• [Fakta atau Hoaks] Benarkah Ini Video-video Penyerangan Muslim Berhijab di Prancis?

    Sumber: cekfakta.tempo.co
    Tanggal publish: 09/11/2020

    Berita


    Video kolase yang menunjukkan sejumlah penyerangan terhadap perempuan muslim yang berhijab beredar di media sosial. Penyerangan dalam video itu terlihat dilakukan oleh sejumlah pria di berbagai tempat, seperti di jalan, taman, bandara, dan restoran. Penyerangan dalam video ini diklaim terjadi di Prancis.
    Di Facebook, video kolase itu dibagikan salah satunya oleh oleh akun Martini Maharani, tepatnya pada 3 November 2020. Akun ini pun menulis narasi, “Beginilah Perlakuan Polisi Prancis Terhadap Muslimah Prancis Yg memakai Hijab...” Hingga artikel ini dimuat, unggahan itu telah dibagikan lebih dari 600 kali dan mendapatkan 125 komentar serta 255 reaksi.
    Gambar tangkapan layar unggahan akun Facebook Martini Maharani.
    Video ini beredar di tengah munculnya sejumlah kecaman dari negara-negara yang berpenduduk mayoritas muslim terhadap pernyataan Presiden Prancis Emmanuel Macron terkait Islam serta seruan boikot produk Prancis.
    Apa benar penyerangan terhadap perempuan muslim yang berhijab dalam video itu terjadi di Prancis?

    Hasil Cek Fakta


    Hasil verifikasi Tim CekFakta Tempo menunjukkan bahwa peristiwa-peristiwa dalam video kolase tersebut tidak terjadi di Prancis, melainkan di sejumlah negara lain, yakni Inggris, Rusia, Amerika Serikat, Belanda, dan Australia. Berbagai peristiwa dalam video itu juga tidak terjadi dalam satu waktu, melainkan dari tahun-tahun yang berbeda.
    Untuk memverifikasi video itu, Tempo mula-mula memfragmentasi video tersebut menjadi sejumlah gambar dengantoolInVID. Kemudian, gambar-gambar tersebut ditelusuri jejak digitalnya denganreverse image toolYandex dan Google. Hasilnya, ditemukan bahwa video itu adalah gabungan dari tujuh video yang berbeda dengan konteks dan waktu yang juga berbeda.
    Berikut ini fakta-fakta terkait enam dari tujuh video tersebut:

    Video ini telah lama beredar di YouTube, tepatnya sejak 2012. Video yang berasal dari rekaman CCTV tersebut pernah diunggah oleh kanal Klausur Uberleben pada 20 November 2012. Menurut keterangannya, video ini memperlihatkan serangan acak terhadap seorang gadis muslim berhijab di Plaistow, London, Inggris.
    Situs media CNN juga mengkonfirmasi bahwa peristiwa ini terjadi di Plaistow, London Timur, tepatnya pada 13 November 2012. Menurut Kepolisian Metropolitan London, pria dalam video itu digambarkan sebagai pria botak berkulit hitam dengan tubuh berotot. Tingginya sekitar 6 kaki, berusia 25-30 tahun, dan saat itu mengenakan jaket bisbol serta celana jeans. Dia mengikuti gadis berusia 16 tahun itu sekitar 500 meter dari rumahnya sebelum akhirnya berlari mendekati dan memukulnya.
    Sumber: YouTube dan CNN

    Dikutip dari situs media Independent Turki, peristiwa penyerangan perempuan muslim di depan anak-anaknya oleh seorang pria ini terjadi di Kota Tübenkama, daerah otonomi Tatarstan, Rusia, pada 8 Juli 2020. Petugas kepolisian Tübenkama mengumumkan bahwa penyerang, yang dilaporkan berusia 34 tahun, ditangkap beberapa jam setelah kejadian. Situs lokal Turki, Ahaber, menjelaskan bahwa 40 persen penduduk daerah otonomi Tatarstan merupakan orang Rusia. Populasi muslim di sana mencapai sekitar 53 persen.
    Sumber: Independent Turki dan Ahaber Video 3
    Video ini adalah rekaman seorang pasien berusia 19 tahun yang dipukul oleh pasien lain di lobi ruang gawat darurat Rumah Sakit Beaumont-Dearborn, Michigan, AS, pada 10 Februari 2018. Dikutip dari situs media ABC, menurut Kepolisian Dearborn, pelaku bernama John Deliz, 50 tahun. Menurut laoran situs media ABC7, Deliz sebenarnya telah keluar dari rumah sakit hari itu. Kepada polisi, pihak keamanan rumah sakit mengatakan bahwa dia menyapa pasien lain untuk meminta rokok dan berusaha berjalan menyusuri lorong. Dia kemudian duduk menunggu di lobi untuk mencari tumpangan. Saat itulah Deliz menyerang seorang mahasiswi muslim yang saat itu akan memeriksakan diri karena menduga rahangnya patah.
    Sumber: ABC dan ABC7

    Video ini diambil di Belanda, saat seorang preman yang menggunakan penutup kepala menyerang korban dari belakang di sebuah pusat perbelanjaan. Video ini pernah viral di YouTube dan Liveleak. Situs media Express mempublikasikan berita ini pada 22 Desember 2016.
    Sumber: Express

    Video ini adalah video penyerangan yang dilakukan oleh warga Australia, Stipe Lozina, terhadap seorang perempuan bernama Rana Elasmar di Sydney pada November 2019. Dikutip dari situs media ABC dan BBC, saat itu, Elasmar yang sedang hamil 38 minggu tengah bersama teman-temannya di sebuah kafe ketika Lozina masuk dan mendekati meja mereka, untuk meminta uang. Elasmar menolak. Lozina pun melancarkan serangan "keji" yang dipicu oleh prasangka agama. Karena serangan itu, Lozina dijatuhi hukuman tiga tahun penjara.
    Sumber: ABC dan BBC

    Kesimpulan


    Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim bahwa video di atas merupakan video penyerangan terhadap para perempuan muslim  berhijab di Prancis, keliru. Video tersebut merupakan gabungan dari tujuh video dengan konteks dan waktu yang berbeda. Video-video itu pun tidak diambil di Prancis, melainkan di sejumlah negara lain, yakni Inggris, Rusia, AS, Belanda, dan Australia.
    IKA NINGTYAS
    Anda punya data/informasi berbeda, kritik, atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id

    Rujukan

    • Tempo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Museum Prancis Berisi 18.000 Tengkorak Muslim

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 08/11/2020

    Berita

    “Perancis marah karena kepala satu warganya dipenggal setelah menistakan Rasulullah ﷺ, tapi seperti lupa bahwa mereka telah membangun museum tengkorak di paris. Museum berisi 18.000 tengkorak kepala manusia (mayoritas muslim) yang mereka potong dan mereka kumpulkan saat menjajah Aljazair dan negeri lainnya. Lalu dengan angkuh menolak untuk mengembalikan tengkorak-tengkorak tersebut kepada keluarganya
    .
    (AsySyaikh Dr. Iyad Qunaibi hafizhahullah)
    source: @nusantarabertauhidid”

    Hasil Cek Fakta

    Forum Facebook Pecinta Panji Rasulullah mengunggah sebuah informasi (1/11) yang menyatakan bahwa sebuah museum di Prancis memiliki koleksi 18.000 tengkorak manusia dan bahwa mayoritas tengkorak tersebut adalah milik umat Muslim saat Prancis menjajah Aljazair dan negara lain. Unggahan tersebut juga menyatakan bahwa pemerintah Prancis menolak untuk mengembalikan tengkorak-tengkorak tersebut ke negara asal.

    Berdasarkan hasil penelusuran, museum yang dimaksud merupakan Musee de l’Homme atau ‘Museum Manusia’, yaitu sebuah museum antropologi yang berfokus pada evolusi manusia. Museum ini memuat koleksi dari berbagai belahan dunia yang dibawa oleh para penjelajah dan tentara Prancis pada masa kolonial. Koleksi tersebut juga meliputi 18.000 tengkorak manusia yang 24 di antaranya terbukti merupakan tengkorak milik pejuang muslim anti-kolonialisme dari Aljazair. 24 buah tengkorak muslim Aljazair tersebut sudah dikembalikan ke negara asal pada Juli 2020 yang lalu, untuk memenuhi tuntutan restitusi oleh negara-negara bekas koloni Prancis. Lebih lanjut, Presiden Prancis Emmanuel Macron menyatakan bahwa pemenggalan kepala tersebut merupakan kejahatan terhadap kemanusiaan dan telah meminta maaf kepada pemerintah Aljazair.

    Dengan demikian, informasi yang diunggah oleh forum Facebook Pecinta Panji Rasulullah tersebut dapat dikategorikan sebagai Konten yang Menyesatkan/Misleading Content.

    Kesimpulan

    Hasil Periksa Fakta Khairunnisa Andini (Universitas Diponegoro).

    Informasi yang salah. Faktanya, dari 18.000 tengkorak manusia yang terdapat dalam Musee de l’Homme di Prancis, hanya 24 di antaranya yang terbukti merupakan tengkorak pejuang muslim Aljazair. 24 buah tengkorak muslim Aljazair tersebut sudah dikembalikan ke negara asal pada Juli 2020 lalu.

    = = = = =

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Video Fenomena Alam Petir Menyambar Sungai

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 08/11/2020

    Berita

    Kamera keamanan (CCTV) berada di tempat yang tepat untuk menangkap sambaran petir yang menakjubkan ini dari awal hingga akhir. Petir awalnya menghantam batu di tepi kiri dan kemudian “melompat” ke air. Tonton sampai akhir dan lihat berapa lama waktu yang dibutuhkan air untuk berhenti mendidih dan kembali ke “normal” … Ini akan membuat semua orang sadar akan *bahaya dan kekuatan sambaran petir!* Jika anda berada di kolam atau di mana pun dan ada potensi petir – *keluarlah dari air atau pergilah menjauh…!*

    Hasil Cek Fakta

    Sebuah akun Facebook bernama Ulul Arham membagikan video yang memperlihatkan proses sambaran petir dan kekuatannya. Serta imbauan untuk menjauh dari tempat yang berpotensi tersambar petir.

    Setelah ditelusuri, video tersebut diunggah di akun Youtube perusahaan teknik air Finlandia Rannikon Merityö dengan keterangan web perusahaan tentang penambangan dan peledakan bawah air. Cahaya yang menyerupai petir itu merupakan kabel detonator yang menyala dan setelah ledakan terlihat potongan puing yang mengapung.

    Dilansir dari AFP, sebenarnya video tersebut menunjukkan ledakan bawah air terkontrol di Finlandia pada tahun 2012. Juru bicara perusahaan Rannikon Merityö berkata video tersebut menunjukkan ledakan batuan padat bawah air.

    “Pekerjaan peledakan semacam ini merupakan bagian dari layanan yang diberikan oleh perusahaan kami. Bagaimana pun itu adalah hal buatan manusia, bukan fenomena alam,” ujarnya melalui surat elektronik.

    Sehingga video mengenai fenomena alam proses petir menyambar sungai merupakan hoaks dengan kategori konten yang salah.

    Kesimpulan

    Hasil periksa fakta Aisyah Adilah (Anggota Komisariat MAFINDO Institut Ilmu Sosial Ilmu Politik Jakarta)

    Faktanya, itu bukan fenomena alam melainkan buatan manusia. Video tersebut merupakan salah satu bagian dari layanan yang diberikan perusahaan pengerukan, penggalian, dan konstruksi pantai yang berbasis di Finlandia.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Surat Penerimaan PJLP Harus Bisa Baca AL-Qur’an dan Shalat

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 08/11/2020

    Berita

    Jika ini benar adanya, maka sama artinya non muslim tidak diperkenankan mendaftar “DILARANG”. Perhatikan Nomor urut 18 dan 19 .
    #JAKARTA_DIPERUNTUKAN_MUSLIM_ATAU_NASIONAL ???
    #JAKARTA_ITU_INDONESIA_ATAU_BUKAN ???
    #ABANG_JAGO
    Sudahkah kita merdeka? Masyarakat sendiri di kecam.. Berarti kemerdekaan itu, BELUM…….

    Hasil Cek Fakta

    Melalui media sosial Facebook, akun Frans Parulian Manalu mengunggah foto surat bahwa Suku Dinas Sosial Jakarta Selatan (Jaksel) melakukan penerimaan calon Penyedia Jasa Lainnya Perorangan (PJLP) untuk Satuan Tugas Pelayanan Pengawasan dan Pengendalian Sosial (P3S) dan Petugas Sosial Kesiapsiagaan Bencana (PSKB) tahun 2021, yang memberikan syarat antara lain harus bisa membaca Al-Qur’an dan shalat.

    Namun nyatanya, surat tersebut tidak benar. Dilansir dari news.detik.com, Kepala Seksi (Kasi) Rehabilitasi dan Pemberdayaan Sosial Sudinsos Jakarta Selatan Anshori membantah pihaknya menerbitkan surat seperti yang beredar. Diduga oknum tidak bertanggung jawab yang menyebarluaskannya. Surat tersebut juga sempat tersebar luas di grup Whatsapp.

    “Itu tak benar,” ujar Kepala Rehabilitasi dan Pemberdayaan Sosial Sudinsos Jakarta Selatan Anshori saat dimintai konfirmasi pada Jumat (6/10/20).

    Dikutip dari jalahoaks, surat tersebut hoaks, dan tidak bertanda tangan pejabat berwenang. Selain itu persyaratan penerimaan penyedia di lingkungan Dinas Sosial Provinsi DKI Jakarta dilaksanakan dengan mengedepankan prinsip kemajemukan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

    Jadi dapat disimpulkan bahwa, surat penerimaan PLJP harus bisa baca Al-Qur’an dan shalat adalah hoaks kategori konten palsu.

    Kesimpulan

    Hasil periksa fakta Rahmah An Nisaa (Uin Sunan Ampel Surabaya).

    Informasi tersebut tidak berdasar. Faktanya, Dinas Sosial DKI Jakarta membantah adanya surat penerima calon Penyedia Jasa Lainnya Perorangan (PJLP) untuk Satuan Tugas Pengawasan dan Pengendalian Sosial (P3S) dan Petugas Sosial Kesiapsiagaan Bencana (PSKB) yang memberikan syarat calon peserta harus bisa mengaji dan harus salat lima waktu.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini