Bun, maaf sementara jgn k pasar segiri dlu y..
D los ikan ada yg positif.. tlg d infokan k keluarga dan teman y bun
[SALAH] Pedagang di Pasar Segiri Positif Covid-19
Sumber: facebook.comTanggal publish: 13/07/2020
Berita
Hasil Cek Fakta
Beredar melalui media sosial Facebook perihal informasi adanya pasien positif corona atau Covid-19 di Pasar Segiri, Samarinda. Informasi tersebut beredar di kalangan masyarakat Kota Samarinda dalam beberapa hari terakhir. Namun pasca dilakukan penelusuran lebih lanjut, diketahui bahwa unggahan yang beredar tidak sesuai dengan fakta.
Melansir dari kaltimtoday.com, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Samarinda, Osa Rafshodia menegaskan informasi pedagang di Pasar Segiri positif Covid-19 adalah hoaks. Pada konfrensi pers Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Samarinda, Osa mempersilakan masyarakat untuk tetap beraktifitas di pasar, namun diharapkan tetap mematuhi protokol kesehatan yang ada.
“Informasi soal Pasar Segiri itu tidak benar. Jadi jangan meneruskan kabar yang tidak jelas sumbernya. Masyarakat silakan beraktifitas ke pasar, olahraga dan ke kantor asalkan selalu mematuhi 3 protokol kesehatan,” ujar Osa.
Melansir dari kaltimtoday.com, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Samarinda, Osa Rafshodia menegaskan informasi pedagang di Pasar Segiri positif Covid-19 adalah hoaks. Pada konfrensi pers Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Samarinda, Osa mempersilakan masyarakat untuk tetap beraktifitas di pasar, namun diharapkan tetap mematuhi protokol kesehatan yang ada.
“Informasi soal Pasar Segiri itu tidak benar. Jadi jangan meneruskan kabar yang tidak jelas sumbernya. Masyarakat silakan beraktifitas ke pasar, olahraga dan ke kantor asalkan selalu mematuhi 3 protokol kesehatan,” ujar Osa.
Kesimpulan
Informasi tersebut tidak sesuai fakta. Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Samarinda menyatakan, tidak ada penemuan pasien positif Covid-19 di Pasar Segiri hingga saat ini.
Rujukan
[SALAH] Narasi Tito Karnavian Berideologi Komunis Karena Pernah Disekolahkan Partai Komunis China di Beijing
Sumber: facebook.comTanggal publish: 13/07/2020
Berita
Akun Facebook Nicky Mediola mengunggah sebuah narasi di lama pribadinya yang bertuliskan “TITO KARNIVAN ITU BERIDIOLOGI KOMUNIS DIA BISA DI KATAKAN PKI KARENA DI PERNAH DI SEKOLAHLAH OLEH PARTAI KOMUNIS CHINA DI BAIJING” pada 13 Juli 2020. Unggahan tersebut telah mendapatkan respon sebanyak 25 reaksi.
Berikut kutipan narasinya:
“TITO KARNIVAN ITU BERIDIOLOGI KOMUNIS DIA BISA DI KATAKAN PKI KARENA DI PERNAH DI SEKOLAHLAH OLEH PARTAI KOMUNIS CHINA DI BAIJING”
Berikut kutipan narasinya:
“TITO KARNIVAN ITU BERIDIOLOGI KOMUNIS DIA BISA DI KATAKAN PKI KARENA DI PERNAH DI SEKOLAHLAH OLEH PARTAI KOMUNIS CHINA DI BAIJING”
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan hasil penelusuran, yang dimaksud “Tito Karnivan” dalam narasi tersebut adalah Tito Karnavian yang saat ini tengah menjabat sebagai Menteri Dalam Negeri Indonesia sejak 23 Oktober 2019. Tito Karnavian sendiri tidak pernah disekolahkan oleh Partai Komunis China di Beijing (dalam narasi tersebut tertulis Baijing), China.
Dikutip dari CNN Indonesia, Tito Karnivan pernah menempuh pendidikan program S2 di University of Exeter, Inggris, melalui beasiswa dari The British Council untuk program Master in Police Studies tahun 1992. Kemudian pada tahun 1998, ia berhasil lulus dengan predikat Bachelor of Arts (B.A.) dalam bidang Strategic Studies berkat program Sesko yang pemerintah Selandia Baru tawarkan kepada Polri.
Di tahun 2013, ia juga mendapat beasiswa doktoral (PhD) bidang Strategic Studies di S. Rajaratnam School of International Studies (RSIS), Nanyang Technological University (NTU), Singapura.
Dikutip dari CNN Indonesia, Tito Karnivan pernah menempuh pendidikan program S2 di University of Exeter, Inggris, melalui beasiswa dari The British Council untuk program Master in Police Studies tahun 1992. Kemudian pada tahun 1998, ia berhasil lulus dengan predikat Bachelor of Arts (B.A.) dalam bidang Strategic Studies berkat program Sesko yang pemerintah Selandia Baru tawarkan kepada Polri.
Di tahun 2013, ia juga mendapat beasiswa doktoral (PhD) bidang Strategic Studies di S. Rajaratnam School of International Studies (RSIS), Nanyang Technological University (NTU), Singapura.
Kesimpulan
Dengan demikian, narasi yang diunggah oleh akun Nicky Mediola di Facebook dapat masuk ke dalam kategori Konten yang Menyesatkan. Sebab, Tito Karnavian tidak disekolahkan oleh Partai Komunis China di Beijing, China.
Rujukan
- https://turnbackhoax.id/2020/07/13/salah-narasi-tito-karnavian-berideologi-komunis-karena-pernah-disekolahkan-partai-komunis-china-di-beijing/
- https://id.wikipedia.org/wiki/Tito_Karnavian
- https://www.cnnindonesia.com/nasional/20171026091336-20-251184/kapolri-tito-karnavian-dianugerahi-gelar-profesor-terorisme
- https://news.detik.com/berita/d-3700631/pengukuhan-guru-besar-jenderal-tito-dan-kado-ultah-ke-53
[SALAH] Taman Pagoda di Tibet dan Bunga yang Mekar hanya 400 Tahun Sekali
Sumber: facebook.comTanggal publish: 13/07/2020
Berita
Beredar video dari akun Facebook Liman Harjono dengan narasi yang berisikan klaim bahwa ada sebuah taman di Tibet bernama Pagoda terletak di Himalaya dan semua bunga disana mekar sekali dalam 400 tahun. Video ini sudah dilihat sebanyak 708 kali dan disebarkan sebanyak 6 kali.
Berikut kutipan narasinya:
“Sharing is caring
TAMAN PAGODA - TIBET
INDAHNYA CIPTAAN ILAHI
Ini adalah sesuatu taman di Tibet yang bernama, Pagoda.
Taman ini yang unik dan suci
terletak di Himalaya dengan semua bunga dalam warna yang berbeda mekar sekali dalam 400 tahun.
Generasi kita benar-benar diberkati dan beruntung melihat ini melalui gambar, meski tak sempat menikmatinya secara langsung.
Ciptaan Ilahi memang dahsyat !!!”
Berikut kutipan narasinya:
“Sharing is caring
TAMAN PAGODA - TIBET
INDAHNYA CIPTAAN ILAHI
Ini adalah sesuatu taman di Tibet yang bernama, Pagoda.
Taman ini yang unik dan suci
terletak di Himalaya dengan semua bunga dalam warna yang berbeda mekar sekali dalam 400 tahun.
Generasi kita benar-benar diberkati dan beruntung melihat ini melalui gambar, meski tak sempat menikmatinya secara langsung.
Ciptaan Ilahi memang dahsyat !!!”
Hasil Cek Fakta
Setelah melakukan penelusuran perihal video tersebut diketahui sebagian video tersebut pernah diposting pada tahun 2019 oleh akun Twitter People's Daily, China yang menampilkan bahwa video tersebut diambil di Apricot Valley daerah otonomi Yili, Kota Xinjiang, Tiongkok. Nama taman Pagoda juga setelah ditelusuri tidak berada di Tibet tetapi ada di Magelang.
Berdasarkan artikel periksa fakta snopes.com, sebelumnya sudah pernah beredar klaim bunga bernama Pagoda dengan foto yang spesies bunga berbeda-beda yang mekar 400 tahun sekali sedangkan bunga Pagoda memiliki penampakan yang berbeda dan sangat umum ditemukan di India dan dapat tumbuh hingga 3 meter.
Berdasarkan artikel periksa fakta snopes.com, sebelumnya sudah pernah beredar klaim bunga bernama Pagoda dengan foto yang spesies bunga berbeda-beda yang mekar 400 tahun sekali sedangkan bunga Pagoda memiliki penampakan yang berbeda dan sangat umum ditemukan di India dan dapat tumbuh hingga 3 meter.
Kesimpulan
Melihat dari penjelasan tersebut, informasi tersebut tidak benar dan termasuk dalam Koneksi yang Salah.
Rujukan
- https://turnbackhoax.id/2020/07/13/salah-taman-pagoda-di-tibet-dan-bunga-yang-mekar-hanya-400-tahun-sekali/
- https://twitter.com/PDChina/status/1111538484068712448
- https://www.snopes.com/fact-check/pagoda-flower-bloom-400-years/
- https://www.hops.id/viral-bunga-pagoda-langka-mekar-400-tahun-sekali-di-himalaya-cek-fakta/
- https://turnbackhoax.id/2019/08/12/salah-bunga-mahameru-arya-yang-mekar-400-tahun-sekali/
[Fakta atau Hoaks] Benarkah Jemaah Sumbar Tetap Berangkat Haji Berkat Lobi Khusus dengan Kerajaan Saudi?
Sumber: cekfakta.tempo.coTanggal publish: 13/07/2020
Berita
Klaim bahwa jemaah asal Padang, Sumatera Barat, tetap berangkat haji di tengah pandemi Covid-19 berkat lobi khusus dengan Kerajaan Arab Saudi beredar di media sosial. Klaim itu dilengkapi dengan foto empat bus berwarna hitam yang sedang melintasi sebuah jalan, di mana di bagian depan salah satu bus terpasang spanduk bertuliskan "jamaah haji".
Narasi dan foto tersebut beredar setelah, pada 2 Juni 2020 lalu, Menteri Agama Fachrul Razi menyatakan meniadakan keberangkatan ibadah haji 2020. Pasalnya, pandemi Covid-19 masih menghantui dunia, termasuk Arab Saudi.
Di Facebook, klaim dan foto itu dibagikan salah satunya oleh akun Asdar Ra'uuf Rauf, yakni pada 6 Juli 2020. Berikut narasi yang ditulis oleh akun tersebut:
"Rombongan jema'ah haji Padang Sumatra Barat non via Depag berangkat kebandara untuk selanjutnya menuju tanah suci menunaikan haji--dengan adanya lobi khusus para tokoh dan ulama Padang Sumatra Barat dengan Kerajaan Arab Saudi dan juga adanya hubungan history Kerajaan Pagaruyung Sumatra Barat pada zaman dulunya, serta Keluarga Kerajaan Pagaruyung juga mempunyai lahan tanah yang cukup luas di Arab Saudi,sekarang ini dibangun Hotel untuk jemaah haji asal Sumatra Barat--memudahkan urusan warga yang menunaikan haji asal Sumatra Barat tersebut--disamping itu Kerajaan Arab Saudi juga sangat menghargai Alm Sheh Ahmad Khatib asal Padang yang pernah menjadi Imam besar Masjidil Haram-- semoga hubungan baik Kerajaan Arab Saudi dengan Padang Sumatra Barat khususnya dan Indonesia pada umumnya terjalin lebih akrab lagi kedepannya dan yang menunaikan Haji mendapat haji mabrur--aamiin."
Hingga artikel ini dimuat, unggahan akun Asdar Ra'uuf Rauf itu telah disukai lebih dari 5.900 kali dan dibagikan lebih dari 2.100 kali.
Gambar tangkapan layar unggahan akun Facebook Asdar Ra'uuf Rauf.
Apa benar jemaah Sumbar tetap berangkat haji berkat lobi khusus dengan Kerajaan Arab Saudi?
Hasil Cek Fakta
Untuk memverifikasi klaim di atas, Tim CekFakta Tempo mula-mula menelusuri jejak digital foto unggahan akun Asdar Ra'uuf Rauf denganreverse image toolGoogle. Hasilnya, ditemukan bahwa foto itu pertama kali diunggah di media sosial, yakni Instagram, pada 2018, jauh sebelum terjadinya pandemi Covid-19 dan ditiadakannya keberangkatan ibadah haji 2020.
Foto itu merupakan foto milik Robby Rotana Yulian. Foto tersebut ia bagikan pertama kali di akun Instagram pribadinya, @robbyrotanayulian, pada 21 Agustus 2018. Dalam keterangannya, Robby menulis, "Kita nikmati kebersamaan yg indah ini walau entah sampai kapan kita slalu bersama. VTB || SR2HD Prime || Laksana Karoseri || Mercy OH 1526 NG OM906LA || Panorama2 Sitinjau Lauik Padang sumbar."
Tempo pun menelusuri pemberitaan media tentang isu bahwa jemaah Sumbar tetap berangkat haji berkat lobi khusus dengan Kerajaan Arab Saudi. Lewat pencarian dengan mesin perambah Google, ditemukan berbagai berita yang berisi pernyataan dari Kementerian Agama yang membantah isu tersebut.
Dilansir dari Detik.com, Kepala Sub Bagian Umum dan Humas Kemenag Sumbar, Eri Gusnedi, menyatakan kabar itu hoaks. Dia sudah mengecek informasi tersebut ke bidang haji Kemenag Sumbar. "Sampai hari ini, sudah dikonfirmasi enggak ada, enggak ada itu," katanya pada 11 Juli 2020.
Eri menuturkan telah memberikan sosialisasi kepada masyarakat bahwa tidak ada pemberangkatan haji tahun ini. "Karena memang dari pusat kita sudah disampaikan. Kami juga sudah sosialisasikan di Sumbar bahwa tahun ini tidak ada pemberangkatan haji," ujar Eri.
Dikutip dari Liputan6.com, Eri menjelaskan bahwa alasan utama pemerintah membatalkan pemberangkatan haji 2020 adalah faktor keselamatan jemaah akibat pandemi Covid-19 yang melanda dunia, termasuk Arab Saudi. "Sesuai kaidah syariah, keselamatan agama, jiwa, akal, keturunan dan harta harus diutamakan demi kemaslahatan umat," katanya.
Kendati dibatalkan tahun ini, menurut Eri, calon jemaah haji tetap diberangkatkan tahun depan apabila situasi sudah kembali normal. Terkait pelunasan haji yang telah dibayarkan, dapat ditarik kembali dengan mengajukan surat permohonan disertai bukti setoran. "Jika tidak ditarik, uang yang telah disetorkan itu akan ada pembagian hasil bagi jemaah haji, diberikan menjelang mereka berangkat ke Tanah Suci nanti," kata Eri.
Bila calon jemaah haji meninggal sebelum diberangkatkan, menurut Eri, uang tersebut dapat dialihkan kepada ahli waris yang ditunjuk pihak keluarga yang bersangkutan. "Di Sumbar, setidaknya ada sebanyak 4.613 orang jemaah calon haji yang batal berangkat," ujar Eri menambahkan.
Dilansir dari BBC Indonesia, Menteri Urusan Haji Arab Saudi, Mohammad Benten, mengatakan pemerintah Arab Saudi tidak akan mengizinkan jemaah dari luar negeri, namun akan membolehkan sekitar 1.000 orang yang bermukim di kerajaan tersebut untuk menjalankan ibadah haji tahun ini.
"Jumlah jemaah hanya akan sekitar 1.000 (orang), mungkin kurang, mungkin lebih sedikit," kata Benten. "Jumlahnya tidak akan mencapai ratusan ribu atau ribuan (orang)," ujarnya. Namun, Benten mengatakan jumlah jemaah masih dikaji lagi, tapi diperkirakan tidak akan lebih dari 10 ribu jemaah.
Kesimpulan
Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim bahwa jemaah Sumbar tetap berangkat haji di tengah pandemi Covid-19 berkat lobi khusus dengan Kerajaan Arab Saudi keliru. Foto yang digunakan untuk melengkapi klaim itu merupakan foto pada 2018, jauh sebelum terjadinya pandemi Covid-19 dan ditiadakannya keberangkatan ibadah haji 2020. Kemenag Sumbar pun telah memastikan kabar itu hoaks. Tidak ada pemberangkatan jemaah haji Sumbar tahun ini.
IBRAHIM ARSYAD | ANGELINA ANJAR SAWITRI
Anda punya data/informasi berbeda, kritik atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id
Rujukan
- http://archive.ph/jeZCu
- https://www.instagram.com/p/BmqN0ifhIrE/
- https://news.detik.com/berita/d-5089690/kemenag-sumbar-jelaskan-isu-hoax-jemaah-padang-naik-haji-berkat-lobi-khusus
- https://www.liputan6.com/regional/read/4302202/kemenag-sumbar-pastikan-tidak-ada-keberangkatan-haji-2020
- https://www.bbc.com/indonesia/indonesia-52887272
Halaman: 7352/8519



