[Fakta atau Hoaks] Benarkah Fenomena Terdamparnya Ribuan Ikan di Video Ini Terjadi di Bali?
Sumber: cekfakta.tempo.coTanggal publish: 10/06/2020
Berita
Video yang memperlihatkan fenomena terdamparnya ribuan ikan di sebuah pantai beredar di Twitter. Video ini diunggah pertama kalo oleh akun @Canda_Bisnis2 pada 9 Juni 2020. Menurut narasi yang ditulis oleh akun tersebut, peristiwa dalam video itu terjadi di Bali.
Dalam video berdurasi 1 menit 14 detik ini, terlihat sejumlah warga yang tengah mengambil ikan-ikan yang terdampar itu. Beberapa di antaranya bahkan memakai mobil pick-up untuk membawa ikan-ikan tersebut. Dalam video itu, juga tercantum tulisan "ikan ini terjadinya di pantai bali".
Namun, tidak terdengar secara jelas dialog serta bahasa yang dipakai oleh orang-orang dalam video tersebut. Adapun akun @Canda_Bisnis2 menulis narasi sebagai berikut: "Lo kenapa tuh ikannya di Bali pada mati ke pinggir pantai?"
Dalam cuitannya, akun ini pun me-mentionakun milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana, @BNPB_Indonesia. Hingga artikel ini dimuat, video tersebut telah ditonton lebih dari 165 ribu kali, di-retweetlebih dari 500 kali, dan disukai lebih dari 2.200 kali.
Gambar tangkapan layar unggahan akun Twitter @Canda_Bisnis2.
Apa benar fenomena terdamparnya ribuan ikan dalam video di atas terjadi di Bali?
Hasil Cek Fakta
Untuk memverifikasi klaim tersebut, Tim CekFakta Tempo mula-mula memfragmentasi video itu menjadi sejumlah gambar dengan tool InVID. Kemudian, gambar-gambar itu ditelusuri denganreverse image toolGoogle. Lewat cara ini, ditemukan beberapa situs dan kanal YouTube yang menyebut peristiwa dalam video itu terjadi di pantai Acapulco, Meksiko. Ada pula yang menyebut video itu direkam di Venezuela pada awal April 2020.
Lewat petunjuk-petunjuk tersebut, Tempo melakukan pencarian lebih lanjut di YouTube dan Google memakai berbagai kata kunci dalam bahasa Spanyol. Hasilnya, di YouTube, video tersebut telah lebih dulu diunggah oleh beberapa kanal dengan konten berbahasa Spanyol yang memberi keterangan bahwa peristiwa itu terjadi di Venezuela.
Situs media Ululeo misalnya, mengunggah video tersebut di situs serta kanal YouTube -nya pada 6 April 2020. Situs ini memberikan judul pada video itu yang terjemahannya berbunyi "Ajaib: Ribuan ikan membanjiri pantai Venezuela (video)". Adapun dalam keterangannya, situs ini menulis bahwa terjadi fenomena yang mengesankan di pantai-pantai Venezuela di mana ribuan ikan terdampar sehingga dapat dikumpulkan secara massal.
Ululeo pun mengunggah sejumlah video nelayan dan warga yang berlomba-lomba mengumpulkan ikan yang terdampar di pantai-pantai Venezuela itu. Dari unggahan-unggahan ini, diketahui bahwa video yang dibagikan oleh akun @Canda_Bisnis2 diambil di Choroni, Aragua. Selain di Choroni, peristiwa terdamparnya ikan tersebut juga terjadi di Juan Griego, Coro, serta La Guaira.
Keterangan yang sama juga ditulis oleh kanal YouTube Tetova News pada 25 April 2020. Kanal ini mengunggah video yang merupakan gabungan dari dua video di mana video pertamanya adalah video yang dibagikan oleh akun @Canda_Bisnis2. Tetova News menjelaskan bahwa peristiwa dalam video pertama terjadi di Choroni.
Berikut keterangan yang ditulis oleh Tetova News, memberikan keterangan: "Ikan-ikan itu berlipat ganda di pantai Aragua serta memberikan 12 ton cataco dan sarden kepada para nelayan Choroni. 'Ini adalah berkah dari laut, pada saat-saat kritis seperti ini,' kata Normalia Davila de Torrence, Presiden Kamar Dagang Ocumare de la Costa."
Sementara video kedua diambil di pantai Acapulco, Meksiko. Dalam video ini, terlihat bahwa jumlah ikan yang terdampar di pantai tidak sebanyak yang ada di Venezuela. "Di tengah krisis epidemi yang telah menyebabkan ribuan orang menganggur, sebuah peristiwa mengejutkan terjadi di Pantai Acapulco, Guerrero. Ratusan ikan keluar dari laut dan hanyut ke pantai," demikian keterangan Tetova News.
Dalam keterangannya, Tetova News juga menulis, "Menurut Direktur Promotor dan Administrator Pantai di Acapulco, Sabas Arturo de la Rosa Camacho, peristiwa itu tampaknya bukan terjadi karena kurangnya oksigen dalam air laut, melainkan bagian dari siklus hidup. Ikan kembung mendekati pantai untuk mencoba memakan ikan sarden kecil."
Tempo membandingkan kembali video terdamparnya ikan tersebut yang diambil di Venezuela dan Meksiko. Di situs Noticieros Televisa, dimuat sebuah potongan video kejadian di Meksiko yang sama dengan yang diunggah oleh kanal Tetova News. Situs itu menulis bahwa peristiwa terdamparnya ikan di pantai Acapulco itu terjadi pada 20 April 2020.
“Sebuah video yang tidak biasa yang telah banyak dibicarakan di jejaring sosial menunjukkan bagaimana pantai Acapulco dipenuhi ikan hidup. Tanpa diduga, Senin lalu, 20 April, ratusan ikan terdampar di Pantai Pie de la Cuesta di Acapulco, Guerrero,” demikian keterangan yang ditulis oleh situs Noticieros Televisa.
Kesimpulan
Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim bahwa fenomena terdamparnya ribuan ikan dalam video di atas terjadi di Bali adalah klaim yang keliru. Fenomena ini pun tidak terjadi di Meksiko. Video tersebut memperlihatkan peristiwa terdamparnya ikan di Choroni, Aragua, Venezuela, pada awal April 2020. Fenomena yang mirip memang terjadi di Meksiko, namun pada 20 April 2020. Video yang merekam reaksi warga terhadap kejadian itu pun sangat berbeda.
IKA NINGTYAS
Anda punya data/informasi berbeda, kritik atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id
Rujukan
- https://web.archive.org/web/20200610055856/
- https://twitter.com/Canda_Bisnis2/status/1270144028613337088
- https://ululeo.com/milagroso-miles-de-peces-inundan-la-orilla-de-las-playas-de-venezuela-videos/
- https://www.youtube.com/watch?v=WjXlHU3vOHo
- https://noticieros.televisa.com/historia/video-peces-vivos-salen-del-mar-en-acapulco/
[SALAH] “Pemprov DKI Tunaikan Janji Bansos, Netizen Tagih Janji Ganjar Bagi Sembako di DKI”
Sumber: facebook.comTanggal publish: 10/06/2020
Berita
Beredar postingan yang mengklaim bahwa Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo ditagih janjinya oleh para netizen. Adapun, janji yang ditagih ialah pemberian bantuan bagi bantuan sembako di DKI Jakarta kepada warga ber-KTP Jateng. Dalam narasi yang beredar, disebutkan bahwa janji tersebut hanya bentuk pencitraan saja.
Berikut kutipan narasinya:
“Pemprov DKI Tunaikan Janji Bansos, Netizen Tagih Janji Ganjar Bagi Sembako di DKI
Sejak April 2020 Gubernur Jawa Tengah dengan jumawanya berjanji memberikan bantuan kepada warga Jawa Tengah yang berdomisili di DKI Jakarta. Sebagai politisi ini tentu menguntungkan citranya, namun buat apa masih ngotot pencitraan di tengah situasi pandemi?
Sungguh sesumbar Ganjar, padahal angka kemiskinan di Jawa Tengah masih 10,58% jauh lebih tinggi dibandingkan DKI Jakarta yang hanya di kisaran 3,42%. Penghasilan rata-rata penduduk Jawa Tengah juga hanya Rp 1,9 juta saja jauh lebih rendah dari UMP DKI Jakarta yang di atas Rp 4 juta. Logika yang benar dan yang terjadi memang justeru Anies Baswedan yang akhirnya membantu warga Jateng yang berdomisili di DKI Jakarta.
Senyata yang terjadi adalah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menyalurkan bantuan sosial ( bansos) kepada penduduk non-KTP DKI Jakarta yang berdomisili dan beraktivitas di Jakarta.
Di antaranya adalah kepada 7.558 orang wargaJawa Tengah yang berdomisili di Jakarta dan 55.599 orang pengemudi Gojek.
Kebaikan Gubernur Anies Baswedan yang membantu warga Jateng di masa krisis pandemi ini dijelaskan oleh Asisten Perekonomian dan Keuangan Setda Provinsi DKI Jakarta Sri Haryati mengatakan, penyerahan bansos kepada warga Jawa Tengah yang berada di Jakarta dilakukan karena mereka diminta untuk tidak mudik.
"Kami pun berkomitmen bagaimana kami bisa membantu dengan pemberian bantuan sosial ini. Sehingga, tidak hanya bagi masyarakat ber-KTP DKI Jakarta, tapi juga non-KTP DKI Jakarta yang terdampak secara ekonomi turut mendapat bantuan ini," ucap Sri, Rabu (20/5/2020).
Sungguh mulia hati seorang pemimpin seperti Anies Baswedan. Ia dengan tegas memberikan peringatan agar warga tidak mudik, namun juga memberikan perhatian dan bantuan sosial. Ini kontras dengan kelakukan Ganjar yang sok jagoan, apa yang dikatakan bisa saja omong kosong, bahkan media menyambutnya seolah mendukung.
Banyak pemberitaan yang mengangkat Ganjar dan merendahkan Anies. Misalnya beberapa media bahkan memuat berita yang berjudul sama yakni "Janji Pemprov DKI Jakarta Tak Kunjung Datang, Pemprov Jateng Kirim Puluhan Ribu Bantuan".
Ada pula "Pemerintah DKI tak Menepati Janji Akhirnya Ganjar Bertindak Sendiri," sungguh congkak, dan sebenarnya mengundang tawa jika saat ini melihat kenyataannya karena belum sampai Bansos dari Ganjar buat warganya yang ada di Jakarta, Bansos Pemprov DKI malah lebih dulu sampai.
Lalu apa manfaatnya Ganjar berkoar-koar akan bantu warganya di Jakarta? Tentu saja ini bentuk pencitraan saja, apalagi para Buzzer sengaja menghembuskan berita hoaks itu agar ditelan mentah-mentah oleh masyarakat.
Contohnya akun Twitter bodong @woelannn yang setiap hari menyanjung Ganjar setinggi langit mengatakan, " Sementara ada Gubernur yang ribut masalah dana bansos dan minta-minta kepada pusat, Gubernur Jateng @ganjaroranowo malah menolak saat ditawari bantuan oleh Presiden @jokowi. Menurut Ganjar sudah selayaknya daerah tidak lagi membebani pemerintah pusat."
Pujian pepesan kosong itu tentu saja bagai jauh panggang dari api, tidak sesuai kenyataan. Penerima bansos di Jateng justru pernah tidak tepat sasaran hingga 40%, sangat fatal dan memalukan. Akhirnya bantuan dari Kemensos yang diandalkan.
Tapi di atas itu semua, tetap bersyukur karena Anies menepati janjinya membantu warga di Jakarta tanpa melihat KTP, semua diperhatikan. Proses penyalurannya pun rapih.
Untuk diketahui Pelaksanaan kegiatan bansos ini sebagai implementasi dari Pergub Nomor 33/2020 tentang Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dalam Penanganan Covid-19 di Provinsi DKI Jakarta, sehingga ada dasar hukumnya yang jelas, bukan bekal omongan semata tanpa tindakan.
Adapun mekanisme penyaluran bansos bagi warga Jawa Tengah dilakukan secara bersama-ama dengan Perwakilan Kantor Penghubung Provinsi Jawa Tengah yang ada di Jakarta. Sedangkan, penyaluran bagi pengemudi Gojek bekerja sama dengan PT Aplikasi Karya Anak Bangsa (Gojek).
Proses distribusi dilakukan selama dua hari di 5 wilayah Kota Administrasi dibantu oleh Suku Dinas Sosial masing-masing wilayah. Sementara, untuk distribusi bansos bagi pemelihara tempat-tempat ibadah dilakukan atas kerja sama dengan DMI, PGPI, PHDI, Walubi dan Matakin.
Melihat itu semua sudah kita membuka mata mana yang hanya pencitraan dan mata yang nyata berbuat untuk kemanusiaan!
Oleh Akbar Farizi, Netizen.
#AniesKeren Lihat Lebih Sedikit
Berikut kutipan narasinya:
“Pemprov DKI Tunaikan Janji Bansos, Netizen Tagih Janji Ganjar Bagi Sembako di DKI
Sejak April 2020 Gubernur Jawa Tengah dengan jumawanya berjanji memberikan bantuan kepada warga Jawa Tengah yang berdomisili di DKI Jakarta. Sebagai politisi ini tentu menguntungkan citranya, namun buat apa masih ngotot pencitraan di tengah situasi pandemi?
Sungguh sesumbar Ganjar, padahal angka kemiskinan di Jawa Tengah masih 10,58% jauh lebih tinggi dibandingkan DKI Jakarta yang hanya di kisaran 3,42%. Penghasilan rata-rata penduduk Jawa Tengah juga hanya Rp 1,9 juta saja jauh lebih rendah dari UMP DKI Jakarta yang di atas Rp 4 juta. Logika yang benar dan yang terjadi memang justeru Anies Baswedan yang akhirnya membantu warga Jateng yang berdomisili di DKI Jakarta.
Senyata yang terjadi adalah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menyalurkan bantuan sosial ( bansos) kepada penduduk non-KTP DKI Jakarta yang berdomisili dan beraktivitas di Jakarta.
Di antaranya adalah kepada 7.558 orang wargaJawa Tengah yang berdomisili di Jakarta dan 55.599 orang pengemudi Gojek.
Kebaikan Gubernur Anies Baswedan yang membantu warga Jateng di masa krisis pandemi ini dijelaskan oleh Asisten Perekonomian dan Keuangan Setda Provinsi DKI Jakarta Sri Haryati mengatakan, penyerahan bansos kepada warga Jawa Tengah yang berada di Jakarta dilakukan karena mereka diminta untuk tidak mudik.
"Kami pun berkomitmen bagaimana kami bisa membantu dengan pemberian bantuan sosial ini. Sehingga, tidak hanya bagi masyarakat ber-KTP DKI Jakarta, tapi juga non-KTP DKI Jakarta yang terdampak secara ekonomi turut mendapat bantuan ini," ucap Sri, Rabu (20/5/2020).
Sungguh mulia hati seorang pemimpin seperti Anies Baswedan. Ia dengan tegas memberikan peringatan agar warga tidak mudik, namun juga memberikan perhatian dan bantuan sosial. Ini kontras dengan kelakukan Ganjar yang sok jagoan, apa yang dikatakan bisa saja omong kosong, bahkan media menyambutnya seolah mendukung.
Banyak pemberitaan yang mengangkat Ganjar dan merendahkan Anies. Misalnya beberapa media bahkan memuat berita yang berjudul sama yakni "Janji Pemprov DKI Jakarta Tak Kunjung Datang, Pemprov Jateng Kirim Puluhan Ribu Bantuan".
Ada pula "Pemerintah DKI tak Menepati Janji Akhirnya Ganjar Bertindak Sendiri," sungguh congkak, dan sebenarnya mengundang tawa jika saat ini melihat kenyataannya karena belum sampai Bansos dari Ganjar buat warganya yang ada di Jakarta, Bansos Pemprov DKI malah lebih dulu sampai.
Lalu apa manfaatnya Ganjar berkoar-koar akan bantu warganya di Jakarta? Tentu saja ini bentuk pencitraan saja, apalagi para Buzzer sengaja menghembuskan berita hoaks itu agar ditelan mentah-mentah oleh masyarakat.
Contohnya akun Twitter bodong @woelannn yang setiap hari menyanjung Ganjar setinggi langit mengatakan, " Sementara ada Gubernur yang ribut masalah dana bansos dan minta-minta kepada pusat, Gubernur Jateng @ganjaroranowo malah menolak saat ditawari bantuan oleh Presiden @jokowi. Menurut Ganjar sudah selayaknya daerah tidak lagi membebani pemerintah pusat."
Pujian pepesan kosong itu tentu saja bagai jauh panggang dari api, tidak sesuai kenyataan. Penerima bansos di Jateng justru pernah tidak tepat sasaran hingga 40%, sangat fatal dan memalukan. Akhirnya bantuan dari Kemensos yang diandalkan.
Tapi di atas itu semua, tetap bersyukur karena Anies menepati janjinya membantu warga di Jakarta tanpa melihat KTP, semua diperhatikan. Proses penyalurannya pun rapih.
Untuk diketahui Pelaksanaan kegiatan bansos ini sebagai implementasi dari Pergub Nomor 33/2020 tentang Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dalam Penanganan Covid-19 di Provinsi DKI Jakarta, sehingga ada dasar hukumnya yang jelas, bukan bekal omongan semata tanpa tindakan.
Adapun mekanisme penyaluran bansos bagi warga Jawa Tengah dilakukan secara bersama-ama dengan Perwakilan Kantor Penghubung Provinsi Jawa Tengah yang ada di Jakarta. Sedangkan, penyaluran bagi pengemudi Gojek bekerja sama dengan PT Aplikasi Karya Anak Bangsa (Gojek).
Proses distribusi dilakukan selama dua hari di 5 wilayah Kota Administrasi dibantu oleh Suku Dinas Sosial masing-masing wilayah. Sementara, untuk distribusi bansos bagi pemelihara tempat-tempat ibadah dilakukan atas kerja sama dengan DMI, PGPI, PHDI, Walubi dan Matakin.
Melihat itu semua sudah kita membuka mata mana yang hanya pencitraan dan mata yang nyata berbuat untuk kemanusiaan!
Oleh Akbar Farizi, Netizen.
#AniesKeren Lihat Lebih Sedikit
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan hasil penelusuran, diketahui bahwa Ganjar Pranowo sudah memberikan sejumlah bantuan sembako. Mengacu kepada berita berjudul “Ganjar Tegaskan Bansos untuk Perantau di Jabodetabek Berbentuk Sembako” yang tayang pada 17 Mei 2020 di kompas.com, diketahui bahwa sudah ada 7000 paket sembako yang dikirimkan oleh Pemerintah Provinsi Jateng kepada warga Jateng yang merantau di Jabodetabek.
Pengiriman bantuan paket sembako akan disalurkan kepada warga Jateng yang berada di Jakarta Timur sebanyak 2.707 paket, Bogor 990 paket, Depok 1.027 paket, Tangerang 967 paket dan Bekasi 1.309 paket.
"Alhamdulillah mulai kemarin kami laksanakan. Untuk tahap pertama ini, belum semua dari daftar yang menerima. Baru mereka yang ada di Bogor, Tangerang, Depok dan Bekasi. Jakartanya baru mereka yang ada di Jakarta Timur," kata Ganjar pada Minggu (17/5).
Lebih lanjut, paket sembako yang dibagikan terdiri dari beras, sarden, kornet, minyak goreng, kecap dan kebutuhan lainnya.
Bantuan beras langsung dikirim dari Jateng, sedangkan bahan makanan lainnya dibeli di Jakarta oleh PT Pos Indonesia selaku rekanan yang digandeng Pemprov Jateng untuk mendistribusikan bantuan.
"Bantuannya sembako. Kalau uang, saya khawatir dibelikan untuk yang lain seperti rokok atau pulsa. Makanya kami fokus ke makan dulu, minimal mereka tenang karena di rumah ada makanan. Kalau itu bisa, maka apapun bisa dilakukan dan mudah-mudahan mereka tetap bisa survive," tandasnya.
Sementara itu, dilansir dari beritasatu.com, Kepala Badan Penghubung Jateng di Jakarta Wachyu Alamsyah mengatakan, bantuan paket sembako tahap kedua bagi perantau di Jabodetabek akan didistribusikan seusai lebaran.
"Total yang sudah mendaftar dan terverifikasi ada 28.000-an orang. Tahap pertama ini, 7.000 paket kami serahkan, sisanya nanti habis lebaran," tutup Alam.
Pengiriman bantuan paket sembako akan disalurkan kepada warga Jateng yang berada di Jakarta Timur sebanyak 2.707 paket, Bogor 990 paket, Depok 1.027 paket, Tangerang 967 paket dan Bekasi 1.309 paket.
"Alhamdulillah mulai kemarin kami laksanakan. Untuk tahap pertama ini, belum semua dari daftar yang menerima. Baru mereka yang ada di Bogor, Tangerang, Depok dan Bekasi. Jakartanya baru mereka yang ada di Jakarta Timur," kata Ganjar pada Minggu (17/5).
Lebih lanjut, paket sembako yang dibagikan terdiri dari beras, sarden, kornet, minyak goreng, kecap dan kebutuhan lainnya.
Bantuan beras langsung dikirim dari Jateng, sedangkan bahan makanan lainnya dibeli di Jakarta oleh PT Pos Indonesia selaku rekanan yang digandeng Pemprov Jateng untuk mendistribusikan bantuan.
"Bantuannya sembako. Kalau uang, saya khawatir dibelikan untuk yang lain seperti rokok atau pulsa. Makanya kami fokus ke makan dulu, minimal mereka tenang karena di rumah ada makanan. Kalau itu bisa, maka apapun bisa dilakukan dan mudah-mudahan mereka tetap bisa survive," tandasnya.
Sementara itu, dilansir dari beritasatu.com, Kepala Badan Penghubung Jateng di Jakarta Wachyu Alamsyah mengatakan, bantuan paket sembako tahap kedua bagi perantau di Jabodetabek akan didistribusikan seusai lebaran.
"Total yang sudah mendaftar dan terverifikasi ada 28.000-an orang. Tahap pertama ini, 7.000 paket kami serahkan, sisanya nanti habis lebaran," tutup Alam.
Kesimpulan
Berdasarkan penjelasan tersebut, diketahui bantuan tahap pertama kepada warga Jateng di DKI Jakarta sudah dilaksanakan pada Mei 2020. Oleh sebab itu, konten postingan yang beredar masuk ke dalam kategori Misleading Content atau Konten yang Menyesatkan.
Rujukan
- https://web.facebook.com/groups/fafhh/permalink/1205581836441016/
- https://turnbackhoax.id/2020/06/10/salah-pemprov-dki-tunaikan-janji-bansos-netizen-tagih-janji-ganjar-bagi-sembako-di-dki/
- https://www.liputan6.com/cek-fakta/read/4274538/cek-fakta-tidak-benar-ganjar-pranowo-ingkar-janji-berikan-bansos-untuk-warga-jateng-di-jakarta
- https://regional.kompas.com/read/2020/05/17/21173741/ganjar-tegaskan-bansos-untuk-perantau-di-jabodetabek-berbentuk-sembako?page=all#page3
- https://humas.jatengprov.go.id/detail_berita_gubernur?id=4318
- https://www.beritasatu.com/pemda/634219-jateng-mulai-kirimkan-sembako-untuk-perantau-di-jabodetabek
[SALAH] Ribka Tjiptaning dan Iman Brotoseno adalah Ketua Panja RUU HIP
Sumber: twitter.comTanggal publish: 10/06/2020
Berita
Akun Twitter Pak Rw 07 atau @AnginLa49997994 membuat cuitan dengan narasi “Tolong bantu viralkan guys : Dirut Bokep & penulis buku “Aku bangga menjadi anak PKI” menjadi ketua panja RUU HIP yang skg sedang di bahas” pada Minggu, (7/6). Dalam cuitan tersebut disematkan juga link artikel dari riaunews.com yang berjudul “Ribka Tjiptaning Ketua Panja RUU HIP dan Iman Brotoseno Dirut TVRI, Pengamat: Indonesia disusupi Komunis.”
Cuitan akun Twitter Pak Rw 07 ini juga diunggah oleh akun Facebook Mikha Akhbariyyah atau @daniekingient.selaluceria dalam bentuk screenshot atau tangkapan layar pada, Senin (8/6).
Cuitan akun Twitter Pak Rw 07 ini juga diunggah oleh akun Facebook Mikha Akhbariyyah atau @daniekingient.selaluceria dalam bentuk screenshot atau tangkapan layar pada, Senin (8/6).
Hasil Cek Fakta
Setelah menelusuri melalui mesin pencari, diketahui cuitan akun Twitter Pak Rw 07 yang juga diunggah dalam bentuk tangkapan layar oleh akun Facebook Mikha Akhbariyyah adalah salah atau keliru.
Merujuk pada artikel riaunews.com yang berjudul “Ribka Tjiptaning Ketua Panja RUU HIP dan Iman Brotoseno Dirut TVRI, Pengamat: Indonesia disusupi Komunis” yang ditayangkan pada Minggu (7/6), di dalamnya terdapat pernyataan dari Pengamat Politik, Muslim Arbi sebagaimana dikutip dari Suara Nasional yang mengatakan bahwa Indonesia disusupi komunis dengan indikasi anak PKI Ribka Tjiptaning menjadi Ketua Panja Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (HIP) dan Iman Brotoseno menjadi Dirut TVRI.
Pernyataan Muslim Arbi tersebut diketahui tidak seperti yang diklaim akun Twitter Pak Rw 07 yang mengatakan bahwa Direktur Utama (Dirut) TVRI, Iman Brotoseno adalah Ketua Panitia Kerja (Panja) Rancangan Undang – Undang (RUU) Haluan Ideologi Pancasila (HIP). Mengutip dari Liputan 6 dengan judul artikel “Daftar Lengkap Anggota DPR 2019-2024” yang ditayangkan pada Selasa, (1/10/2019) pada bagian Fraksi PDIP tidak ditemukan nama Iman Brotoseno sebagai anggota DPR terpilih.
Artinya, dikarenakan Iman Brotoseno bukan anggota DPR dari PDIP, tidaklah mungkin menjadi Ketua Panja RUU HIP.
Kemudian, klaim anggota DPR RI Fraksi PDIP, Ribka Tjiptaning yang dikatakan oleh Muslim Arbi sebagai Ketua Panja RUU HIP, sebelumnya juga sudah dinyatakan oleh mantan Anggota Komisi III DPR RI, Ahmad Yani pada Forum Group Discussion (FGD) yang digelar Pusat Kajian dan Analisa Data (PKAD) melalui aplikasi Zoom Meeting bertema “Ancaman Kebangkitan Komunisme dan Arogansi Oligarki dibalik RUU Haluan Ideologi Pancasila?”, Sabtu, (6/6).
Namun, pada Selasa (9/6) kemarin, Ahmad Yani pun mengklarifikasi bahwa dirinya salah menyebut Ribka Tjiptaning sebagai Ketua Panja HIP. “Saya mencabut dan meralat pembicaraan tersebut sekaligus memohon maaf atas kesalahan penyebutan nama ketua Panja Penyusunan RUU HIP. Setelah saya kroscek kembali ternyata ketua Panja Penyusunan RUU HIP adalah Rieke Diyah Pitaloka bukan Ribka Tjiptaning,” ujar Ahmad Yani dalam keterangannya, Selasa (9/6).
Merujuk pada artikel riaunews.com yang berjudul “Ribka Tjiptaning Ketua Panja RUU HIP dan Iman Brotoseno Dirut TVRI, Pengamat: Indonesia disusupi Komunis” yang ditayangkan pada Minggu (7/6), di dalamnya terdapat pernyataan dari Pengamat Politik, Muslim Arbi sebagaimana dikutip dari Suara Nasional yang mengatakan bahwa Indonesia disusupi komunis dengan indikasi anak PKI Ribka Tjiptaning menjadi Ketua Panja Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (HIP) dan Iman Brotoseno menjadi Dirut TVRI.
Pernyataan Muslim Arbi tersebut diketahui tidak seperti yang diklaim akun Twitter Pak Rw 07 yang mengatakan bahwa Direktur Utama (Dirut) TVRI, Iman Brotoseno adalah Ketua Panitia Kerja (Panja) Rancangan Undang – Undang (RUU) Haluan Ideologi Pancasila (HIP). Mengutip dari Liputan 6 dengan judul artikel “Daftar Lengkap Anggota DPR 2019-2024” yang ditayangkan pada Selasa, (1/10/2019) pada bagian Fraksi PDIP tidak ditemukan nama Iman Brotoseno sebagai anggota DPR terpilih.
Artinya, dikarenakan Iman Brotoseno bukan anggota DPR dari PDIP, tidaklah mungkin menjadi Ketua Panja RUU HIP.
Kemudian, klaim anggota DPR RI Fraksi PDIP, Ribka Tjiptaning yang dikatakan oleh Muslim Arbi sebagai Ketua Panja RUU HIP, sebelumnya juga sudah dinyatakan oleh mantan Anggota Komisi III DPR RI, Ahmad Yani pada Forum Group Discussion (FGD) yang digelar Pusat Kajian dan Analisa Data (PKAD) melalui aplikasi Zoom Meeting bertema “Ancaman Kebangkitan Komunisme dan Arogansi Oligarki dibalik RUU Haluan Ideologi Pancasila?”, Sabtu, (6/6).
Namun, pada Selasa (9/6) kemarin, Ahmad Yani pun mengklarifikasi bahwa dirinya salah menyebut Ribka Tjiptaning sebagai Ketua Panja HIP. “Saya mencabut dan meralat pembicaraan tersebut sekaligus memohon maaf atas kesalahan penyebutan nama ketua Panja Penyusunan RUU HIP. Setelah saya kroscek kembali ternyata ketua Panja Penyusunan RUU HIP adalah Rieke Diyah Pitaloka bukan Ribka Tjiptaning,” ujar Ahmad Yani dalam keterangannya, Selasa (9/6).
Kesimpulan
Cuitan akun Twitter Pak Rw 07 atau @AnginLa49997994 yang mengatakan Ribka Tjiptaning dan Iman Brotoseno sebagai Ketua Panja RUU HIP adalah salah atau keliru. Mantan Anggota Komisi III DPR RI, Ahmad Yani telah mencabut pernyataannya yang menuding Ribka tersebut dan diketahui juga, Iman Brotoseno yang kini menjabat Dirut TVRI bukanlah anggota DPR RI dari Fraksi PDIP yang dapat menjadi Ketua Panja.
Rujukan
- http1.
- https://archive.fo/PNEbp 2.
- https://archive.fo/1b0Rp 3.
- https://twitter.com/AnginLa499…/status/1269596329174380544 4.
- https://web.facebook.com/photo.php?fbid=1713972545418167&set=a.115365368612234&type=3&_rdc=1&_rdr 5.
- https://riaunews.com/…/ribka-tjiptaning-ketua-panja…/ 6.
- https://www.liputan6.com/…/daftar-lengkap-anggota-dpr… 7.
- http://www.dpr.go.id/anggota/index/fraksi/3 8.
- https://politik.rmol.id/…/ahmad-yani-minta-maaf-salah… 9.
- https://pojoksatu.id/…/sebut-ketua-panja-ruu-hip-anak…/
[Fakta atau Hoaks] Benarkah Vodka Bisa Kurangi Risiko Terinfeksi Virus Corona Covid-19?
Sumber: cekfakta.tempo.coTanggal publish: 09/06/2020
Berita
Narasi bahwa vodka bisa mengurangi risiko terinfeksi virus Corona Covid-19 beredar di media sosial. Narasi ini terdapat dalam sebuah surat yang diterbitkan pada 7 Maret 2020 di Kansas, Missouri, Amerika Serikat. Di Instagram, foto surat tersebut salah satunya dibagikan oleh akun @donkey_yurino, yakni pada 12 Maret 2020.
Dalam surat tersebut, disebutkan bahwa menurut penelitian yang dilakukan oleh pembuat surat itu konsumsi minuman beralkohol bisa membantu mengurangi risiko terinfeksi virus Corona Covid-19. "Vodka is the most recommended for drinking, cleaning and sanitizing," demikian narasi dalam surat berbahasa Inggris tersebut.
Adapun dalam keterangannya, akun @donkey_yurino menuliskan narasi, "stay safe guys... perbanyak minum alkohol agar tidak terkena corona." Hingga artikel ini dimuat, unggahan tersebut telah disukai lebih dari 29 ribu kali.
Gambar tangkapan layar unggahan akun Instagram @donkey_yurino.
Apa benar vodka dapat mengurangi risiko terinfeksi virus Corona Covid-19?
Hasil Cek Fakta
Untuk memverifikasi klaim di atas, Tim CekFakta Tempo mula-mula menelusuri foto surat tersebut denganreverse image toolSource dan Google. Hasilnya, ditemukan sebuah foto serupa, namun dengan kop surat yang memuat logo Saint Luke's Hospital of Kansas City. Berdasarkan petunjuk ini, Tempo menelusuri pemberitaan terkait dengan memasukkan kata kunci "Saint Luke's Hospital vodka coronavirus".
Dilansir dari AFP Fact Check, juru bicara Saint Luke's Hospital, Lindsey Stitch, menyatakan bahwa surat yang beredar itu adalah surat palsu. "Vodka tidak memiliki pengaruh terhadap virus Corona," kata Stitch kepada AFP melalui email pada 12 Maret 2020.
Melalui akun Facebook resminya, Saint Luke’s Health System, Saint Luke's Hospital juga telah mengklarifikasi informasi tersebut pada 12 Maret 2020. Mereka menyatakan bahwa laporan yang menyebut konsumsi minuman beralkohol dapat mengurangi risiko terinfeksi virus Corona Covid-19 tidak benar.
"Saint Luke mengikuti panduan CDC, yakni mempraktekkan kebersihan tangan yang baik; mencuci tangan minimal 20 detik, terutama setelah menggunakan kamar kecil, sebelum makan, dan setelah bersin atau batuk; jika sabun dan air tidak tersedia, gunakan hand sanitizer dengan kandungan alkohol minimal 60 persen; hindari kontak dekat dengan orang yang sakit dan tinggal di rumah saat Anda sakit; hindari menyentuh mata, hidung, dan mulut; tutup batuk dan bersin dengan tisu, lalu buang tisu ke tempat sampah; bersihkan dan disinfeksi benda dan permukaan yang sering disentuh dengan semprotan pembersih rumah tangga biasa," demikian narasi yang ditulis oleh Saint Luke's Hospital.
Berdasarkan arsip berita Tempo pada 7 Maret 2020, salah satu produsen vodka Tito's asal Austin, Texas, Amerika, pun melarang masyarakat menggunakan vodka sebagaihand sanitizer. "Menurut CDC, pembersih tangan harus mengandung alkohol minimal 60 persen. VodkahomemadeTito mengandung alkohol 40 persen, dan karena itu tidak memenuhi rekomendasi CDC saat ini."
Sebelumnya, pernah beredar klaim bahwa minum alkohol bisa membunuh virus Corona Covid-19. Klaim itu disertai dengan gambar tangkapan layar sebuah video berita yang berjudul "Alcohol kills coronavirus". Dalam gambar itu, terdapat pula logo stasiun televisi asing, CNN, dan salah satunews anchorsenior, Wolf Blitzer.
Tim CekFakta Tempo telah memverifikasi klaim tersebut dan menyatakannya sebagai klaim yang keliru. Pasalnya, gambar tangkapan layar itu palsu. Gambar tersebut berasal dari situs pembuattemplatememe.Templateitu sengaja diproduksi untuk dipakai sebagai parodi.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pun telah menyatakan bahwa tidak benar minum alkohol bisa membunuh virus Corona Covid-19. Ketika virus telah memasuki tubuh seseorang, menyemprotkan alkohol atau bahkan meminumnya tidak akan bisa membunuh virus tersebut.
WHO menegaskan bahwa alkohol dan klorin bisa dipakai untuk mendesinfeksi permukaan sebuah benda. Namun, keduanya tetap harus digunakan di bawah rekomendasi yang tepat. "Jadi, salah jika Anda mengatakan bahwa mengkonsumsi produk alkohol atau bir dapat membantu mencegah Covid-19," ujar WHO.
Para dokter pun memperingatkan bahwa alkohol tidak berpengaruh terhadap penularan virus Corona Covid-19. Menurut mereka, cara untuk menghindari penyebaran virus Corona adalah dengan mematuhi imbauan kesehatan serta tidak melakukan kontak dengan pasien yang terinfeksi.
Kesimpulan
Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim bahwa vodka dapat mengurangi risiko terinfeksi virus Corona Covid-19 adalah klaim yang keliru. Surat yang menyertai klaim tersebut adalah surat palsu. Minuman beralkohol, termasuk vodka, pun tidak memiliki pengaruh terhadap virus Corona Covid-19. Ketika virus telah memasuki tubuh seseorang, menyemprotkan alkohol atau bahkan meminumnya tidak akan bisa membunuh virus tersebut.
ZAINAL ISHAQ
Anda punya data/informasi berbeda, kritik atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id
Rujukan
- https://www.instagram.com/p/B9oULfPF11C/?utm_source=ig_embed
- https://factcheck.afp.com/fake-us-hospital-letter-says-alcohol-reduces-covid-19-risks
- https://web.facebook.com/saintlukeskc/posts/2888755154540009
- https://cekfakta.tempo.co/fakta/672/fakta-atau-hoaks-benarkah-minum-alkohol-bisa-membunuh-virus-corona-covid-19
Halaman: 7422/8513



