Beredar unggahan Facebook mengutip tautan berita dan diklaim berasal dari BBC. Berita tersebut berjudul “WHO: Pria berpenis besar lebih rentan tertular Covid-19.”
Berikut kutipan narasinya:
Akun Facebook: “Masaaa?”
Kutipan tautan: “WHO: Pria berpenis besar lebih rentan tertular covid-19 – BBC-NEWS.US”
[SALAH] “WHO: Pria berpenis besar lebih rentan tertular Covid-19”
Sumber: facebook.comTanggal publish: 22/05/2020
Berita
Hasil Cek Fakta
Melalui hasil penelusuran, tautan yang dikutip dari unggahan Facebook tersebut adalah hasil rekayasa menggunakan laman thefakenewsgenerator[dot]com.
Tautan berita yang disebarkan tidak berisi sebuah berita, tetapi diarahkan ke laman thefakenewsgenerator[dot]com yang merupakan situs untuk membuat berita-berita palsu.
Berdasarkan pencarian melalui google reverse image search, berita palsu itu menggunakan gambar bendera WHO berasal dari berbagai laman salah satunya dari wikimedia.org.
Melalui situs resmi WHO, orang yang lebih berisiko terkena Covid-19 adalah orang dengan usia 60 tahun ke atas, tidak ada kaitannya dengan ukuran penis terhadap risiko tertular Covid-19.
Tautan berita yang disebarkan tidak berisi sebuah berita, tetapi diarahkan ke laman thefakenewsgenerator[dot]com yang merupakan situs untuk membuat berita-berita palsu.
Berdasarkan pencarian melalui google reverse image search, berita palsu itu menggunakan gambar bendera WHO berasal dari berbagai laman salah satunya dari wikimedia.org.
Melalui situs resmi WHO, orang yang lebih berisiko terkena Covid-19 adalah orang dengan usia 60 tahun ke atas, tidak ada kaitannya dengan ukuran penis terhadap risiko tertular Covid-19.
Kesimpulan
Berdasarkan penjelasan tersebut, unggahan Facebook tersebut mencantumkan tautan berita palsu dan masuk dalam Fabricated Content atau Konten Palsu.
Rujukan
- https://turnbackhoax.id/2020/05/22/salah-who-pria-berpenis-besar-lebih-rentan-tertular-covid-19/
- https://www.suara.com/news/2020/05/19/144752/cek-fakta-benarkah-who-umumkan-pria-berpenis-besar-rentan-kena-covid-19
- https://www.who.int/westernpacific/emergencies/covid-19/information/high-risk-groups
- https://commons.wikimedia.org/wiki/File:World_Health_Organization_Flag.jpg
- https://bit.ly/36h4QAB
[Fakta atau Hoaks] Benarkah Ini Video Perayaan Pembukaan Lockdown di Arab Saudi?
Sumber: cekfakta.tempo.coTanggal publish: 22/05/2020
Berita
Sejumlah video yang diklaim sebagai video perayaan pembukaan lockdown di Arab Saudi beredar di YouTube dan Facebook. Video pendek berdurasi sekitar 2 menit itu memperlihatkan parade polisi yang menunggang kuda dan kendaraan yang memenuhi jalanan kota. Terdengar pula suara pria yang berbicara dengan bahasa Arab dalam video itu.
Di YouTube, video itu diunggah salah satunya oleh kanal Lida Channel pada 30 April 2020. Kanal tersebut memberikan judul pada videonya sebagai berikut: "Alhamdulillah ..Arab Saudi Lockdown nya sdh d buka kembali rakyat menyambut dgn sukacita".
Kanal Abadikini Com juga mengunggah video tersebut di YouTube, yakni pada 1 Mei 2020. Video itu diberi judul "Arab Saudi Buka Lockdown, Pegawai Masjidil Haram Bersuka Cita". Sementara di Facebook, salah satu akun yang membagikan video itu adalah akun Hijrah. Akun ini menuliskan narasi, "Info terkini. Arab Saudi sudah buka lockdown. Semoga Indonesia, malaysia menyusul. Aamiin."
Gambar tangkapan layar unggahan akun Facebook Hijrah.
Apa benar video parade tersebut adalah video perayaan pembukaan lockdown di Arab Saudi?
Hasil Cek Fakta
Tempo menggunakan tool InVID untuk memfragmentasi video di atas menjadi sejumlah gambar. Gambar-gambar itu kemudian ditelusuri dengan reverse image tool Google. Hasilnya, Tempo terhubung dengan unggahan kanal Khaleej Times di YouTube pada 27 April 2020.
Khaleej Times adalah situs berita berbahasa Inggris yang bermarkas di Dubai, Uni Emirat Arab (UAE). Khaleej Time memberikan keterangan bahwa video itu adalah video warga Al Ras dan Al Naif di Dubai yang merayakan pembukaan lockdown setelah kebijakaan itu berlangsung lebih dari tiga pekan.
Kanal berita lainnya, Dubai One, juga mempublikasikan video yang identik yang memperlihatkan pawai polisi berkuda dan parade kendaraan polisi di jalanan kota setempat pada malam hari. Parade itu disambut dengan meriah oleh para warga.
Dalam akun Twitter resminya pada 27 April 2020, Kantor Media Pemerintah Dubai (GDMO) mencuit bahwa Komite Tertinggi Manajemen Krisis dan Bencana Dubai telah melonggarkan pembatasan pergerakan orang di Al Ras dan Al Naif. Keputusan tersebut dibuat karena kedua wilayah tersebut mencatatkan nol kasus Covid-19 dalam dua hari terakhir.
Gambar tangkapan layar unggahan akun Twitter resmi Kantor Media Pemerintah Dubai.
Meskipun begitu, pembatasan pergerakan warga akan tetap diberlakukan antara pukul 22.00 hingga pukul 06.00 waktu setempat seperti halnya wilayah UAE lainnya. "Lebih dari 6 ribu tes telah dilakukan terhadap penduduk daerah tersebut dalam waktu kurang dari sebulan," demikian keterangan yang ditulis oleh GDMO.
Menurut laporan situs The National UAE, pelonggaran pembatasan pergerakan orang di kedua wilayah tersebut diumumkan pada 26 April 2020. Warga Al Naif dan Al Ras diizinkan untuk bergerak secara bebas pada pukul 06.00-22.00 waktu setempat. Pembatasan tetap diberlakukan antara pukul 22.00 hingga 06.00 seperti halnya kota lain.
Kesimpulan
Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim bahwa video di atas merupakan video perayaan pembukaan lockdown di Arab Saudi adalah klaim yang keliru. Video itu adalah video parade aparat kepolisian dan penduduk Al Naif dan Al Ras, Dubai, Uni Emirat Arab, yang merayakan pelonggaran lockdown pada 26 April 2020.
Anda punya data/informasi berbeda, kritik atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id
Rujukan
- https://www.youtube.com/watch?v=LnwmVB_cWKc
- https://www.youtube.com/watch?v=noe5AdGpYVo
- https://web.facebook.com/watch/?v=233247951336073&external_log_id=9d48258393d8fdd999f962925f86213a&q=Arab%20saudi%20buka%20lockdown
- https://www.youtube.com/watch?v=4Y3IXwt2MMs
- https://www.youtube.com/watch?v=e7ZJn_XXHVQ
- https://twitter.com/DXBMediaOffice/status/1254478882683699200
- https://www.thenational.ae/uae/health/coronavirus-restrictions-eased-in-dubai-s-naif-and-al-ras-areas-1.1011288
[Fakta atau Hoaks] Benarkah Virus Corona Covid-19 Tidak Bahaya dan Tidak Sebabkan Kematian?
Sumber: cekfakta.tempo.coTanggal publish: 22/05/2020
Berita
Akun Facebook Ach Hanif mengunggah sebuah video wawancara Jawa Pos TV dengan Mohammad Indro Cahyono pada 14 Mei 2020. Wawancara itu membahas seputar virus Corona baru penyebab Covid-19, SARS-CoV-2. "Dengarkan dan simak baik-baik penjelasan ahli virus tentang Covid-19. Bahwa Corona tidak membunuh," demikian narasi yang ditulis akun Ach Hanif terhadap video tersebut.
Narasi "virus Corona tidak membunuh" memang berasal dari pernyataan Indro dalam wawancara tersebut, terutama pada bagian akhir segmen, mulai menit 7:18. Pernyataan itu dilontarkan Indro untuk menjawab presenter yang bertanya mengenai prediksi darinya soal kapan pandemi Covid-19 akan berakhir.
Indro menjawab bahwa virus Corona sebenarnya tidak tahan lama. Apabila masyarakat melakukan gerakan massal untuk hidup bersih, minum vitamin, dan cuci tangan, pandemi akan selesai dalam 2-3 minggu. Namun, dia menganggap permasalahan pandemi Covid-19 ini bergeser ke persoalan lockdown.
"Sebenarnya, intinya kan di virusnya. Kalau kita tahu virusnya tidak berbahaya. Ya, (virus) ini memang akan menimbulkan penyakit, tapi tidak menimbulkan kematian. Belum tentu menimbulkan kematian bagi manusia normal. Nah, kalau ini terjadi ini, tidak ada kehebohan itu semua," katanya.
Unggahan akun Ach Hanif itu pun viral. Hingga artikel ini dimuat, video tersebut telah dibagikan lebih dari 20 ribu kali dan dikomentari lebih dari 800 kali. Dalam kolom komentar unggahan itu, sejumlah warganet mempercayai apa yang dijelaskan oleh Indro dalam video tersebut.
Gambar tangkapan layar unggahan akun Facebook Ach Hanif.
Apa benar klaim Mohammad Indro Cahyono bahwa Covid-19 tidak berbahaya dan tidak menimbulkan kematian?
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan penelusuran Tim CekFakta Tempo, wawancara Jawa Pos TV dengan Mohammad Indro Cahyono dilakukan pada 7 April 2020. Jawa Pos TV memberikan keterangan bahwa Indro adalah seorang ahli virus atau virolog. Namun, dalam video itu, tidak dijelaskan bahwa Indro sebenarnya merupakan dokter hewan.
Indro adalah lulusan Universitas Gajah Mada. Sejak 2006, ia bekerja di Badan Penelitian Veteriner (Balitvet), sebuah unit yang berada di bawah Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan Kementerian Pertanian. Di Balitvet, Indro bertugas sebagai peneliti di Laboratorium Virologi. Pada 2018, Indro keluar dari Balitvet dan menjadi peneliti di kantor swasta.
Dilihat dari latar belakang tersebut, Indro sebenarnya adalah ahli kesehatan atau ahli virus pada hewan, bukan ahli virus pada manusia. Ia juga tidak terlibat dalam penanganan klinis pasien yang terinfeksi Covid-19. Dengan alasan ini, Tempo perlu memeriksa klaim Indro dalam wawancaranya dengan Jawa Pos TV di atas.
Untuk memverifikasi klaim Indro itu, Tempo mewawancarai ahli epidemiologi Universitas Padjajaran, Panji Fortuna Hadisoemarto, dan dokter spesialis paru sekaligus juru bicara Tim Penanganan Covid-19 Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Persahabatan, Erlina Burhan. Tempo juga menggunakan data-data dari pemberitaan terkait.
Saat dihubungi pada 22 Mei 2020, Panji mengatakan bahwa pernyataan Indro itu bertolak belakang dengan fakta yang ada. SARS-CoV-2 telah menyebabkan kematian pasien di sejumlah negara, termasuk Indonesia. Kasus kematian tidak hanya menimpa pasien di kelompok usia tua, melainkan juga di kelompok usia lainnya. "Faktanya, sudah banyak kematian di mana-mana, tingkat kematian sudah cukup tinggi," kata Panji.
Orang berusia tua dan yang memiliki penyakit penyerta atau komorbiditas, kata Panji, memang menjadi kelompok yang berisiko tinggi terinfeksi Covid-19. Akan tetapi, mereka yang berusia lebih muda dan tanpa penyakit penyerta juga punya risiko untuk terinfeksi. Kelompok ini, meski tanpa gejala, juga berisiko menularkan kepada sesama.
Menurut Panji, virus Corona memang memiliki banyak jenis, yang mana beberapa di antaranya menyebabkan flu biasa. Namun, beberapa jenis virus Corona juga menyebabkan kematian, seperti Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) dan Middle East Respiratory Syndrome Coronavirus (MERS), pun SARS-CoV-2 penyebab Covid-19. “SARS-CoV-2 ini adalah jenis virus Corona baru, bukan virus Corona yang menyebabkan flu biasa,” katanya.
Panji juga menyatakan bahwa pandemi Covid-19 tidak mungkin selesai dalam waktu 2-3 minggu. Merujuk kasus pertama yang dilaporkan di Indonesia pada 2 Maret 2020 lalu, infeksi Covid-19 masih terus terjadi sampai hari ini. Itu berarti pandemi Covid-19 di Indonesia telah berlangsung hampir tiga bulan.
Erlina menjelaskan hal serupa. Pandemi Covid-19 telah menyebabkan kematian dengan risiko terbesar pada orang tua dan yang memiliki penyakit penyerta. Meskipun begitu, sekitar 15-20 persen pasien yang tidak memiliki penyakit penyerta bisa terinfeksi SARS-CoV-2.
Menurut Erlina, mereka yang tidak memiliki penyakit penyerta bisa terinfeksi saat imunitasnya turun, sebagai dampak dari stres atau kurang istirahat. Saat SARS-CoV-2 menginfeksi dan terjadi replikasi virus yang cukup besar pada organ tubuh, hal ini dapat memicu badai sitokin. “Ini yang bisa merusak sistem organ lain dan bisa menyebabkan kematian,” kata Erlina.
Sitokin adalah protein kecil yang dilepaskan oleh banyak sel berbeda di dalam tubuh, termasuk sistem kekebalan tubuh tempat mereka mengkoordinasikan respons terhadap infeksi. Reaksi yang berlebihan memicu peradangan. Pada beberapa pasien, tingkat sitokin tidak terkontrol yang kemudian mengaktifkan lebih banyak sel imun menghasilkan hiperinflamasi. Pada akhirnya, hal itu dapat membahayakan atau bahkan membunuh pasien.
Tingkat kematian Covid-19 di dunia 6,6 persen
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, jumlah kasus Covid-19 di seluruh dunia per 22 Mei 2020 mencapai 4.893.186 kasus dengan 323.256 orang meninggal. Tingkat kematian Covid-19 di dunia sebesar 6,6 persen. Adapun tingkat kematian Covid-19 di Indonesia mencapai 6,4 persen, dengan jumlah kematian sebanyak 1.326 orang.
Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 mengumumkan bahwa kasus meninggal akibat Covid-19 di Indonesia paling banyak dialami oleh kelompok rentang usia 30-59 tahun, yakni sebanyak 351 orang dari total kematian sebesar 773 orang per 28 April 2020. Jumlah kasus kematian terbanyak kedua adalah pada kelompok rentang usia 60-79 tahun, yaitu 302 orang. Kemudian, pada rentang usia 0-4 tahun dua orang, rentang usia 5-14 tahun tiga orang, dan rentang usia 15-29 tahun 19 orang.
Mencuplik data kasus Covid-19 di New York dalam Worldometers, kasus kematian Covid-19 di sana juga terjadi pada seluruh rentang usia, yakni usia 0-17 tahun (0,06 persen), 18-44 tahun (3,9 persen), 45-64 tahun (22,4 persen), 65-74 tahun (24,9 persen), dan 75 tahun ke atas (48,7 persen).
Erlina pun mengingatkan bahwa kasus kematian tidak bisa hanya dilihat sebagai angka statistik. Sebab, setiap kematian memiliki dampak sosial, baik terhadap keluarga terdekat ataupun lingkungan sekitarnya.
Kesimpulan
Berdasarkan pemeriksaan fakta di atas, klaim bahwa virus Corona penyebab Covid-19, SARS-CoV-2, tidak berbahaya dan tidak menyebabkan kematian adalah klaim yang menyesatkan. Hingga 22 Mei 2020, jumlah kematian akibat Covid-19 di dunia telah mencapai 323.256 orang dan di Indonesia 1.326 orang. Pasien yang meninggal karena Covid-19 bukan saja mereka yang memiliki penyakit penyerta dan berusia tua, melainkan juga kelompok usia muda dan tanpa penyakit penyerta.
IKA NINGTYAS
Anda punya data/informasi berbeda, kritik atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id
Rujukan
- https://web.facebook.com/ach.hanief/videos/1685274341615085/
- https://www.youtube.com/watch?v=B15brKCrQwk
- https://tekno.tempo.co/read/1327284/infeksi-virus-corona-begini-badai-sitokin-bisa-bikin-fatal/full&view=ok
- https://covid19.kemkes.go.id/category/situasi-infeksi-emerging/info-corona-virus/
- https://covid19.go.id/p/berita/kasus-meninggal-akibat-covid-19-paling-banyak-usia-30-59-tahun
- https://www.worldometers.info/coronavirus/coronavirus-age-sex-demographics/
[SALAH] Video “Tanah abang penuh bray”
Sumber: twitter.comTanggal publish: 21/05/2020
Berita
Akun “Pribumi Kawe” (twitter.com/jr_kw19) membagikan sebuah postingan dengan Narasi :
“Tanah abang penuh bray .,,
dan anehnya gabener dgn ponggahnya minta daerah lain belajar dari Penanganan Covid-19 di Jabodetabek
yg bener aja mosok gabener harus ditiru 😂
#ShalatIdDirumahAja”
“Tanah abang penuh bray .,,
dan anehnya gabener dgn ponggahnya minta daerah lain belajar dari Penanganan Covid-19 di Jabodetabek
yg bener aja mosok gabener harus ditiru 😂
#ShalatIdDirumahAja”
Hasil Cek Fakta
Salah satu video yang berkaitan, YouTube: “Pasar tanah Abang padat sampai tidak bisa lewat
73 views • Jun 6, 2018
Channel bungaku bonto
5.58K subscribers
ini musiman terjadi biasanya saat mendekati hari H lebaran Fitri dan adha..
hati hati sahabat bila disuasana seperti ini rawan terjadi copet jambret dll”
Video di https://bit.ly/3d3jjTe / http://archive.md/oOIEO (arsip cadangan).
73 views • Jun 6, 2018
Channel bungaku bonto
5.58K subscribers
ini musiman terjadi biasanya saat mendekati hari H lebaran Fitri dan adha..
hati hati sahabat bila disuasana seperti ini rawan terjadi copet jambret dll”
Video di https://bit.ly/3d3jjTe / http://archive.md/oOIEO (arsip cadangan).
Rujukan
Halaman: 7446/8507




