Pemerintah tidak pernah mengeluarkan program bantuan untuk masyarakat senilai Rp2 juta. Kebijakan bantuan terkait pandemi COVID-19 hanya dilakukan oleh instansi resmi seperti Kementrian sosial, Dinas sosial, kelurahan dan RT/ RW setempat.
Beredar postingan yang berasal dari akun Facebook dengan nama “Registrasi Ambil Dana Bantuan Anda Covid-19” sebagai berikut:
“MELAWAN COVID-19
MEMBAGIKAN SUMBANGAN KEPADA MASYARAKAT INDONESIA TANPA TERKECULI :
Syarat Dan Ketentuan :
1. Wajib Melengkapi Ktp, Kartu Keluarga, Dan Buku Rekening
2. Para Pelajar Juga Mendapat Bantuan, Tapi Tidak Bisa Double Dalam 1 Keluarga
3. Sumbangan Berupa Dana Senilai Rp 2.000.000,00
4. Di Harapkan Yang Mau Registrasi, Serius Karna Dalam Pengawasan
4. Registrasi Bantuan Anda Ke No Whatsapp Di bawah ini : Whatsapp 082162263472
Di Himbau, Di Harapkan Kepada Masyarakat Agar Tetap Di Rumah Aja !!! Semoga Bantuannya Bisa Bermanfaat Dan Virus Corona(COVID-19) Cepat Hilang Dari Negara INDONESIA Kita !!! TERIMAKASIH !!!”
bantuan dana covid
[SALAH] “Registrasi Ambil Dana Bantuan Anda Covid-19”
Sumber: Sosial MediaTanggal publish: 19/05/2020
Berita
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan hasil penelusuran Tim Cek Fakta Medcom, klaim adanya pembagian sumbangan bagi masyarakat terdampak pandemi covid-19 berupa uang senilai Rp2 juta adalah klaim yang salah.
Pemerintah tidak pernah mengeluarkan program bantuan untuk masyarakat senilai Rp2 juta. Kebijakan bantuan terkait pandemi COVID-19 hanya dilakukan oleh instansi resmi seperti Kementrian sosial, Dinas sosial, kelurahan dan RT/ RW setempat.
Hal ini diinformasikan oleh Humas Polda Kalteng melalui akun Instagramnya pada 14 Mei 2020.
Berikut kutipan klarifikasinya:
“Informasi tersebut TIDAK BENAR alias HOAX.
Faktanya :
Setelah nomer whatsapp tersebut dihubungi, kemudian dijawab bantuan tersebut berasal dari pemerintah dan syaratnya harus mengirimkan foto KTP, foto KK, foto buku rekening dan nomer HP.. Pemerintah tidak pernah mengeluarkan program bantuan untuk masyarakat senilai Rp 2 juta dan pendataan atau registrasi penerima bantuan melalui instansi resmi, seperti Kementrian sosial, Dinas sosial, kelurahan dan RT/ RW setempat.
Mari Bijak Bermedia Sosial. Saring sebelum Sharing
Lawan Hoax, Tolak Hoax, Tangkal Hoax dan Laporkan Hoax
STOP HPUS (Hoax, Pornografi, Ujaran Kebencian, dan SARA)
#HumasPoldaKaltengPeloporTangkalHoax”
Pemerintah tidak pernah mengeluarkan program bantuan untuk masyarakat senilai Rp2 juta. Kebijakan bantuan terkait pandemi COVID-19 hanya dilakukan oleh instansi resmi seperti Kementrian sosial, Dinas sosial, kelurahan dan RT/ RW setempat.
Hal ini diinformasikan oleh Humas Polda Kalteng melalui akun Instagramnya pada 14 Mei 2020.
Berikut kutipan klarifikasinya:
“Informasi tersebut TIDAK BENAR alias HOAX.
Faktanya :
Setelah nomer whatsapp tersebut dihubungi, kemudian dijawab bantuan tersebut berasal dari pemerintah dan syaratnya harus mengirimkan foto KTP, foto KK, foto buku rekening dan nomer HP.. Pemerintah tidak pernah mengeluarkan program bantuan untuk masyarakat senilai Rp 2 juta dan pendataan atau registrasi penerima bantuan melalui instansi resmi, seperti Kementrian sosial, Dinas sosial, kelurahan dan RT/ RW setempat.
Mari Bijak Bermedia Sosial. Saring sebelum Sharing
Lawan Hoax, Tolak Hoax, Tangkal Hoax dan Laporkan Hoax
STOP HPUS (Hoax, Pornografi, Ujaran Kebencian, dan SARA)
#HumasPoldaKaltengPeloporTangkalHoax”
Rujukan
[FALSE] “1962 Italian magazine described 2022 world would look like”
Sumber: Sosial MediaTanggal publish: 19/05/2020
Berita
NOT specifically mentioned the year of 2022. Also, the correct context is referring to traffic congestion, NOT to any of COVID-19 aspects.
SOURCE
The “劉向南” (Liu Xiangnan, facebook.com/profile.php?id=100026394882465) account, shared 684 times per screenshot was made.
https://archive.md/Q3VsC (backup archive).
======
NARRATIVE
“In 1962, an Italian magazine described what the world would look like in 2022.”
SOURCE
The “劉向南” (Liu Xiangnan, facebook.com/profile.php?id=100026394882465) account, shared 684 times per screenshot was made.
https://archive.md/Q3VsC (backup archive).
======
NARRATIVE
“In 1962, an Italian magazine described what the world would look like in 2022.”
Hasil Cek Fakta
EXPLANATION
(1) First Draft News: “FALSE CONTEXT
When genuine content is shared with false contextual information”
More @ http://bit.ly/2qYG8Rs / http://archive.md/eSihu (backup archive).
* The SOURCE shared picture of illustration art of Italian weekly newspaper La Domenica del Corriere, December 16th 1962 edition.
* The SOURCE added false narrative which has caused false conclusion.
(2) Several related articles,
* HOAX OR FACT: ““Will we go around cities like this? Here’s how the problem of traffic in cities could be lightened, if not completely solved: tiny single-seater cars that occupy a small area…”
So, the photograph actually shows how the problem of traffic in cities could be lightened in future using small, single-seater cars (singlets) occupying quite less area. In other words, it showed Urban transport of the future – not post COVID-19 global pandemic world in 2022.”
More @ “1962, Italian Magazine Vision of World in 2022 – Photograph: Fact Check” https://bit.ly/3fYcmoD / http://archive.md/O4mlF (backup archive).
–
* facta.news: “The illustration therefore, as far as it can be considered at the forefront thinking about the birth, several years later, of means of transport designed to transport a single individual at a time (such as, for example, the Twizy produced by Renault), has nothing to do see with the new coronavirus and there are no explicit references to 2022. As seen, front and back of the number of La Domenica del Corriere published on 16 December 1962 revolve around the theme of city traffic and possible solutions to reduce it.”
More @ “NO, IN 1962 THE CORRIERE DELLA SERA DID NOT FORESEE THE NEW CORONAVIRUS” https://bit.ly/2AyEgqU.
======
(1) First Draft News: “FALSE CONTEXT
When genuine content is shared with false contextual information”
More @ http://bit.ly/2qYG8Rs / http://archive.md/eSihu (backup archive).
* The SOURCE shared picture of illustration art of Italian weekly newspaper La Domenica del Corriere, December 16th 1962 edition.
* The SOURCE added false narrative which has caused false conclusion.
(2) Several related articles,
* HOAX OR FACT: ““Will we go around cities like this? Here’s how the problem of traffic in cities could be lightened, if not completely solved: tiny single-seater cars that occupy a small area…”
So, the photograph actually shows how the problem of traffic in cities could be lightened in future using small, single-seater cars (singlets) occupying quite less area. In other words, it showed Urban transport of the future – not post COVID-19 global pandemic world in 2022.”
More @ “1962, Italian Magazine Vision of World in 2022 – Photograph: Fact Check” https://bit.ly/3fYcmoD / http://archive.md/O4mlF (backup archive).
–
* facta.news: “The illustration therefore, as far as it can be considered at the forefront thinking about the birth, several years later, of means of transport designed to transport a single individual at a time (such as, for example, the Twizy produced by Renault), has nothing to do see with the new coronavirus and there are no explicit references to 2022. As seen, front and back of the number of La Domenica del Corriere published on 16 December 1962 revolve around the theme of city traffic and possible solutions to reduce it.”
More @ “NO, IN 1962 THE CORRIERE DELLA SERA DID NOT FORESEE THE NEW CORONAVIRUS” https://bit.ly/2AyEgqU.
======
Rujukan
[SALAH] Foto “ada antek china baru niee lagi minta sumbangan katanya APBD DKI lagi sekarat”
Sumber: Sosial MediaTanggal publish: 19/05/2020
Berita
Foto tahun 2019. Pada tanggal 5 April 2019, Duta Besar Xiao Qian bertemu dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan bertukar pendapat mengenai hubungan kedua negara dan kerjasama kota bersaudara.
Akun Neng Ciput (fb.com/neng.ciput.1023) mengunggah sebuah gambar dengan narasi sebagai berikut:
“Ciek.. Ciek ada antek china baru niee lagi minta sumbangan katanya APBD DKI lagi sekarat ayoo buly dong jgn diam aja ..gue yakin kadrun bakalan ngomong hoak..editan…bla..bla.”
Gambar yang diunggah adalah foto Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang sedang bersalaman dengan Duta Besar (Dubes) Republik Rakyat Tiongkok untuk Indonesia, Xiao Qian. Terdapat juga tulisan “ujung2nya minta SUMBANGAN juga”, “XIAO QIAN”, “ANIES BASWEDAN” serta gambar bendera Indonesia dan bendera Republik Rakyat Tiongkok.
Akun Neng Ciput (fb.com/neng.ciput.1023) mengunggah sebuah gambar dengan narasi sebagai berikut:
“Ciek.. Ciek ada antek china baru niee lagi minta sumbangan katanya APBD DKI lagi sekarat ayoo buly dong jgn diam aja ..gue yakin kadrun bakalan ngomong hoak..editan…bla..bla.”
Gambar yang diunggah adalah foto Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang sedang bersalaman dengan Duta Besar (Dubes) Republik Rakyat Tiongkok untuk Indonesia, Xiao Qian. Terdapat juga tulisan “ujung2nya minta SUMBANGAN juga”, “XIAO QIAN”, “ANIES BASWEDAN” serta gambar bendera Indonesia dan bendera Republik Rakyat Tiongkok.
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan hasil penelusuran Tim Cek Fakta Medcom, klaim bahwa Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bertemu dengan Duta Besar (Dubes) Republik Rakyat Tiongkok untuk Indonesia, Xiao Qian disaat APBD DKI Jakarta sedang sekarat adalah klaim yang salah.
Faktanya foto yang diunggah oleh sumber klaim adalah foto tahun 2019. Pada tanggal 5 April 2019, Duta Besar Xiao Qian bertemu dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan bertukar pendapat mengenai hubungan kedua negara dan kerjasama kota bersaudara.
Foto asli, diunggah di situs resmi Kedutaan Besar Tiongkok di Indonesia pada 10 April 2019 di artikel yang berjudul: “Duta Besar Xiao Qian bertemu dengan Gubernur DKI Jakarta Anies”
Berikut isi artikel selengkapnya:
“Pada tanggal 5 April 2019, Duta Besar Xiao Qian bertemu dengan Gubernur DKI Jakarta Bapak Anies Baswedan dan bertukar pendapat mengenai hubungan kedua negara dan kerjasama kota bersaudara.
Duta Besar Xiao memperkenalkan perkembangan hubungan kedua negara saat ini, menyatakan bahwa Kedutaan Besar Tiongkok bersedia terus mendorong pertukaran dan kerjasama bersahabat antara provinsi dan kota Tiongkok dengan DKI Jakarta, dan mengeluarkan potensi kerjasama dalam bidang investasi dan perdagangan, kebudayaan dan pariwisata, koperasi industri, penataan ruang kota dll supaya mendatangkan keuntungan bersama.
Gubernur Anies menilai positif tentang hubungan kedua negara dan menyatakan bahwa Jakarta merupakan jembatan bagi kerjasama dan pertukaran Indonesia. Pemerintah DKI Jakarta bersedia terus meningkatkan pertukaran dengan kota-kota Tiongkok seperti Beijing dan Shanghai, dan memperdalam kerjasama dalam bidang transportasi umum, UKM, penanganan pencemaran untuk mendorong perkembangan bersama.”
Faktanya foto yang diunggah oleh sumber klaim adalah foto tahun 2019. Pada tanggal 5 April 2019, Duta Besar Xiao Qian bertemu dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan bertukar pendapat mengenai hubungan kedua negara dan kerjasama kota bersaudara.
Foto asli, diunggah di situs resmi Kedutaan Besar Tiongkok di Indonesia pada 10 April 2019 di artikel yang berjudul: “Duta Besar Xiao Qian bertemu dengan Gubernur DKI Jakarta Anies”
Berikut isi artikel selengkapnya:
“Pada tanggal 5 April 2019, Duta Besar Xiao Qian bertemu dengan Gubernur DKI Jakarta Bapak Anies Baswedan dan bertukar pendapat mengenai hubungan kedua negara dan kerjasama kota bersaudara.
Duta Besar Xiao memperkenalkan perkembangan hubungan kedua negara saat ini, menyatakan bahwa Kedutaan Besar Tiongkok bersedia terus mendorong pertukaran dan kerjasama bersahabat antara provinsi dan kota Tiongkok dengan DKI Jakarta, dan mengeluarkan potensi kerjasama dalam bidang investasi dan perdagangan, kebudayaan dan pariwisata, koperasi industri, penataan ruang kota dll supaya mendatangkan keuntungan bersama.
Gubernur Anies menilai positif tentang hubungan kedua negara dan menyatakan bahwa Jakarta merupakan jembatan bagi kerjasama dan pertukaran Indonesia. Pemerintah DKI Jakarta bersedia terus meningkatkan pertukaran dengan kota-kota Tiongkok seperti Beijing dan Shanghai, dan memperdalam kerjasama dalam bidang transportasi umum, UKM, penanganan pencemaran untuk mendorong perkembangan bersama.”
Rujukan
[SALAH] Video “Masjid/ mushola ditutup tpi knp ngadain konser cuk”
Sumber: Sosial MediaTanggal publish: 19/05/2020
Berita
Konser amal virtual peduli covid 19 dihadiri BPIP tanpa sosial distancing
Video tahun 2017. Saat itu Presiden Joko Widodo menghadiri Festival Musik Synchronize Fest 2017 pada Sabtu, 7 Oktober 2017.
Akun Mahfudin Al Farizzi Azram (fb.com/mahfudin.ganni) mengunggah sebuah video dengan narasi sebagai berikut:
“Masjid/ mushola ditutup tpi knp ngadain konser cuk..
Otak mana otak”
Video ini menampilkan Presiden Joko Widodo yang tampak ada di sebuah konser musik.
Video tahun 2017. Saat itu Presiden Joko Widodo menghadiri Festival Musik Synchronize Fest 2017 pada Sabtu, 7 Oktober 2017.
Akun Mahfudin Al Farizzi Azram (fb.com/mahfudin.ganni) mengunggah sebuah video dengan narasi sebagai berikut:
“Masjid/ mushola ditutup tpi knp ngadain konser cuk..
Otak mana otak”
Video ini menampilkan Presiden Joko Widodo yang tampak ada di sebuah konser musik.
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan hasil penelusuran, klaim bahwa video yang diunggah oleh sumber klaim adalah video Presiden Joko Widodo yang menghadiri konser saat masjid dan mushola ditutup terkait wabah virus Corona COVID-19 adalah klaim yang salah.
Video itu adalah video tahun 2017. Saat itu Presiden Joko Widodo menghadiri Festival Musik Synchronize Fest 2017 pada Sabtu, 7 Oktober 2017.
Video yang identik dengan video yang diunggah oleh sumber klaim diunggah oleh kanal Youtube THEDOGGYTV pada 6 Maret 2018 dengan judul “DOGGYNESIA Eps.16 – SYNCHRONIZE FEST 2017”.
Dalam keterangannya, kanal ini menuliskan narasi sebagai berikut:
“Keseruan waktu di Synchronize Fes 2017, Jakarta. Berdansa bersama Pak Jokowi !”
Artikel tentang kehadiran Presiden Joko Widodo di acara ini juga dimuat di situs Kantor Staf Presiden pada 8 Oktober 2017 dengan judul “Presiden Saksikan Festival Musik Di Kemayoran”.
Berikut kutipan artikel tersebut:
“Cuaca gerimis yang mengguyur lokasi acara tidak menurunkan semangat Presiden. Bahkan, tanpa menggunakan payung, Presiden tetap melanjutkan kegiatannya. 15 menit kemudian, Presiden bergeser ke panggung ketiga. Di sana, sudah ada grup musik Shaggydog yang sedang beraksi di atas panggung.
Setelah menyaksikan sejumlah penampilan dan berbincang dengan para pengunjung, Presiden menuju panggung lainnya yang menyajikan hiburan musik dangdut.
“Semuanya pengen ditontonlah. Semuanya baik, semuanya baik,” ucap Presiden memberi komentar tentang penampilan para musisi di festival tersebut.”
Video itu adalah video tahun 2017. Saat itu Presiden Joko Widodo menghadiri Festival Musik Synchronize Fest 2017 pada Sabtu, 7 Oktober 2017.
Video yang identik dengan video yang diunggah oleh sumber klaim diunggah oleh kanal Youtube THEDOGGYTV pada 6 Maret 2018 dengan judul “DOGGYNESIA Eps.16 – SYNCHRONIZE FEST 2017”.
Dalam keterangannya, kanal ini menuliskan narasi sebagai berikut:
“Keseruan waktu di Synchronize Fes 2017, Jakarta. Berdansa bersama Pak Jokowi !”
Artikel tentang kehadiran Presiden Joko Widodo di acara ini juga dimuat di situs Kantor Staf Presiden pada 8 Oktober 2017 dengan judul “Presiden Saksikan Festival Musik Di Kemayoran”.
Berikut kutipan artikel tersebut:
“Cuaca gerimis yang mengguyur lokasi acara tidak menurunkan semangat Presiden. Bahkan, tanpa menggunakan payung, Presiden tetap melanjutkan kegiatannya. 15 menit kemudian, Presiden bergeser ke panggung ketiga. Di sana, sudah ada grup musik Shaggydog yang sedang beraksi di atas panggung.
Setelah menyaksikan sejumlah penampilan dan berbincang dengan para pengunjung, Presiden menuju panggung lainnya yang menyajikan hiburan musik dangdut.
“Semuanya pengen ditontonlah. Semuanya baik, semuanya baik,” ucap Presiden memberi komentar tentang penampilan para musisi di festival tersebut.”
Rujukan
Halaman: 7451/8507



