[SALAH] Soal Tuduhan Jokowi Anti Islam, Luhut: Umur 10 Tahun Beliau Sudah Hafal Alquran 40 Juz
Sumber: facebook.comTanggal publish: 31/08/2020
Berita
“Non muslim & Pengkhianat, tp so’ tau tentang Islam, mana ada Alqur’an 40 Juz…KOPLAK.
Hasil Cek Fakta
Akun facebook bernama Angga Evron mengunggah gambar berupa tangkapan layar artikel dengan menampilkan foto Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Indonesia, Luhut Binsar Panjaitan dengan judul “Soal Tuduhan Jokowi Anti Islam, Luhut: Umur 10 Tahun Beliau Sudah Hafal Alquran 40 Juz”.
Berdasarkan penelusuran, melalui pencarian kata kunci “Luhut: : Umur 10 Tahun Beliau Sudah Hafal Alquran 40 Juz”, tidak ditemukan adanya media arus utama yang menampilkan artikel dengan judul tersebut.
Kemudian melalui metode pencarian gambar, ditemukan gambar identik pada artikel cnbcindonesia.com dengan judul “Luhut: Jokowi Pilih Ma’ruf itu Blessing untuk Ekonomi RI” yang tayang pada 14 agustus 2018.
Artikel terkait Luhut yang membela Jokowi atas isu anti Islam ditemukan pada artikel katadata.co.id yang berjudul “Luhut Bela Jokowi dan Sri Mulyani soal Isu Anti-Islam dan Utang” yang tayang pada 31 januari 2019.
Namun, dalam isi artikel tersebut tidak terdapat narasi atau paragraf terkait pernyataan Luhut yang menyebut Sejak umur 10 tahun Jokowi sudah hafal Al-qur’an 40 Juz.
Sementara itu, kalim pada narasi gambar yang menyebutkan bahwa Al-qur’an berisi 40 Juz adalah salah. Dilansir dari wikipedia.org, Al-Qur’an terdiri atas 114 surah, 30 juz dan 6236 ayat menurut riwayat Hafsh, 6262 ayat menurut riwayat ad-Dur, atau 6214 ayat menurut riwayat Warsy.
Secara umum, Al-Qur’an terbagi menjadi 30 bagian yang dikenal dengan nama juz. Pembagian juz memudahkan mereka yang ingin menuntaskan pembacaan Al-Qur’an dalam kurun waktu 30 hari. Terdapat pembagian lain yang disebut manzil, yang membagi Al-Qur’an menjadi 7 bagian.
Berdasarkan penelusuran, melalui pencarian kata kunci “Luhut: : Umur 10 Tahun Beliau Sudah Hafal Alquran 40 Juz”, tidak ditemukan adanya media arus utama yang menampilkan artikel dengan judul tersebut.
Kemudian melalui metode pencarian gambar, ditemukan gambar identik pada artikel cnbcindonesia.com dengan judul “Luhut: Jokowi Pilih Ma’ruf itu Blessing untuk Ekonomi RI” yang tayang pada 14 agustus 2018.
Artikel terkait Luhut yang membela Jokowi atas isu anti Islam ditemukan pada artikel katadata.co.id yang berjudul “Luhut Bela Jokowi dan Sri Mulyani soal Isu Anti-Islam dan Utang” yang tayang pada 31 januari 2019.
Namun, dalam isi artikel tersebut tidak terdapat narasi atau paragraf terkait pernyataan Luhut yang menyebut Sejak umur 10 tahun Jokowi sudah hafal Al-qur’an 40 Juz.
Sementara itu, kalim pada narasi gambar yang menyebutkan bahwa Al-qur’an berisi 40 Juz adalah salah. Dilansir dari wikipedia.org, Al-Qur’an terdiri atas 114 surah, 30 juz dan 6236 ayat menurut riwayat Hafsh, 6262 ayat menurut riwayat ad-Dur, atau 6214 ayat menurut riwayat Warsy.
Secara umum, Al-Qur’an terbagi menjadi 30 bagian yang dikenal dengan nama juz. Pembagian juz memudahkan mereka yang ingin menuntaskan pembacaan Al-Qur’an dalam kurun waktu 30 hari. Terdapat pembagian lain yang disebut manzil, yang membagi Al-Qur’an menjadi 7 bagian.
Kesimpulan
Tidak ditemukan adanya media arus utama dengan judul artikel seperti itu. Foto identik ditemukan pada artikel cnbcindonesia.com dengan judul “Luhut: Jokowi Pilih Ma’ruf itu Blessing untuk Ekonomi RI” yang tayang pada 14 agustus 2018. Sedangkan Al-Qur’an sendiri terdiri atas 30 juz bukan 40 Juz.
Rujukan
[SALAH] Masker dapat Menyebabkan Infeksi Staph
Sumber: facebook.comTanggal publish: 31/08/2020
Berita
Beredar status dari akun Facebook Leigh Dundas dengan sebuah foto berisikan foto beberapa orang dan narasi berisikan klaim bahwa pemakaian masker dapat menyebabkan infeksi Staph atau juga disebut sebagai Staphylococcus. Postingan ini telah dikomentari sebanyak 231 kali dan disebarkan kembali sekiatr 1100 kali.
Berikut kutipan narasinya:
“For those of you who continue to assert that wearing a mask is perfectly healthy - and that they are not Petri dishes and breeding grounds for all manner of bacteria and virus particles - please see Exhibit A, below.”
Jika diterjemahkan akan berbunyi seperti ini :
" Bagi Anda yang terus menegaskan bahwa memakai masker itu sangat sehat - dan bahwa masker itu bukan cawan Petri dan tempat berkembang biak bagi semua jenis bakteri dan partikel virus - lihat Tampilan A, di bawah."
Berikut kutipan narasinya:
“For those of you who continue to assert that wearing a mask is perfectly healthy - and that they are not Petri dishes and breeding grounds for all manner of bacteria and virus particles - please see Exhibit A, below.”
Jika diterjemahkan akan berbunyi seperti ini :
" Bagi Anda yang terus menegaskan bahwa memakai masker itu sangat sehat - dan bahwa masker itu bukan cawan Petri dan tempat berkembang biak bagi semua jenis bakteri dan partikel virus - lihat Tampilan A, di bawah."
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan dari artikel periksa fakta leadstories.com, salah satu dari kumpulan foto pada postingan tersebut terdapat foto yang tidak berhubungan dengan infeksi Staph dikarenakan ketika ditelusuri ternyata foto tersebut adalah foto dari tenaga medis dengan beberapa bekas pada kulit akibat penggunaan peralatan medis selama dirumah sakit di Italia yang diposting di Twitter pada 25 Maret 2020.
Laporan terjadinya infeksi Staph dikarenakan pemakaian masker belum pernah ada tetapi beberapa laporan terjadinya iritasi kulit dan luka tekan pada kulit. Dr. John Soderberg menjelaskan bahwa penggunaan masker tidak menyebabkan infeksi Staph. Sekarang ini sebagian orang adalah pembawa Staph pada saluran hidung sehingga orang tersebut berpotensi untuk lebih banyak infeksi staph dari pemakaian masker, secara potensial tetapi tidak secara keseluruhan.
Laporan terjadinya infeksi Staph dikarenakan pemakaian masker belum pernah ada tetapi beberapa laporan terjadinya iritasi kulit dan luka tekan pada kulit. Dr. John Soderberg menjelaskan bahwa penggunaan masker tidak menyebabkan infeksi Staph. Sekarang ini sebagian orang adalah pembawa Staph pada saluran hidung sehingga orang tersebut berpotensi untuk lebih banyak infeksi staph dari pemakaian masker, secara potensial tetapi tidak secara keseluruhan.
Kesimpulan
Klaim tersebut tidak benar, tidak ada laporan infeksi Staph dikarenakan pemakaian masker. Beberapa laporan yang ada tentang penggunaan masker ini adalah seputar luka tekan pada kulit dan iritasi kulit, bukan infeksi Staph.
Rujukan
[SALAH] Kisah Azab Kematian Tragis Mustafa Kemal
Sumber: facebook.comTanggal publish: 30/08/2020
Berita
Beredar status dari akun Facebook Aisyah Ajhara Ahar Ahar dengan sebuah foto dengan klaim kematian Mustafa Kemal pada Oktober 1938 awalnya menderita penyakit kulit namun juga menderita penyakit lain, yaitu malaria, sirosis hari dan penyakit kelamin. Postingan ini telah dikomentari sebanyak 630 kali dan disukai oleh 247 akun.
Hasil Cek Fakta
Penelurusan tentang kematian Mustafa Kemal ternyata sudah pernah beredar sejak 2016 beberapa variasi lainnya yang berhubungan dengan kisah penyebab kematiannya. Menurut artikel berita kompas.com yang berjudul “Biografi Tokoh Dunia: Mustafa Kemal Ataturk, Presiden Pertama Turki” dipublikasikan pada 9 November 2018.
Artikel tersebut menjelaskan tentang biografi Mustafa Kemal dan dijelaskan bahwa pada tahun 1937, Mustafa Kemal mengalami penurunan kesehatan dan pada awal tahun 1938 saat sedang perjalanan ke Yalova, ia menderita penyakit serius sehingga ia kembali ke Istanbul untuk menjalani perawatan dan dinyatakan bahwa ia menderita sirosis hati. Mustafa Kemal meninggal pada 10 November 1938 di Istana Dolmabahce dan dimakamkan di Museum Etnografi Ankara yang kemudian dipindahkan ke sebuah sarkofagus seberat 42 ton di Mausoleum Anitkabir pada 10 November 1953. Pada biografi Mustafa Kemal maupun sumber yang valid tidak ada yang dapat membuktikan klaim kisah azab Mustafa Kemal tersebut.
Artikel tersebut menjelaskan tentang biografi Mustafa Kemal dan dijelaskan bahwa pada tahun 1937, Mustafa Kemal mengalami penurunan kesehatan dan pada awal tahun 1938 saat sedang perjalanan ke Yalova, ia menderita penyakit serius sehingga ia kembali ke Istanbul untuk menjalani perawatan dan dinyatakan bahwa ia menderita sirosis hati. Mustafa Kemal meninggal pada 10 November 1938 di Istana Dolmabahce dan dimakamkan di Museum Etnografi Ankara yang kemudian dipindahkan ke sebuah sarkofagus seberat 42 ton di Mausoleum Anitkabir pada 10 November 1953. Pada biografi Mustafa Kemal maupun sumber yang valid tidak ada yang dapat membuktikan klaim kisah azab Mustafa Kemal tersebut.
Kesimpulan
Tidak ada bukti sejarah yang valid yang dapat memperkuat kisah tersebut. Menurut sejarah Turki, Mustafa Kemal menderita sirosis hati pada awal tahun 1938, meninggal pada 10 November 1938, dan dimakamkan di Museum Etnografi Ankara yang kemudian dipindahkan ke sebuah sarkofagus seberat 42 ton di Mausoleum Anitkabir pada 10 November 1953.
Rujukan
- https://turnbackhoax.id/2020/08/30/salah-kisah-azab-kematian-tragis-mustafa-kemal/
- https://www.liputan6.com/cek-fakta/read/4010383/cek-fakta-hoaks-cerita-kematian-presiden-pertama-turki
- https://turnbackhoax.id/2016/12/13/disinformasi-kematian-presiden-turki-ataturk-yang-liberal-dan-zolim/
- https://internasional.kompas.com/read/2018/11/09/22490511/biografi-tokoh-dunia-mustafa-kemal-ataturk-presiden-pertama-turki
[SALAH] Dokumen WHO Tidak Menganjurkan untuk Memakai Masker Selama Pandemi COVID-19
Sumber: facebook.comTanggal publish: 30/08/2020
Berita
Beredar status dari akun Facebook Dan McGraw dengan sebuah foto berisikan dokumen yang diklaim sebagai dokumen WHO yang menyatakan bahwa WHO tidak menganjurkan untuk memakai masker selama pandemi COVID-19. Postingan ini telah dikomentari sebanyak 14 kali dan disebarkan kembali sebanyak 16 kali.
Berikut kutipan narasinya:
“Does the WHO recommend wearing masks in public settings? Simple answer. No.
Thx Janice Hicks”
Jika diterjemahkan akan berbunyi seperti ini :
"Apakah WHO merekomendasikan untuk memakai masker di tempat umum? Jawabannya sangat sederhana, tidak."
Berikut kutipan narasinya:
“Does the WHO recommend wearing masks in public settings? Simple answer. No.
Thx Janice Hicks”
Jika diterjemahkan akan berbunyi seperti ini :
"Apakah WHO merekomendasikan untuk memakai masker di tempat umum? Jawabannya sangat sederhana, tidak."
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan dari artikel periksa fakta afp.com, Margaret Harris sebagai juru bicara WHO menjelaskan bahwa dokumen yang tersebar di media sosial adalah dokumen palsu. Ternyata klaim tersebut muncul dari penelitian dari Dr. Roger Chou yang dipermainkan konteksnya, penelitian ini dilakukan pada musim influenza tahun 2007 hingga 2008. Pada penelitian ini ia menemukan bahwa siswa yang memakai masker wajah dan mempraktikan kebersihan tangan bisa mengurangi tingkat penyakit yang mirip influenza bukan tentang pandemi COVID-19.
Dikutip dari artikel liputan6.com, klaim lain yang ditemukan pada dokumen tersebut adalah adanya kalimat “Petugas kesehatan yang menggunakan masker kain memiliki risiko lebih tinggi terkena covid-19 ketimbang yang memakai masker medis”. Klaim ini sebenarnya adalah kutipan studi yang dilakukan pada tahun 2015 oleh Erin Silverman sebagai Koordinator Riset Klinis di Fakultas Kedokteran Universitas Florida. Hasil studi tersebut adalah pekerja yang menggunakan masker kain memiliki tingkat infeksi virus influenza yang lebih tinggi bukan virus COVID-19.
Dikutip dari artikel liputan6.com, klaim lain yang ditemukan pada dokumen tersebut adalah adanya kalimat “Petugas kesehatan yang menggunakan masker kain memiliki risiko lebih tinggi terkena covid-19 ketimbang yang memakai masker medis”. Klaim ini sebenarnya adalah kutipan studi yang dilakukan pada tahun 2015 oleh Erin Silverman sebagai Koordinator Riset Klinis di Fakultas Kedokteran Universitas Florida. Hasil studi tersebut adalah pekerja yang menggunakan masker kain memiliki tingkat infeksi virus influenza yang lebih tinggi bukan virus COVID-19.
Kesimpulan
Dokumen tersebut adalah palsu dan bukan dokumen WHO, juru bicara WHO Margaret Harris telah mengklarifikasikan bahwa dokumen yang beredar di media sosial adalah palsu.
Rujukan
- https://turnbackhoax.id/2020/08/30/salah-dokumen-who-tidak-menganjurkan-untuk-memakai-masker-selama-pandemi-covid-19/
- https://factcheck.afp.com/fake-who-document-shared-anti-mask-posts
- https://www.liputan6.com/cek-fakta/read/4337936/cek-fakta-hoaks-dokumen-who-tidak-anjurkan-penggunaan-masker-selama-pandemi-virus-corona-covid-19
Halaman: 7245/8527



