• [SALAH] Video “rezim memaksa para kyai utk di suntik dgn dalih utk ketahanan tubuh dari virus..kyai di banten ini tegas menolak!!”

    Sumber: whatsapp.com
    Tanggal publish: 03/05/2020

    Berita

    Beredar video melalui pesan berantai Whatsapp yang diklaim sebagai peristiwa seorang Kyai di Banten menolak untuk disuntik dengan dalih ketahanan tubuh. Pada video yang berdurasi 1.29 detik itu terlihat pria berpakaian gamis tersebut berdebat dengan seorang petugas.

    Berikut kutipan narasinya:

    “Cepat atau lambat program rezim utk pengetesan covid 19 ke para kyai sudh di lakukan...rezim memaksa para kyai utk di suntik dgn dalih utk ketahanan tubuh dari virus..kyai di banten ini tegas menolak!!..”

    Hasil Cek Fakta

    Melalui hasil penelusuran diketahui bahwa klaim pada narasi tidak benar. Sebab, kejadian dalam video tersebut bukan terjadi di Banten. Peristiwa tersebut merupakan upaya membawa pasien positif Covid-19 di Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk diisolasi selepas ia melakukan salat tarawih.

    Dilansir dari kompas.com, Seorang pasien positif covid-19 warga Kelurahan Cakranegara, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, menolak saat dijemput petugas medis untuk menjalani isolasi di RSUD Kota Mataram, Rabu (29/4/2020). S diketahui juga sempat terlibat debat alot dengan petugas medis yang datang ke rumahnya.

    "Sempat bersitegang dengan kami karena dia menganggap sehat tidak ada gejala," kata Camat Cakranegara Erwan saat dikonfirmasi, Kamis (30/4/2020).

    Saat itu, S menyanggah bahwa dirinya sakit, meskipun berdasar informasi dari Pemerintah Provinsi NTB, hasil tes swab S adalah positif corona dan harus menjalani isolasi di rumah sakit. Selain itu, S juga diketahui pernah menghadiri acara Ijtima Ulama Sedunia di Gowa.

    Menurut Erwan, S diketahui pernah menghadiri acara Ijtima Ulama Dunia di Gowa beberapa pekan lalu. S juga tak melaporkan hasil tes swab ke pihak kelurahan atau ketua lingkungannya, sehingga banyak warga yang tak mengetahuinya.

    "Saat kami melakukan pengecekan ke rumahnya, yang bersangkutan justru tidak ada. Mestinya kan isolasi mandiri sejak kepulangannya dari Gowa, Makassar. Kami cek justru shalat tarawih bersama banyak warga di Masjid Nurul Yakin," kata Camat Cakranegara Erwan saat dikonfirmasi, Kamis (30/4/2020).

    Setelah melalui perdebatan panjang, akhirnya S melunak dan mengikuti arahan dari Satgas Covid-19 untuk diIsolasi di RSUD Mataram.

    Kesimpulan

    Berdasarkan penjelasan tersebut, narasi dan konten videonya tidak saling terkait. Oleh sebab itu, konten tersebut masuk ke dalam kategori False Context atau Konten yang Salah.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] “menteri kesehatan America sdh menandatangani persetujuan penggunaan chip 666 untuk virus corona”

    Sumber: Sosial Media
    Tanggal publish: 03/05/2020

    Berita

    Hoaks lama beredar kembali dan dikaitkan dengan wabah virus Corona COVID-19. Klaim tersebut berasal dari teori liar yang dihembuskan oleh para pecinta teori konspirasi, kemudian berkembang dengan menghubungkannya dengan agama (menambahkan angka 666). Teknologi chip RFID pun tidak terkait dengan gerakan Illuminati atau anti-Kristen karena sejak lama telah digunakan dalam berbagai bidang, mulai dari militer, pertanian, medis, hingga komunikasi dan informasi.

    Akun Eyda Ed (fb.com/eyda.ed) mengunggah sebuah postingan yang berisi klaim sebagai berikut:

    “Jangan main2 lagi menteri kesehatan America sdh menanda tangani persetujuan penggunaan chip 666

    Sekarang dg virus Corona.
    Memasuki tahun 2020. Percepatan New world order.
    One system government,one religion,one Financial system.
    Virus covid 19.
    Lock down.
    Semua orang mau pergi wajib isi formulir.
    Supaya terdata.
    Semua orang wajib discan dahi suhu tubuh .agar terbiasa dg kehidupan digital scan.
    Semua orang masuk mall,gereja,rumah sakit, gedung pemerintahan,pabrik wajib scan dahi ,tubuh.
    Latihan utk terbiasa di scan. Menjadi gaya hidup.
    Ada covid 19 semua orang dibikin takut mati, diteror.
    Solusinya scan dahi mu.
    Jadi tanpa sadar strategi sangat hebat utk mengiring semua orang menerima sistem 666 tanpa sadar . Ini solusinya. Ketika kasus covid 19 selesai. Masyarakat sudah diedukasi gaya hidup scan dahi. Masyarakat sdh bisa menerima.
    Cara edukasi terbaik utk menyambut sistem 666.
    Alkitab sudah menubuatkannya ribuan Tahun. Sekarang pengenapannya.
    Dari sini kita BS pelajari pola menuju one system society.
    Hidup anda sdg terikat semua. Data anda sudah terekam di komputer sistem.
    Covid 19 bikin orang ketakutan. Solusi semua orang didata kesehatan nya . Data semua orang direkam ke sistem.
    Uang kertas ada kumannya. Manusia digiring ke sistem digital .
    Ibadah di gereja,masjid,pura,vihara. Awas tertular. Semua digiring ke sistem digital. Edukasi digital solution.
    Sekolah diliburkan.
    Edukasi belajar online. Edukasi anak2 system’ digital. Digital children society.
    Pekerja,buruh,pejabat pemerintah.
    Kerja sistem based digital online. Edukasi persiapan masuk ke sistem 666.
    Ketika kasus covid 19 sudah selesai. Masyarakat sdh teredukasi dan siap menerima sistem baru. Semua orang terdata , terkontrol.
    You cannot run.”
    apakah benar virus Corona di buat oleh illuminati?
    Microchips 666
    Vaksin Covid 19 mengandung microchips 666

    Hasil Cek Fakta

    PENJELASAN

    Berdasarkan hasil penelusuran, klaim terkait adanya Chip RFID 666 ini merupakan klaim yang sudah lama beredar dan dinyatakan sebagai klaim yang salah. Saat ini, klaim tersebut kembali diedarkan dan dikaitkan dengan wabah virus Corona COVID-19.

    Pada tahun 2014, rumor chip RFID pernah ramai diperbincangkan di AS, 1 dari 3 orang Amerika telah tertanam chip RFID dan sebagian besar tidak menyadarinya. Dalam laporan yang beredar mengatakan bahwa kebanyakan chip ditanamkan saat perawatan gigi.

    Pada pertengahan tahun 2017, rumor chip 666 RFID beredar di Indonesia melalui pesan berantai. Umat Kristen Indonesia saat itu dihebohkan dengan kabar adanya demo pemasangan chip ini yang digelar di Indonesia Convention Exhibition (ICE), Bumi Serpong Damai (BSD), Tangerang, akhir Juli 2017 lalu.

    Pihak ICE akhirnya membantah dan menjelaskan bahwa acara di ICE BSD City tidak ada kaitannya dengan chip 666 RFID. Mereka mejelaskan bahwa telah terjadi kesalahpahaman dimana saat tayangan di RCTI yang membahas mickrochip implan, dalam waktu bersamaan muncul tayangan iklan acara IIPE. Dengan itu, yang menyebarkan informasi salah menduga acara IIPE adalah acara demo pemasangan chip RFID 666.

    Bahkan cerita itu dihembuskan oleh situs satir untuk mengolok-olok teori konspirasi yang menuduh pemerintah mencoba mengendalikan warganya dari jarak jauh dengan menggunakan microchip.

    Penggunaan mikrochip yang ditanam di bawah kulit tidak menutup kemungkinan akan dilakukan suatu hari nanti, tetapi fungsinya untuk menyimpan informasi riwayat medis penting yang nantinya akan digunakan oleh dokter untuk tindakan lebih lanjut.

    Cerita tentang chip implan 666 RFID yang ditanamkan pada tangan kanan dan dahi tidak terbukti alias hoax, berasal dari teori liar yang dihembuskan oleh para pecinta teori konspirasi, kemudian berkembang dengan menghubungkannya dengan agama, dengan mengatakan bahwa angka 666 merupakan simbol dari kejahatan anti-Kristus.

    Situs Obamacarefacts.com menjelaskan, dalam Obamacare atau HR3590, tidak terdapat kata-kata terkait kewajiban implan chip RFID maupun pengumpulan data dari chip RFID. Rumor implan chip RFID ini kemungkinan muncul dari kesalahan dalam menafsirkan Affordable Care Act versi lawas yang tidak disahkan, Affordable Health Choices Act atau HR3200.

    HR3200 memang menyinggung pengumpulan data terkait obat-obatan dan sejumlah perangkat, termasuk perangkat kelas II seperti chip RFID yang dapat diimplan. Ketentuan ini dimaksudkan untuk membantu melacak perangkat implan yang rusak. Meskipun begitu, tidak terdapat kewajiban implan chip dalam naskah ketentuan tersebut.

    Affordable Health Choices Act adalah RUU yang gagal disahkan di Kongres Amerika pada 14 Juli 2009. Ketentuan soal pengumpulan data dari perangkat kelas II, yang merupakan hasil amandemen Pasal 519 UU Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetik Amerika, tercantum di halaman 1001 HR3200. Badan Pengawas Makanan dan Obat-obatan Amerika (FDA) mengklasifikasikan chip FRID sebagai perangkat kelas II.

    Organisasi cek fakta Snopes juga menyatakan hal serupa. Menurut laporan mereka, tidak ada ketentuan wajib implan chip bagi warga Amerika dalam Obamacare. Klaim yang beredar mengutip halaman serta narasi dalam HR3200. Namun, HR3200 merupakan versi awal undang-undang reformasi perawatan kesehatan yang tidak pernah disahkan oleh Kongres Amerika.

    Menurut Snopes, rumor serupa pernah dimuat dalam sebuah artikel pada 28 Juli 2013. Artikel itu menyinggung tentang penanaman microchip yang diuji coba terhadap warga Hanna, Wyoming. Oleh banyak pembaca, artikel ini dianggap sebagai kisah asli. Padahal, artikel itu hanyalah tipuan yang dibuat oleh situs satire National Report.

    RFID bukan teknologi baru
    Sejatinya, menurut Charles Smith dalam makalahnya di Journal of Technology Management and Innovation yang berjudul “Human Microchip Implantation”, teknologi RFID bukanlah teknologi baru. Menurut Smith, teknologi RFID muncul sejak Perang Dunia II dalam bentuk sistem “Early Identification Friend or Foe (IFF)”. Sistem ini memungkinkan tentara sekutu dan sistem anti-pesawat mengidentifikasi pengebom mereka sendiri yang dikirim balik dengan pesawat musuh.

    Kemudian, pada 1960, teknologi RFID digunakan untuk mengidentifikasi dan memantau bahan berbahaya serta tenaga nuklir. Aplikasi komersial RFID pertama adalah Electronic Article Surveillance yang dibuat untuk tujuan anti-pencurian. Pada 1970-an dan 1980-an, para peneliti, universitas, dan juga lembaga pemerintah mulai menggunakan teknologi RFID untuk membuat chip berukuran kecil.

    Salah satu penggunaan pertama chip RFID adalah pada industri pertanian. Chip ditanamkan ke ternak dengan tujuan untuk melacak dan membedakan hewan mereka dari ternak orang lain. Adapun dalam bidang medis, chip RFID dapat digunakan untuk melacak peralatan di dalam rumah sakit. Selain itu, chip RFID bisa dipakai oleh produsen obat untuk mengelola rantai pasokan.

    Dilansir dari BBC, dalam satu dekade terakhir, chip RFID mulai tren ditanam di bawah permukaan kulit manusia. Chip ini berfungsi layaknya kartu pintar yang berjalan tanpa perlu kontak langsung. Menanamkan chip seperti ini memberikan kenyamanan, karena seseorang bisa membawanya ke mana pun tanpa perlu khawatir hilang atau lupa.

    Pada 2016, salah satu produsen chip, Dangerous Things, berhasil menjual lebih dari 10 ribu unit bersama dengan kit yang diperlukan untuk memasangnya di bawah kulit. Namun, mereka bukan satu-satunya perusahaan yang melakukannya. Perusahaan pengawasan video CityWatcher menyematkan gadget di bawah kulit dua karyawannya pada 2006.

    Kevin Warwick, profesor cybernetics dan deputi wakil rektor di Universitas Coventry, menjelaskan teknologi RFID sudah lebih dulu dipakai pada kargo, bagasi pesawat, produk toko, bahkan hewan peliharaan. Banyak pula dari kita yang membawanya setiap hari mengingat sebagian besar ponsel modern telah dilengkapi dengan teknologi RFID.

    Dengan demikian, chip RFID tidak berkaitan dengan klaim yang mengaitkannya dengan kelompok Illuminati atau anti-Kristen.

    Isu chip RFID di tengah pandemi Covid-19
    Isu chip RFID yang ditanam ke tubuh manusia di tengah pandemi Covid-19 beredar bersama narasi bahwa Bill Gates membuat vaksin Covid-19 yang dipasang microchip. Dilansir dari Reuters, rumor itu bermula dari munculnya artikel di situs Biohackinfo yang berjudul “Bill Gates will use microchip implants to fight coronavirus”.

    Artikel tersebut mengutip penjelasan Gates soal dampak Covid-19 terhadap bisnis dan “sertifikat digital” dalam wawancara di Reddit. Menurut artikel itu, sertifikat digital yang dimaksud adalah yang ditanamkan ke tubuh manusia, yakni quantum doy dye. Padahal, dalam wawancara itu, Gates tidak menyinggung soal implan microchip.

    Salah satu penulis utama makalah penelitian mengenai quantum dot dye, Kevin McHugh, mengatakan kepada Reuters, “Teknologi quantum dot dye bukan berbentuk microchip atau kapsul yang bisa diimplan ke manusia, dan setahu saya tidak ada rencana menggunakan teknologi ini untuk memerangi pandemi Covid-19.”

    Dikutip dari organisasi cek fakta FactCheck, studi mengenai quantum dot dye memang didanai oleh Gates Foundation. Quantum dot dye merupakan tinta invisible yang bisa bertahan selama lima tahun dan dapat dibaca dengan ponsel pintar. Tinta ini dibuat untuk menyediakan catatan vaksinasi. “Namun, teknologi ini tidak memiliki kemampuan untuk melacak pergerakan siapa pun,” ujar McHugh.

    Profesor bioengineering di Rice University ini menambahkan, “Teknologi ini hanya mampu menyediakan data yang sangat terbatas. Teknologi ini juga membutuhkan pencitraan secara langsung dalam jarak kurang dari satu kaki. Pelacakan jarak jauh atau terus-menerus tidak mungkin dilakukan karena berbagai alasan teknis.”

    Sementara terkait sertifikat digital, hal ini masih merupakan gagasan Gates. Menurut dia, seperti dilansir dari Snopes yang mengutip tayangan wawancara TED pada Maret 2020, sertifikat tersebut dibutuhkan dalam konteks ekonomi global pasca pandemi Covid-19. Berikut pernyataan Gates:

    “Akhirnya, yang harus kita miliki adalah sertifikat tentang siapa orang yang sudah sembuh dan siapa orang yang sudah divaksin. Tentunya, An

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Akun Palsu “Bupati Pasuruan Minta Penggalangan Dana Covid-19”

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 03/05/2020

    Berita

    Sebuah akun Facebook mengatasnamakan Bupati Pasuruan Isyad Yusuf muncul dan mengajak masyarakat berpartisipasi dalam penggalangan dana untuk kegiatan bakti sosial penanggulangan Covid-19. Menurut percakapan yang berhasil diabadikan dalam tangkapan layar, pihak yang mengatasnamakan Bupati Pasuruan itu turut serta menyertakan nomor rekening atas nama Okta Sari.

    Hasil Cek Fakta

    Menanggapi banyaknya laporan terkait dengan akun tersebut, Sekretasi Daerah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasuruan pun memberikan klarifikasi terkait akun tersebut. Melansir dari jatim.kabardaerah.com, Sekretaris Daerah Misbah Zunib menyatakan bahwa secara pribadi dan atas nama Pemerintah Daerah, Bupati Pasuruan tidak pernah meminta dana bantuan kepada masyarakat seperti halnya yang disebutkan oleh akun palsu tersebut.

    Pernyataan serupa juga dilontarkan oleh Dinas Kominfo Kabupaten Pasuruan. Melansir dari radarbromo.jawapos.com, Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Pasuruan Syaifudin Ahmad menyatakan tidak benar bahwa ada penggalangan dana seperti halnya yang diminta oleh akun palsu mengatasnamakan Bupati Pasuruan tersebut.

    “Jadi itu memang hoaks dan tidak benar. Apalagi mengatasnamakan secara pribadi di akun Facebook,” tegasnya.

    Akun palsu yang mengatasnamakan Bupati Pasuruan tersebut masuk ke dalam kategori imposter content atau konten tiruan. Imposter content sendiri terjadi jika sebuah informasi mencatut pernyataan tokoh terkenal dan berpengaruh.Top of FormBottom of Form

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Foto “Lagi lagi corona tka cina makasih banyak yang datang ke Indonesia trs bawa amunisi”

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 03/05/2020

    Berita

    Akun Faris Farela (fb.com/faris.farela.754) membagikan postingan dari akun Kristin Hadija (fb.com/kristin.hadija.35) dengan narasi sebagai berikut:

    “Lagi lagi corona tka cina makasih banyak yang datang ke Indonesia,,, trs bawa amunisi segala buat apa bambang??? Buat nyerang kaum Muslim kah??”

    Postingan Kristin Hadija yang dibagikan adalah gambar dengan narasi sebagai berikut:

    “Penyelundupan amunisi jelas lebih tinggi grade-nya daripada narkoba. Sudah level ketahanan negara Semua yakin pelaku nggak sendirian, pasti punya sindikat yang sangat solid. Bukan cuma kelas bandar judi atau ekstasi.
    Penyelundupan amunisi (komponen senjata), semestinya menteri pertahanan dilibatkan dalam investigasi. Jika ini terjadi, seru. Jika berhenti atau dipetieskan, nggak kaget juga. Udah biasa.
    Rakyat akan melihat apakah kasus ini akan berhenti hanya menangkap satu orang pelaku atau akan dijadikan petunjuk awal menggulung sindikat senjata.
    Biasanya begini tergantung harga kesepakatan, antara big bos sindikat penyelundup dengan mafia birokrat.
    Negeri para bebedah!”

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan hasil penelusuran, klaim bahwa pria yang ada di foto yang diunggah sumber klaim adalah TKA asal Cina yang datang ke Indonesia membawa amunisi adalah klaim yang salah.

    Pria di foto itu adalah WNI, warga Surabaya, penumpang pesawat China Airlines yang kedapatan membawa 400 proyektil peluru saat mendarat di Bandara Juanda pada Sabtu, 23 Februari 2019.

    Foto yang sama pernah dimuat di artikel berjudul “Bawa 400 Butir Peluru, Warga Surabaya Ditangkap di Bandara Juanda” yang tayang di situs radarsurabaya.jawapos.com pada 25 Februari 2019.

    Petugas Bea Cukai Bandara Internasional Juanda mengamankan seorang warga Surabaya yang kedapatan membawa 400 butir proyektil amunisi, Sabtu (23/2/2019) pukul 23.00. Dia adalah Stephen Partowidjojo, 36, warga Bukit Pakis Utara III/TA-19, Surabaya.

    “Pelaku menumpang pesawat China Airlines CI-751 dari negara Taiwan, transit di Singapura, sebelum kemudian mendarat di Bandara Internasional Juanda, pukul 23.00 WIB,” kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Jawa Timur Komisaris Besar Frans Barung Mangera seperti dikutip Antara, Minggu (24/2/2019).

    SP dalam penerbangan China Airlines CI-751 tidak sendirian. Dia bersama tiga anggota keluarganya, masing-masing berinisial SoP, TV, dan SIP, yang semuanya terdata sebagai warga negara Indonesia.

    “Mereka mengaku pulang liburan dari Oregon, Amerika Serikat. Dari sanalah ratusan proyektil senjata api berbagai jenis ini didapat,” ucap Barung.

    SP dalam penyelidikan sempat menunjukkan kartu anggota Persatuan Penembak Indonesia (Perbakin) Nomor 1177/13/B/2017 atas namanya sendiri. Barung menandaskan sampai sekarang penyelidikan masih berlangsung.

    “Kami menduga ratusan amunisi proyektil dan beberapa bagian senjata api itu dibawanya masuk ke Indonesia secara ilegal,” kata Frans.

    SP (36) warga Bukit Pakis Utara, Surabaya ditetapkan sebagai tersangka atas kepemilikan ratusan amunisi senjata api berbagai jenis tanpa izin. Tersangka dijerat UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951.

    “Sejauh ini yang tersangka hanya SP. Dia yang membawa dengan barang bukti melekat. Tersangka membelinya saat liburan di Amerika,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo.

    Polisi menyatakan apa yang dibawa SP (36), salah satu penumpang China Airlines bukanlah amunisi, namun merupakan bagian dari amunisi. Yang dibawa SP adalah proyektil.

    “Orang tersebut membawa salah satu komponen amunisi. Jadi amunisi itu ada satu, bahan ledak. Dua, selongsong, ada hulu ledak dan kemudian ada proyektilnya. Yang dibawa oleh yang bersangkutan adalah bagian dari pada amunisi yaitu proyektil saja,” ujar Kabid Humas Polda Jatim Kombes Frans Barung Mangera di Polda Jatim Jalan Ahmad Yani Surabaya, Senin (25/2/2019).

    Barung mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan bersama Polresta Sidoarjo. Penyelidikan akan berfokus kepada untuk apa pelaku membawa proyektil sebanyak itu.

    “Poyektil akan dirakit kembali untuk dipergunakan saat berburu. Itu saja,” ucap dia.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini