[SALAH] “Cita-cita kalian sudah saya wujudkan yakni menjadikan Indonesia Negara Komunis terbesar di dunia”
Sumber: facebook.comTanggal publish: 05/08/2020
Berita
Wahai kawan kawan gerilya yang tergabung dalam Partai Komunis Indonesia. Cita-cita kalian sudah saya wujudkan yakni menjadikan Indonesia sebagai Negara Komunis terbesar di dunia.
Hasil Cek Fakta
Melalui media sosial Facebook, akun @HendraGunawan membagikan foto yang mempelihatkan Presiden RI Joko Widodo tengah menyampaikan pidato. Unggahan tersebut dibarengi dengan narasi “Cita-cita kalian sudah saya wujudkan yakni menjadikan Indonesia sebagai Negara Komunis terbesar di dunia”. Jika melihat dari padanan gambar yang digunakan, unggahan akun @HendraGunawan tentu dapat menggiring opini bahwa narasi tersebut dilontarkan oleh Jokowi.
Coba melakukan penelusuran dengan mesin pencari gambar milik google, diketahui bahwa foto serupa pernah digunakan oleh medcom.id pada pemberitaan “Jokowi Pastikan RS Darurat Korona Wisma Atlet Siap Digunakan”. Mengutip pada isi berita tersebut, diketahui bahwa orang nomor satu di Indonesia itu tengah meninjau Rumh Sakit Darurat Penanganan Covid-19 di Wisma Atlet Kemayoran.
Usai melakukan peninjaun Wisma Atlet, Jokowi diketahui mengadakan konferensi pers yang menyatakan jika Rumah Sakit Darurat Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran siap menampung tiga ribu pasien.
“Wisma Atlet memiliki kapasitas 24.000 orang, yang saat ini telah disiapkan adalah untuk 3.000 pasien dengan wilayah ruang yang telah ditata dengan manajemen yang baik,” pungkas Jokowi.
Jika mengacu pada referensi yang ada, bisa disimpulkan bahwa Jokowi tidak pernah memberikan pernyataan seperti halnya klaim yang diberikan akun @HendraGunawan. Sementara foto tenaga medis yang merangkai kata “BACOT!” juga tidak benar. Foto tersebut sudah melalui proses penyuntingan, di mana foto asli bertuliskan #STAY AT – HOME – AND – HELP – US – PLEASE.
Coba melakukan penelusuran dengan mesin pencari gambar milik google, diketahui bahwa foto serupa pernah digunakan oleh medcom.id pada pemberitaan “Jokowi Pastikan RS Darurat Korona Wisma Atlet Siap Digunakan”. Mengutip pada isi berita tersebut, diketahui bahwa orang nomor satu di Indonesia itu tengah meninjau Rumh Sakit Darurat Penanganan Covid-19 di Wisma Atlet Kemayoran.
Usai melakukan peninjaun Wisma Atlet, Jokowi diketahui mengadakan konferensi pers yang menyatakan jika Rumah Sakit Darurat Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran siap menampung tiga ribu pasien.
“Wisma Atlet memiliki kapasitas 24.000 orang, yang saat ini telah disiapkan adalah untuk 3.000 pasien dengan wilayah ruang yang telah ditata dengan manajemen yang baik,” pungkas Jokowi.
Jika mengacu pada referensi yang ada, bisa disimpulkan bahwa Jokowi tidak pernah memberikan pernyataan seperti halnya klaim yang diberikan akun @HendraGunawan. Sementara foto tenaga medis yang merangkai kata “BACOT!” juga tidak benar. Foto tersebut sudah melalui proses penyuntingan, di mana foto asli bertuliskan #STAY AT – HOME – AND – HELP – US – PLEASE.
Kesimpulan
Kutipan tersebut palsu, yang adalah hasil suntingan. Sementara foto yang digunakan merupakan momen saat Presiden Joko Widodo tengah meresmikan Rumah Sakit Darurat Covid-19 di Wisma Atlet Kemayoran (23/7).
Rujukan
- https://www.medcom.id/telusur/cek-fakta/akW5R9WN-cek-fakta-jokowi-sebut-telah-menjadikan-indonesia-negera-komunis?
- https://nasional.kontan.co.id/news/jokowi-pastikan-wisma-atlet-dapat-tampung-3000-pasien-virus-corona
- https://www.medcom.id/foto/news/1bVj4Eab-jokowi-pastikan-rs-darurat-korona-wisma-atlet-siap-digunakan
- http://archive.fo/qp7gY
- https://web.facebook.com/groups/281730816561249/permalink/350382303029433/
[SALAH] Datangi Polresta Bogor, Presiden Jokowi Urus Sendiri Perpanjangan SIM
Sumber: Portal BeritaTanggal publish: 05/08/2020
Berita
Datangi Polresta Bogor, Presiden Jokowi Urus Sendiri Perpanjangan SIM
Hasil Cek Fakta
Sebuah media online bernama acehpost.id menulis artikel berjudul “Datangi Polresta Bogor, Presiden Jokowi Urus Sendiri Perpanjangan SIM” yang rilis pada 4 agustus 2020.
Berdasarkan penelusuran, dilansir dari medcom.id, klaim bahwa Presiden Joko Widodo mendatangi Polresta Bogor untuk mengurus SIM sendiri adalah salah. Faktanya, Jokowi memperpanjang SIM di layanan mobil SIM keliling yang datang ke kompleks Istana Kepresidenan Bogor.
Dilansir dari Tribunnews.com, Jokowi memperpanjang SIM pada Sabtu, 24 Maret 2018 lalu. Saat memperpanjang SIM, Jokowi juga turut melakukan sesi foto biasa selaiknya pengendara lainnya.
Tampak foto kedua di unggahan, Jokowi duduk dengan latar belakang biru berlambang Kepolisian.Di sampingnya juga berdiri Kapolresta Bogor Kota saat itu Komisaris Besar Ulung Sampurna Jaya.
Jokowi saat itu memperpanjang untuk jenis SIM A dan SIM C. Saat itui selain Jokowi, banyak juga karyawan Istana Kepresidenan Bogor yang ikut memanfaatkan layanan mobil SIM Keliling tersebut.
Berdasarkan penelusuran, dilansir dari medcom.id, klaim bahwa Presiden Joko Widodo mendatangi Polresta Bogor untuk mengurus SIM sendiri adalah salah. Faktanya, Jokowi memperpanjang SIM di layanan mobil SIM keliling yang datang ke kompleks Istana Kepresidenan Bogor.
Dilansir dari Tribunnews.com, Jokowi memperpanjang SIM pada Sabtu, 24 Maret 2018 lalu. Saat memperpanjang SIM, Jokowi juga turut melakukan sesi foto biasa selaiknya pengendara lainnya.
Tampak foto kedua di unggahan, Jokowi duduk dengan latar belakang biru berlambang Kepolisian.Di sampingnya juga berdiri Kapolresta Bogor Kota saat itu Komisaris Besar Ulung Sampurna Jaya.
Jokowi saat itu memperpanjang untuk jenis SIM A dan SIM C. Saat itui selain Jokowi, banyak juga karyawan Istana Kepresidenan Bogor yang ikut memanfaatkan layanan mobil SIM Keliling tersebut.
Kesimpulan
Bukan foto saat mengurus SIM di Polresta Bogor. Foto tersebut adalah pada Saat Presiden Jokowi memperpanjang SIM di layanan mobil SIM keliling yang datang ke kompleks Istana Kepresidenan Bogor pada maret 2018 lalu.
Rujukan
- https://www.medcom.id/telusur/cek-fakta/9K50xQBk-cek-fakta-jokowi-mendatangi-polresta-bogor-urus-perpanjangan-sim-sendiri
- https://jabar.tribunnews.com/2018/03/27/datangi-mobil-layanan-keliling-presiden-jokowi-urus-sendiri-perpanjangan-sim-a-dan-c?page=all
- https://oto.detik.com/berita/d-3938010/mau-tahu-ekspresi-jokowi-di-foto-sim
[SALAH] Virus ini punya obat Hydroxychloroquine, Zinc dan Zithromax
Sumber: Instagram.comTanggal publish: 05/08/2020
Berita
Akun @teluuur mengunggah video konferensi pers dokter amerika mengenai COVID-19, dengan narasi “Dokter² Amerika Ini Buka Suara Melawan Wehao. Download sekarang sebelum di-takedown, nontonnya nanti aja!”
Di video itu, salah satunya ada klaim dari dokter Stela Immanuel sebagai berikut;
“This virus has a cure. It is called hydroxychloroquine, zinc and Zithromax. I know you people want to talk about a mask. Hello? You don’t need [a] mask. There is a cure. I know they don’t want to open schools. No, you don’t need people to be locked down. There is prevention and there is a cure.”
Jika diterjemahkan: Virus ini punya obat, yaitu hydroxychloroquine, zinc dan zithromax. Saya tahu orang orang akan membicarakan tentang masker. Halo? Kalian tidak memerlukan masker. Sudah ada obatnya. Saya tahu mereka tidak ingin membuka sekolah. Tidak, kalian tidak perlu membatasi orang. Ada pencegahan dan ada obatnya.
Di video itu, salah satunya ada klaim dari dokter Stela Immanuel sebagai berikut;
“This virus has a cure. It is called hydroxychloroquine, zinc and Zithromax. I know you people want to talk about a mask. Hello? You don’t need [a] mask. There is a cure. I know they don’t want to open schools. No, you don’t need people to be locked down. There is prevention and there is a cure.”
Jika diterjemahkan: Virus ini punya obat, yaitu hydroxychloroquine, zinc dan zithromax. Saya tahu orang orang akan membicarakan tentang masker. Halo? Kalian tidak memerlukan masker. Sudah ada obatnya. Saya tahu mereka tidak ingin membuka sekolah. Tidak, kalian tidak perlu membatasi orang. Ada pencegahan dan ada obatnya.
Hasil Cek Fakta
Setelah ditelusuri https://leadstories.com/ ternyata telah membuat debunk atas video yang berdurasi 45 menit ini. Video yang sudah di takedown di beberapa platform, antara lain youtube, facebook dan twitter ini banyak mengandung klaim palsu dan menyesatkan. Salah satunya klaim dari dokter Stela Immanuel, tentang hydroxychloroquine, zinc dan zithromax obat COVID-19.
Hal itu bertentangan dengan penjelasan ahli Global yang mengatakan bahwa tidak ada obat untuk Coronavirus. Mereka juga menekankan pentingnya memakai masker untuk mengurangi penyebaran virus ini.
WHO mengatakan “tidak ada obat-obatan yang telah ditemukan untuk mencegah atau menyembuhkan penyakit ini. ” WHO juga tidak merekomendasikan pengobatan sendiri dalam upaya untuk mencegah atau menyembuhkan Coronavirus.
Dalam konferensi Stela Immanuel mengutip penelitian pada tahun 2005, yang berjudul Chloroquine is a potent inhibitor of SARS coronavirus infection and spread. Chloroquine memang dapat mencegah penyebaran SARS Cov di kultur sel. namun COVID-19 ini berbeda dengan SARS Cov, Chloroquine juga berbeda dengan hydroxychloroquine serta kultur sel berbeda dengan manusia.
National Institute of Health (NIH) pada 20 Juni lalu juga menghentikan uji klinis dari chloroquine, untuk mengevaluasi keamanan dan efektivitas hydroxychloroquine. Begitu pula FDA bulan Juli lalu juga memperingatkan terhadap penggunaan hydroxychloroquine untuk COVID-19 diluar uji klinis atau rumah sakit pengaturan , mengutip risiko masalah irama jantung. FDA juga mencabut otorisasi penggunaan darurat untuk hydroxychloroquine.
Dengan begitu, berdasarkan kategori Misinformasi dan Disinformasi dari First Draft, unggahan akun @teluuur mengenai konferensi pers dokter amerika ini termasuk dalam kategori konten yang menyesatkan atau misleading content.
Hal itu bertentangan dengan penjelasan ahli Global yang mengatakan bahwa tidak ada obat untuk Coronavirus. Mereka juga menekankan pentingnya memakai masker untuk mengurangi penyebaran virus ini.
WHO mengatakan “tidak ada obat-obatan yang telah ditemukan untuk mencegah atau menyembuhkan penyakit ini. ” WHO juga tidak merekomendasikan pengobatan sendiri dalam upaya untuk mencegah atau menyembuhkan Coronavirus.
Dalam konferensi Stela Immanuel mengutip penelitian pada tahun 2005, yang berjudul Chloroquine is a potent inhibitor of SARS coronavirus infection and spread. Chloroquine memang dapat mencegah penyebaran SARS Cov di kultur sel. namun COVID-19 ini berbeda dengan SARS Cov, Chloroquine juga berbeda dengan hydroxychloroquine serta kultur sel berbeda dengan manusia.
National Institute of Health (NIH) pada 20 Juni lalu juga menghentikan uji klinis dari chloroquine, untuk mengevaluasi keamanan dan efektivitas hydroxychloroquine. Begitu pula FDA bulan Juli lalu juga memperingatkan terhadap penggunaan hydroxychloroquine untuk COVID-19 diluar uji klinis atau rumah sakit pengaturan , mengutip risiko masalah irama jantung. FDA juga mencabut otorisasi penggunaan darurat untuk hydroxychloroquine.
Dengan begitu, berdasarkan kategori Misinformasi dan Disinformasi dari First Draft, unggahan akun @teluuur mengenai konferensi pers dokter amerika ini termasuk dalam kategori konten yang menyesatkan atau misleading content.
Kesimpulan
Hasil Periksa Fakta Riza Dwi M (Anggota Tim Kalimasada Solo)
Informasi tersebut menyesatkan. WHO dan beberapa lembaga lain menangguhkan penggunaan hydroxychloroquine untuk mengobati COVID-19 karena belum teruji klinis.
Informasi tersebut menyesatkan. WHO dan beberapa lembaga lain menangguhkan penggunaan hydroxychloroquine untuk mengobati COVID-19 karena belum teruji klinis.
Rujukan
[HOAKS] Kuota Data Gratis 100 GB untuk Semua Operator
Sumber:Tanggal publish: 05/08/2020
Berita
Salah satu akun Facebook bernama Hendiy Su Hendi mengunggah pesan tersebut dan menyebutkan bahwa kuota data gratis 100 GB dapat dilakukan tanpa pengisian ulang dan berlaku pada masa karantina. Unggahan itu juga disertai dengan link cara mendapatkan kuota data gratis dan tangkapan layar dari tampilan aplikasi MyTelkomsel yang digunakan Hendiy. "*100GB data Internet tanpa pengisian ulang apa pun Untuk QUARANTINE (CORONAVIRUS)* Dapatkan 100GB data Internet gratis di jaringan seluler apa pun selama 60 hari. *Dapatkan DI SINI sekarang* http://freeinternet4gd.quizurl.com," tulis Hendiy dalam unggahannya.
*100GB data Internet tanpa pengisian ulang apa pun Untuk QUARANTINE (CORONAVIRUS)*
Dapatkan 100GB data Internet gratis di jaringan seluler apa pun selama 60 hari.
*Dapatkan DI SINI sekarang* :point_down::point_down:
http://freeinternet.faster4g.com
"*100GB data Internet tanpa pengisian ulang apa pun Untuk QUARANTINE (CORONAVIRUS)*
Dapatkan 100GB data Internet gratis di jaringan seluler apa pun selama 60 hari.
*Dapatkan DI SINI sekarang* 👇👇
*100GB data Internet tanpa pengisian ulang apa pun Untuk QUARANTINE (CORONAVIRUS)*
Dapatkan 100GB data Internet gratis di jaringan seluler apa pun selama 60 hari.
*Dapatkan DI SINI sekarang* :point_down::point_down:
http://freeinternet.faster4g.com
"*100GB data Internet tanpa pengisian ulang apa pun Untuk QUARANTINE (CORONAVIRUS)*
Dapatkan 100GB data Internet gratis di jaringan seluler apa pun selama 60 hari.
*Dapatkan DI SINI sekarang* 👇👇
Hasil Cek Fakta
Mengutip pemberitaan Kompas.com, Minggu (5/4/2020), sejumlah operator seluler di Indonesia yang dikonfirmasi membantah pesan itu dari perusahaannya. "Bukan situs resmi itu, refer (merujuk) ke website, aplikasi resmi, atau social media kami saja ya," terang perwakilan dari Indosat Ooredoo kepada Kompas.com, Minggu. Perwakilan Indosat Ooredoo menyebutkan, mereka hanya memberikan kuota internet gratis 30 GB selama 30 hari untuk portal belajar online dan diskon 30 persen untuk beberapa paket internet. Adapun kedua tawaran tersebut dapat diperoleh melalui aplikasi myIM3 atau *123*369# atau *123*52#. Telkomsel Sementara, pihak Telkomsel membantah ada penawaran kuota data gratis 100 GB tersebut. "Informasi itu enggak ada, paket Telkomsel yang tersedia hanya ada di website resmi Telkomsel www.telkomsel.com atau pun yang tercantum pada Apps MyTelkomsel," ujar salah satu perwakilan Telkomsel. Ia menjelaskan, Telkomsel hanya memberikan akses kuota gratis 30 GB untuk penggunannya yang ingin mengakses aplikasi Ruangguru dan Ilmupedia. XL Bantahan lain juga diungkapkan oleh perwakilan XL. General Manager Corporate Communication PT XL Axiata, Tri Wahyuningsih menegaskan, tidak ada paket kuota data 100 GB gratis untuk XL. Saat ini, XL menyediakan kuota data 2 GB per hari, 60 GB per bulan yang dapat diakses gratis dengan mengaktifkan lewat aplikasi dari XL saja. Adapun kuota gratis itu dapat digunakan untuk mengakses aplikasi-aplikasi belajar online, informasi Covid-19 terkini seperti laman Kementerian Kesehatan atau covid19.go.id dan beberapa aplikasi Microsoft.
Rujukan
Halaman: 7465/8695


