[SALAH] Video seorang ibu dan dua anaknya gantung diri di Ujung Jaya Sumedang
Sumber: facebook.comTanggal publish: 04/05/2020
Berita
Akun FB Andika (https://www.facebook.com/profile.php?id=100014103901821) mengunggah video yang menampilkan seorang ibu dan dua anaknya yang masih balita tewas gantung diri di Ujung Jaya Sumedang. Dalam narasinya disebutkan bahwa mereka bunuh diri akibat lockdown 7 hari dan kelaparan.
Hasil Cek Fakta
Melalui hasil penelusuran, diketahui bahwa klaim narasi tersebut tidak benar. Dilansir dari media online Afrika Selatan The Citizen, bahwa itu adalah kejadian yang terjadi di daerah Mslasini, kota Verulam, propinsi KwaZulu-Natal di negara Afrika Selatan pada tanggal 3 Februari 2020.
Penelusuran lebih lanjut, pada media online Afrika Selatan Times Live bahwa dua putri ibu tersebut yang lebih tua, berumur 10 dan 12 tahun, sebelumnya disuruh oleh ibunya untuk berbelanja ke toko. Saat keduanya kembali, mereka menemukan ibu mereka dan dua adik laki-lakinya yang berumur 2 dan 3 tahun sudah tewas tergantung dengan tali yang dibuat dari sprei yang diikatkan pada kerangka atap rumah.
Berdasarkan info dari Wikipedia, kota Verulam yang berpenduduk sekitar 63.000 jiwa didominasi oleh keturunan India. Kota tersebut perlahan berkembang dan dimodernisasi dengan pembangunan infrastruktur yang mencukupi di daerah perkampungannya.
Berdasarkan penjelasan tersebut, maka konten yang menyatakan bahwa seorang ibu dan dua anaknya tewas gantung diri karena kelaparan akibat lockdown 7 hari di Ujung Jaya Sumedang adalah tidak benar, oleh sebab itu konten tersebut masuk ke dalam kategori False Context atau Konten yang Salah.
Penelusuran lebih lanjut, pada media online Afrika Selatan Times Live bahwa dua putri ibu tersebut yang lebih tua, berumur 10 dan 12 tahun, sebelumnya disuruh oleh ibunya untuk berbelanja ke toko. Saat keduanya kembali, mereka menemukan ibu mereka dan dua adik laki-lakinya yang berumur 2 dan 3 tahun sudah tewas tergantung dengan tali yang dibuat dari sprei yang diikatkan pada kerangka atap rumah.
Berdasarkan info dari Wikipedia, kota Verulam yang berpenduduk sekitar 63.000 jiwa didominasi oleh keturunan India. Kota tersebut perlahan berkembang dan dimodernisasi dengan pembangunan infrastruktur yang mencukupi di daerah perkampungannya.
Berdasarkan penjelasan tersebut, maka konten yang menyatakan bahwa seorang ibu dan dua anaknya tewas gantung diri karena kelaparan akibat lockdown 7 hari di Ujung Jaya Sumedang adalah tidak benar, oleh sebab itu konten tersebut masuk ke dalam kategori False Context atau Konten yang Salah.
Rujukan
- https://citizen.co.za/news/south-africa/crime/2236964/suicidal-mother-found-hanged-with-two-infant-sons-in-verulam/ ‘Suicidal’ mother found hanged with two infant sons in Verulam
- https://www.timeslive.co.za/news/south-africa/2020-02-03-girls-find-mom-brothers-hanging-from-rafter-in-murder-suicide/ Girls find mom, brothers hanging from rafter in ‘murder-suicide’
- https://en.wikipedia.org/wiki/Verulam,_KwaZulu-Natal#Demography Verulam is inhabited mainly by people of Indian descent. The population is over 63,000.
[SALAH] “Aamir Khan Mendonasikan 1kg Tepung dan 15000 Rupee Kepada Warga yang Membutuhkan di Masa Lockdown”
Sumber: instagram.comTanggal publish: 03/05/2020
Berita
Akun Instagram @aamirfansindonesia mengunggah foto yang menampilkan aktor Bollywood Aamir Khan disandingkan dengan foto tepung. Dalam narasinya disebutkan bahwa aktor tersebut memberikan donasi di pinggir kota New Delhi dengan cara memasukkan uang sebesar 15 ribu Rupee ke dalam 1kg kantung tepung. Berikut kutipan narasinya:
“Aamir Khan mendonasikan masing-masing 1Kg tepung dan 15000 rupee kepada warga yang membutuhkan di masa lockdown ini ????
.
Dia mengirimkan tepung itu dengan truk di pinggir kota New Delhi. Namun, tidak banyak orang yang mengambilnya karena bagi mereka 1 kg tepung tidak berarti bagi kehidupan mereka sehari-hari. Beruntunglah mereka yang mengambilnya karena di dalam tepung tersebut terdapat uang 15000 rupee atau sekitar 3 juta rupiah.
.
I love your golden heart ????❤
.
.
.
#AamirKhan #KiranRao #AamirKhanFansClubIndonesia #AamirKhanIndonesia #LaalSinghChaddha #Artist #Movie #Film #InfiaShowbiz #InfoFilm #IDNTimes #IndozoneMovie #PotonganFilm #CatatanFilm #ZeeBioskop #MVPFilms #BollywoodManiaClubIndonesia #ZonaBollywood #AreaBollywood #DuniaBollywood #FaktaBollywood #BollywoodIndonesia #Bollywood”
“Aamir Khan mendonasikan masing-masing 1Kg tepung dan 15000 rupee kepada warga yang membutuhkan di masa lockdown ini ????
.
Dia mengirimkan tepung itu dengan truk di pinggir kota New Delhi. Namun, tidak banyak orang yang mengambilnya karena bagi mereka 1 kg tepung tidak berarti bagi kehidupan mereka sehari-hari. Beruntunglah mereka yang mengambilnya karena di dalam tepung tersebut terdapat uang 15000 rupee atau sekitar 3 juta rupiah.
.
I love your golden heart ????❤
.
.
.
#AamirKhan #KiranRao #AamirKhanFansClubIndonesia #AamirKhanIndonesia #LaalSinghChaddha #Artist #Movie #Film #InfiaShowbiz #InfoFilm #IDNTimes #IndozoneMovie #PotonganFilm #CatatanFilm #ZeeBioskop #MVPFilms #BollywoodManiaClubIndonesia #ZonaBollywood #AreaBollywood #DuniaBollywood #FaktaBollywood #BollywoodIndonesia #Bollywood”
Hasil Cek Fakta
Melalui hasil penelusuran, diketahui bahwa klaim narasi tersebut tidak benar. Dilansir dari thequint.com, melalui wawancara dengan manajemen Aamir Khan, diketahui bahwa aktor tersebut tidak melakukan donasi semacam itu.
Lalu, melalui hasil penelusuran lebih lanjut, ditemukan pembahasan dalam laman facthunt.in. Berdasarkan hasil penelusuran facthunt.in, diketahui bahwa donasi berupa memasukkan uang sebesar 15 ribu Rupee ke dalam 1kg kantung tepung ditemukan dalam berita di sandesh.com pada 20 April 2020. Dalam pemberitaan tersebut, tidak disebutkan nama Aamir Khan.
Adapun, diketahui bahwa aksi donasi yang dilakukan oleh Aamir Khan ialah melalui beberapa lembaga donasi yang ada di India. Melansir dari hindustantimes.com, Aamir Khan melakukan donasi melalui Prime Minister Narendra Modi’s PM-Cares fund, Maharashtra chief minister’s relief fund, asosiasi pekerja film di India, dan sejumlah NGO.
Lalu, melalui hasil penelusuran lebih lanjut, ditemukan pembahasan dalam laman facthunt.in. Berdasarkan hasil penelusuran facthunt.in, diketahui bahwa donasi berupa memasukkan uang sebesar 15 ribu Rupee ke dalam 1kg kantung tepung ditemukan dalam berita di sandesh.com pada 20 April 2020. Dalam pemberitaan tersebut, tidak disebutkan nama Aamir Khan.
Adapun, diketahui bahwa aksi donasi yang dilakukan oleh Aamir Khan ialah melalui beberapa lembaga donasi yang ada di India. Melansir dari hindustantimes.com, Aamir Khan melakukan donasi melalui Prime Minister Narendra Modi’s PM-Cares fund, Maharashtra chief minister’s relief fund, asosiasi pekerja film di India, dan sejumlah NGO.
Kesimpulan
Berdasarkan penjelasan tersebut, maka konten yang menyatakan bahwa Aamir Khan melakukan donasi melalui 1kg kantung tepung berisikan uang sebesar 15 ribu Rupee tidak benar. Oleh sebab itu, konten tersebut masuk ke dalam kategori False Context atau Konten yang Salah.
Rujukan
- https://web.facebook.com/groups/fafhh/permalink/1175573102775223/
- https://www.thequint.com/news/webqoof/aamir-khans-team-denies-that-actor-gave-rs-15000-in-wheat-sacks-fact-check
- https://facthunt.in/posts/1102/Fact-Check:-Did-Aamir-Khan-donated-Rs-15,000-cash-to-needy-in-wheat-flour-packets
- https://sandesh.com/surat-man-gives-15000-rs-hidden-in-flour-to-laborers-in-lock-down/
- https://www.hindustantimes.com/bollywood/aamir-khan-donates-to-pm-cares-maharashtra-cm-s-relief-fund-helps-daily-wage-workers-of-laal-singh-chaddha/story-i8SRDKOp4iNU2ELA1DnxtL.html
[SALAH] Video “cara pertolongan Emergency Covid 19”
Sumber: facebook.comTanggal publish: 03/05/2020
Berita
Beredar postingan video yang diklaim sebagai cara penanganan darurat bagi pasien Covid-19. Dalam narasi, disebutkan cara yang ada di dalam video merupakan jalan terakhir untuk mengangkat dahak atau lendir di paru-paru.
Berikut kutipan narasinya:
“Begini cara pertolongan Emergency Covid 19 .. pasang Ventilator + jalan terakhir suction utk mengangkat dahak/lendir di paru2 , kalo semua gagal, *Good Bye* jangan main~main, lebih baik *Stay at Home* ”
Berikut kutipan narasinya:
“Begini cara pertolongan Emergency Covid 19 .. pasang Ventilator + jalan terakhir suction utk mengangkat dahak/lendir di paru2 , kalo semua gagal, *Good Bye* jangan main~main, lebih baik *Stay at Home* ”
Hasil Cek Fakta
Melalui hasil penelusuran, diketahui bahwa klaim tersebut tidak benar. Mengacu kepada hasil periksa fakta Taiwan Fact Check Center, tindakan dalam video tersebut merupakan tindakan pembuatan lubang nafas untuk pasien gagal nafas.
Dr. Su Yifeng, Konsultan Pusat Penyakit Dada, dalam keterangannya kepada tim Taiwan Fact Check Center menyatakan bahwa kegiatan dalam video tersebut merupakan tindakan bedah membuat lubang pada saluran udara untuk menangani pasien gagal napas.
Lalu, dilansir dari liputan6.com, Direktur Konsultan Pusat verifikasi Departemen Mikrobiologi dan Penyakit Menular, Universitas Kedokteran Tiongkok Profesor Lu Minji menjelaskan, dalam video tersebut dokter menyayat leher pasien dengan membuat lubang untuk memperluas saluran napas sehingga mempermudah pernapasan. Namun bukan untuk menangani pasien virus Corona baru atau Covid-19.
Dr. Su Yifeng, Konsultan Pusat Penyakit Dada, dalam keterangannya kepada tim Taiwan Fact Check Center menyatakan bahwa kegiatan dalam video tersebut merupakan tindakan bedah membuat lubang pada saluran udara untuk menangani pasien gagal napas.
Lalu, dilansir dari liputan6.com, Direktur Konsultan Pusat verifikasi Departemen Mikrobiologi dan Penyakit Menular, Universitas Kedokteran Tiongkok Profesor Lu Minji menjelaskan, dalam video tersebut dokter menyayat leher pasien dengan membuat lubang untuk memperluas saluran napas sehingga mempermudah pernapasan. Namun bukan untuk menangani pasien virus Corona baru atau Covid-19.
Kesimpulan
Berdasarkan penjelasan tersebut, maka klaim pada video tidak benar. Oleh sebab itu, konten tersebut masuk ke dalam kategori Misleading Content atau Konten yang Menyesatkan.
Rujukan
- https://web.facebook.com/groups/fafhh/permalink/1175596816106185/
- https://turnbackhoax.id/2020/05/03/salah-video-cara-pertolongan-emergency-covid-19/
- https://www.liputan6.com/cek-fakta/read/4242819/cek-fakta-video-ini-bukan-prosedur-pengangkatan-dahak-pasien-covid-19-dengan-ventilator?medium=Headline&campaign=Headline_click_1
- https://tfc-taiwan.org.tw/articles/3712
[SALAH] “Pengeluaran Rokok Ekspedisi Tanggal 25 Maret 2020 Sampai 30 April 2020 Akan Ditarik Pihak Terkait Untuk Dimusnahkan”
Sumber: whatsapp.comTanggal publish: 03/05/2020
Berita
Beredar pesan berantai melalui Whatsapp menyebutkan akan ada penarikan dan pemusnahan produk Rokok HM Sampoerna, Ekspedisi tanggal 25 Maret - 30 April 2020 meliputi Djisamsoe, Sampoerna Mild, Sampoerna Keretek, Magnum. Disematkan juga tautan berita dari Suara.com terkait informasi 500 karyawan HM Sampoerna yang diduga terpapar COVID-19 dan dua di antaranya meninggal.
Berikut kutipan narasinya:
“Pengeluaran rokok ekspedisi tgl 25 maret 2020 sampe 30 april 2020 akan ditarik pihak terkait untuk dimusnahkan, diantaranya product hm.sampoerna : djisamsoe, sampoerna mild, sampoerna keretek, magnum.
https://jatim[dot]suara[dot]com/read/2020/04/30/045445/500-karyawan-hm-sampoerna-diduga-terpapar-corona-2-meninggal
Yang merokok agar berhati2....”
Berikut kutipan narasinya:
“Pengeluaran rokok ekspedisi tgl 25 maret 2020 sampe 30 april 2020 akan ditarik pihak terkait untuk dimusnahkan, diantaranya product hm.sampoerna : djisamsoe, sampoerna mild, sampoerna keretek, magnum.
https://jatim[dot]suara[dot]com/read/2020/04/30/045445/500-karyawan-hm-sampoerna-diduga-terpapar-corona-2-meninggal
Yang merokok agar berhati2....”
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan hasil penelusuran faktanya klaim tersebut salah. Dikutip dari laman detik.com Direktur PT HM Sampoerna Tbk Elvira Lianita mengatakan informasi yang sudah beredar luas tersebut tidaklah benar. Ia memastikan tidak ada penarikan produk di lapangan.
"Kami tegaskan itu informasi yang tidak benar terkait pemusnahan produk," kata Elvira kepada detikcom, Sabtu (2/5/2020).
Dikutip kembali melalui laman antaranews.com Elvira Lianita mengatakan sejak ada dua karyawan yang dinyatakan positif COVID-19, perusahannya telah menghentikan aktivitas di pabrik Rungkut 2 pada 27 April 2020.
Elvira mengatakan pihaknya telah melakukan karantina produk selama lima hari sebelum akhirnya didistribusikan ke konsumen, atau dua hari lebih lama dari batas atas stabilitas lingkungan COVID-19 yang disarankan oleh European CDC (Centre for Disease Prevention and Control) dan juga World Health Organization (WHO).
Saran dua organisasi dunia itu terkait virus penyebab COVID-19 dapat bertahan selama 72 jam pada permukaan plastik dan stainless steel, kurang dari 4 jam pada tembaga dan kurang dari 24 jam pada kardus.
Elvira mengatakan perusahaannya telah melakukan penyemprotan disinfektan di seluruh fasilitas pabrik, melakukan penelusuran kontak, meminta karyawannya melakukan tes COVID-19 dan melakukan karantina mandiri.
Selain itu, penyematan artikel dari Suara.com pun tidak terkait dengan klaim narasinya. Sebab, artikel berjudul “500 Karyawan HM Sampoerna Diduga Terpapar Corona, 2 Meninggal” yang tayang pada 30 April 2020 itu tidak membahas mengenai penarikan produk rokok HM Sampoerna. Artikel itu hanya membahas mengenai dugaan 500-an orang karyawan terpapar COVID-19.
"Kami tegaskan itu informasi yang tidak benar terkait pemusnahan produk," kata Elvira kepada detikcom, Sabtu (2/5/2020).
Dikutip kembali melalui laman antaranews.com Elvira Lianita mengatakan sejak ada dua karyawan yang dinyatakan positif COVID-19, perusahannya telah menghentikan aktivitas di pabrik Rungkut 2 pada 27 April 2020.
Elvira mengatakan pihaknya telah melakukan karantina produk selama lima hari sebelum akhirnya didistribusikan ke konsumen, atau dua hari lebih lama dari batas atas stabilitas lingkungan COVID-19 yang disarankan oleh European CDC (Centre for Disease Prevention and Control) dan juga World Health Organization (WHO).
Saran dua organisasi dunia itu terkait virus penyebab COVID-19 dapat bertahan selama 72 jam pada permukaan plastik dan stainless steel, kurang dari 4 jam pada tembaga dan kurang dari 24 jam pada kardus.
Elvira mengatakan perusahaannya telah melakukan penyemprotan disinfektan di seluruh fasilitas pabrik, melakukan penelusuran kontak, meminta karyawannya melakukan tes COVID-19 dan melakukan karantina mandiri.
Selain itu, penyematan artikel dari Suara.com pun tidak terkait dengan klaim narasinya. Sebab, artikel berjudul “500 Karyawan HM Sampoerna Diduga Terpapar Corona, 2 Meninggal” yang tayang pada 30 April 2020 itu tidak membahas mengenai penarikan produk rokok HM Sampoerna. Artikel itu hanya membahas mengenai dugaan 500-an orang karyawan terpapar COVID-19.
Kesimpulan
Berdasarkan penjelasan tersebut maka konten yang beredar di Whatsapp dan ini dapat masuk ke dalam kategori False Context atau Konten yang salah.
Rujukan
- https://turnbackhoax.id/2020/05/03/salah-pengeluaran-rokok-ekspedisi-tanggal-25-maret-2020-sampai-30-april-2020-akan-ditarik-pihak-terkait-untuk-dimusnahkan/
- https://www.antaranews.com/berita/1460835/cek-fakta-produk-rokok-hm-sampoerna-akan-dimusnahkan-karena-terpapar-covid-19
- https://news.detik.com/berita-jawa-timur/d-4999902/viral-produk-rokok-sampoerna-dimusnahkan-gegara-corona-ini-penjelasannya
- https://depok.pikiran-rakyat.com/cek-fakta/pr-09375668/cek-fakta-terpapar-virus-corona-produk-rokok-sampoerna-akan-dimusnahkan-simak-faktanya
- https://www.cnbcindonesia.com/market/20200502184542-17-155850/viral-produk-rokok-sampoerna-dimusnahkan-apa-kata-hmsp
Halaman: 7481/8506



