• [SALAH] “Kejadian GALAXY MALL 3 Surabaya”

    Sumber: Sosial Media
    Tanggal publish: 28/02/2020

    Berita

    BUKAN di Surabaya. Lokasi kejadian: daerah Ratchadaphisek di THAILAND, para pelaku adalah komplotan pencuri barang bermerek mahal (branded)

    NARASI

    “Kejadian GALAXY MALL 3 Surabaya,
    Tahu ndirilah Galaxy Mall brasa di Hongkong ????????
    ti atiloh gaeeeeaas…iku rupane tacik².
    Maling yo maling ae…”

    Hasil Cek Fakta

    PENJELASAN


    (1) http://bit.ly/2rhTadC / http://bit.ly/2MxVN7S, First Draft News: “Konten yang Salah

    Ketika konten yang asli dipadankan dengan konteks informasi yang salah”.

    * SUMBER membagikan video rekaman kamera pengawas peristiwa di daerah Ratchadaphisek (THAILAND).

    * SUMBER menambahkan narasi yang tidak sesuai dengan fakta sehingga membangun kesimpulan pelintiran.



    (2) Salah satu berita yang berkaitan, YouTube @ 20 Feb 2020: “Daerah Ratchadaphisek Menurut gambar yang dipublikasikan di media sosial sebelum melarikan diri oleh gambar CCTV Penjahat yang tertangkap adalah dua gadis yang mencuri tas tangan”

    Google Translate Chrome Ekstension, video dan selengkapnya (bahasa asli, Thailand) di http://bit.ly/3cbgXSv / http://archive.md/Anc0a (arsip cadangan).

    ======

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Kemenag Menghapus Kurikulum Pendidikan Agama di Madrasah Kata Khilafah dan Jihad

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 27/02/2020

    Berita

    Beredar postingan yang mengedarkan artikel dari laman pesisirnews[dot]com dengan judul "Selamat Tinggal Sejarah Islam"Kemenag Menghapus Kurikulum Pendidikan Agama di Madrasah Kata Khilafah dan Jihad. Dalam artikelnya, membahas mengenai isu surat edaran dari Kementerian Agama (Kemenag) yang dikatakan akan menghapus perihal khilafah dan jihad dalam kurikulum agama di Madrasah. Berikut narasi postingannya:

    Ntah apo la maksud pemerintah ko
    Agama diutak atik seenak mereka aja ????

    Hasil Cek Fakta

    Melalui hasil penelusuran, diketahui bahwa hal tersebut sudah mendapat tanggapan dari pihak Kemenag. Dirjen Pendidikan Islam Kemenag Kamaruddin Amin mengonfirmasi surat edaran tersebut. Dia menjelaskan Kemenag tak menghapus konten ajaran khilafah dan jihad, melainkan diperbaiki.

    "Saya perlu menyampaikan bahwa konten khilafah dan jihad tidak dihapus sepenuhnya dalam buku yang akan diterbitkan. Makna khilafah dan jihad akan diberi perspektif yang lebih produktif dan kontekstual," kata Kamaruddin

    Dia menerangkan pelajaran khilafah dan jihad tidak akan lagi diajarkan pada mata pelajaran Fikih. Dua konten itu akan masuk dalam mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam.

    Kamaruddin berkata materi khilafah dan jihad tidak dihapus karena merupakan bagian dari sejarah Islam. Namun perlu ada penyesuaian mengikuti perkembangan zaman.

    "Khilafah misalnya adalah fakta sejarah yang pernah ada dalam pelataran sejarah peradaban Islam, tetapi tak cocok lagi untuk konteks negara bangsa Indonesia yang telah memiliki konstitusi (Pancasila dan UUD 45, NKRI dan Bhineka tunggal ika)," kata dia.

    Senada dengan Kamarudin, Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah pada Kemenag, Ahmad Umar menegaskan bahwa Kemenag tidak menghilangkan materi khilafah dan jihad dari kurikulum dan buku pelajaran.

    Umar mengatakan, Kemenag bukan menghapus materi khilafah dan jihad dari pelajaran. Sebab materi khilafah dan jihad yang tercantum dalam KMA 165 Tahun 2014 itu dinyatakan tidak berlaku dan telah diperbaiki dalam KMA 183 Tahun 2019.

    "Tentunya perbaikan itu meletakkan materi-materi itu (khilafah dan jihad) pada porsi dan konteks pembicaraan yang sesuai dan proporsional," kata Umar.

    Ia menjelaskan, misalnya materi khilafah diletakkan pada materi sejarah kebudayaan Islam. Tetapi konteks pembicaraannya bukan sekedar khilafah, konteksnya tentang perkembangan peradaban pada zaman Daulah Utsmaniyah dan Abbasiyah.

    Di sana dijelaskan diperjuangkan peradaban Islam termasuk sampai perjuangan kehidupan pada masa-masa Khulafaur Rasyidin. Selain itu, pengertian khilafah dalam kurikulum baru diperbaiki supaya tidak mengandung multi-tafsir

    "Kata (pengertian) khilafah itu diperbaiki dengan perkembangan kehidupan peradaban manusia pada Daulah Utsmaniyah dan Abbasiyah, dan perkembangan dari zaman kepemimpinan Rasul sampai Khulafaur Rasyidin sampai ulama-ulama masa kini," jelasnya.

    Kasubdit Kurikulum Kemenag, Ahmad Hidayat pun ikut angkat bicara. Ia menegaskan, kata khialafah sudah diterjemahkan dalam bahasa Indonesia. Artinya tentang khilafah akan disampaikan dengan konteks bahasa Indonesia. Sementara, kata jihad masih ada dalam kurikulum dan buku pelajaran tapi sudah diberi penjelasannya.

    "Bahwa jihad itu diwujudkan dalam konteks keseriusan dalam berjuang dalam konteks umumnya jihad juga kita perjelas bahwa jihad yang dimaksud itu perjuangan, bukan perang," ujarnya.

    Ia menyampaikan, sejarah tentang jihad perang masih ada. Tapi cerita jihad dalam bentuk lain diperbanyak. Kesimpulannya jihad itu tidak hanya semata-mata perang. Materi jihad dalam mata pelajaran fikih masih ada, tapi dalam konteks pembicaraan inti nilainya yaitu berusaha bersungguh-sungguh di dalam menuntaskan semua aktivitas-aktivitas kehidupan.

    Sedangkan di dalam sejarah kebudayaan Islam jihad Itu otomatis terbahas di dalam perkembangan-perkembangan kebudayaan peradaban Islam. "Jihad itu diwujudkan dalam bentuk bervariasi tidak hanya harus perang, tapi diwujudkan dalam bentuk perjuangan optimalisasi berpikir pada masa abad pertengahan," jelasnya.

    Kesimpulan

    Berdasarkan penjelasan tersebut, maka konten yang tersebar di Facebook tersebut menyesatkan. Dengan demikian, konten tersebut masuk ke dalam kategori Misleading Content atau Konten yang Menyesatkan.

    Rujukan

    • Mafindo
    • Tempo
    • 2 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] “Bu Risma minta didoakan agar Surabaya tdk hancur”

    Sumber: Sosial Media
    Tanggal publish: 26/02/2020

    Berita

    Berkaitan dengan menyiapkan siaga bencana, BUKAN tentang premis pelintiran seperti yang diedarkan. Sampai saat ini gempa BELUM bisa diprediksi.
    NARASI

    “Ini dpt info dr group LPMK AAC :
    Bu Risma minta utk didoakan agar kota Surabaya tdk hancur krn adanya patahan lempeng yg melewati Sukolilo sampe Cerme Gresik Dan patahan yg garis kedua dari Waru ke Krian, Mojokerto, Jombang, Nganjuk sampe Cepu.
    Tim Ahli Gempa Dan juga dari ITS sdh melihat tanda2 pada jalan2 yg akan terjadi patahan dan terlihat semakin membesar.

    Maaf video kurang full.”

    Hasil Cek Fakta

    PENJELASAN


    (1) http://bit.ly/2rhTadC / http://bit.ly/2MxVN7S, First Draft News: “Konten yang Menyesatkan

    Penggunaan informasi yang sesat untuk membingkai sebuah isu atau individu”.

    * SUMBER membagikan video mengenai persiapan siaga bencana.

    * SUMBER menambahkan narasi yang tidak sesuai dengan konteks video yang sebenarnya sehingga menimbulkan premis pelitiran.

    (2) Beberapa artikel yang berkaitan,



    * CNN Indonesia: “Walikota Surabaya, Tri Rismaharini melakukan segala cara untuk siaga bencana bagi kota Surabaya. Selain menyiapkan siaga bencana secara teknis, ternyata walikota Surabaya juga dapat masukan dari peramal, yang meramalkan bencana dan peristiwa yang akan terjadi di Indonesia pada 2020.”

    Video di “VIDEO: Risma Tanggapi Masukan Peramal Tentang Bencana Alam” http://bit.ly/2HVQQ3U / http://bit.ly/2Vkr2GE (arsip cadangan).




    * TEMPO.CO: “Menurut Widjo Kongko, memang terdapat sesar Surabaya yang menurut penelitian dimulai dari kawasan Keputih hingga Cerme. Namun mengenai potensi kehancuran seperti yang disebarkan lewat pesan tersebut, dia mengatakan bahwa perlu pemetaan lebih soal tingkat kerusakan.”

    Selengkapnya di “Pakar Tsunami Widjo Kongko Bantah Sesar Surabaya Membesar” http://bit.ly/2SUCVBv / http://bit.ly/2Vkan6b (arsip cadangan).

    ======

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • Jangan Sembarangan, Begini Sebaiknya Cara Membuang Masker

    Sumber: Media Online
    Tanggal publish: 26/02/2020

    Berita

    "Masker harus di gunting sebelum dibuang karena"
    KOMPAS.com - Penggunaan masker di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia, meningkat seiring merebaknya wabah virus corona. Beberapa waktu belakangan ini, bahkan masker langka di pasaran. Jika stok ada, harganya dijual dengan sangat tinggi. Penggunaan masker memang disarankan sebagai salah satu langkah mencegah penularan virus corona. Sejak Jumat (21/2/2020) pagi, beredar video viral pengemasan masker yang diduga masker bekas. Warganet pun meresponsnya secara beragam. Ada yang mengatakan menjadi was-was saat membeli masker, ada pula yang memberikan saran bagaimana sebaiknya memperlakukan masker setelah pemakaian.
    Beberapa waktu lalu, Kompas.com menghubungi Dokter Yusuf Nugraha, pemilik dari Klinik Harapan Sehat di Cianjur, yang juga fokus pada pengolahan sampah. Bagaimana sebaiknya cara yang tepat membuang masker?

    Hasil Cek Fakta

    Pembuangan masker
    Pembuangan masker mungkin hal yang selama ini tak terlalu diperhatikan. Padahal, menurut dr Yusuf, cara membuang masker merupakan hal penting. Mengenai cara pembuangan masker, berikut beberapa catatan dari dr Yusuf: Masker bekas pakai sebaiknya dibuang secara terpisah ke dalam tempat sampah khusus barang beracun dan berbahaya (B3).
    Mengapa? karena hal itu menentukan bagaimana selanjutnya sampah-sampah itu akan diolah. "Kita harus pisahkan ke tempat sampahnya. Di tempat sampah terpisah. Nah sebetulnya ( masker bekas) masuk ke B3, ke warna merah, disimpan di situ. Nanti biasanya dibuang, dibuang juga bukan sembarangan, ada yang membawanya nanti," kata dr. Yusuf saat dihubungi awal pekan lalu.
    Cara ini diterapkan di kliniknya. Ia mengatakan, ada yang membuang masker dengan dibungkus plastik terlebih dahulu, ada yang dilipat sehingga bagian dalam masker tertutup. Tak ada yang salah dengan cara ini, tetapi Yusuf menekankan, yang terpenting adalah pemisahan sampahnya. "Ya itu bagus, lebih baik, dia (kuman di masker) kan tertutup. Tapi dia (masker) pembuangan akhirnya ke mana? Sah-sah saja, tapi kan kalau pembuangannya enggak terpisah, sama saja," kata Yusuf. Yang terpenting, kata Yusuf, limbah masker jangan dibakar. "Jangan dibakar sendiri, dibakar sih enggak boleh. Kalau dibakar sendiri, pembakaran akan menyebabkan pencemaran," lanjut dia. "Jadi seharusnya yang betul ada yang membawa, ada perusahaan yang khusus membawa limbah medis. Cuma kan di masyarakat saya juga masih bingung, cuma sedikit (limbah masker), siapa yang mau bawa limbahnya dia," ujar Yusuf.

    Jenis dan fungsi masker
    Dokter Yusuf juga menjelaskan terdapat dua jenis masker, yakni masker bedah dan masker respirator (N95). Masker bedah adalah masker yang sering digunakan oleh masyarakat dengan bagian luar berwarna hijau, maupun warna lainnya. Masker jenis ini berfungsi untuk menyaring tetesan cairan yang berasal dari bersin atau batuk seseorang yang mungkin saja mengandung virus. "Kalau masker N95 itu memang proteksinya lebih baik dari masker bedah, masker ini menghalangi lebih dari 95 persen partikel, jadi lebih efektif untuk menghalau partikel-partikel yang mungkin di dalamnya ada virus," kata dr. Yusuf. Masker jenis inilah yang beberapa waktu lalu dikirimkan oleh Pemerintah Indonesia ke Warga Negara Indonesia (WNI) yang ada di China. Bagaimana cara penggunaan masker yang benar? "Bagian berwarna hijau itu di luar, yang putih untuk di dalam," ujar dia. Selain itu, bagian masker yang terdapat bagian keras, sejenis kawat yang bisa dibengkokkan, ada di sisi atas. "Kemudian di masker bedah ada galurnya (lipatannya). Jadi kenapa kerasnya harus di atas, itu karena galurnya ketika batuk, droplets-nya ketahan di situ. Jadi lipatan itu fungsinya menahan partikel-partikel itu," kata dr. Yusuf. Sementara, jika penggunaannya terbalik, maka bakteri yang tersaring dan seharusnya tertahan di bagian lipatan justru akan jatuh ke bawah.

    Rujukan

    • Kompas
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini