Sensus penduduk online Badan Pusat Statistik atau BPS akan berakhir besok, Jumat (29/5). Namun, hingga hari ini, Kamis (28/5), BPS mencatat baru 47,9 juta penduduk yang berpartisipasi dalam sensus tersebut. Dengan demikian capaian tersebut baru mencapai 92,1% dari target 52 juta orang. Adapun BPS menargetkan sedikitnya 20% dari total penduduk Indonesia yang mencapai 260 juta orang dapat mengisi sensus penduduk online.
Informasi sensus penduduk secara online berakhir
Berakhir Besok, 48 Juta Orang Sudah Ikut Sensus Penduduk Online 2020
Sumber:Tanggal publish: 14/07/2020
Berita
Hasil Cek Fakta
"Penduduk yang sudah merespon sekitar 47,9 juta," kata Deputi Bidang Statistik Sosial BPS Margo Yuwono kepada Katadata.co.id, Kamis (28/5). Meski belum mencapai target, Margo menjelaskan bahwa waktu survei penduduk online tak akan diperpanjang. "Nanti yang belum melakukan sensus penduduk online akan didatangi petugas di bulan September," ujarnya.
Rujukan
Hoaks Pasien Dugaan Terinfeksi Corona Kabur dari RSAL Mintohardjo
Sumber:Tanggal publish: 14/07/2020
Berita
Merdeka.com - Informasi tentang pasien yang diduga terinfeksi virus corona atau Covid-19 yang kabur dari RSAL Mintohardjo beredar di aplikasi pesan WhatsApp. Informasi itu menjelaskan bahwa pasien tersebut kabur dari RSAL Mintohardjo yang akan dirujuk ke RS Wisma Atlet.
Pesan berantai pasien RSAL Mintohardjo kabur, pasien tersebut positif Covid 19, penjaga toko di tanah abang, kontrak di daerah kebon melati tanah abang Jakarta Pusat
Pesan berantai pasien RSAL Mintohardjo kabur, pasien tersebut positif Covid 19, penjaga toko di tanah abang, kontrak di daerah kebon melati tanah abang Jakarta Pusat
Hasil Cek Fakta
Menurut penelusuran merdeka.com, kabar tentang pasien diduga terinfeksi Covid-19 adalah hoaks atau tidak benar. Direktur Utama RSAL Mintohardjo Wiweka menjelaskan bahwa pasien atas nama Eko Purwanto belum melakukan pemeriksaan dan belum ditetapkan sebagai pasien Covid-19.
Berikut penjelasan Dirut RSAL Mintoharjo:
Kronologi :
- Pada hari jumat 27 maret 2020 sekitar pukul 15.30 wib telah datang seseorang a.n. Eko Purwanto di posko covid-19 dg keluhan batuk sudah 2 hari tanpa disertai demam.
- Dari posko diarahkan utk melaksanakan pemeriksaan di IGD.
- Di ruang IGD rencana akan dilakukan pemeriksaan lanjutan, namun belum sempat di lakukan pemeriksaan ybs meninggalkan ruang IGD tanpa seijin perawat.
- Sampai saat ini blm ada informasi tentang keberadaan ybs.
Catatan : bahwa Tn. Eko Purwanto belum dilakukan pemeriksaan dan belum ditetapkan sebagai pasien Covid 19. Jadi berita yang beredar bahwa ybs adalah PDP/Positif Covid-19 yg akan di rujuk ke wisma atlet adalah tdk benar.
Demikian sbg klarifikasi, terima kasih.
Dr Wiweka, MARS
Kemudian, pihakRSAL Mintohardjo menjelaskan, sampai saat iniRSAL Mintohardjo merawat 30 pasien Covid 19 baik yang Positif maupun PDP (Pasien Dalam Pengawasan) di Ruang Isolasi Tekanan Negatif dan Ruang Isolasi IGD.
RSAL Mintohardjomemiliki Ruang Isolasi Tekanan Negative standard minimal untuk kapasitas 29 tempat tidur dan sedang menyiapkan tambahan Ruang Isolasi Tekanan Negative Standar Minimal untuk 19 tempat tidur perawatan, 10 tempat tidur ICU serta 11 tempat tidur untuk Ruang Isolasi Standard WHO.
Berikut penjelasan Dirut RSAL Mintoharjo:
Kronologi :
- Pada hari jumat 27 maret 2020 sekitar pukul 15.30 wib telah datang seseorang a.n. Eko Purwanto di posko covid-19 dg keluhan batuk sudah 2 hari tanpa disertai demam.
- Dari posko diarahkan utk melaksanakan pemeriksaan di IGD.
- Di ruang IGD rencana akan dilakukan pemeriksaan lanjutan, namun belum sempat di lakukan pemeriksaan ybs meninggalkan ruang IGD tanpa seijin perawat.
- Sampai saat ini blm ada informasi tentang keberadaan ybs.
Catatan : bahwa Tn. Eko Purwanto belum dilakukan pemeriksaan dan belum ditetapkan sebagai pasien Covid 19. Jadi berita yang beredar bahwa ybs adalah PDP/Positif Covid-19 yg akan di rujuk ke wisma atlet adalah tdk benar.
Demikian sbg klarifikasi, terima kasih.
Dr Wiweka, MARS
Kemudian, pihakRSAL Mintohardjo menjelaskan, sampai saat iniRSAL Mintohardjo merawat 30 pasien Covid 19 baik yang Positif maupun PDP (Pasien Dalam Pengawasan) di Ruang Isolasi Tekanan Negatif dan Ruang Isolasi IGD.
RSAL Mintohardjomemiliki Ruang Isolasi Tekanan Negative standard minimal untuk kapasitas 29 tempat tidur dan sedang menyiapkan tambahan Ruang Isolasi Tekanan Negative Standar Minimal untuk 19 tempat tidur perawatan, 10 tempat tidur ICU serta 11 tempat tidur untuk Ruang Isolasi Standard WHO.
Rujukan
Lari Pagi di Luar Selama Tanggap Darurat Corona, Bolehkah?
Sumber:Tanggal publish: 14/07/2020
Berita
Liputan6.com, Jakarta Berbagai cara dilakukan untuk mencegah penyebaran virus Corona (Covid-19) yang begitu cepat. Misalnya saja dengan menjaga jarak sosial dan sering mencuci tangan. Namun bagaimana dengan orang yang masih jogging atau berolahraga di luar?
Kita tentu sering melihat di akhir pekan banyak orang yang memilih menjaga kesehatan tubuh dengan berolahraga di luar. Entah itu jalan-jalan pagi, lari, atau bersepeda.
Apakah benar lari outdoor beresiko tertular covid 19 ?
Kita tentu sering melihat di akhir pekan banyak orang yang memilih menjaga kesehatan tubuh dengan berolahraga di luar. Entah itu jalan-jalan pagi, lari, atau bersepeda.
Apakah benar lari outdoor beresiko tertular covid 19 ?
Hasil Cek Fakta
Seperti dikutip National Public Radio, dalam Pedoman coronavirus Gedung Putih hanya menyarankan untuk menghindari jalan-jalan, berbelanja, kunjungan sosial, serta kumpul-kumpul dalam kelompok lebih dari 10 orang. Tetapi untuk latihan di luar tidak ada dalam daftar.
Albert Ko, ahli epidemiologi Yale School of Public Health mengatakan udara segara dan olahraga di luar diperbolehkan selama belum ada larangan. Sebenarnya, untuk mencegah penularan Corona sangat penting menjaga jarang dengan orang lain. Virus corona diperkirakan menyebar terutama melalui kontak dekat antara orang-orang, minimal satu meter.
Albert Ko, ahli epidemiologi Yale School of Public Health mengatakan udara segara dan olahraga di luar diperbolehkan selama belum ada larangan. Sebenarnya, untuk mencegah penularan Corona sangat penting menjaga jarang dengan orang lain. Virus corona diperkirakan menyebar terutama melalui kontak dekat antara orang-orang, minimal satu meter.
Rujukan
Khawatirkan Dampak Ekonomi Corona, Menteri Jerman Ini Bunuh Diri
Sumber:Tanggal publish: 14/07/2020
Berita
FRANKFURT, KOMPAS.com - Seorang menteri di Jerman bunuh diri, karena "sangat khawatir" bagaimana mengatasi dampak ekonomi dari wabah virus corona. Pejabat tersebut adalah Thomas Schaefer, Menteri Keuangan di Negara Bagian Hesse, Jerman. Pria 54 tahun itu ditemukan tak bernyawa di dekat jalur kereta api pada Sabtu (28/3/2020).
Apa benar perdana mentri jerman maningga bunuh diri
Apa benar perdana mentri jerman maningga bunuh diri
Hasil Cek Fakta
Mendiang Schaefer telah bekerja "siang dan malam" untuk membantu perusahaan dan pekerja menangani dampak ekonomi dari pandemi virus corona. "Hari ini kita harus berasumsi bahwa dia sangat khawatir," kata Bouffier, yang juga sekutu dekat Kanselir Angela Merkel. "Tepatnya selama masa sulit ini, bahwa kita akan membutuhkan seseorang seperti dia," tambahnya.
Rujukan
Halaman: 7510/8682