• [Fakta atau Hoaks] Benarkah Virus Corona Covid-19 Bisa Menular Lewat Kentut?

    Sumber:
    Tanggal publish: 29/06/2020

    Berita

    Informasi bahwa SARS-CoV-2, virus Corona penyebab Covid-19, bisa menular lewat kentut beredar dalam beberapa hari terakhir. Informasi itu disebut berasal dari dokter asal Australia, Andy Tagg. Di Facebook, informasi tersebut dibagikan salah satunya oleh halaman Medan Talk, yakni pada 19 April 2020.

    Apakah berita tersebut mengenai Corona bisa tertular melalui kentut benar atau hoax .. info dari kompas dunia 19 April 2020

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan penelusuran Tim CekFakta Tempo, informasi yang diunggah oleh halaman Medan Talk memang bersumber dari berita di Viva pada 18 April 2020 yang berjudul "Dokter Klaim Virus Corona Covid-19 Menular Lewat Kentut". Viva mengutip berita itu dari situs Daily Star yang berjudul "Coronavirus 'could be spreading across the globe through farts' claim doctors".

    Menurut Daily Star, informasi itu berasal dari dokter Australia, Andy Tagg. Tempo pun menelusuri akun media sosial milik Tagg. Dalam akun Twitter-nya, @andrewjtagg, Tagg pernah membuat thread tentang kemungkinan penularan Covid-19 lewat kentut pada 6 April 2020. Thread inilah yang menjadi sumber dari artikel Daily Star.

    Rujukan

  • Polisi Tangkap Penyebar Hoaks Kawanan Pencuri Beraksi Serentak di Banyuwangi

    Sumber:
    Tanggal publish: 29/06/2020

    Berita

    Sebelumnya, tersiar kabar adanya kawanan pencuri menjajah Banyuwangi dari Kabupaten Jember dan Lumajang telah menghebohkan masyarakat. Terutama di grup Whatsapp dan Facebook.

    Di sejumlah postingan, bahkan turut disertakan foto atau video aksi hakim sendiri terhadap terduga pencuri yang belum diketahui kebenarannya.

    Pencurian serentak oleh maling tanggal 18

    Hasil Cek Fakta

    Rupanya suara tersebut milik Khoirudin. Seorang pria asal Desa Wringinagung Kecamatan Gambiran yang juga sekaligus petugas Linmas setempat.

    Khoirudin kemudian diamankan oleh polisi karena telah membuat dan menyebar informasi yang belum jelas kebenarannya serta membuat gaduh dan menambah ketakutan masyarakat ditengah wabah virus saat ini.

    “Khoirudin ini berpesan melalui pesan suara. Seolah-olah ada banyak pencuri yang sudah disebar. Akibatnya warga pun geger. Bahkan dampaknya sampai meluas hingga di kecamatan lain,” kata Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Arman Asmara Syarifuddin.

    Untuk itu, Kapolresta meminta agar masyarakat berhenti membagikan segala bentuk macam informasi yang belum jelas kebenarannya. Apabila pesan berantai ini sudah diterima di HP, maka biarlah itu dikonsumsi secara pribadi dan tidak lagi membagikannya. Baik untuk status media sosial atau dibagikan kepada orang lain.

    Hendaknya masyarakat yang sudah terlanjur mengkonsumsi pesan ini lebih bijak menyikapi. Yakni dengan menjadikan kejadian ini sebagai pelajaran untuk meningkatkan kamtibmas masing-masing.

    Mengingat, masyarakat Banyuwangi saat ini tengah berjuang bersama dalam upaya memerangi pandemi Covid-19. Untuk itu, Kapolresta meminta masyarakat tidak lagi menciptakan keresahan lain.

    “Maksudnya Khoirudin ini baik. Yakni untuk mengingatkan agar masyarakat waspada. Namun dia tidak berfikir kalau dampaknya bisa massif. Sehingga menambah kepanikan dan malah membuat warga resah,” kata Kapolresta.

    Khoirudin pun mengakui bahwa perbuatannya ini salah. Untuk itu linmas desa ini meminta maaf kepada seluruh masyarakat Banyuwangi yang telah dibuatnya gaduh. Dia mengakui, pesan suara ini dibuatnya berdasarkan inisiatif atas kepeduliannya. Namun dia tidak menyangka justru akan membuat kegaduhan di banyak tempat.

    Kala itu, dirinya usai mengikuti rapat koordinasi di balai desa setempat. Saat berselancar internet di layar HP, dia mendapati sejumlah kabar bahwa sedang marak aksi kriminal selama bulan puasa. Terlebih pada kabar tersebut, aksi kejahatan telah terjadi di sekitaran desa tempat dia tinggal.

    Kemudian, munculah ide untuk menyebarkan kabar tersebut melalui pesan suara.

    “Ada info katanya ada kelompok maling yang mau beraksi di Banyuwangi. Saya langsung bikin pesan suara itu, kemudian saya bagikan di grup Whatsapp. Niat saya hanya ingin membuat warga waspada, tidak bermaksud membuat gaduh. Saya mohon maaf untuk ini,” kata Khoirudin.

    Berdasarkan kasus hoaks kawanan pencuri ini, Polresta Banyuwangi mengimbau agar masyarakat selalu bijak dalam bermedia sosial. Pastikan kebenarannya dan sumbernya, bila tidak maka akan dikenakan Pasal 28, Pasal 32, Pasal 35 UU Nomor 11 tentang ITE dengan ancaman 10 tahun penjara. (*)

    Rujukan

  • [SALAH] Video “PDIP menyuruh orang untuk membakar bendera PDIP”

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 29/06/2020

    Berita

    “Nemu vidio di pos di grup
    Apa ini bener ??? Kalo bener .. K napa pdi p segitunya kalo bikin sekenario ..

    apa ini sama dg mobil smk dan foto di lobang got..”

    “PDIP menyuruh orang untuk membakar bendera PDIP”

    Hasil Cek Fakta

    Melalui media sosial Facebook, sebuah akun bernama @Laki menyebarkan sebuah video yang di dalamnya terdapat klaim “PDIP menyuruh orang untuk membakar bendera PDIP”. Video berdurasi satu menit tersebut memperlihatkan seorang pria tengah duduk dan diinterogasi oleh beberapa orang lainnya. Hingga saat ini, sebaran akun @Laki telah dibagikan sebanyak satu kali dan mendapat 33 komentar dari pengguna Facebook lainnya.

    Namun pasca dilakukan penelusuran lebih lanjut, klaim yang terdapat dalam video tersebut adalah tidak tepat. Coba melakukan pencarian fakta melalui mesin pencari gambar milik google, diketahui bahwa padanan gambar serupa pernah digunakan oleh beberapa media untuk memberitakan kejadian pada tahun 2018.

    Salah satu yang menggunakan padanan gambar serupa dengan video tersebut adalah detik.com pada artikel berjudul “Ini Tampang Pelaku Perusak Balio SBY di Pekanbaru” yang terbit pada 15 Desember 2018. Mengutip pemberitaan milik detik.com tersebut, dijelaskan bahwa terduga pelaku perusak baliho penyambutan SBY hingga atribut Partai Demokrat di Pekanbaru. Riau telah diamankan oleh pihak berwajib.

    Melihat fakta dari pemberitaan yang ada, dipastikan bahwa klaim pria dalam video tersebut merupakan pelaku pembakar bendera PDIP adalah tidak benar. Unggahan tersebut masuk ke dalam konten yang menyesatkan. Misleading terjadi akibat sebuah konten dibentuk dengan nuansa pelintiran untuk menjelekkan seseorang maupun kelompok. Konten jenis ini dibuat secara sengaja dan diharap mampu menggiring opini sesuai dengan kehendak pembuat informasi.

    Misleading content dibentuk dengan cara memanfaatkan informasi asli, seperti gambar, pernyataan resmi, atau statistik, akan tetapi diedit sedemikian rupa sehingga tidak memiliki hubungan dengan konteks aslinya.

    Kesimpulan

    Informasi tersebut tidak benar dan menyesatkan. Video tersebut merupakan kejadian pada tahun 2018, yang diketahui bahwa pria di dalam video merupakan pelaku perusak baliho penyambutan Susilo Bambang Yudhoyono dan atribut Partai Demokrat di Pekanbaru Riau.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [Fakta atau Hoaks] Benarkah Ini Foto-foto Tommy Soeharto Saat Evaluasi Demo Tolak RUU HIP?

    Sumber: cekfakta.tempo.co
    Tanggal publish: 29/06/2020

    Berita


    Foto-foto Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto yang sedang makan bersama dengan sejumlah orang di emperan toko beredar di media sosial. Foto-foto itu diklaim sebagai foto-foto Tommy saat mengevaluasi jalannya demontrasi yang menolak Rancangan Undang-Undang (RUU) Haluan Ideologi Pancasila (HIP).
    Foto-foto tersebut memang beredar saat DPR sedang membahas RUU HIP. RUU ini menuai banyak kritik. Sejumlah pihak mendesak agar RUU HIP dibatalkan lantaran di dalam draf RUU tersebut tidak terdapat Ketetapan MRPS Nomor 25 Tahun 1966 tentang Pembubaran PKI. Pada 24 Juni 2020, demo RUU HIP digelar oleh massa beratribut Front Pembela Islam (FPI) di depan Gedung DPR, Senayan, Jakarta.
    Di Facebook, foto-foto Tommy tersebut diunggah salah satunya oleh akun Puun Baduy, yakni pada 24 Juni 2020. Akun ini pun menulis narasi, "20.02 Netizen Memang Joss Gandoss, I Love You Full. EVALUASI Habis Aksi, siapa dapat apa dan berapa.....eit jangan ngiri ya. Jatah Para Elit Gaessss... Fahamkan Sayang Orderan Sapa Demo Pancasila Tapi yang di Kibarkan Bendera Khilaf ah #ParaMafiaLagiGalau Neo ORBA."
    Gambar tangkapan layar unggahan akun Facebook Puun Baduy.
    Apa benar foto-foto di atas adalah foto-foto Tommy Soeharto saat mengevaluasi demo RUU HIP?

    Hasil Cek Fakta


    Untuk memverifikasi klaim tersebut, Tim CekFakta Tempo menelusuri jejak digital foto di atas denganreverse image toolSource. Hasilnya, ditemukan bahwa foto itu telah beredar di internet sejak 2017, jauh sebelum adanya demo RUU HIP pada 24 Juni 2020.
    Salah satu situs yang pernah memuat foto tersebut adalah situs Jakartasatu.com, yakni pada 3 September 2017. Foto itu terdapat dalam artikel yang berjudul “Tommy Suharto Makan Gudeg”. Foto tersebut diberi keterangan, "Malam keakraban antara Tommy Suharto dan tukang parkir, pengamen, pemilik toko dll."
    Dilansir dari Jakartasatu.com, pada 2 September 2017, Tommy Soeharto mendatangi sebuah warung nasi gudeg yang terletak di Jalan Gajah Mada. Tommy ditemani satu ajudan dan dua petinggi Partai Berkarya. Saat itu, Tommy mengenakan kemeja kotak-kotak putih-biru tua.
    Foto dari peristiwa yang sama namun dengan sudut pengambilan gambar yang berbeda juga pernah dimuat di situs Kini.co.id. Foto tersebut dimuat pada 3 September 2017 dalam artikel yang berjudul "Tommy Soeharto Mengaku Tak Tertarik Nyapres".
    Foto itu diberi keterangan, "Hutomo Mandala Putra atau biasa disapa Tommy Soeharto bertemu tokoh Tionghoa Lieus Sungkarisma di kawasan Gajah Mada, Jakarta Barat, Sabtu (2/9) malam. "Demo RUU HIP
    Unjuk rasa untuk menolak pembahasan RUU HIP diinisiasi oleh Persaudaraan Alumni atau PA 212. Dilansir dari CNN Indonesia, Ketua Umum PA 212 Slamet Ma'arif mengatakan pihaknya telah melayangkan surat pemberitahuan untuk menggelar demonstrasi pada 24 Juni 2020.
    Slamet mengatakan unjuk rasa tersebut akan berlangsung secara besar-besaran di Jakarta. Dia mengklaim bahwa sudah ada lebih dari 100 ormas yang sepakat menolak RUU HIP. Mereka tergabung dalam Aliansi Nasional Anti-Komunis. Beberapa di antaranya adalah PA 212, Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama, dan Front Pembela Islam (FPI).
    Dikutip dari Kompas.com, unjuk rasa itu dimulai sekitar pukul 13.00 WIB. Para demonstran menghendaki agar RUU HIP ditarik dari Program Legislasi Nasional (Prolegnas) 2020. Sebanyak 12 orang perwakilan massa telah direima oleh Wakil Ketua DPR Sufmu Dasco Ahmad.

    Kesimpulan


    Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim bahwa foto-foto di atas adalah foto-foto Tommy Soeharto saat mengevaluasi demo RUU HIP keliru. Foto tersebut telah beredar di internet sejak 2017, jauh sebelum adanya demo RUU HIP pada 24 Juni 2020. Foto-foto itu diambil ketika Tommy sedang makan nasi gudeng di kawasan Gajah Mada, Jakarta Barat.
    ZAINAL ISHAQ
    Anda punya data/informasi berbeda, kritik atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id

    Rujukan

    • Tempo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini