Akun Lestari (fb.com/lestari.antique) mengunggah sebuah video ke grup Mujahid Aksi Bela Islam (fb.com/groups/595959060597810) dengan narasi sebagai berikut:
“Didemo rakyat, KETUA WAKIL RAKYAT DAN EMAKNYA ngga berani mongol.. malah GOYANG CORONA Tapi biarkan saja..itung itung pesta dulu sebelum mereka DIBUBARKAN”
Video itu memperlihatkan Megawati Soekarnoputri, Walikota Surabaya Tri Rismaharini, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang sedang berjoget dengan gerakan yang diklaim sebagai goyang corona.
[SALAH] Video “Didemo rakyat, KETUA WAKIL RAKYAT DAN EMAKNYA ngga berani mongol malah GOYANG CORONA”
Sumber: facebook.comTanggal publish: 11/07/2020
Berita
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan hasil penelusuran, klaim bahwa ada video Megawati Soekarnoputri, Walikota Surabaya Tri Rismaharini, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang sedang berjoget dengan gerakan yang diklaim sebagai goyang corona adalah klaim yang salah.
Faktanya, video tersebut sama sekali tidak terkait dengan Virus Corona COVID-19. Video tersebut beredar sebelum pemerintah mengumumkan adanya pasien terkonfirmasi positif COVID-19 pertama di Indonesia, pada 2 Maret 2020.
Berikut penjelasan lengkapnya:
1. Megawati Soekarnoputri
Video yang identik, salah satunya diunggah oleh akun Facebook Bu Mega Bercerita pada tanggal 23 Januari 2020, pada saat acara perayaan ulang tahun Megawati Soekarnoputri.
2. Walikota Surabaya Tri Rismaharini
Video yang identik, diunggah oleh kanal Youtube milik detikcom pada 12 Oktober 2017 dengan judul “Cucok!! Aksi Wali Kota Risma Joget Gemu Fa Mi Re”. Video ini adalah salah satu cara unik yang dilakukan Pemkot Surabaya untuk memperingati HUT ke-72 Provinsi Jatim.
3. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo
Video yang identik, diunggah oleh kanal Youtube NEXT Communication dengan judul “Pak Ganjar Pranowo ber-dangdut ria” pada 5 November 2014. Saat itu, Ganjar memenuhi tantangan ber-goyang dangdut #ILIKEDANGDUT dan berdonasi tujuan nya untuk pembangunan sekolah yang rusak.
4. Presiden Joko Widodo (Jokowi)
Video yang identik, salah satunya diunggah oleh kanal Youtube Indosiar dengan judul “Viral no 5 Asian Games 2018: Jokowi Joget Goyang Dayung | Asian Games 2018” pada 2 September 2019.Aksi Goyang Dayung dilakukan saat Via Vallen tampil di atas panggung membawakan lagu tema Asian Games berjudul Meraih Bintang di pembukaan ajang turnamen olahraga bergengsi terbesar se-Asia, Asian Games 2018, di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Sabtu 18 Agustus 2018 lalu.
Faktanya, video tersebut sama sekali tidak terkait dengan Virus Corona COVID-19. Video tersebut beredar sebelum pemerintah mengumumkan adanya pasien terkonfirmasi positif COVID-19 pertama di Indonesia, pada 2 Maret 2020.
Berikut penjelasan lengkapnya:
1. Megawati Soekarnoputri
Video yang identik, salah satunya diunggah oleh akun Facebook Bu Mega Bercerita pada tanggal 23 Januari 2020, pada saat acara perayaan ulang tahun Megawati Soekarnoputri.
2. Walikota Surabaya Tri Rismaharini
Video yang identik, diunggah oleh kanal Youtube milik detikcom pada 12 Oktober 2017 dengan judul “Cucok!! Aksi Wali Kota Risma Joget Gemu Fa Mi Re”. Video ini adalah salah satu cara unik yang dilakukan Pemkot Surabaya untuk memperingati HUT ke-72 Provinsi Jatim.
3. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo
Video yang identik, diunggah oleh kanal Youtube NEXT Communication dengan judul “Pak Ganjar Pranowo ber-dangdut ria” pada 5 November 2014. Saat itu, Ganjar memenuhi tantangan ber-goyang dangdut #ILIKEDANGDUT dan berdonasi tujuan nya untuk pembangunan sekolah yang rusak.
4. Presiden Joko Widodo (Jokowi)
Video yang identik, salah satunya diunggah oleh kanal Youtube Indosiar dengan judul “Viral no 5 Asian Games 2018: Jokowi Joget Goyang Dayung | Asian Games 2018” pada 2 September 2019.Aksi Goyang Dayung dilakukan saat Via Vallen tampil di atas panggung membawakan lagu tema Asian Games berjudul Meraih Bintang di pembukaan ajang turnamen olahraga bergengsi terbesar se-Asia, Asian Games 2018, di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Sabtu 18 Agustus 2018 lalu.
Kesimpulan
Tidak terkait dengan Virus Corona COVID-19. Video tersebut beredar sebelum pemerintah mengumumkan adanya pasien terkonfirmasi positif COVID-19 pertama di Indonesia, pada 2 Maret 2020.
Rujukan
- https://www.facebook.com/watch/?v=223015008723760
- https://www.youtube.com/watch?v=syiUszBrw1k
- https://www.youtube.com/watch?v=vdLZmw15cqo
- https://www.youtube.com/watch?v=DxqDkfEzkKU
- https://www.liputan6.com/cek-fakta/read/4300732/cek-fakta-tidak-benar-dalam-video-ini-jokowi-megawati-risma-dan-ganjar-sedang-goyang-corona
[SALAH] Video Doa Imam Besar Masjidil Haram Mekah Assyeikh Sudais terhadap Musibah Virus Corona
Sumber: facebook.comTanggal publish: 11/07/2020
Berita
Akun Facebook Izul Maz mengunggah sebuah video berdurasi 5.53 menit di laman pribadinya dengan narasi “Doa Assyeikh sudais imam besar masjidil haram mekah terhadap musibah virus corona yang melanda umat saat ini mari kita Aamiin kan Doa bersama... 🤲🤲🤲🙏🙏🙏 sebarkan” pada 9 Maret 2020. Unggahan tersebut telah mendapatkan respon sebanyak 17 ribu reaksi, 7,1 ribu komentar, dan telah dibagikan sebanyak 56 ribu kali.
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan hasil penelusuran, video tersebut adalah video dari Syekh Dr. Abdurrahman as-Sudais saat menjadi pemimpin pelaksanaan salat Maghrib di Masjid Badshahi, kota Lahore, Pakistan pada 30 Mei 2007 yang dihadiri oleh ribuan orang dari berbagai daerah. Video tersebut diunggah oleh kanal YouTube ibn Muhammad pada 1 Juni 2007 dengan judul “شيخ عبد الرحمن السديس في باكستان Sheikh Sudais in Pakistan” (Sheikh Sudais di Pakistan) yang berdurasi 5.53 menit.
Di akhir salat Maghrib tersebut, Imam Besar Syekh Dr. Abdurrahman as-Sudais memimpin pembacaan doa agar umat Islam berjuang untuk persatuan dan solidaritas dalam barisan mereka, yang pada akhirnya akan membantu menyelesaikan semua masalah yang tengah dihadapi, termasuk menggagalkan aksi jahat Anti Islam.
Di akhir salat Maghrib tersebut, Imam Besar Syekh Dr. Abdurrahman as-Sudais memimpin pembacaan doa agar umat Islam berjuang untuk persatuan dan solidaritas dalam barisan mereka, yang pada akhirnya akan membantu menyelesaikan semua masalah yang tengah dihadapi, termasuk menggagalkan aksi jahat Anti Islam.
Kesimpulan
Dengan begitu, video dan narasi yang diunggah oleh akun Izul Maz di Facebook dapat masuk ke dalam kategori Misleading Content atau Konten yang Menyesatkan dan Konten yang Salah. Sebab, video Imam Besar Syekh Dr. Abdurrahman as-Sudais direkam jauh sebelum virus Corona melanda dunia saat ini dan doa yang dipanjatkan bukan doa terhadap musibah virus Corona.
Rujukan
- https://web.facebook.com/groups/fafhh/permalink/1231256780540188
- https://turnbackhoax.id/2020/07/11/salah-video-doa-imam-besar-masjidil-haram-mekah-assyeikh-sudais-terhadap-musibah-virus-corona/
- https://www.youtube.com/watch?v=oKAqpuWZE-E&t=180s
- https://www.dawn.com/news/249606/
- https://fp.brecorder.com/2007/05/20070531570926/
- https://www.gettyimages.hk/detail/%E6%96%B0%E8%81%9E%E7%85%A7%E7%89%87/sheikh-abdur-rehman-al-sudais-leading-imam-of-the-grand-mosque-in-%E6%96%B0%E8%81%9E%E7%85%A7%E7%89%87/74358182
- http://www.haramain.info/2007/05/sheikh-sudais-pictures_31.html?m=1
[SALAH] Gambar “Buni Yani Menyesal Memenjarakan Ahok”
Sumber: facebook.comTanggal publish: 11/07/2020
Berita
Akun Facebook Ferry Ansyah membagikan gambar dengan narasi yang menyebutkan bahwa Buni Yani menyesal telah memenjarakan Ahok (Basuki Tjahaja Purnama).
Berikut kutipan dalam gambarnya:
“Terlambat: Buni Yani Menyesal telah Memenjarakan Ahok Dan Sekarang Berjanji Tak Akan Mengulanginya Lagi. Tobat…. Tobat…. Tobat”
Berikut kutipan dalam gambarnya:
“Terlambat: Buni Yani Menyesal telah Memenjarakan Ahok Dan Sekarang Berjanji Tak Akan Mengulanginya Lagi. Tobat…. Tobat…. Tobat”
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan hasil penelusuran, diketahui bahwa konten gambar tersebut merupakan hasil suntingan dari tampilan artikel periksa fakta medcom.id berjudul “[Cek Fakta] Buni Yani Menyesal telah Memenjarakan Ahok? Ini Faktanya” pada versi mobile.
Selain itu, diketahui pula bahwa Buni Yani tidak pernah memberikan pernyataan perihal penyesalannya terhadap kasus yang menimpa Ahok. Isu tersebut sudah diklarifikasi oleh pihak kuasa hukum Buni Yani pada tahun 2018.
Dilansir dari tirto.id, Aldwin Rahardian, kuasa hukum dari Buni Yani (13/7) membantah kliennya (Buni Yani) membuat pernyataan telah menyesal memenjarakan Ahok. Aldwin dengan melampirkan tangkapan layar percakapan dirinya dengan Buni Yani memberitahu bahwa informasi itu tidak benar.
“Berita jahat dan fitnah tak berkesudahan! Dipastikan itu hoaks, Pak Buni sudah menghubungi saya tadi pagi (13/7),” jawabnya pada 13 Juli 2018 pada tirto.id.
Selain itu, diketahui pula bahwa Buni Yani tidak pernah memberikan pernyataan perihal penyesalannya terhadap kasus yang menimpa Ahok. Isu tersebut sudah diklarifikasi oleh pihak kuasa hukum Buni Yani pada tahun 2018.
Dilansir dari tirto.id, Aldwin Rahardian, kuasa hukum dari Buni Yani (13/7) membantah kliennya (Buni Yani) membuat pernyataan telah menyesal memenjarakan Ahok. Aldwin dengan melampirkan tangkapan layar percakapan dirinya dengan Buni Yani memberitahu bahwa informasi itu tidak benar.
“Berita jahat dan fitnah tak berkesudahan! Dipastikan itu hoaks, Pak Buni sudah menghubungi saya tadi pagi (13/7),” jawabnya pada 13 Juli 2018 pada tirto.id.
Kesimpulan
Berdasarkan penjelasan tersebut, maka konten sumber tidak benar. Oleh sebab itu, konten tersebut masuk ke dalam kategori Manipulated Content atau Konten yang Dimanipulasi.
Rujukan
- https://web.facebook.com/groups/fafhh/permalink/1231395820526284/
- https://turnbackhoax.id/2020/07/11/salah-gambar-buni-yani-menyesal-memenjarakan-ahok/
- https://www.medcom.id/telusur/cek-fakta/9K509JPk-buni-yani-menyesal-telah-memenjarakan-ahok-ini-faktanya
- https://tirto.id/buni-yani-tak-pernah-bicara-penyesalan-soal-kasus-ahok-cPjV
[SALAH] “Menteri Luar Negeri Indonesia #RetnoMarsudi mengatakan bahwa pemerintahannya “kewalahan” oleh kepemimpinan #ULMWP”
Sumber: twitter.comTanggal publish: 10/07/2020
Berita
Beredar postingan pada akun Twitter “Free West Papua” (twitter.com/FreeWestPapua), sudah dibagikan 44 kali per tangkapan layar dibuat. Dengan Narasi
“Menteri Luar Negeri Indonesia #RetnoMarsudi mengatakan bahwa pemerintahannya “kewalahan” oleh kepemimpinan #ULMWP dari #PapuaBarat yang sudah membuat #PapuaBarat sebuah “fenomena global”.
Tidak ada yang bisa dilakukan Indonesia untuk menghentikan dunia mendukung sebuah #PapuaBaratMerdeka! #PapuanLivesMatter”.
(“Indonesian Foreign Minister #RetnoMarsudi says her government is “overwhelmed” by the #ULMWP leadership of #WestPapuans who have made #WestPapua a “global phenomenon”.
There is nothing Indonesia can do to stop the world from supporting a #FreeWestPapua! #PapuanLivesMatter”).
“Menteri Luar Negeri Indonesia #RetnoMarsudi mengatakan bahwa pemerintahannya “kewalahan” oleh kepemimpinan #ULMWP dari #PapuaBarat yang sudah membuat #PapuaBarat sebuah “fenomena global”.
Tidak ada yang bisa dilakukan Indonesia untuk menghentikan dunia mendukung sebuah #PapuaBaratMerdeka! #PapuanLivesMatter”.
(“Indonesian Foreign Minister #RetnoMarsudi says her government is “overwhelmed” by the #ULMWP leadership of #WestPapuans who have made #WestPapua a “global phenomenon”.
There is nothing Indonesia can do to stop the world from supporting a #FreeWestPapua! #PapuanLivesMatter”).
Hasil Cek Fakta
* SUMBER membagikan video acara Bappenas RI dengan narasi/klaim yang keliru.
(2) Berkaitan dengan acara,
* Streaming langsung acara pada 29 Jun 2020, Bappenas RI: “diskusi kebijakan strategis pembangunan papua”.
* Poster acara, dibagikan pada 28 Jun 2020.
(3) Berkaitan dengan Ani Widayani,
* “Ani Widyani Soetjipto adalah Dosen Senior di Departemen Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Indonesia, sejak tahun 1989. Dia menerima gelar Magister Studi Internasional pada tahun 1989 dari Sekolah Studi Internasional Jackson, Universitas Washington, Seattle, USA. Bidang keahliannya meliputi Partisipasi Politik Gender dan Perempuan, Pembangunan Legislatif, Politik dan Pemerintahan Lokal Indonesia, Hubungan Internasional, Studi Asia Timur dan Studi Kebijakan Domestik dan Luar Negeri Tiongkok.” (Google Translate)
(4) Koreksi dari salah satu Warganet Indonesia,
* agungngurah: “Luruskan faktanya. Itu Ani Soetjipto, dosen di Universitas Indonesia”.
(“Get your fact straight man. That’s Ani Soetjipto, lecturer at the University of Indonesia”.)
(2) Berkaitan dengan acara,
* Streaming langsung acara pada 29 Jun 2020, Bappenas RI: “diskusi kebijakan strategis pembangunan papua”.
* Poster acara, dibagikan pada 28 Jun 2020.
(3) Berkaitan dengan Ani Widayani,
* “Ani Widyani Soetjipto adalah Dosen Senior di Departemen Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Indonesia, sejak tahun 1989. Dia menerima gelar Magister Studi Internasional pada tahun 1989 dari Sekolah Studi Internasional Jackson, Universitas Washington, Seattle, USA. Bidang keahliannya meliputi Partisipasi Politik Gender dan Perempuan, Pembangunan Legislatif, Politik dan Pemerintahan Lokal Indonesia, Hubungan Internasional, Studi Asia Timur dan Studi Kebijakan Domestik dan Luar Negeri Tiongkok.” (Google Translate)
(4) Koreksi dari salah satu Warganet Indonesia,
* agungngurah: “Luruskan faktanya. Itu Ani Soetjipto, dosen di Universitas Indonesia”.
(“Get your fact straight man. That’s Ani Soetjipto, lecturer at the University of Indonesia”.)
Kesimpulan
BUKAN Retno Marsudi, yang berbicara di video adalah Ani Widyani. Dosen Senior dari Universitas Indonesia, BUKAN Menteri Luar Negeri.
Rujukan
- httpfirstdraftnews.org: “Berita palsu. Ini rumit.”
- http://bit.ly/2MxVN7S (Google Translate),
- http://bit.ly/2rhTadC. “Bappenas RI” (youtube.com/channel/UCx-7i_Oqg5pDX_2EBG_XpeQ, akun terverifikasi),
- https://bit.ly/31Yaasv /
- https://archive.md/Nf1r0 (arsip cadangan). “Kementerian PPN/Bappenas” (facebook.com/bappenas),
- https://bit.ly/2BWhH0i /
- https://archive.md/eME8V (arsip cadangan). Situs Web Staff UI,
- https://bit.ly/3frdVKQ (Google Translate) /
- https://bit.ly/38HPLJw (arsip cadangan). “agungngurah” (twitter.com/ngurahandy),
- https://bit.ly/3gAUr6O /
- https://archive.md/UhlnK (arsip cadangan).
Halaman: 7355/8519



