Akun Facebook Zehan Ramadhany Jr. mengunggah gambar dua orang. Pada tulisan di dalam gambar disebutkan bahwa sosok yang satu sudah diangkat menjadi dewan penasehat Densus dan yang satu lagi akan menjadi dewan penasehat Mabes Polri.
Berikut kutipan narasi dalam gambar sumber:
“Duo Sipit… Yg Satu sudah menjadi Dewan Penasehat DenSus….yg Satunya Hendak mau Jadi Dewan Penasehat Mabes Polri….ada apa dgn Institusi ini”
[SALAH] “Duo Sipit… Yg Satu sudah menjadi Dewan Penasehat DenSus….yg Satunya Hendak mau Jadi Dewan Penasehat Mabes Polri”
Sumber: facebook.comTanggal publish: 24/07/2020
Berita
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan hasil penelusuran, diketahui bahwa gambar kedua orang yang diunggah akun Zehan tersebut ialah Dato Sri Tahir dan Djoko Tjandra. Isu mengenai Dato Sri Tahir menjadi pembina di dalam tubuh Polri sudah pernah beberapa kali diperiksa dalam artikel [SALAH] Foto Ang Tjoen Min Anak Lim Seng Komandan Pasukan Pao An Thui, [SALAH] Thahir Pembina Brimob, dan [SALAH] Bos Mayapada Jadi Pembina Brimob dan TNI. Dari hasil pemeriksaan fakta yang sudah dilakukan, Dato Sri Tahir tidak diangkat menjadi penasihat ataupun pembina melainkan dianugerahi sebagai warga kehormatan Brimob.
Adapun, foto yang digunakan dalam sumber berasal dari peristiwa pengangkatan Dato Sri Tahir saat acara penganugerahan warga kehormatan Brimob. Hal itu diketahui dari penjelasan dalam artikel berjudul “Foto Dato Sri Tahir Digendong Brimob Viral, Ini Alasan Brimob Beri Gelar” yang tayang di antvklik.com pada 16 November 2018.
Lalu, foto kedua diketahui merupakan foto dari Djoko Tjandra, terdakwa kasus Bank Bali, yang diambil antaranews.com pada 28 Februari 2000. Klaim bahwa ia akan menjadi Dewan Penasehat Mabes Polri juga keliru. Sebab, tidak ditemukan jabatan Dewan Penasihat Mabes Polri dalam struktur organisasi Polri.
Adapun, diketahui bahwa Kapolri Idham Aziz pernah mengangkat sejumlah tokoh menjadi Tim Penasihat Kapolri pada Januari 2020. Pengangkatan 17 penasihat termaktub dalam Keputusan Kapolri Nomor: Kep/117/I/2020 tentang Pengukuhan, Pemberhentian dari, dan Pengangkatan dalam Jabatan Penasihat Ahli Kapolri. Surat diterbitkan pada 21 Januari 2020.
Dalam daftar nama tersebut tidak ditemukan nama Djoko Tjandra. Berikut daftar nama lengkap Tim Penasihat Kapolri:
1. Indriyanto Seno Aji – Penasihat Ahli Kapolri Bidang Hukum
2. Indria Samego – Penasihat Ahli Kapolri Bidang ilmu Politik
3. Chaerul Huda – Penasihat Ahli Kapolri Bidang Hukum Pidana
4. Fachry Aly – Penasihat Ahli Kapolri Bidang Sosiologi
5. Hendardi – Penasihat Ahli Kapolri Bidang Hak Asasi Manusia
6. Muradi – Penasihat Ahli Kapolri Bidang Keamanan dan Politik
7. Hermawan Sulistyo alias Prof Kiki – Penasihat Ahli Kapolri Bidang Politik
8. Nur Kholis – Penasihat Ahli Kapolri Bidang Hak Asasi Manusia
9. Sisno Adiwinoto – Penasihat Ahli Kapolri Bidang Ilmu Kepolisian
10. Adi Indrayanto – Penasihat Ahli Kapolri Bidang Informasi Teknologi
11. Fahmi Alamsyah – Penasihat Ahli Kapolri Bidang Komunikasi Publik
12. Rustika Herlambang – Penasihat Ahli Kapolri Bidang Media Sosial
13. Refly Harun – Penasihat Ahli Kapolri Bidang Tata Negara
14. Agus Rahardjo – Penasihat Ahli Kapolri Bidang Korupsi
15. Ifdal Kasim – Penasihat Ahli Kapolri Bidang Hak Asasi Manusia
16. Wildan Syafitri – Penasihat Ahli Kapolri Bidang Ekonomi
17. Andy Soebjakto Molanggato – Penasihat Ahli Kapolri Bidang Pergerakan Kepemudaan
Adapun, foto yang digunakan dalam sumber berasal dari peristiwa pengangkatan Dato Sri Tahir saat acara penganugerahan warga kehormatan Brimob. Hal itu diketahui dari penjelasan dalam artikel berjudul “Foto Dato Sri Tahir Digendong Brimob Viral, Ini Alasan Brimob Beri Gelar” yang tayang di antvklik.com pada 16 November 2018.
Lalu, foto kedua diketahui merupakan foto dari Djoko Tjandra, terdakwa kasus Bank Bali, yang diambil antaranews.com pada 28 Februari 2000. Klaim bahwa ia akan menjadi Dewan Penasehat Mabes Polri juga keliru. Sebab, tidak ditemukan jabatan Dewan Penasihat Mabes Polri dalam struktur organisasi Polri.
Adapun, diketahui bahwa Kapolri Idham Aziz pernah mengangkat sejumlah tokoh menjadi Tim Penasihat Kapolri pada Januari 2020. Pengangkatan 17 penasihat termaktub dalam Keputusan Kapolri Nomor: Kep/117/I/2020 tentang Pengukuhan, Pemberhentian dari, dan Pengangkatan dalam Jabatan Penasihat Ahli Kapolri. Surat diterbitkan pada 21 Januari 2020.
Dalam daftar nama tersebut tidak ditemukan nama Djoko Tjandra. Berikut daftar nama lengkap Tim Penasihat Kapolri:
1. Indriyanto Seno Aji – Penasihat Ahli Kapolri Bidang Hukum
2. Indria Samego – Penasihat Ahli Kapolri Bidang ilmu Politik
3. Chaerul Huda – Penasihat Ahli Kapolri Bidang Hukum Pidana
4. Fachry Aly – Penasihat Ahli Kapolri Bidang Sosiologi
5. Hendardi – Penasihat Ahli Kapolri Bidang Hak Asasi Manusia
6. Muradi – Penasihat Ahli Kapolri Bidang Keamanan dan Politik
7. Hermawan Sulistyo alias Prof Kiki – Penasihat Ahli Kapolri Bidang Politik
8. Nur Kholis – Penasihat Ahli Kapolri Bidang Hak Asasi Manusia
9. Sisno Adiwinoto – Penasihat Ahli Kapolri Bidang Ilmu Kepolisian
10. Adi Indrayanto – Penasihat Ahli Kapolri Bidang Informasi Teknologi
11. Fahmi Alamsyah – Penasihat Ahli Kapolri Bidang Komunikasi Publik
12. Rustika Herlambang – Penasihat Ahli Kapolri Bidang Media Sosial
13. Refly Harun – Penasihat Ahli Kapolri Bidang Tata Negara
14. Agus Rahardjo – Penasihat Ahli Kapolri Bidang Korupsi
15. Ifdal Kasim – Penasihat Ahli Kapolri Bidang Hak Asasi Manusia
16. Wildan Syafitri – Penasihat Ahli Kapolri Bidang Ekonomi
17. Andy Soebjakto Molanggato – Penasihat Ahli Kapolri Bidang Pergerakan Kepemudaan
Kesimpulan
Berdasarkan penjelasan tersebut, maka klaim dalam konten sumber menyesatkan. Oleh sebab itu, konten tersebut masuk ke dalam kategori Misleading Content atau Konten yang Menyesatkan.
Rujukan
- https://web.facebook.com/groups/fafhh/permalink/1241795549486311/
- https://turnbackhoax.id/2020/07/24/salah-duo-sipit-yg-satu-sudah-menjadi-dewan-penasehat-densus-yg-satunya-hendak-mau-jadi-dewan-penasehat-mabes-polri/
- https://turnbackhoax.id/2020/07/20/salah-foto-ang-tjoen-min-anak-lim-seng-komandan-pasukan-pao-an-thui/
- https://turnbackhoax.id/2020/06/29/salah-thahir-pembina-brimob/
- https://turnbackhoax.id/2019/05/29/salah-bos-mayapada-jadi-pembina-brimob-dan-tni/
- https://www.antvklik.com/headline/dato-sri-tahir-digendong-brimob
- https://www.antaranews.com/berita/1611770/kabareskrim-minta-divpropam-selidiki-dugaan-surat-jalan-djoko-tjandra
- https://humas.polri.go.id/2020/01/23/ini-daftar-tim-penasihat-ahli-kapolri-jenderal-idham-azis/
- https://www.cnnindonesia.com/nasional/20200123135125-12-468003/daftar-penasihat-kapolri-agus-rahardjo-hingga-refly-harun
Konsumsi Temulawak dan Kunyit Bikin Tubuh Rentan Corona COVID-19, Fakta atau Hoaks?
Sumber: whatsapp.comTanggal publish: 24/07/2020
Berita
*HINDARI KUNYIT DAN TEMULAWAK SEMENTARA WAKTU*
Apakah temulawak dan kunyit meningkatkan ekspresi enzim ACE2
Apakah temulawak dan kunyit meningkatkan ekspresi enzim ACE2
Hasil Cek Fakta
Liputan6.com, Jakarta - Jamu, minuman kaya akan kandungan rempah ini tengah dimanfaatkan konsumsinya oleh publik sebagai upaya preventif infeksi corona COVID-19. Namun, sudah beberapa hari sejak beredar informasi di media sosial terkait ajakan menghindari konsumsi jamu temulawak dan kunit.
Imbauan ini menyebutkan bahwa dua bahan tersebut malah menjadikan tubuh rentan terpapar virus yang sudah berstatus pandemi tersebut.
"(Masyarakat) Jadi takut mengonsumsi jamu empon-empon yang mengandung temulawak dan kunyit, maupun suplemen herbal berisi senyawa aktif Curcumin," kata Ketua Umum Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu Indonesia (PDPOTJI) dr. Inggrid Tania lewat keterangan resmi yang diterima Liputan6.com, Kamis (19/3/2020).
Karenanya, Inggrid berupaya membeberkan poin-poin penting terkait informasi tersebut. Ia menjelaskan, berbagai penelitian, terutama penelitian in-vitro dan praklinis, di dunia menunjukkan bahwa Curcumin bersifat antiperadangan, antivirus, antibakteri, antijamur, dan antioksidan.
"Salah satu manfaat Curcumin yang terungkap melalui berbagai penelitian dan uji klinis adalah meningkatkan sistem imunitas tubuh atau berperan sebagai imunomodulator," sambungnya.
Penelitian terakhir terhadap virus SARS-CoV-2 penyebab penyakit corona COVID-19 menunjukkan, reseptor virus tersebut adalah enzim bernama ACE2 yang terdapat pada sel inang, yakni sel manusia, terutama sel alveolus dalam paru.
Namun, pintu masuk virus SARS-CoV-2 tak hanya bergantung pada ikatan protein spike virus dengan reseptor pada sel inang (ACE2), tapi juga priming protein spike oleh protease sel inang.
Secara fungsional, ada dua bentuk ACE2, yakni fixed, menempel pada permukaan sel, dan soluble, bentuk bebas dalam darah. ACE2 bentuk soluble diproyeksikan jadi salah satu kandidat antivirus SARS-CoV-2 melalui mekanisme interseptor kompetitif yang mencegah ikatan antara partikel virus dengan ACE2 pada permukaan sel inang.
Penelitian bio-informatika yang dipublikasikan Maret 2020 dan kepustakaan terbaru telah menyebut bahwa Curcumin merupakan salah satu kandidat antivirus SARS-CoV-2.
"Maka diharapkan Curcumin (kandungan di temulawak dan kunyit) mampu meningkatkan ekspresi ACE2 bentuk soluble yang dapat menghambat terjadinya ikatan antara protein virus dengan ACE2 bentuk fixed pada permukaan sel inang," paparnya.
Imbauan ini menyebutkan bahwa dua bahan tersebut malah menjadikan tubuh rentan terpapar virus yang sudah berstatus pandemi tersebut.
"(Masyarakat) Jadi takut mengonsumsi jamu empon-empon yang mengandung temulawak dan kunyit, maupun suplemen herbal berisi senyawa aktif Curcumin," kata Ketua Umum Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu Indonesia (PDPOTJI) dr. Inggrid Tania lewat keterangan resmi yang diterima Liputan6.com, Kamis (19/3/2020).
Karenanya, Inggrid berupaya membeberkan poin-poin penting terkait informasi tersebut. Ia menjelaskan, berbagai penelitian, terutama penelitian in-vitro dan praklinis, di dunia menunjukkan bahwa Curcumin bersifat antiperadangan, antivirus, antibakteri, antijamur, dan antioksidan.
"Salah satu manfaat Curcumin yang terungkap melalui berbagai penelitian dan uji klinis adalah meningkatkan sistem imunitas tubuh atau berperan sebagai imunomodulator," sambungnya.
Penelitian terakhir terhadap virus SARS-CoV-2 penyebab penyakit corona COVID-19 menunjukkan, reseptor virus tersebut adalah enzim bernama ACE2 yang terdapat pada sel inang, yakni sel manusia, terutama sel alveolus dalam paru.
Namun, pintu masuk virus SARS-CoV-2 tak hanya bergantung pada ikatan protein spike virus dengan reseptor pada sel inang (ACE2), tapi juga priming protein spike oleh protease sel inang.
Secara fungsional, ada dua bentuk ACE2, yakni fixed, menempel pada permukaan sel, dan soluble, bentuk bebas dalam darah. ACE2 bentuk soluble diproyeksikan jadi salah satu kandidat antivirus SARS-CoV-2 melalui mekanisme interseptor kompetitif yang mencegah ikatan antara partikel virus dengan ACE2 pada permukaan sel inang.
Penelitian bio-informatika yang dipublikasikan Maret 2020 dan kepustakaan terbaru telah menyebut bahwa Curcumin merupakan salah satu kandidat antivirus SARS-CoV-2.
"Maka diharapkan Curcumin (kandungan di temulawak dan kunyit) mampu meningkatkan ekspresi ACE2 bentuk soluble yang dapat menghambat terjadinya ikatan antara protein virus dengan ACE2 bentuk fixed pada permukaan sel inang," paparnya.
Kesimpulan
Inggrid menambahkan, adapun kepustakaan jurnal acuan pesan yang beredar di berbagai media sosial dengan Xue-Fen Pang sebagai Peneliti Utama, berisi penelitian yang sebatas menyimpulkan Curcumin meningkatkan ekspresi ACE2 pada sel miokardium hewan tikus.
"Sebagai catatan khusus, Peneliti Utama tersebut pernah memiliki riwayat retracted article atau ditariknya publikasi artikel dari jurnal atas dasar diragukan integritas dari hasil penelitian," katanya.
Berdasarkan penelitian yang sudah dijabarkan di atas, ia mengatakan, penarikan kesimpulan kandungan tersebut pada tubuh manusia terlalu dini.
"Sehingga, larangan konsumsi jamu temulawak dan kunyit, serta suplemen Curcumin dengan alasan menimbulkan kerentanan terhadap COVID-19 merupakan larangan tidak rasional karena belum ada satu pun penelitian yang mengkonfirmasi dampak buruk temulawak, kunyit, maupun Curcumin terhadap COVID-19," imbuhnya.
dr. Inggrid mengatakan, jamu yang mengandung temulawak dan kunyit sendiri sudah dikonsumsi masyarakat Indonesi
"Sebagai catatan khusus, Peneliti Utama tersebut pernah memiliki riwayat retracted article atau ditariknya publikasi artikel dari jurnal atas dasar diragukan integritas dari hasil penelitian," katanya.
Berdasarkan penelitian yang sudah dijabarkan di atas, ia mengatakan, penarikan kesimpulan kandungan tersebut pada tubuh manusia terlalu dini.
"Sehingga, larangan konsumsi jamu temulawak dan kunyit, serta suplemen Curcumin dengan alasan menimbulkan kerentanan terhadap COVID-19 merupakan larangan tidak rasional karena belum ada satu pun penelitian yang mengkonfirmasi dampak buruk temulawak, kunyit, maupun Curcumin terhadap COVID-19," imbuhnya.
dr. Inggrid mengatakan, jamu yang mengandung temulawak dan kunyit sendiri sudah dikonsumsi masyarakat Indonesi
Rujukan
[SALAH] Video “BIADAB BANGET PERLAKUAN MEREKA SAMA JENAZAH MUSLIM ‼️‼️‼️”
Sumber: whatsapp.comTanggal publish: 24/07/2020
Berita
Beredar pesan berantai melalui Whatsapp video yang diklaim sebagai tindakan petugas Gugus Tugas Covid-19 yang tidak memandikan dan mengkafani jenazah. Dalam narasi disebutkan bahwa jenazah meninggal karena serangan jantung dan kondisi saat akan dimakamkan masih memakai baju dan sarung.
Berikut kutipan narasinya:
“BIADAB BANGET PERLAKUAN MEREKA SAMA JENAZAH MUSLIM ‼️‼️‼️
😡😡😡
• • • • • •
Gugus tugas Covid-19 menyatakan Jenazah sdh dimandikan dan dikafani dan segera dimakamkan sesuai prosedur Covid-19
Keluarga tidak terima karena Almarhum meninggal akibat serangan jantung. Peti dibuka paksa oleh pihak keluarga ternyata keadaan jenazah belum dikafani, kondisi masih memakai Baju dan Sarung seperti saat diantar ke RS
( Kejadian di Madura )”
Berikut kutipan narasinya:
“BIADAB BANGET PERLAKUAN MEREKA SAMA JENAZAH MUSLIM ‼️‼️‼️
😡😡😡
• • • • • •
Gugus tugas Covid-19 menyatakan Jenazah sdh dimandikan dan dikafani dan segera dimakamkan sesuai prosedur Covid-19
Keluarga tidak terima karena Almarhum meninggal akibat serangan jantung. Peti dibuka paksa oleh pihak keluarga ternyata keadaan jenazah belum dikafani, kondisi masih memakai Baju dan Sarung seperti saat diantar ke RS
( Kejadian di Madura )”
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan hasil penelusuran, diketahui bahwa kejadian dalam video bukan terjadi di Madura, melainkan di Kabupaten Pasuruan. Selain itu, penyebabnya bukan lantaran jenazah tidak dimandikan dan masih menggunakan pakaian saat dibawa ke rumah sakit.
Peristiwa dalam video bermula saat tim medis memakamkan pasien laki-laki berinisial AR (29) di TPU Desa Rowogempol, pukul 11.30 WIB. Seratusan warga desa yang dimotori keluarga pasien mengepung dan merebut peti jenazah.
"Warga sangat banyak, para petugas diancam," kata Wakil Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Pasuruan Anang Saiful Wijaya.
Anang menjelaskan, setelah direbut, peti jenazah dibawa ke rumah kemudian disalati di masjid. Saat itu, posisi peti masih tertutup sesuai protokol.
"Setelah disalati peti jenazah dibawa ke TPU untuk dimakamkan diantar ratusan warga," terang Anang.
Hal tidak terduga terjadi saat prosesi pemakaman. Warga membongkar peti dan memakamkan jenazah seperti pada umumnya. Pihak keluarga pasien yang menguburkan. Sedangkan peti di buang warga. Petugas tidak berkutik.
"Saat dimakamkan pukul 11.00 tadi, hasil swab-nya belum keluar. Hasil swab-nya keluar pukul 13.00 WIB dan pasien tersebut terkonfirmasi positif Covid-19," sesal Anang.
Anang kemudian membeberkan riwayat pasien. Pasien tersebut dibawa berobat ke RSUD Grati, dengan keluhan sakit sesak napas, Selasa (14/7). Sebelum dibawa ke rumah sakit, pasien tersebut sudah mengeluh sesak napas selama 14 hari.
Setelah menjalani pengobatan sampai Rabu siang, kondisi pasien mulai membaik. Namun, hasil foto torax menunjukkan AR mengalami pneumonia dan hasil rapid test reaktif. "Sehingga tim dokter pun melakukan tes swab," jelas Anang.
Malam hari, kondisi kesehatannya menurun dan sesak napasnya kambuh. Pasien tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia pada pukul 05.00 WIB tadi.
Karena hasil swab-nya belum turun, keluarganya tidak berkenan dimakamkan dengan protokol COVID-19. Namun setelah berunding keluarganya mengizinkan asal pemulasaraannya di RSUD R Soedarsono Kota Pasuruan.
"Namun saat akan dimakamkan, terjadilah insiden warga merebut jenazah siang tadi," pungkas Anang.
Peristiwa dalam video bermula saat tim medis memakamkan pasien laki-laki berinisial AR (29) di TPU Desa Rowogempol, pukul 11.30 WIB. Seratusan warga desa yang dimotori keluarga pasien mengepung dan merebut peti jenazah.
"Warga sangat banyak, para petugas diancam," kata Wakil Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Pasuruan Anang Saiful Wijaya.
Anang menjelaskan, setelah direbut, peti jenazah dibawa ke rumah kemudian disalati di masjid. Saat itu, posisi peti masih tertutup sesuai protokol.
"Setelah disalati peti jenazah dibawa ke TPU untuk dimakamkan diantar ratusan warga," terang Anang.
Hal tidak terduga terjadi saat prosesi pemakaman. Warga membongkar peti dan memakamkan jenazah seperti pada umumnya. Pihak keluarga pasien yang menguburkan. Sedangkan peti di buang warga. Petugas tidak berkutik.
"Saat dimakamkan pukul 11.00 tadi, hasil swab-nya belum keluar. Hasil swab-nya keluar pukul 13.00 WIB dan pasien tersebut terkonfirmasi positif Covid-19," sesal Anang.
Anang kemudian membeberkan riwayat pasien. Pasien tersebut dibawa berobat ke RSUD Grati, dengan keluhan sakit sesak napas, Selasa (14/7). Sebelum dibawa ke rumah sakit, pasien tersebut sudah mengeluh sesak napas selama 14 hari.
Setelah menjalani pengobatan sampai Rabu siang, kondisi pasien mulai membaik. Namun, hasil foto torax menunjukkan AR mengalami pneumonia dan hasil rapid test reaktif. "Sehingga tim dokter pun melakukan tes swab," jelas Anang.
Malam hari, kondisi kesehatannya menurun dan sesak napasnya kambuh. Pasien tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia pada pukul 05.00 WIB tadi.
Karena hasil swab-nya belum turun, keluarganya tidak berkenan dimakamkan dengan protokol COVID-19. Namun setelah berunding keluarganya mengizinkan asal pemulasaraannya di RSUD R Soedarsono Kota Pasuruan.
"Namun saat akan dimakamkan, terjadilah insiden warga merebut jenazah siang tadi," pungkas Anang.
Kesimpulan
Berdasarkan penjelasan tersebut, maka konten yang tersebar melalui pesan berantai Whatsapp tersebut menyesatkan. Oleh sebab itu, konten tersebut masuk ke dalam kategori Misleading Content atau Konten yang Menyesatkan.
Rujukan
- https://web.facebook.com/groups/fafhh/permalink/1241851459480720/
- https://turnbackhoax.id/2020/07/24/salah-video-biadab-banget-perlakuan-mereka-sama-jenazah-muslim/
- https://news.detik.com/berita-jawa-timur/d-5096733/warga-pasuruan-bongkar-peti-jenazah-pasien-positif-covid-19?single=1
- https://surabaya.liputan6.com/read/4309554/warga-bongkar-peti-jenazah-pasien-covid-19-gugus-tugas-pasuruan-lakukan-pelacakan
- https://www.youtube.com/watch?v=CR19qa46fmo
[Fakta atau Hoaks] Benarkah Wanita Bercadar Ini Warga Palestina yang Ikut Perang?
Sumber: cekfakta.tempo.coTanggal publish: 23/07/2020
Berita
Sebuah foto yang memperlihatkan beberapa wanita bercadar hitam yang mengangkat senjata beredar di media sosial. Para wanita itu juga mengenakan rompi loreng. Para wanita dalam foto tersebut diklaim warga Palestina yang ikut berperang.
Di Facebook, foto itu diunggah salah satunya oleh akun Fhiraa, yakni pada 19 Juli 2020. Akun ini menuliskan narasi, "Wanita bercadar di palestina sibuk berperang sedangkan wanita bercadar di indonesia sibuk selfie dengan caption Istiqomah tanpa batas. Astaghfirullah.”
Hingga artikel ini dimuat, foto tersebut telah dibagikan lebih dari 4.400 kali.
Gambar tangkapan layar unggahan akun Facebook Fhiraa.
Apa benar wanita bercadar dalam foto tersebut merupakan wanita Palestina yang ikut berperang?
Hasil Cek Fakta
Untuk memverifikasi klaim di atas, Tim CekFakta Tempo mula-mula menelusuri jejak digital foto unggahan akun Fhiraa denganreverse image tool Source. Hasilnya, ditemukan bahwa foto tersebut pernah dimuat situs Mosnad.com pada 14 Oktober 2015 dengan judul "Taiz merayakan revolusi 14 Oktober".
Situs Yemennewsgate.net juga pernah memuat foto itu pada tanggal yang sama, yakni 14 Oktober 2015, dalam artikelnya yang berjudul “Parade khidmat Perlawanan Rakyat Taiz pada peringatan ulang tahun Oktober”.
Artikel itu menceritakan parade militer yang digelar oleh Perlawanan Rakyat Taiz di Yaman dalam rangka peringatan Revolusi 14 Oktober. Sejumlah Brigade Al-Jaid dan Perlawanan berpartisipasi dalam parade militer itu, termasuk batalion pasukan khusus wanita yang lulus minggu lalu.
Upacara tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh, termasuk Sheikh Hammoud al-Mikhlafi, pemimpin Perlawanan Rakyat Taiz.Parade militer ini mengejutkan semua orang yang menyaksikannya dalam hal mobilisasi dan organisasi, terlepas dari pengepungan yang dilakukan terhadap Taiz oleh milisi Houthi dan Saleh pada 14 Oktober 2015.
Parade militer ini juga diberitakan oleh Sky News Arabia. Sky News Arabia menulis, terlepas dari pengepungan oleh milisi Houthi, Perlawanan Rakyat dan Dewan Militer Taiz menyelenggarakan parade militer yang meriah pada hari peringatan Revolusi 14 Oktober melawan pendudukan Inggris di Yaman Selatan.
Ratusan warga menghadiri parade militer yang digelar di Jalan Jamal di Taiz itu. Dalam pidatonya di parade tersebut, Kepala Dewan Militer Taiz, Brigadir Jenderal Sadiq Ali Sarhan, mengatakan bahwa "kepemimpinan politik bertekad menghancurkan pengepungan, membebaskan Taiz dan semua provinsi dari milisi kudeta pemberontak, dan mencapai impian negara yang beradab."
Dilansir dari Anydayguide.com, 14 Oktober merupakan hari libur nasional yang penting di Yaman yang disebut Hari Pembebasan. Pada hari tersebut, warga Yaman memperingati pemberontakan melawan Inggris di Yaman selatan yang akhirnya mengarah pada kemerdekaan Yaman Selatan.
Yaman Selatan menjadi protektorat Inggris pada 1869. Hal ini dikenal sebagai Protektorat Aden. Sementara Yaman Utara, saat itu, adalah bagian dari Kekaisaran Ottoman. Setelah Perang Dunia I, Yaman Utara memperoleh kemerdekaan, sedangkan Yaman Selatan tetap di bawah kendali Inggris.
Bangkitnya nasionalisme Arab pada 1960-an mendorong kelompok nasionalis Yaman Selatan untuk memperjuangkan kemerdekaannya. Pada 14 Oktober 1963, Front Pembebasan Nasional dan Front Pembebasan Pendudukan Yaman Selatan memulai perjuangan bersenjata melawan kontrol Inggris atas wilayahnya. Hal ini dikenal sebagai Aden Emergency. Pemberontakan ini berlangsung selama 4 tahun.
Pada 30 November 1967, Yaman Selatan akhirnya mendapatkan kemerdekaan dari Inggris. Ketika Yaman Utara dan Yaman Selatan dipersatukan menjadi satu negara, Republik Yaman, 14 Oktober ditetapkan sebagai hari libur nasional. Hari Pembebasan ini biasanya dirayakan dengan pidato resmi, unjuk rasa, dan parade di seluruh negeri.
Kesimpulan
Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim bahwa wanita bercadar yang mengangkat senjata dalam foto di atas merupakan warga Palestina yang ikut berperang, keliru. Wanita bercadar dalam foto tersebut adalah prajurit batalion pasukan khusus wanita Yaman dalam parade militer yang memperingati Revolusi 14 Oktober di Taiz, Yaman, pada 2015.
ZAINAL ISHAQ
Anda punya data/informasi berbeda, kritik atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id
Rujukan
- http://archive.ph/pwWt4
- https://bit.ly/3hvyB5n
- https://bit.ly/30v53xK
- https://www.skynewsarabia.com/middle-east/782861-%D8%AA%D8%B9%D8%B2-%D8%AA%D8%AD%D8%AA%D9%81%D9%84-%D8%A8%D8%AB%D9%88%D8%B1%D8%A9-%D8%A7%D9%94%D9%83%D8%AA%D9%88%D8%A8%D8%B1-%D9%88%D8%AA%D8%B3%D8%AA%D8%B9%D8%AF-%D9%84%D9%84%D8%AD%D8%B3%D9%85
- https://anydayguide.com/calendar/2595
Halaman: 7328/8524

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2847822/original/057925400_1562595097-iStock-987505352.jpg)

