• [SALAH] Produk Frankfurter Ayam Jenama Rahmat Tidak Halal

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 23/10/2020

    Berita

    Beredar kabar di media sosial Facebook yang menyebutkan bahwa produk Frankfurter Ayam Jenama Rahmat asal Malasyia merupakan produk yang tidak halal.

    Beberapa hal yang dituduhkan kepada perusahaan ini adalah:

    1. Frankfurter Ayam Jenama Rahmat produk keluaran serikat peternak babi.
    Hal tersebut dibantah oleh Badan Pengurusan Halal, Jabatan Kemajuan Islam Malasyia (JAKIM). Lewat akun Facebook resminya, JAKIM menyatakan bahwa proses pemberian halal kepada produk Frankfurter Rahmat sudah sesuai dengan Original Equipment Manufacturer (OEM), dimana sampai saat ini status halal dari produk Frankfurter Ayam Jenama Rahmat juga masih berlaku.
    Tentang Syarikat Leong Hup Agrobusiness Sdn Bhd, JAKIM menerangkan bahwa serikat tersebut merupakan serikat berkelompok (commercial company) di bawah Leong Hup (Malaysia) Sdn Bhd, yang merupakan member dari Leong Hup International yang dalam status pendiriannya tidak ada hubungannya dengan peternakan babi.

    2. Penamaan “Rahmat” dan warna hijau yang berbau Islami.
    Hal ini juga dibantah oleh JAKIM. Dalam keterangannya JAKIM menjelaskan bahwa penamaan “Rahmat” berasal dari nama Encik Rahmat bin Ibrahim, Pengarah Syarikat Mantap Eksklusif Sdn Bhd yang telah setuju menjadikan Syarikat Leong Hup Agrobusiness Sdn Bhd sebagai produsen untuk produk Frankfurter Ayam Jenama Rahmat. Mengenai bungkus yang berwarna hijau juga merupakan hasil kesepakatan kedua belah pihak.

    Hasil Cek Fakta

    Hoaks terkait Syarikat Leong Hup juga pernah beredar pada tahun 2019, dan sudah dilakukan pemeriksaan faktanya oleh turnbackhoax. Berdasarkan pada seluruh referensi, dapat disimpulkan bahwa narasi yang menyebut Frankfurter Ayam Jenama produk tidak halal adalah hoaks dan masuk pada kategori misleading content atau konten menyesatkan.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Daun Sisik Naga Dapat Menyembuhkan Kanker Payudara

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 23/10/2020

    Berita

    Pengguna Facebook Alsaka Syamm mengunggah sebuah informasi (26/9) terkait manfaat dari tanaman daun sisik naga (Pyrrosia piloselloides). Dalam unggahan tersebut, disertakan juga beberapa foto tanaman daun sisik naga. Salah satu manfaat yang tercantum dalam informasi tersebut adalah daun sisik naga dapat menyembuhkan kanker payudara.

    Hasil Cek Fakta

    Melansir dari Liputan6, Ketua Umum Pergizi Pangan, Prof. Dr. Hardinsyah menyatakan bahwa meskipun memang benar bahwa tanaman daun sisik naga mengandung antioksidan dan antibakteri, belum ada bukti ilmiah bahwa daun sisik naga dapat menyembuhkan kanker payudara. Sejauh ini, manfaat tanaman daun sisik naga yang sudah terbukti adalah untuk mengobati disentri, gusi berdarah, luka eksternal, serta gatal-gatal pada kulit.

    Dengan demikian, informasi yang diunggah oleh pengguna Facebook Alsaka Syamm tersebut dapat dikategorikan sebagai Konten yang Menyesatkan/Misleading Content.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Imbauan Babinkamtibmas Terkait Akan Adanya Serangan Dari Warga Kanakea

    Sumber: whatsapp.com
    Tanggal publish: 23/10/2020

    Berita

    Beredar pesan berantai di grup Whatsapp yang menginformasikan bahwa warga Lingkungan Kanakea bakal menyerang warga Lingkungan Lorong sempit Wangkanapi menyebar di masyarakat Kota Buabau usai pemakaman korban LM (20), warga Lingkungan Kanakea, Kelurahan Nganganauma, Kota Baubau, Selasa (20/10/2020). Pesan yang beredar itu menyebutkan sumber informasi berasal dari Babinkamtibmas Polsek Wolio, Kota Baubau.

    Hasil Cek Fakta

    Terkait dengan itu, Kapolres Baubau AKBP Zainal Rio Chandra Tangkari, lewat rilis resminya di akun Instagram @humaspolresbaubau mengatakan, pesan itu merupakan hoaks. Ia mengaku, tidak pernah kepolisian, termaksud Babinkamtibmas Polsek Wolio menyebarkan pesan demikian.

    “Telah beredar Pesan singkat tentang adanya upaya penyerangan kepada suatu wilayah pasca meninggalnya Korban penganiayaan di lingkungan Kanakea, Kota Baubau, Diinfokan kepada masyarakat bahwa informasi tersebut TIDAK BENAR, Diharapkan masyarakat kota Baubau untuk tidak terprovokasi dengan isu-isu yang tidak jelas asal-usulnya” tulisnya.

    Bentrokan yang terjadi antarpemuda di Kota Baubau, Sulawesi tenggara terjadi pada Senin (19/10/2020) malam. Bentrokan tersebut mengakibatkan satu orang tewas setelas sempat dirawat di RSUD Palagiamata, Kota Baubau, Selasa (20/1-/2020). Korban atas nama LM (20) terluka parah kedua tangan nyaris putus, kaki, dan kepala terluka akibat sabetan parang kelompok pemuda lain. Saat ini, korban LM telah dimakamkan oleh pihak keluarga.

    Dengan demikian, pesan imbauan tersebut tidak benar dikirimkan oleh Babinkamtibnas, dan masuk ke dalam kategori konten yang menyesatkan.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Populasi Muslim di India Mencapai 30%

    Sumber: twitter.com
    Tanggal publish: 23/10/2020

    Berita

    Akun Twitter @TapasNiyama (No Country For Sadhus), yang diunggah pada 19 Oktober 2020, dengan mengunggah foto umat Muslim yang sedang beribadah bersama, menyebarluaskan informasi bahwa foto itu diambil di India dan mengindikasikan bahwa umat Muslim di India mencapai 30% total populasi di India. Unggahan tersebut telah dibagikan ulang sebanyak 287 kali. Selain itu, terdapat 458 orang menyukai, diikuti dengan 18 orang yang memberikan komentar.

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan hasil penelurusan lebih lanjut, dilansir dari website World Population Review tahun 2020, menunjukkan bahwa populasi Muslim di India berjumlah 195,000,000 orang dari total penduduk India yang berjumlah 1,380,004,385 orang. Angka tersebut menunjukkan bahwa presentase Muslim di India pada tahun 2020 hanya sebesar 14.2%. Terlebih lagi, menurut artikel yang dilansir dari portal berita Mint menyatakan bahwa dibutuhkan setidaknya hingga tahun 2091 di mana umat Muslim di India bisa melebihi umat Hindu. Penelitian yang serupa juga diterbitkan oleh Pew Research Center pada April 2015 yang mencantumkan informasi bahwa hingga 2050, populasi Muslim di India hanya akan mencapai 18.4%, meskipun Muslim di India memang mengalami pertumbuhan yang pesat.

    Selain itu, gambar yang diunggah oleh @TapasNiyama bukanlah gambar umat Muslim yang sedang beribadah di India, melainkan gambar yang diambil di Bangladesh saat sholat Jumat. Gambar tersebut merupakan hasil tangkapan fotografer yang menyerahkan fotonya ke National Geographic dan diunggah pada situs Business Insider India.

    Dengan demikian, pernyataan yang ditulis oleh @TapasNiyama tersebut dapat dikategorikan sebagai konten yang menyesatkan, sebab akun tersebut telah memberikan narasi yang salah terhadap foto umat Muslim di Bangladesh.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini