• [SALAH] 43 Ekor Buaya Lepas di Aliran Sungai Cisadane

    Sumber: whatsapp.com
    Tanggal publish: 08/11/2020

    Berita

    “Assalamu’alaikum wr wb,
    Himbauan untuk warga sekitar bantaran sungai Cisadane, untuk tidak beraktifitas di sekitaran bantaran kalo Cisadane, untuk yang mempunyai anak tolong di jaga Jagan sampai berenang di sungai,di karenakan sekira nya 43 ekor buaya lepas di aliran sungai Cisadane,sudah sampai Serpong Cisadane !!! Sekian Himbauan ini saya berikan..”

    Hasil Cek Fakta

    Beredar pesan berantai di Whatsapp tentang himbauan untuk warga bantaran sungai Cisadane untuk tidak beraktifitas di sekitar bantaran karena ada 43 ekor buaya yang lepas di aliran Sungai Cisadane.

    Setelah ditelusuri lebih lanjut, informasi tersebut diketahui tidak berdasar. Melansir dari detik.com Penyidik BKSDA Wilayah I Bogor Sudrajat memastikan informasi itu tidak valid. Sebab berdasarkan pemantauan pihaknya, tidak ada penangkaran buaya di wilayah Bogor.
    “Enggak ada itu (43 buaya terlepas dari penangkaran). Di Bogor enggak ada penangkaran buaya,” kata Sudrajat.

    Pernyataan serupa juga dituturkan oleh Walikota Tangerang Arief Rachadiono Wismansyah telah menanggapi hal tersebut lewat postingan di akun Instagram resminya.

    “43 buaya air yang di beritakan lepas ke Sungai Cisadane sudah di pastikan hoaks ya
    Terimakasih team @bpbdkotatangerang
    Yang sudah antisipasi dgn menyusuri sungai”

    Klarifikasi juga dituturkan oleh BPBD Kota Tangerang melalui media sosial Instagramnya, yang juga memperlihatkan video BPBD sedang menyusuri Sungai Cisadane. “Menurut berita media online sore ini (04/11/2020), Penyidik Kehutanan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Wilayah Bogor, mengatakan di Bogor tidak ada penangkaran buaya.”

    Lewat postingan Instagramnya, BPBD tetap mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan bila ada sesuatu hal di sungai tersebut bisa menghubungi 112 atau BPBD Kota Tangerang.

    Dengan demikian, informasi 43 ekor buaya lepas di Sungai Cisadane adalah tidak berdasar dan masuk dalam kategori konten palsu.

    Kesimpulan

    Hasil Periksa Fakta Luthfiyah Oktari Jasmien (Institut Agama Islam Negeri Surakarta).

    Informasi tersebut tidak benar. Penyidik Kehutanan BKSDA mengatakan di Bogor tidak ada penangkaran buaya. Klarifikasi juga disampaikan oleh Walikota Tangerang Arief Rachadiono Wismansyah yang menyatakan informasi tersebut hoaks.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Polisi Medan Tewas Ditembak

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 08/11/2020

    Berita

    “Seorang Anggota Polisi Satlantas resort Medan, yang bernama Ringgo Manurung, dengan pangkat Briptu, di temukan tewas di jalan tadi pagi Korban di tembak di bagian dada. Para pelaku di perkirakan 3 orang dengan mengendarai sepeda motor”

    Hasil Cek Fakta

    Melalui laman media sosial Facebook pemilik akun Ci Ling-ling membagikan sebuah kiriman yang menyertakan tangkapan layar portal berita CNN Indonesia dengan judul berita “Seorang Anggota Polisi Satlantas resort Medan, yang bernama Ringgo Manurung, dengan pangkat Briptu, di temukan tewas di jalan tadi pagi Korban di tembak di bagian dada. Para pelaku di perkirakan 3 orang dengan mengendarai sepeda motor”.

    Setelah dilakukan penelusuran lebih lanjut, diketahui foto yang digunakan pada postingan portal berita tersebut tidak pernah termuat dalam index pemberitaan m.cnnindonesia.com.Melansir dari suara.com polisi korban penembakan di Medan Aiptu Robinson Silaban sudah mulai membaik usai menjalani operasi di rumah sakit Bhayangkara Medan.

    Berdasarkan seluruh referensi yang ada klaim polisi Medan tewas ditembak termasuk hoaks dengan kategori konten yang dimanipulasi.

    Kesimpulan

    Hasil periksa fakta Erviana Hasan (Universitas Halu Oleo)

    Faktanya, pemberitaan tersebut sudah melalui penyuntingan dan tidak termuat dalam index pemberitaan m.cnnindonesia.com.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] “Demo depan les bahasa Prancis, Emang ngaruh?”

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 07/11/2020

    Berita

    Akun Info Presiden Jokowi (fb.com/joko2019) mengunggah sebuah gambar tangkapan layar dengan narasi sebagai berikut:

    “Demo depan les bahasa Prancis Emang ngaruh?”

    Gambar yang diunggah adalah gambar postingan akun Instagram @infobandungkota

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan hasil penelusuran, klaim bahwa aksi unjuk rasa di depan les bahasa Prancis di Kota Bandung, Jawa Barat tidak ada pengaruhnya adalah informasi yang menyesatkan.

    Faktanya, bukan hanya tempat belajar bahasa Prancis. Institut Français Indonesia (IFI) adalah bagian dari Kedutaan Besar Prancis di Indonesia, IFI bertanggung jawab atas pelaksanaan kerja sama antara Prancis dan Indonesia di bidang kebudayaan, pendidikan, linguistik, sains dan teknologi, pendidikan tinggi.

    Saat ini, IFI hadir di 4 kota di Indonesia: Bandung, Jakarta, Surabaya, Yogyakarta. Cabang-cabang tersebut menyediakan kursus bahasa Prancis, informasi tentang kegiatan budaya IFI, dan biro konsultasi Campus France.

    Dikutip dari situs resmi IFI, alamat IFI di Bandung adalah “Jl. Purnawarman No.32, Babakan Ciamis, Sumur Bandung, Kota Bandung, Jawa Barat 40116”. Alamat ini dicantumkan juga di situs resmi Kedutaan Prancis sebagai “Relay Kedutaan Besar untuk komunitas Prancis di Bandung, Jawa Barat”

    Dilansir dari IDN Times, massa yang mengatasnamakan Aliansi Umat Islam se-Bandung Raya, menyegel Institut Francais Indonesia (IFI) Jalan Purnawarman, Kota Bandung, Senin (2/11/2020).

    Ditemui awak media, salah satu peserta aksi, Muhammad Roinul mengatakan, tuntutan dari aksi di IFI tidak berbeda jauh dengan aksi sebelumnya yang telah di lakukan di Gedung Sate dan DPRD Jabar.

    “IFI adalah institusi yang memang resmi ada di bawah Kedutaan Prancis, supaya apa IFI ini yang ada di bawah Kedutaan Prancis menyampaikan tuntutan kita, menyampaikan kepada pemerintahnya,” tutur Rohinul pada awak media.

    Sementara itu, kepada Tempo, Direktur IFI Bandung Aude-Emeline Loriot-Nurbianto menjelaskan sikap negaranya dan prinsip kebebasan yang berbatas. Menurutnya, kemerdekaan untuk menyampaikan pendapat di muka umum, seperti aksi unjuk rasa, adalah kebebasan fundamental yang dijamin oleh hukum Indonesia dan Konvensi Internasional Perlindungan Hak Asasi Manusia. Namun dia enggan menanggapi aksi protes itu.

    “Seperti pada unjuk rasa yang lainnya, kami tidak ada komentar,” ujarnya lewat wawancara tertulis, Kamis, 5 November 2020.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Surat Panggilan Tes Interview oleh PT Provices Indonesia

    Sumber: Tangkapan Layar Surat
    Tanggal publish: 07/11/2020

    Berita

    Beredar surat panggilan interview untuk calon karyawan baru yang mengatasnamakan PT Provices Indonesia. Pihak Provices Group menyatakan dalam akun resmi Instagram dan juga Facebook, bahwa pihaknya tidak pernah mengeluarkan surat panggilan interview yang tengah beredar di masyarakat.

    Hasil Cek Fakta

    Lebih lanjut Provices Group menjelaskan bahwa tidak ada yang bernama Dewi dan Riza Herlambang di bagian recruitment maupun selainnya. Adapun kop surat beserta stempel perusahaan, yang digunakan dalam surat interview tersebut bukan milik @provicesgroup.

    Pihaknya menghimbau kepada para calon karyawan maupun yang akan melamar kerja, agar berhati-hati jika mendapat surat panggilan serupa.

    Berdasarkan penelusuran yang telah dilakukan surat panggilan tersebut adalah HOAX dan termasuk kategori KONTEN PALSU.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini