• [SALAH] Nasi Padang Menjadi Sumber Penularan Covid-19

    Sumber: whatsapp.com
    Tanggal publish: 13/07/2020

    Berita

    “*HATI2 MAKAN NASI PADANG*

    Nasi Padang sumber penularan virus Covid-19 . Coba bayangi tiap meja tamu2 mkn dak habis sisa2 dikembalikan lagi dan di sajikan lag ke tamu berikutnya ! pun demikian yg bungkus juga bekas2 air liur tamu2 yg mungkin ada yg virus corona ? biasa selesai mkn tamu2 ngobrol2 dulu dan hidangan di meja blm diangkat ? hujan rintik2 lah di hidangan tsb . paling rentang penularan virus corola . “

    Hasil Cek Fakta

    Beredar pesan berantai pads aplikasi Whatsapp yang berisi informasi mengenai imbauan agar berhati-hati memakan nasi padang. Dalam pesan tersebut diklaim bahwa nasi padang adalah sumber penyebaran virus covid-19.

    Berdasarkan penelusuran, klaim pada pesan berantai WhatsApp yang menyebut nasi padang menjadi sumber penuluran covid-19 adalah salah dan menyesatkan. Pelaku penyebar kabar hoaks tersebut sudah ditangkap dan meminta maaf.

    Dilansir Detik.com, melalui artikel berjudul “Sebut Nasi Padang Penyebab Virus Corona, Pria Ini Minta Maaf” dimuat Rabu, 25 Maret 2020, disebutkan bahwa kabar itu pertama kali disebarkan melalui grup WhatsApp para pedagang di kawasan Pasar Senen, Jakarta Pusat.

    Mendapati kabar ini, jelas banyak orang marah terutama para penjual nasi Padang. Secara beramai-ramai mereka mencari si penyebar pesan yang menyesatkan ini. Saat dicokok, pria ini hanya bisa meminta maaf dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya.

    Pria yang diketahui berusia lebih dari 40 tahun ini akhirnya menuliskan surat permohonan maaf yang dilengkapi tanda tangan di atas materai Rp 6.000.

    Seorang praktisi kuliner Arie Parikesit ikut mengunggah cuitan ini. “Memfitnah nasi Padang sebagai sumber corona, seorang warga akhirnya menorehkan ttd di atas materai 6000. Kekerabatan Minang dilawan,” tulis Arie Parikesit.

    Dalam unggahan twitternya terdapat beberapa foto si pelaku penyebar hoaks lengkap dengan sepucuk surat tulisan tangan yang telah ditandatangani di atas materai 6000.

    Kesimpulan

    klaim pada pesan berantai WhatsApp yang menyebut nasi padang menjadi sumber penularan covid-19 adalah salah dan menyesatkan. Pelaku penyebar kabar hoaks tersebut sudah ditangkap dan meminta maaf.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Foto Cover Majalah Tempo “Dalam Bayang-Bayang Denny Siregar”

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 13/07/2020

    Berita

    “Jokowi lengser & akan hidup terhina 7 turunan seperti Denny Siregar. Amiin yra…”

    Hasil Cek Fakta

    Akun facebook bernama Rully Erlando mengunggah foto cover majalah berisi gambar ilustrasi Presiden Jokowi yang sedang melihat air di dalam tong dan terdapat refleksi wajah Denny Siregar. Cover tersebut berjudul “DALAM BAYANG_BAYANG DENNY SIREGAR”.

    Berdasarkan penelusuran, gambar tersebut merupakan suntingan atau editan dan merupakan hoaks daur ulang dari cover majalah Tempo. Sebelumnya pada april 2020 juga beredar foto serupa dengan tampilan wajah Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Indonesia, Luhut Binsar Panjaitan.

    Melalui akun twitter resminya tempo pun membantah gambar cover yang beredar tersebut.

    “Tweeps, sedang beredar hoax di medsos yang menyebut majalah Tempo edisi 1-7 April 2020 mengangkat cover story ‘Dalam Bayang-Bayang Luhut’. Padahal gambar cover itu hoax dan dimanipulasi dari laporan utama berjudul “Dalam Bayang-Bayang Paloh” yang dimuat di edisi November 2014.” Tulis @tempodotco (4/4/2020).

    Kesimpulan

    Foto merupakan suntingan atau editan. foto tersebut merupakan hoaks daur ulang pada april 2020 lalu, dimana foto asli adalah berjudul “Dalam Bayang-Bayang Paloh” yang dimuat di majalah tempo edisi November 2014.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • Dukhan dan Suara Dahsyat Akan Muncul pada 15 Ramadan? Ini Faktanya

    Sumber:
    Tanggal publish: 13/07/2020

    Berita

    Viral klaim soal kemunculan dukhan dan suara dasyat pada pertengahan atau 15 Ramadan 1441 H yang jatuh, pada Jumat 8 Mei 2020.

    Kabar tersebut merupakan unggahan akun Facebook Rahma Rumatela, pada 4 Mei 2020.

    Berikut isinya:

    "Terjadinya dukhan😱 😱( kabut ) 😫😯Bulan 5 tgl 8 hari jum'at 2020 15 ramadhan pada pertengahan puasa akan terjadinya bala yg jelas bala yg di turunkan oleh allah dari atas langit . Kalau tak percaya buka " al- Qur'an " yg artinya ." maka tunggulah langit membawa asab yg nyata " ( Q .s . AD - Dukhan ayat 10 ) .Kami sudah siap menunggu bala yg di turunkan oleh allah .Kami tlh melafaikan sedikit do'a waktu tibanya kejadian tersebut .* Do'a nya *Subahanal kuddus 3xRabbunal kuddus 3xIaa ilaha illa anta subhanaka Inni kuntu minazzalimin .

    Do'a ini dibacakan ketika bala akan tiba ,,, ketika bala tiba , masuklah ke dlm rmh , tutup pintu dan jendela supaya asab yg jatuh dri langit gk masuk ke dlm rmh , lalu berhadap ke kiblat , sujut , tutup telinga , lalu berselimut dan baca ayat yg di atas .

    Kalo km ingin menolong umat islam kirimlah ke semua org ,,, klo km bener2 umat islam pasti kamu krm ke semua org ,, banyak orang yg baca lebih baik .. semoga kerena ada nya teks ini bisa menolong org islam " ammiin "

    Allahuwalam...🙏 🙏"

    Akun Facebook Rangga Lawe juga menyebarkan informasi serupa dengan kemasan video yang diunggah pada 5 Mei 2020.

    Berikut narasi dalam video tersebut:

    "Ramadhan di tahun ini kita akan mendapati tanggal 15 Ramadhan jatuh pada malam Jum'at. Mari kita renungkan hadits berikut ini: Rasullullah bersabda:

    Apabila telah terdengar suara dahsyat dibulan Ramadhan, maka akan terjadi huru-hara di bulan Syawal, semua suku akan saling berselisih dibulan Dzul-Qa'dah, dan akan terjadi pertumpahan darah di bulan Dzul-Hijjah dan bulan Muharram. Dan Manusia akan banyak yang terbunuh.

    Nabi menyebutkan hal tersebut sebanyak tiga kali.Para sahabt pun bertanya:

    Suara keras apakah itu wahai Rasulallah?

    Beliau menjawab, suara keras yang terjadi dipertengahan bulan Ramadhan, pasa malam Jum'at, suara dasyat itu mengagetkan ora-orang yang sedang tertidur, meniadakan orang yang berdiri terjatuh.

    Para wanita-wanita terhempas keluar dari kamarnya, pada malam Jum'at ditahun tersebut banyak terjadi gempa bumi.

    Jika kalian telah melaksanakan shlat Subuh dihari Jumat pada pertengahan Ramadhan tersebut, masuklah kalian ke dalam rumah-rumah kalian, tutuplah pintu-pintunya.

    Tutuplah lubang-lubangnya, lindungi diri kalian dengan selimut, tutuplah telinga kalian. Jika kalian merasakan adanya suara yang dahasyat, maka sujudlah kepada Allah dan ucapkanlah:

    Subahanal Quddus,Subahanal Quddus, Subahanal Quddus

    Barang siapa yang melakukannya niscaya akan selamatm dan yang tidak melakukannya niscaya akan binasah.

    Hadits ini diriwayatkan oleh Nu'aim bin Hammad di dalam kitabnya al-Fitan dan lainya.

    Kapan hal ini akan terjadi apakah malam Jum'at tanggal 15 Ramadhan esok??

    hanya Allah yang mengetahui"

    Benarkah meteor akan menghantam bumi di bulan ramadhan?

    Hasil Cek Fakta

    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim kabut tebal dan suara keras akan muncul, pada Jumat pertengahan Ramadan, menggunakan Google Search dengan kata kunci "suara keras pertengahan Ramadhan". Penelusuran mengarah pada artikel berjudul "UAS Jelaskan Hadis Prahara 15 Ramadhan" yang dimuat situs republika.co.id, pada 2 Mei 2020.

    Dalam artikel tersebut Ustaz Abdul Somad (UAS) memberikan penjelasan, kabar tersebut merupakan sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Abu Abdillah al-Hakim terdapat dalam Kitab al-Fitan karya Nu'aim ibn Hamad. Hadis yang sama juga dapat ditemukan dalam kitab Akhbar Ashbahan.

    Hadis itu memang menyebutkan, pada tanggal 15 Ramadan malam Jumat, akan terjadi suara keras yang mengejutkan. Suara atau tiupan itu akan membangunkan orang-orang yang tertidur, mengejutkan orang yang terjaga, membuat para perempuan keluar dari tempat pingitannya.

    Hadis itu juga menyatakan, pada tanggal itu akan terjadi banyak gempa bumi.

    Para pakar hadis dari masa-masa silam pun sudah memberikan komentarnya. UAS mencontohkan, Imam al-'Uqaili dalam kitab ad-Dhu'afa' al-Kabir, Juz IV, halaman 52 mengatakan, hadis tersebut tidak ada dasar sanadnya dari periwayat yang tepercaya (tsiqah). Hadis itu tidak pula dari riwayat yang kuat.

    Imam Ibnu al-Jauzi berkata dalam Kitab al-Maudhu'at Juz III, halaman 191, hadis itu hadis palsu. Begitu pula menurut Imam ad-Dzahabi, hadis itu hadis palsu.

    Kesimpulannya, hadis mengenai huru-hara pada pertengahan Ramadhan adalah hadis yang palsu. Oleh karena itu, hadis itu tak bisa dijadikan sebagai hujjah.

    Penelusuran juga mengarah pada artikel berjudul "Viral Isu Kiamat pada 15 Ramadan, Peneliti LAPAN Ingatkan Keesaan Allah" dimuat situs liputan6.com, pada 5 Mei 2020.

    Dalam artikel tersebut, Abdul Rachman, peneliti sains antariksa Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional (LAPAN), kepada Liputan6.com mengatakan bahwa tidak ada dalil agama yang mengindikasikan bahwa ad-dukhan akan terjadi pada 15 Ramadan kali ini.

    "Hadis yang dijadikan dalil dukhan pada 15 Ramadan adalah hadis palsu. Lagipula, berdasarkan pengamatan dan permodelan asteroid dan komet tidak ada indikasi bahwa akan ada tabrakan dengan Bumi dalam waktu dekat ini, bahkan hingga 100 tahun ke depan," ujarnya.

    Meski demikian, sebagai umat beriman, peneliti yang kini tinggal di Bern, Swiss, ini mengatakan bawah benda-benda langit dan seluruh alam semesta adalah tanda-tanda kekuasaan Allah yang dengan memahaminya hendaknya menjadikan kita lebih dekat terhadap Allah SWT.

    Abdul Rachman, yang sedang menempuh studi doktoral di Jurusan Astronomi, University of Bern, menegaskan bahwa benda langit seperti meteor memang bisa mengakibatkan kerusakan di permukaan Bumi dari skala kecil hingga besar, bahkan mengakibatkan kepunahan global.

    "Ini bisa terjadi kapan saja, maka kita sebagai orang beriman harus bersiap menghadapinya," kata Abdul Rahman.

    Rujukan

  • Tak Ada Mudik Lebaran Tahun Ini

    Sumber:
    Tanggal publish: 13/07/2020

    Berita

    Pemerintah resmi melarang mudik pada Lebaran 2020 untuk mencegah penyebaran Covid-19 mulai 24 April 2020. Larangan itu berlaku di Jabodetabek, daerah berstatus PSBB, dan wilayah zona merah.

    Apakah benar pemerintah menganjurkan agar tidak Ada mudik guna mengurangi penyebaran virus corona

    Hasil Cek Fakta

    Larangan mudik ditetapkan pemerintah karena ada 24 persen masyarakat yang masih ingin pulang kampung saat Lebaran 2020 berdasarkan survei Kementerian Perhubungan. Selain itu, pemerintah sudah memberikan bantuan sosial berupa sembako di Jabodetabek selama tiga bulan dan uang tunai di luar wilayah tersebut. Program Kartu Prakerja juga sudah berjalan dengan insentif hingga Rp 2,4 juta per peserta.

    Artikel ini telah tayang di Katadata.co.id dengan judul "Tak Ada Mudik Lebaran Tahun Ini" , https://katadata.co.id/infografik/2020/04/23/tak-ada-mudik-lebaran-tahun-ini
    Penulis: Andrea Lidwina
    Editor: Aria W. Yudhistira

    Rujukan