• [Fakta atau Hoaks] Benarkah Ini Foto Saat Bendera PDIP di Sumatera Barat Dicopot?

    Sumber: cekfakta.tempo.co
    Tanggal publish: 11/09/2020

    Berita


    Foto yang memperlihatkan sejumlah petugas Satuan Polisi Pamong Praja atau Satpol PP menurunkan bendera PDIP (Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan) beredar di media sosial. Foto itu diklaim diambil di Sumatera Barat. Foto ini beredar usai Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP Puan Maharani melontarkan pernyataan yang kontroversial, yakni agar Sumbar mendukung negara Pancasila.
    Di Facebook, foto tersebut dibagikan salah satunya oleh akun O’Hara pada 7 September 2020. Akun ini pun memberikan narasi sebagai berikut:
    "PARTAI TERLARANG"Tamat sudah riwayat PDIP di Tanah Minang,Bagi masyarakat Minang yang Pancasilais,PDIP merupakan "Partai Terlarang" yang ingin mengubah Pancasila menjadi TrisilaProvinsi mana yang akan menyusul..!?Catatan: Di Tahun 1965-an bendera partai PKI juga Dilarang Beredar di Tanah Minang
    Hingga artikel ini dimuat, unggahan akun O’Hara tersebut telah direspons lebih dari 300 kali, dikomentari lebih dari 50 kali, dan dibagikan lebih dari 150 kali.
    Gambar tangkapan layar unggahan akun Facebook O'Hara.
    Apa benar foto di atas adalah foto ketika bendera PDIP di Sumbar dicopot?

    Hasil Cek Fakta


    Untuk memverifikasi klaim di atas, Tim CekFakta Tempo menelusuri jejak digital foto tersebut denganreverse image toolGoogle. Hasilnya, ditemukan bahwa penurunan bendera PDIP oleh Satpol PP dalam foto tersebut bukan terjadi di Sumbar, melainkan di DKI Jakarta.
    Foto itu pernah dimuat oleh kantor berita Antara pada 17 Januari 2020 dengan keterangan “Petugas Satpol PP Cempaka Putih membawa atribut bendera PDIP yang telah diturunkan di sepanjang Kecamatan Cempaka Putih, Jumat (17/1/2020). (ANTARA/HO-Sudin Kominfotik Jakarta Pusat).”
    Dilansir dari Antara, Satpol PP Cempaka Putih menurunkan bendera-bendera PDIP itu karena adanya aduan masyarakat yang merasa terganggu. Menurut mereka, lingkungannya tidak lagi terlihat estetis setelah satu minggu atribut itu terpasang.
    "Kita turunkan sebanyak 500 atribut partai seperti spanduk dan bendera. Semuanya kita bawa ke (Kantor) Kecamatan Cempaka Putih," kata Kepala Satpol PP Cempaka Putih Aries Cahyadi.
    Berita tentang penurunan bendera PDIP oleh Satpol PP Cempaka Putih ini juga pernah dimuat oleh Tempo pada 17 Januari 2020. Menurut berita itu, pencopotan bendera-bendera tersebut dilakukan di sepanjang Jalan Pramuka Raya, Jalan Layang atau Fly Over Ahmad Yani, Jalan Ahmad Yani, serta Jalan Letjen Suprapto, Jakarta Pusat.
    Atribut-atribut itu diturunkan oleh 20 petugas hingga kondisi lingkungan kembali seperti semula. "Jika dalam satu minggu (atribut) tidak diambil, akan dibawa ke gudang Satpol PP di Cakung, Jakarta Timur," kata Kepala Satpol PP Cempaka Putih Aries Cahyadi.
    Sebelumnya, atribut-atribut berwarna merah milik PDIP itu memenuhi jalanan Ibu Kota Jakarta ketika PDIP menggelar rapat kerja nasional di JIExpo Kemayoran pada 10 Januari 2020. Rakernas PDIP itu turut dihadiri oleh Presiden Joko Widodo atau Jokowi dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin.

    Kesimpulan


    Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim bahwa foto di atas merupakan foto ketika bendera PDIP di Sumatera Barat dicopot keliru. Pencopotan bendera PDIP dalam foto tersebut terjadi di DKI Jakarta pada 17 Januari 2020, jauh sebelum Ketua DPP PDIP Puan Maharani melontarkan harapannya agar Sumbar menjadi provinsi yang mendukung negara Pancasila. Pencopotan ini dilakukan atas dasar aduan masyarakat yang merasa terganggu di mana lingkungannya tidak lagi terlihat estetis setelah satu minggu atribut itu terpasang.
    ZAINAL ISHAQ
    Anda punya data/informasi berbeda, kritik atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id

    Rujukan

    • Tempo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [Fakta atau Hoaks] Benarkah Gibran Akan Bebaskan Palestina dari Israel?

    Sumber: cekfakta.tempo.co
    Tanggal publish: 11/09/2020

    Berita


    Klaim bahwa putra Presiden Joko Widodo atau Jokowi, Gibran Rakabuming Raka, akan membebaskan Palestina dari Israel beredar di internet dalam beberapa hari terakhir. Klaim ini salah satunya dimuat dalam artikel di situs Swarakyat.com pada 9 September 2020 dengan judul "Gibran akan Bebaskan Palestina dari Israel?".
    Klaim tersebut beredar di saat Gibran sedang berkompetisi dalam Pemilihan Wali Kota Solo 2020. Tahun ini, perhelatan pemilihan kepala daerah serentak digelar di 270 daerah, yang terdiri dari sembilan provinsi, 224 kabupaten, dan 37 kota, termasuk Solo.
    Dalam artikel di Swarakyat.com itu, termuat pula foto Gibran yang sedang menggunakan peci hitam dan syal dengan motif bendera Palestina. Ia sedang memegang mic, dan didampingi oleh sejumlah pria dengan pakaian bergambar logo Partai Persatuan Pembangunan (PPP).
    Gambar tangkapan layar artikel di situs Swarakyat.com.
    Apa benar Gibran akan membebaskan Palestina dari Israel?

    Hasil Cek Fakta


    Berdasarkan penelusuran Tim CekFakta Tempo, judul artikel yang digunakan oleh Swarakyat.com tersebut tidak mencerminkan fakta-fakta yang terdapat dalam isi artikel itu, di mana tidak terdapat pernyataan dari Gibran bahwa ia akan membebaskan Palestina dari Israel.
    Artikel yang dimuat oleh Swarakyat.com itu terdiri dari lima paragraf, yang berisi tentang pemberian rekomendasi PPP kepada Gibran yang maju sebagai calon Wali Kota Surakarta. Mereka memberikan SK dukungan partai bersama dengan syal atau selendang asli dari Palestina.
    PPP memberikan syal Palestina itu sebagai penyemangat dalam membawa Solo menjadi lebih baik. Menurut Ketua Dewan Pimpinan Wilayah PPP Jawa Tengah Masruhan Samsurie, Palestina merupakan simbol perjuangan yang tidak pernah mati, sehingga hal ini akan menjiwai Gibran dalam menyejahterakan dan meningkatkan taraf hidup Kota Solo.
    Tempo pun membandingkan artikel Swarakyat.com itu dengan berita dari media kredibel. Detik.com misalnya, menulis bahwa penyerahan rekomendasi ini dilakukan di Kantor DPW PPP Jateng di Semarang pada 28 Agustus 2020. Sebelum dokumen diberikan, Ketua DPW PPP Jateng Masruhan Samsurie mengalungkan syal Palestina sebagai simbol perjuangan.
    "Sebelum kami sampaikan SK, kami punya selendang asli dari Palestina, dari pemerintah di sana. Sampaikan ke Mas Gibran agar selama nanti insyaallah ditakdirkan sebagai Wali Kota, akan terus bergerak memperjuangkan. Palestina adalah simbol perjuangan yang tak pernah mati, tak pernah henti, itu akan menjiwai Mas Gibran dengan harapan perjuangannya menyejahterakan dan meningkatkan taraf hidup Kota Solo akan tercapai," kata Masruhan.
    Dalam berita Detik.com ini, tidak terdapat pernyataan bahwa Gibran akan membebaskan Palestina dari Israel. Demikian pula dalam berita yang dimuat oleh IDN Times, tidak menyinggung bahwa Gibran akan membebaskan Palestina dari Israel.
    Masrukan mengatakan lambang bendera Palestina memiliki arti penting bagi partainya yang bernapaskan Islam. "Sampai kapan pun Palestina tetap menjadi simbol perjuangan Islam, sehingga ini punya manfaat yang penting bagi kita semua," ujar Masrukan.

    Kesimpulan


    Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, judul artikel yang dipakai oleh situs Swarakyat.com, yakni “Gibran akan Bebaskan Palestina dari Israel?”, menyesatkan. Judul tersebut tidak mencerminkan isi artikel yang dimuatnya, di mana tidak terdapat pernyataan bahwa Gibran bakal membebaskan Palestina dari Israel. Artikel itu sendiri berisi informasi tentang pemberian syal bermotif Palestina dari DPW PPP Jateng kepada anak sulung Presiden Jokowi tersebut yang akan maju sebagai calon Wali Kota Solo. Syal itu diberikan oleh PPP sebagai simbol perjuangan.
    IKA NINGTYAS
    Anda punya data/informasi berbeda, kritik atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id

    Rujukan

    • Tempo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] “RS wisma atlet lampu Kamar menyala semua Petanda Fuul pasien Corona”

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 11/09/2020

    Berita

    Akun Sihong Hong (fb.com/sihong.hong.96) mengunggah sebuah gambar tangkapan layar dengan narasi sebagai berikut:

    “WASPADA LAH Petanda Fuul pasien Corona…”

    Di gambar yang ia unggah, tampak semua lampu Wisma Atlet menyala dan terdapat narasi “RS Wisma Atlet lampu Kamar nyala semua….kurangi keluar rumah kalau ngga penting banget……mencekaam….”

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan hasil penelusuran, klaim bahwa Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat penuh pasien COVID-19 ditandai dengan menyalanya semua lampu adalah klaim yang salah.

    Faktanya, Koordinator RSD Wisma Atlet Kemayoran Kolonel Stefanus Dony memastikan nyalanya lampu-lampu di Wisma Atlet bukan berarti semua tower terisi penuh oleh pasien Covid-19. Nyalanya lampu di seluruh tower, merupakan bentuk kesiapan Wisma Atlet.

    Dilansir dari Kompas.tv, Dony menegaskan hingga saat ini daya tampung Rumah Sakit Wisma Atlet untuk pasien Covid-19 masih memadai. Menurutnya, seluruh lampu di tower Wisma Atlet dinyalakan sebagai langkah perawatan sistem kelistrikan gedung dan bukti kesiapan Wisma Atlet.

    “Ya memang nyala malam itu. Kita nyalakan untuk memberi suasana terang, ini kan rumah sakit, kalau gelap kan orang kesannya mengerikan. Ini memberi rasa tenang kepada mereka (pasien), tujuannya untuk itu,” ujar Stefanus Kamis (10/9/2020).

    “Bukan berarti penuh, jadi memang nyala hanya sekitar 60% yang saya sampaikan tadi 60% yang dihuni,” terang dia.

    Selain itu, dilansir dari detik.com, Kepala Penerangan Kogabwilhan-I Kolonel Marinir Aris Mudian menjelaskan nyalanya lampu-lampu di Wisma Atlet itu bukan berarti semua tower terisi pasien COVID-19. Nyalanya lampu di seluruh tower, kata dia, merupakan bentuk kesiapan Wisma Atlet.

    Aris menjelaskan, dari tujuh tower yang ada di Wisma Atlet, hanya dua yang saat ini digunakan untuk menangani COVID-19. Satu tower untuk menangani pasien COVID-19 dan satu tower lagi untuk observasi.

    “Yang aktif untuk pasien itu di Tower 7. Tower 7 untuk pasien dan Tower 6 untuk observasi,” jelasnya.

    Lebih lanjut Aris mengungkapkan, satu tower di Wisma Atlet menampung 2.500 orang. Sementara itu, saat ini ada 1.637 pasien yang dirawat di RSD Wisma Atlet. Dari 1.637 yang dirawat, 1.635 di antaranya merupakan pasien positif COVID-19. Sedangkan dua lainnya merupakan pasien suspek.

    “Untuk satu tower itu kan bisa lebih-kurang 2.500 orang sampai saat ini masih nampung,” kata Aris.

    Untuk diketahui, sejak dibuka pada 23 Maret 2020 lalu hingga sekarang, RSD Wisma Atlet telah merawat 14.265 pasien terkait COVID-19. Dari jumlah tersebut, 12.128 orang telah dinyatakan sembuh, 270 dirujuk ke RS lain, dan pasien yang meninggal sebanyak 5 orang.

    Kesimpulan

    Koordinator RSD Wisma Atlet Kemayoran Kolonel Stefanus Dony memastikan nyalanya lampu-lampu di Wisma Atlet bukan berarti semua tower terisi penuh oleh pasien Covid-19. Nyalanya lampu di seluruh tower, merupakan bentuk kesiapan Wisma Atlet.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Artikel “Seorang Ayah Ini Sebrangkan Anak Nya di Sungai Agar Bisa Pinjam Hp Temen Nya Untuk Sekolah Online”

    Sumber: laman daring
    Tanggal publish: 11/09/2020

    Berita

    Laman detikinfo[dot]xyz menerbitkan artikel dengan judul “Karna Tak Punya HP Seorang Ayah Ini Sebrangkan Anak Nya di Sungai Agar Bisa Pinjam Hp Temen Nya Untuk Sekolah Online” pada tanggal 9 September 2020. Pada foto artikel tersebut terdapat seorang pria membungkus anaknya dengan plastik dan menyeberang sungai.

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan hasil penelusuran, diketahui bahwa konten tersebut keliru. Diketahui bahwa artikel itu merupakan lansiran dari laman palingseru.com dengan judul “Agar Bisa Sekolah, Pria ini Sebrangkan Anak Anaknya di Sungai Dengan Memasukannya ke Dalam Plastik” yang tayang pada 25 Juni 2019.

    Pada artikel tersebut memberitakan peristiwa seorang seorang pria menyediakan jasa untuk menyeberangkan anak-anak di desanya agar dapat sekolah dengan cara membungkus mereka menggunakan plastik di seberang sungai. Dalam artikel juga disebutkan peristiwa terjadi di desa Huoi Ha, Provinsi Dien Bien, Vietnam. Tidak disebutkan bahwa pria tersebut bukan ayah dari anak yang diseberangkan dan tujuan penyeberangannya bukan untuk meminjam ponsel.

    Peristiwa tersebut juga diberitakan oleh brilio.net dengan judul “Aksi pria bantu anak-anak seberangi sungai saat ke sekolah ini unik” yang tayang pada tanggal 25 Juni 2019.

    Kesimpulan

    Judul dan isi artikel salah. Peristiwa sebenarnya ialah seorang pria menyediakan jasa untuk menyeberangkan anak-anak desanya menggunakan plastik agar dapat sekolah di seberang sungai pada tahun 2019. Bukan untuk pinjam ponsel temannya untuk sekolah daring.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini