[SALAH] “Darurat Corona, Ma’ruf Amin Himbau Mudik Lewat Tol Langit Saja”
Sumber: facebook.comTanggal publish: 17/04/2020
Berita
“Darurat Corona, Ma’ruf Amin Himbau Mudik Lewat Tol Langit Saja”
Hasil Cek Fakta
Melalui media sosial Facebook, sebuah tangkapan layar yang memperlihatkan pemberitaan milik cnnindonesia.com beredar. Menurut tangkapan layar yang diunggah oleh group Facebook @generasimillenial, pemberitaan milik cnnindonesia.com yang terbit pada 19 Maret 2020 pukul 10:31 tersebut berjudul “Darurat Corona, Ma’ruf Amin Himbau Mudik Lewat Tol Langit Saja”.
Coba melakukan penelusuran lebih lanjut, melalui indeks pemberitaan milik cnnindonesia.com yang diterbitkan pada Kamis, 19 Maret 2020 pukul 10.31 WIB. Diketahui bahwa cnnindonesia.com tidak menerbitkan artikel seperti tangkapan layar yang berjudul “Darurat Corona, Ma’ruf Amin Himbau Mudik Lewat Tol Langit Saja”.
Artikel tersebut diketahui merupakan hasil suntingan dari artikel asli yang berjudul “Darurat Corona, Ma’ruf Amin Imbau Warga Tak Mudik”. Artikel tersebut menjelaskan bahwa Wakil Presiden Ma’ruf Amin menghimbau masyarakat agar tidak mudik saat libur lebaran Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1441 Hijriah, 24-25 Mei 2020. Hal itu diharapkan mampu memutus mata rantai persebaran virus corona atau Covid-19. Wapres Ma’ruf Amin menganjurkan untuk masyarakat yang tidak mudik agar melakukan silaturahmi jarak jauh melalui sambungan telepon, video call maupun menggunakan media sosial.
Kesimpulannya adalah unggahan berupa tangkapan layar seperti di atas yakni dengan merubah judul sebuah artikel, masuk ke dalam kategori maniputaled content atau konten yang dimanipulasi. Manipulated content sendiri adalah proses penyuntingan sebuah konten baik dari segi judul, waktu, gambar dan juga logo dengan tujuan tertentu.
Coba melakukan penelusuran lebih lanjut, melalui indeks pemberitaan milik cnnindonesia.com yang diterbitkan pada Kamis, 19 Maret 2020 pukul 10.31 WIB. Diketahui bahwa cnnindonesia.com tidak menerbitkan artikel seperti tangkapan layar yang berjudul “Darurat Corona, Ma’ruf Amin Himbau Mudik Lewat Tol Langit Saja”.
Artikel tersebut diketahui merupakan hasil suntingan dari artikel asli yang berjudul “Darurat Corona, Ma’ruf Amin Imbau Warga Tak Mudik”. Artikel tersebut menjelaskan bahwa Wakil Presiden Ma’ruf Amin menghimbau masyarakat agar tidak mudik saat libur lebaran Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1441 Hijriah, 24-25 Mei 2020. Hal itu diharapkan mampu memutus mata rantai persebaran virus corona atau Covid-19. Wapres Ma’ruf Amin menganjurkan untuk masyarakat yang tidak mudik agar melakukan silaturahmi jarak jauh melalui sambungan telepon, video call maupun menggunakan media sosial.
Kesimpulannya adalah unggahan berupa tangkapan layar seperti di atas yakni dengan merubah judul sebuah artikel, masuk ke dalam kategori maniputaled content atau konten yang dimanipulasi. Manipulated content sendiri adalah proses penyuntingan sebuah konten baik dari segi judul, waktu, gambar dan juga logo dengan tujuan tertentu.
Kesimpulan
Melalui media sosial Facebook, sebuah tangkapan layar yang memperlihatkan pemberitaan milik cnnindonesia.com beredar. Menurut tangkapan layar, cnnindonesia.com pada Kamis 19 Maret 2020 pukul 13.10 menerbitkan artikel berjudul “Darurat Corona, Ma’ruf Amin Himbau Mudik LewatTol Langit Saja”. Yang apabila ditelusuri lebih lanjut, diketahui bahwa judul pada tangkapan layar tidak sesuai dengan judul pada artikel asli yang diterbitkan oleh cnnindonesia.com.
Rujukan
[SALAH] Korban Virus Corona
Sumber: facebook.comTanggal publish: 17/04/2020
Berita
“Korban virus corona..”
Hasil Cek Fakta
Sebuah akun facebook bernama Bintang Ramadhan mengunggah foto katak-katak mati yang disertai narasi “Korban virus corona”. postingan tersebut ia unggah di grup facebook (PSPS) Pendukung Setia PRABOWO – SANDI.
Setelah ditelusuri, klaim bahwa katak-katak tersebut mati karena virus corona adalah salah. Dilansir dari Nationalgeographic.uk, ditemukan artikel dengan foto identik dengan yang diposting akun facebook Bintang Ramadhan. Artikel tersebut berjudul “
‘Kiamat’ amfibi yang disebabkan oleh patogen paling merusak yang pernah ada’. pada 31 maret 2019.
Artikel tersebut berisi tentang kematian hewan katak secara masiv akibat infeksi jamur chytrid, yang menyebabkan penyakit menular chytridiomycosis, dimana katak-katak tersebut memakan kulit mereka sendiri dan terkena serangan jantung.
Diketahui, foto tersebut adalah hasil jeperetan fotografer National Geographic bernama Joel Sartore yang sudah beredar sejak tahun 2004. foto tersebut berlokasi di Taman Nasional King’s Canyon, California, Amerika Serikat.
Klaim yang menyebutkan bahwa foto katak-katak mati akibat virus corona adalah salah. katak-katak tersebut mati karena infeksi jamur chytrid dan foto itu diambil pada tahun 2004, jauh sebelum virus corona melanda dunia.
Setelah ditelusuri, klaim bahwa katak-katak tersebut mati karena virus corona adalah salah. Dilansir dari Nationalgeographic.uk, ditemukan artikel dengan foto identik dengan yang diposting akun facebook Bintang Ramadhan. Artikel tersebut berjudul “
‘Kiamat’ amfibi yang disebabkan oleh patogen paling merusak yang pernah ada’. pada 31 maret 2019.
Artikel tersebut berisi tentang kematian hewan katak secara masiv akibat infeksi jamur chytrid, yang menyebabkan penyakit menular chytridiomycosis, dimana katak-katak tersebut memakan kulit mereka sendiri dan terkena serangan jantung.
Diketahui, foto tersebut adalah hasil jeperetan fotografer National Geographic bernama Joel Sartore yang sudah beredar sejak tahun 2004. foto tersebut berlokasi di Taman Nasional King’s Canyon, California, Amerika Serikat.
Klaim yang menyebutkan bahwa foto katak-katak mati akibat virus corona adalah salah. katak-katak tersebut mati karena infeksi jamur chytrid dan foto itu diambil pada tahun 2004, jauh sebelum virus corona melanda dunia.
Kesimpulan
Bukan karena virus corona. Foto Katak-katak yang mati itu sudah beredar sejak 2004 jauh sebelum virus corona muncul pada akhir 2019. diketahui foto tersebut diabadikan oleh seorang fotografer National Geographic bernama Joel Sartore. lokasi foto tersebut berada di Taman Nasional King’s Canyon, . Katak-katak tersebut mati dikarenakan infeksi jamur chytrid, yang menyebabkan penyakit menular chytridiomycosis.
Rujukan
- https://www.joelsartore.com/ani076-00001/?context=dead+frogs&index=2
- https://www.nationalgeographic.co.uk/animals/2019/03/amphibian-apocalypse-caused-most-destructive-pathogen-ever
- https://www.thesun.co.uk/tech/8745728/frog-apocalypse-flesh-eating-bacteria-disease/
- https://www.nhm.ac.uk/visit/wpy/gallery/2010/images/one-earth-award/4362/the-hidden-plague.html
[Fakta atau Hoaks] Benarkah FBI Gerebek Sinagoge Yahudi di New York yang Timbun Masker N95?
Sumber: cekfakta.tempo.coTanggal publish: 17/04/2020
Berita
Video yang diklaim sebagai video penggerebekan sebuah sinagoge atau rumah ibadah kaum Yahudi di New York, Amerika Serikat, beredar di media sosial. Menurut narasi yang menyertai video itu, sinagoge tersebut digerebek oleh Biro Investigasi AS atau FBI karena dipakai untuk menimbun ribuan masker N95.
Video itu diunggah oleh akun Facebook Ayesha Rahman pada 7 April 2020. Akun ini menulis narasi, "FBI menggrebek sinagoge (tempat ibadah) Yahudi di New York, tempat orang Yahudi menyembunyikan ribuan Masker yang diperlukan sangat di rumah sakit, semuanya masker jenis N95. Ini adalah moral mereka yang dikenal sejak zaman kuno."
Hingga artikel ini dimuat, video berdurasi 2 menit 42 detik yang diunggah oleh akun Ayesha Rahman tersebut telah ditonton lebih dari 4 ribu kali dan dibagikan lebih dari 300 kali.
Gambar tangkapan layar unggahan akun Facebook Ayesha Rahman.
Apa benar video di atas adalah video penggerebekan FBI terhadap sebuah sinagoge Yahudi di New York yang dipakai untuk menimbun ribuan masker N95?
Hasil Cek Fakta
Untuk memeriksa klaim yang diunggah oleh akun Facebook Ayesha Rahman, Tim CekFakta Tempo mula-mula memfragmentasi video itu menjadi sejumlah gambar dengantoolInVID. Kemudian, gambar-gambar itu ditelusuri denganreverse image toolYandex.
Hasilnya, video yang sama pernah diunggah ke YouTube oleh kanal Euro News Amateur pada 1 April 2020. Video tersebut diberi keterangan "FBI agents return thousands of N95 masks stolen from the hospital(Agen FBI mengembalikan ribuan masker N95 yang dicuri dari rumah sakit)".
Video serupa dari lokasi yang sama juga pernah diunggah oleh kanal YouTube milik media asing ABC News pada 2 April 2020 dengan judul "Authorities remove almost a million N95 masks and other supplies from alleged hoarder(Pihak berwenang menyita hampir satu juta masker N95 dan persediaan lainnya dari seseorang yang diduga penimbun)".
Gambar tangkapan layar video unggahan kanal YouTube ABC News.
Menurut ABC News, pihak berwenang menyita sekitar 192 ribu masker respirator N95, sekitar 600 ribu sarung tangan medis, 130 ribu masker bedah, masker prosedur, masker N100, pakaian bedah, handuk disinfektan, filter partikel, hand sanitizer, dan semprotan disinfektan setelah seorang pria asal Brooklyn, sebuah wilayah di New York, ditangkap atas dugaan penimbunan peralatan medis.
Sebuah foto yang diambil di lokasi penggerebekan di Brooklyn itu juga pernah dimuat oleh situs media NY Daily News pada 30 Maret 2020. Foto itu diberi keterangan "FBI menggerebek rumah Baruch Feldheim". Menurut berita yang memuat foto itu, Feldheim, 43 tahun, adalah pria asal Brooklyn yang mengaku menderita infeksi virus Corona Covid-19 dan batuk di depan agen FBI yang menggerebek rumahnya.
Feldheim juga berbohong kepada FBI tentang alat perlindungan diri (APD) yang dia timbun untuk menghasilkan uang. Karena itu, Feldheim didakwa telah menyerang pejabat federal dan membuat pernyataan palsu kepada penegak hukum. Menurut jaksa penuntut, Feldheim telah menimbun respirator N95, masker bedah, pakaian medis, dan alat disinfektan, lalu menjualnya ke para profesional perawatan kesehatan dengan harga yang tinggi.
Penangkapan Feldheim bermula ketika seorang dokter di New Jersey menghubunginya melalui grup WhatsApp yang bernama "Virus2020!". Feldheim pun setuju untuk menjual sekitar 1.000 masker N95 dan berbagai peralatan lainnya kepada dokter itu dengan harga US$ 12 ribu, jauh lebih tinggi sekitar 700 persen dari harga normal.
Kemudian, Feldheim menyuruh dokter itu mengambil pesanannya ke sebuah bengkel mobil di Irvington, New Jersey. Menurut dokter tersebut, bengkel tersebut dipenuhi dengan berbagai produk, seperti hand sanitizer, tisu basah, bahan kimia pembersih, dan perlengkapan bedah. Setelah itu, Feldheim memberi tahu dokter tersebut bahwa dia terpaksa memindahkan berbagai produk itu ke lokasi lain.
Beberapa hari kemudian, Feldheim diduga menawarkan sejumlah pakaian bedah kepada seorang perawat, dan mengarahkan perawat itu ke kediamannya di Brooklyn. Pada 25 Maret 2020, Feldheim juga menerima kiriman dari Kanada yang berisi delapan palet masker bedah. Dua hari kemudian, FBI mendapati sebuah kardus kemasan masker N95 yang sudah kosong di luar rumah Feldheim. FBI juga melihat beberapa orang yang, ketika pergi dari rumah Feldheim, membawa kotas atau tas yang diduga berisi peralatan medis.
Ketika FBI mendatangi rumahnya dan bertanya tentang peralatan medis itu, Feldheim mengaku bahwa ia menderita infeksi virus Corona Covid-19 dan batuk di depan para agen. Jaksa penuntut juga mengatakan bahwa Feldheim telah berbohong dan mengaku kepada FBI bahwa ia bekerja untuk perusahaan yang menjual APD.
Kesimpulan
Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim bahwa video di atas adalah video penggerebekan FBI terhadap sebuah sinagoge Yahudi di New York yang dipakai untuk menimbun ribuan masker N95, menyesatkan. Video itu memang memperlihatkan penggerebekan FBI terkait kasus penimbunan ribuan masker N95 serta perlengkapan medis lainnya. Namun, penggerebekan itu terjadi di rumah seorang pria asal Brooklyn, Baruch Feldheim, bukan di sinagoge atau tempat ibadah orang Yahudi.
ZAINAL ISHAQ
Anda punya data/informasi berbeda, kritik atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id
Rujukan
- https://web.facebook.com/ayesha.greenisa.rahman/videos/3908703552503166/
- https://www.youtube.com/watch?v=RnZdPEi8xFQ
- https://www.youtube.com/watch?v=MmNqXaGuo2k
- https://abcnews.go.com/Politics/medical-supplies-seized-alleged-price-gouger-distributed-hospitals/story?id=69938363
- https://www.nydailynews.com/news/villian-selling-coronavirus-supplies-20200330-ppda2n5zoza6fcingzk3lvagha-story.html
[Fakta atau Hoaks] Benarkah Terjadi Bentrok TNI-Polri di Papua yang Dipicu oleh Masuknya TKA Cina Ilegal?
Sumber: cekfakta.tempo.coTanggal publish: 17/04/2020
Berita
Akun Facebook Nomost mengunggah sebuah poster berlogo situs media CNN Indonesia pada 16 April 2020. Poster itu berisi informasi tentang bentrok antara TNI penjaga perbatasan dengan Polri di Papua. Menurut poster tersebut, bentrokan itu dipicu oleh masuknya tenaga kerja asing (TKA) Cina ilegal di perbatasan.
Di bagian atas poster itu, tertulis judul "Bentrok Baku Tembak antara TNI Penjaga Perbatasan dengan Polri di Papua". Terdapat pula dua foto yang diklaim sebagai foto TKA Cina ilegal yang memicu bentrokan TNI-Polri serta sebuah gambar tangkapan layar video berlogo CNN Indonesia yang menampilkan berita berjudul "Bentrok Oknum TNI-Polri".
Poster ini juga berisi empat paragraf yang berisi kronologi bentrokan tersebut. Bentrokan itu diklaim berawal saat prajurit TNI berpatroli di perbatasan dan memergoki adanya TKA Cina ilegal yang masuk. Prajurit TNI pun menahan 139 TKA Cina tersebut. Tak lama kemudian, polisi datang dan mereka terlibat adu mulut. Bentrokan kemudian terjadi.
Akun Nomost juga memberikan narasi pada unggahannya itu, yakni, "Ketahuan siapa yang melindungi TKA CINA. Bravo TNI. Tembak semua hingga mati penghinat bangsa ini." Hingga artikel ini dimuat, unggahan akun Nomost tersebut telah dibagikan lebih dari 300 kali.
Gambar tangkapan layar unggahan akun Facebook Nomost.
Artikel ini akan berisi pemeriksaan terhadap dua hal:
Hasil Cek Fakta
Tim CekFakta Tempo mula-mula menelusuri gambar tangkapan layar video berlogo CNN Indonesia dalam poster di atas. Namun, ketika dimasukkan kata kunci sesuai judul video berita yang tertera, yakni "Bentrok Oknum TNI-Polri", ke kanal YouTube CNN Indonesia, hasilnya nihil. CNN Indonesia tidak pernah menyiarkan video tersebut.
Tempo justru menemukan bahwa video itu merupakan tayangan program Kabar Pagi yang disiarkan oleh tvOne pada 12 April 2020. Hal itu terlihat dari kesamaan logo Kabar Pagi, juru bahasa isyarat, serta cuplikan video pada detik ke-55. Dengan demikian, dapat dipastikan bahwa gambar tangkapan layar video dalam poster di akun Nomost telah disunting dengan menambahkan logo CNN Indonesia untuk menutup logo tvOne.
Gambar tangkapan layar video berita tvOne tentang bentrokan TNI-Polri di Papua.
Selanjutnya, Tempo melakukan pencarian di situs media CNN Indonesia mengenai berita terkait. Hasilnya, CNN Indonesia hanya pernah memuat satu berita tentang bentrok TNI-Polri dengan judul "3 Polisi Tewas dalam Bentrokan Polri dan TNI di Mamra Papua" pada 12 April 2020. Setelah berita itu dibaca secara menyeluruh, tidak ditemukan informasi bahwa bentrokan itu dipicu oleh masuknya 139 TKA Cina ilegal di Papua.
Dalam berita itu, CNN Indonesia memuat keterangan Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) Cenderawasih Mayor Jenderal TNI Herman Asaribab. Ia mengatakan bahwa bentrokan itu terjadi karena kesalahpahaman antara kedua belah pihak. Namun, ia tidak menjelaskan secara detail duduk perkara insiden tersebut. Saat ini, insiden itu sedang diinvestigasi oleh tim bentukan Pangdam Cenderawasih bersama Kepala Polda Papua.
Terkait foto
Tempo juga menelusuri dua foto yang terdapat dalam poster tersebut yang diklaim sebagai 139 TKA Cina yang diselundupkan ke Papua. Hasilnya, kedua foto itu merupakan foto peristiwa yang sudah terjadi jauh sebelumnya. Foto itu pun tidak diambil di Papua.
Foto ini adalah foto 35 WNA asal Cina yang ditahan oleh petugas Imigrasi Mataram, Nusa Tenggara Barat, pada 11 Januari 2016. Mereka ditangkap saat beraktivitas di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Sambelia, Lombok Timur, NTB.
Sumber: Kompas.com
Foto ini adalah foto TKA Cina yang tiba di Bandara Halu Oleo, Kendari, Sulawesi Tenggara, pada 24 April 2018. Mereka akan bekerja di sejumlah lokasi di Sulawesi Tenggara, terutama di perusahaan-perusahaan pemilik pabrik nikel.
Sumber: iNews.id
Bukan TKA penyebab bentrok TNI-Polri di Papua pada 12 April 2020
Tempo tidak menemukan pemberitaan yang menyebut bentrok TNI-Polri di Kasonaweja, Mamberamo Raya, Papua, dipicu oleh masuknya TKA Cina ilegal.
Berdasarkan arsip berita Koran Tempo, Kepala Polda Papua Inspektur Jenderal Paulus Waterpauw mengatakan pertikaian itu berawal dari urusan sewa motor sehari sebelum kejadian. Saat itu, anggota Polres Mambero Raya menyewa motor tukang ojek yang mangkal di dekat Markas Batalion Infanteri 755/Yalet. Dalam perjanjian antara mereka, motor hanya disewa satu jam. Tapi ternyata motor itu disewa hingga tiga jam sebelum keributan.
Saat keributan terjadi, anggota Yonif 755 berusaha melerai. Tapi keributan justru meluas dengan melibatkan TNI dan Polri. Selanjutnya, polisi tersebut melapor ke Polres Mambero. Sejumlah anggota Polres Mambero Raya pun mendatangi markas Yonif 755. Kemudian, terjadi baku tembak antara polisi dan TNI. Insiden ini mengakibatkan tiga anggota Polres Mambero tewas tertembak.
Kesimpulan
Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, narasi dalam poster unggahan akun Nomost, bahwa terjadi bentrok TNI-Polri di Papua yang dipicu oleh masuknya TKA Cina ilegal, keliru. CNN Indonesia tidak pernah menayangkan video, foto, ataupun berita sebagaimana yang tercantum dalam poster tersebut. Bentrok TNI-Polri di Papua itu pun, yakni pada 12 April 2020, bukan dipicu oleh masuknya TKA Cina ilegal, melainkan urusan sewa motor.
IKA NINGTYAS
Anda punya data/informasi berbeda, kritik atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id
Rujukan
- http://archive.ph/XLxWK
- https://www.youtube.com/watch?v=SX2PtKiUod8
- https://www.cnnindonesia.com/nasional/20200412125333-20-492748/3-polisi-tewas-dalam-bentrokan-polri-dan-tni-di-mamra-papua
- https://regional.kompas.com/read/2016/01/11/20260821/Imigrasi.Mataram.Amankan.35.Pekerja.Asing.Asal.China
- https://regional.inews.id/berita/heboh-ratusan-tenaga-kerja-asing-asal-tiongkok-menyerbu-sultra
- https://koran.tempo.co/read/nasional/451825/baku-tembak-karena-urusan-sepeda-motor
Halaman: 7504/8504





