh karena itu, pernyataan gereja yang terbakar saat kerusuhan BLM di Kensoha merupakan konten yang menyesatkan.

    Kesimpulan

    Hasil periksa fakta Evarizma Zahra (Universitas Diponegoro)

    Informasi tersebut tidak benar. Faktanya, tidak ada gereja yang terbakar. Tempat yang terbakar adalah toko dealer mobil yang berdekatan dengan gereja.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Anies Baswedan Mengendarai Mobil Peti Mati

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 13/09/2020

    Berita

    “Memang BEGO LU !!!”

    Hasil Cek Fakta

    Akun Facebook bernama Sidik Purnomo mengunggah status pada tanggal 10/9/2020 berupa gambar Anies Baswedan mengendarai mobil berbentuk peti mati dengan narasi berbunyi ‘Memang BEGO LU !!!’.

    Dari hasil penelusuran, diketahui foto tersebut adalah hasil editan/suntingan. Pengguna internet bernama erikuri mengunggah foto ‘mobil peti mati’ pada laman pxleyes.com pada tanggal 21/2/2010. Foto tersebut merupakan karya yang dihasilkan dari proses editing untuk mengikuti kontes foto ‘membuat mobil’ dengan aplikasi Photoshop yang diadakan oleh laman tersebut.

    Sementara itu foto Anies Baswedan yang sedang melambaikan tangan adalah foto yang diunggah oleh laman antarafoto.com tanggal 15/12/2019 pada saat Anies Baswedan menghadiri kegiatan olahraga sepeda santai ‘Gowes Bareng Bang Anies dan Bang Anwar’ di Kanal Banjir Timur (KBT), Malaka Sari, Jakarta Timur. Dilansir dari metro.tempo.co, Anies Baswedan membuka perhelatan jalan sehat dan gowes sepeda bareng yang dimulai dari pintu air Malaka Sari, Kanal Banjir Timur, Jakarta Timur. Dalam sambutannya, ia mendorong agar masyarakat gemar bersepeda.

    “Pagi ini kita sama-sama jalan sehat dan gowes. Di Jakarta kita sedang mendorong supaya masyarakatnya lebih banyak mau jalan kaki,” kata Anies di lokasi peresmian acara, Jakarta Timur, Minggu, 15/12/2019.

    Selain itu, terdapat beberapa editan lain pada status seperti plat nomor bertuliskan ‘B 360 LU’, bodi pinggir bertuliskan ‘REM DARURAT’ dan gambar tugu peti mati COVID-19 di Jalan Moh Kahfi, Jagakarsa, Jakarta Selatan pada bagian pojok kiri atas. Dari penelusuran di atas, status tersebut masuk kategori Konten yang Dimanipulasi.

    Kesimpulan

    Hasil Periksa Fakta Rizqi Abdul Azis (Anggota Komisariat MAFINDO Universitas Pendidikan Indonesia).

    Gambar suntingan atau editan. Foto mobil tersebut adalah salah satu karya manipulasi foto pada kontes foto tahun 2010. Sementara foto Anies Baswedan adalah foto dari tahun 2019 ketika menghadiri acara olahraga sepeda santai di Jakarta.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini