• [SALAH] Pesan Pembuatan Grup WhatsApp Ormas Se-Kota Batam oleh Kesbangpol Kota Batam

    Sumber: whatsapp.com
    Tanggal publish: 25/10/2020

    Berita

    “assalammualaikum.
    izin memasukan ke group Ormas se Kota Batam.
    dari kesbangpol kota Batam.
    untuk memudahkan, komunikasi”

    Hasil Cek Fakta

    Telah beredar pesan berantai lewat aplikasi WhatsApp yang mengatasnamakan Kesbangpol Kota Batam dengan mengirimkan pesan untuk dimasukkan ke grup ormas (organisasi masyarakat) se-Kota Batam dengan dalih untuk mempermudah komunikasi. Pesan tersebut dikirim dari nomor ponsel +62 858-3665-0618.

    Berdasarkan hasil penelusuran, informasi yang disebar melalui pesan WhatsApp itu hoaks. Mengutip dari Media Center Batam, Kepala Badan Kesbangpol Kota Batam, Riama Manurung mengonfirmasi bahwa pesan WhatsApp tersebut hoaks. Riama menegaskan bahwa Kesbangpol Kota Batam tidak pernah membuat pesan seperti halnya yang tengah beredar di masyarakat. Ia juga mengingatkan pengurus dan anggota organisasi kemasyarakatan (ormas) untuk waspada terhadap aksi penipuan yang mengatasnamakan jajarannya.

    “Pesan yang beredar itu hoax. Kami harap ormas dan masyarakat umumnya berhati-hati. Itu bukan dari kami di Kesbangpol,” tegas Riama.

    Ia menambahkan, setelah melakukan pengecekan, nomor tersebut tidak tercatat sebagai pegawai maupun staff Kesbangpol Kota Batam.

    Dengan demikian, pesan berantai yang tersebar melalui WhatsApp dapat dikategorikan sebagai Konten Palsu karena Kepala Badan Kesbangpol Kota Batam, Riama Manurung mengonfirmasi bahwa pesan WhatsApp tersebut hoaks dan nomor kontak tersebut tidak tercatat sebagai pegawai maupun staf Kesbangpol Kota Batam.

    Kesimpulan

    Hasil Periksa Fakta Renanda Dwina Putri (Anggota Komisariat MAFINDO Universitas Pendidikan Indonesia)

    Informasi palsu. Faktanya, mengutip dari Media Center Batam, Kepala Badan Kesbangpol Kota Batam, Riama Manurung mengonfirmasi bahwa pesan WhatsApp tersebut hoaks dan nomor kontak tersebut tidak tercatat sebagai pegawai maupun staf Kesbangpol Kota Batam.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Akun Facebook Pribadi Bupati Lampung Barat Parosli Mabsus

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 25/10/2020

    Berita

    Akun Facebook Pribadi Bupati Lampung Barat Parosli Mabsus

    Hasil Cek Fakta

    Beredar akun Facebook yang mengatasnamakan Bupati Lampung Barat Parosli Mabsus. Akun dengan nama Parosli Mabsus saat ini 25 Oktober 2020 memiliki jumlah pertemanan sebanyak 4.982 dengan jumlah 5.402 pengikut.

    Setelah dilakukan penelusuran, diketahui akun tersebut adalah palsu dan bukan dikelola oleh Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Lampung Barat (Diskominfo Lambar), Padang Priyo Utomo, menghimbau masyarakat agar berhati-hati dan mewaspadai adanya kesalahpahaman informasi dari akun palsu yang mengatasnamakan Bupati Lampung Barat tersebut.

    Melalui website resmi Kabupaten Lampung Barat, Padang Priyo Utomo, mengatakan “Terkait banyaknya akun Facebook palsu yang mengatasnamakan Bupati Lambar “Parosli Mabsus” diharapkan kepada masyarakat Lampung Barat khususnya, agar tidak terkecoh dengan akun-akun tersebut”.

    Dilansir dari website resminnya Kadis Kominfo telah menindaklanjuti perihal akun Facebook palsu dan melaporkan kepada pihak Facebook.
    Dengan demikian, informasi terkait akun Bupati Lampung Barat Parosli Mabsus termasuk hoax dengan kategori konten palsu.

    Kesimpulan

    Hasil periksa fakta Rahmah An Nisaa (Uin Sunan Ampel Surabaya). Akun Facebook dengan nama “Parosli Mabsus” bukanlah milik Bupati Lampung Barat. Informasi tersebut tidak benar. Kadis Kominfo Kabupaten Lampung Barat mengonfirmasi bahwa akun dengan nama “Parosli Mabsus” palsu atau hoax.
    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Akun Facebook Irjen Polisi Supratman

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 25/10/2020

    Berita

    Akun Facebook atas nama Irjen Pol Supratman

    Hasil Cek Fakta

    Beredar di media sosial sebuah akun Facebook bernama Irjen Pol Supratman. Foto akun tersebut adalah foto Irjen Pol Supratman yang berjabat tangan dengan seorang artis. Sampai saat ini, akun tersebut telah memiliki 2.279 pertemanan.

    Setelah ditelusuri, akun Facebook tersebut ternyata palsu. Akun atas nama Irjen Pol Supratman itu dibantah oleh Kabid Humas Polda Bengkulu, AKBP Sudarno yang membenarkan akun Facebook Kapolda Supratman itu hoaks atau palsu.

    “Ya, kami mendapatkan laporan adanya akun Facebook yang mengatasnamakan Kapolda Bengkulu. Kami beritahukan kepada seluruh masyarakat Bengkulu untuk tidak percaya akan akun FB tersebut. Akun FB tersebut palsu, dan yang telah terlanjur berteman diharapkan hapus pertemanannya,” ungkap Sudarno, Kamis (20/6/2019).

    Setelah dikonfirmasi, Irjen Pol Supratman mengatakan bahwa akun tersebut palsu.

    “Tolong disebarkan, saya tidak punya Facebook dan Twiter, hati-hati penipuan,” kata Supratman, Minggu (25/10/2020).

    Sebelumnya, akun atas nama mantan Kapolda Bengkulu tersebut juga pernah dibuat oleh pelaku yang digunakan untuk melakukan penipuan dengan modus meluluskan calon anggota polisi dengan meminta sejumlah uang.

    Sehingga, akun Facebook Irjen Pol Supratman adalah hoaks dengan kategori konten palsu.

    Kesimpulan

    Hasil periksa fakta Aisyah Adilah (Anggota Komisariat MAFINDO Institut Ilmu Sosial Ilmu Politik Jakarta)

    Faktanya, Irjen Polisi Supratman tidak memiliki media sosial Facebook dan Twitter. “Tolong disebarkan, saya tidak punya Facebook dan Twiter, hati-hati penipuan,” kata Supratman.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] “Pak Jokowi gelarnya kan insinyur (Ir.) Kenapa ditulis Sarjajana Teknik (St.)

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 24/10/2020

    Berita

    Beredar gambar tangkapan layar yang berasal dari akun yang tidak diketahui yang berisi narasi sebagai berikut:

    “Pak Jokowi gelarnya kan insinyur (Ir.) Kenapa ditulis Sarjajana Teknik (St.) Kenapa ya ??”

    Selain narasi tersebut, terdapat juga foto yang memperlihatkan papan nama jalan bertulisakan President Joko Widodo St dan narasi “Nama Presiden Joko Widodo jadi nama jalan di Abu Dhabi” dan “Ya, Nama Presiden Ri Jokow Widodo kini resmi menjadi nama salah satu jalan di Uni Emirat Amarb, Abu Dhabi sebagai penghormatan UEA kepada Jokowi dalam memajukan hubungan kedua belah pihak. Jalan ini diresmikan langsung putra mahkota UEA.”

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan hasil penelusuran, klaim bahwa kepanjangan St. di papan nama jalan yang memakai nama Presiden Joko Widodo adalah gelar Sarjana Teknik adalah klaim yang salah.

    Faktanya, bukan gelar. St di papan nama jalan itu singkat dari Street yang artinya jalan, digunakan untuk menulis nama jalan seperti President Joko Widodo Street.

    Dilansir dari Kompas, peresmian President Joko Widodo Street itu dipimpin oleh Chairman Abu Dhabi Executive Office Sheikh Khalid bin Mohammed bin Zayed Al Nahyan pada Senin, 19 Oktober 2020. Jalan yang membelah kawasan Abu Dhabi National Exhibition Center dengan Embassy Area yang ditempati sejumlah Kantor Perwakilan Diplomatik.

    Presiden Joko Widodo mengatakan hal tersebut adalah sebuah gambaran bahwa hubungan bilateral antar dua negara berjalan semakin hangat.

    “Seruas jalan di Kota Abu Dhabi, Uni Emirat Arab kemarin diresmikan sebagai Presiden Joko Widodo Street oleh Sheikh Khalid bin Mohammed bin Zayed Al Nahyan, Chairman Abu Dhabi Executive Office. Jalan yang membelah kawasan Abu Dhabi National Exhibition Center dengan Embassy Area yang ditempati sejumlah Kantor Perwakilan Diplomatik itu menggunakan nama saya.

    Ini tentu sebentuk penghargaan dan kehormatan. Bukan untuk saya pribadi semata-mata, tetapi untuk Indonesia. Sebuah gambaran betapa eratnya hubungan di antara dua negara yang kini bekerja sama dalam berbagai bidang.

    Di balik penamaan jalan itu, tersimpan harapan semoga hubungan kedua negara semakin kokoh, saling menguatkan, dan bermanfaat bagi rakyat Uni Emirat Arab dan Indonesia.

    Terima kasih.” tulis Presiden Joko Widodo di akun Facebook resmi miliknya, 20 Oktober 2020.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini