• Cek Fakta: Hoaks KBRI KL Imbau Jangan Mengonsumsi Produk China karena Virus Corona

    Sumber: Media Online
    Tanggal publish: 12/02/2020

    Berita

    "Berita makanan produk china terjangkit virus corona"
    "Istri Dubes kBRI KL melarang konsumsi makanan produk china"
    "makanan dari cina mengandung virus corona"
    Liputan6.com, Jakarta - Virus Corona 2019-nCoV menyebar ke sejumlah negara. Di tengah merebaknya wabah yang bermula dari Wuhan , China itu, beredar kabar bahwa virus corona bisa menyebar melalui produk makanan dari Tiongkok.

    Informasi ini beredar luas melalui pesan berantai di aplikasi percakapan WhatsApp. Dalam pesan berantai itu disebutkan bahwa pekerja pabrik di China disebut-sebut juga terkena virus corona, akibatnya produk yang mereka buat juga terinfeksi virus corona.
    Pesan berantai itu diklaim berasal dari Ibu-Ibu Dubes KBRI KL (Kuala Lumpur).

    Berikut narasinya:

    Innalillahi wa Inna Illaihi roji'unAssalammu'alaikum Wr WbBreaking News : Meneruskan info dr Ibu2 Dubes KBRI KL Tolong beritahu adek2, suami, isteri dan semua teman2 Perhatian ; Mulai saat ini jangan makan pruduksi luar dulu apa pun jenis nya , khususnya produksi luar negeri cina Karena kemungkinan besar pekerja pabrik tersebut pengidap virus carona dan bisa jadi jatuh keringat mereka masuk ke dalam kalengan2 itu , serta virus corona yg saat ini masih jadi masalah besar dunia telah diketahui DepKes dunia sehingga makanan tersebut telah banyak di sita tpi lebih banyak yg sdh terlajur diekspor juga, Setelah terima ini cepat kirim ke saudara2 n teman2 semua. Agar tidak konsumsi makanan apapun yg dari luar..... Demi keselamatan kita semua. Info dr ibu dubes KBRI ( Kementrian Kesehatan RI) {semoga bermanfaat}. Mohon bantu share ya..????????[ ‼‼WARNING‼‼Tolong disebar luas kan Mohon ijin info Ikatan Dokter Indonesia (IDI), menginformasikan bahwa saat ini wabah mematikan hanya butuh penanganan cepat dan masih banyak makanan yg produksi luarInfo:RS Fatmawati , RSCM , RS Siloam , All RS Nara sumber :Dr. H. Ismuhadi, MPH

    Mohon dishare, sayangi keluarga anda.

    Hasil Cek Fakta

    HomeCek Fakta
    Cek Fakta: Hoaks KBRI KL Imbau Jangan Mengonsumsi Produk China karena Virus Corona
    Hanz Jimenez SalimHanz Jimenez Salim
    03 Feb 2020, 19:12 WIB
    123
    Liputan6.com menjadi media online yang terverifikasi
    International Fact Checking Network (IFCN) @Poynter

    Ilustrasi Cek Fakta kesehatan
    Ilustrasi Cek Fakta
    Liputan6.com, Jakarta - Virus Corona 2019-nCoV menyebar ke sejumlah negara. Di tengah merebaknya wabah yang bermula dari Wuhan , China itu, beredar kabar bahwa virus corona bisa menyebar melalui produk makanan dari Tiongkok.

    Informasi ini beredar luas melalui pesan berantai di aplikasi percakapan WhatsApp. Dalam pesan berantai itu disebutkan bahwa pekerja pabrik di China disebut-sebut juga terkena virus corona, akibatnya produk yang mereka buat juga terinfeksi virus corona.

    BACA JUGA
    VIDEO: Dampak Corona, Pemilik Restoran China di Kuta Terancam Tutup
    Pesan berantai itu diklaim berasal dari Ibu-Ibu Dubes KBRI KL (Kuala Lumpur).

    Berikut narasinya:

    Innalillahi wa Inna Illaihi roji'unAssalammu'alaikum Wr WbBreaking News : Meneruskan info dr Ibu2 Dubes KBRI KL Tolong beritahu adek2, suami, isteri dan semua teman2 Perhatian ; Mulai saat ini jangan makan pruduksi luar dulu apa pun jenis nya , khususnya produksi luar negeri cina Karena kemungkinan besar pekerja pabrik tersebut pengidap virus carona dan bisa jadi jatuh keringat mereka masuk ke dalam kalengan2 itu , serta virus corona yg saat ini masih jadi masalah besar dunia telah diketahui DepKes dunia sehingga makanan tersebut telah banyak di sita tpi lebih banyak yg sdh terlajur diekspor juga, Setelah terima ini cepat kirim ke saudara2 n teman2 semua. Agar tidak konsumsi makanan apapun yg dari luar..... Demi keselamatan kita semua. Info dr ibu dubes KBRI ( Kementrian Kesehatan RI) {semoga bermanfaat}. Mohon bantu share ya..????????[ ‼‼WARNING‼‼Tolong disebar luas kan Mohon ijin info Ikatan Dokter Indonesia (IDI), menginformasikan bahwa saat ini wabah mematikan hanya butuh penanganan cepat dan masih banyak makanan yg produksi luarInfo:RS Fatmawati , RSCM , RS Siloam , All RS Nara sumber :Dr. H. Ismuhadi, MPH

    Mohon dishare, sayangi keluarga anda.

    2 dari 3 halaman
    Penelusuran Fakta
    Setelah ditelusuri, kabar tentang larangan mengonsumsi produk dari China karena terinfeksi virus corona ternyata tidak benar.

    Informasi ini dikutip dari situs Liputan6.com dengan judul artikel "Ada Virus Corona, KBRI Kuala Lumpur Bantah Larangan Konsumsi Produk China"

    Liputan6.com, Jakarta - Beredar broadcast pesan berisi larangan untuk tak mengonsumsi produk dari luar negeri khususnya China. Alasannya, karena dianggap mengandung Virus Corona Wuhan.

    "Mulai saat ini jangan makan pruduksi luar dulu apa pun jenisnya, khususnya produksi luar negeri China. Karena kemungkinan besar pekerja pabrik tersebut pengidap Virus Corona dan bisa jadi jatuh keringat mereka masuk ke dalam kalengan2 itu, serta Virus Corona yang saat ini masih jadi masalah besar dunia telah diketahui DepKes dunia sehingga makanan tersebut telah banyak disita tapi lebih banyak yang sudah terlanjur diekspor juga," demikian sepenggal isi pesan tersebut yang mengatasnamakan ibu-ibu duta besar (dubes) KBRI Kuala Lumpur.

    Broadcast pesan tersebut juga mengajak agar masyarakat agar menyebarluaskan informasi tersebut.

    Mengetahui hal tersebut, pihak KBRI Kuala Lumpur (KL) kemudian mengklarifikasinya. Membantah informasi ada larangan terkait penyebaran Virus Corona.

    "Ini hoax ya. Ibu-ibu Dharma Wanita KBRI KL termasuk Ibu Dubes tidak pernah membuat pernyataan seperti itu," ujar Agung Cahaya Sumirat dari Fungsi Pensosbud KBRI Kuala Lumpur kepada Liputan6.com, Senin (3/2/2020).

    Sejauh ini jumlah korban yang tewas akibat terinfeksi Virus Corona resmi melewati jumlah korban SARS di China. Terkini, ada 362 korban tewas akibat Virus Corona di China, sementara jumlah korban SARS di China sejumlah 349 orang.

    Berdasarkan pantauan peta Gis And Data pada Senin sore, ada 11.117 kasus Virus Corona di China dan 362 orang tewas. Mayoritas korban tewas ada di provinsi Hubei yang merupakan lokasi Kota Wuhan.

    Data WHO menyebut kematian SARS di China Daratan ada 349 orang. Virus SARS juga menyerang pernapasan dan membuat cemas masyarakat Asia pada 2002-2003.

    Sebagai catatan, penderita Virus Corona juga lebih banyak dari SARS. Sejauh ini ada 17 ribu kasus positif Virus Corona di seluruh China, sementara penderita SARS ada 5.327 orang di China.

    China baru saja selesai membangun rumah sakit khusus Virus Corona untuk merawat 1.000 pasien. Satu rumah sakit lagi akan dibuka pekan ini. Dua-duanya dibangun dalam tempo beberapa hari saja.

    Sejauh ini, negara-negara lain yang paling para terkena Virus Corona adalah Jepang, Thailand, dan Singapura. Jumlah pasien di Singapura dan luar China kebanyakan berasal dari Wuhan.

    WHO juga sudah menetapkan Virus Corona sebagai darurat kesehatan global. Pihak China pun masih optimistis bisa menjinakkan virus ini.
    Kesimpulan
    KBRI Kuala Lumpur tidak pernah mengeluarkan larangan mengonsumsi makanan dari China. Informasi yang tersebar lewat pesan berantai di aplikasi WhatsApp ternyata tidak sesuai dengan fakta sebenarnya.

    Rujukan

    • Liputan 6
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • Kondisi Terkini Pasien Diduga Terjangkit Virus Corona di Tegal

    Sumber: Media Online
    Tanggal publish: 12/02/2020

    Berita

    "apakah benar virus corona sudah sampai tegal?"
    SuaraJawaTengah.id - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kardinah, Tegal, Jawa Tengah telah mengeluarkan hasil pemeriksaan pasien yang diduga terinfeksi virus corona.

    Berdasarkan hasil pemeriksaan, tim medis RSUD Kardinah akhirnya menurunkan status pasien, dari suspect corona menjadi pasien dalam pengawasan.

    Hal itu terungkap saat RSUD Kardinah menggelar konferensi pers pada Selasa (4/2/2020).

    Sebelumnya, pasien berinisial W (24) warga Kota Tegal dirujuk ke RSUD Kardinah karena mengalami gejala diduga terjangkit virus corona. Di antaranya demam, batuk dan sesak nafas.

    Pasien dirujuk dari Puskesmas Margadana Kota Tegal pada Senin (3/2/2020).

    Dokter penanggung jawab dr Reni Ari Martani SpP mengatakan, pasien yang diduga terinfekai virus corona didiagnosa pneumonia atau radang paru-paru.

    "Meski sudah turun status, tim medis RSUD Kardinah masih menunggu hasil uji lab tenggorokan dari Litbang Kemenkes di Jawa Tengah, ujar Reni sebagaimana dilansir dari Ayosemarang.com.

    Hasil Cek Fakta

    Menurutnya, hal itu untuk memastikan apakah pasien terjangkit virus corona atau tidak.

    "Kami telah mengirimkan sampel usapan tenggorokan ke Litbang Kemenkes. Hasilnya bisa keluar dalam lima hari ke depan. Untuk memastikan terjangkit virus Corona atau tidak," katanya.

    Menurut dia, saat ini pasien masih dalam pengawasan di ruang isolasi RSUD Kardinah meski kondisinya sudah membaik.

    "Saat ini kondisi pasien sudah membaik. Sudah tidak demam, tapi masih ada batuk. Pasien sendiri sudah menjalani perawatan selama lima hari," katanya lagi.

    Dirinya menambahkan, pasien masih membutuhkan waktu pengawasan selama 14 hari.

    Sementara itu, Plt Direktur RSUD Kardinah dr Hery Susanto Sp A mengatakan, pihaknya telah mempersiapkan dokter spesialis, ruang isolasi, alat pelindung diri (APD) pasien dan petugas, serta obat-obatan.

    "Kita sudah mempersiapkan itu, untuk mengantisipasi ada hal kemungkinan bisa terjadi," katanya.

    Rujukan

    • Suara.com
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] 7 Penumpang Lion Air Yang Berasal Dari China di Manado Terinfeksi Virus Corona

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 12/02/2020

    Berita

    Sudah ada yg masuk indonesia, via Manado.
    7 pax ini positif virus carona di pesawat Lion jt 2742
    changsa to mdc , sdh block on 20:00,
    Info update karantina sdh ada.

    Hati-hati

    Semoga bermanfaat.

    Hasil Cek Fakta

    Beredar di media sosial dan pesan berantai sebuah informasi yang diklaim bahwa di Manado terdapat tujuh orang penumpang maskapai Lion Air dengan nomor penerbangan JT-2742 rute Changsha, Tiongkok Menuju Manado yang positif terinfeksi virus corona. Terlihat dalam foto yang berlokasi di Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado, para awak pesawat dan tim medis berkumpul di garbarata, tepatnya di muka pintu pesawat bagian depan. Berdasarkan penelusuruan, informasi bahwa tujuh penumpang Lion Air dari Changsa menuju Manado positif terinfeksi virus korona adalah salah, dan pihak maskapai pun telah memberikan klarifikasi. Dilansir dari Kompas.com, melalui artikel berjudul “Lion Air: 7 Penumpang Asal China yang Tiba di Manado Negatif Virus Corona” dimuat pada Minggu 26 Januari 2020, Corporate Communications Strategic Lion Air Danang Mandala Prihantoro memastikan, tujuh penumpang Lion Air tersebut negatif virus corona. “Lion Air menerima keterangan setelah dilakukan pemeriksaan, pengecekan secara intensif oleh pihak terkait, dinyatakan negatif atau tidak terindikasi virus dimaksud,” jelas Danang melalui keterangan tertulis. Pemeriksan terhadap tujuh penumpang Lion Air asal Tiongkok dilakukan oleh tim medis beserta tim Kantor Kesehatan Pelabuhan/KKP Bandar Udara Internasional Sam Ratulangi, Manado. Pesawat Lion Air JT-2742 yang terbang dari Changsha ke Manado pada Sabtu (25/1/2020) diketahui membawa 7 kru dan 176 penumpang. Lion Air memastikan seluruh kru dan penumpang telah melalui standar prosedur bandara. Danang menjelaskan, penerbangan JT-2742 sudah dipersiapkan dengan baik. Seluruh kru dan tamu menjalani pemeriksaan kesehatan berdasarkan ketentuan. “Ketika pesawat berada pada pelataran parkir bandar udara (apron) untuk menurunkan penumpang, petugas kesehatan terlebih dahulu masuk ke dalam kabin pesawat guna melakukan pemeriksaan kepada seluruh tamu dan awak pesawat,” kata dia. Antisipasi dilakukan mengacu pada surat edaran dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia No SR.01.0111/5888/2019 ‘Pemberitahuan Kewaspadaan Penyakit Polio’ pada 30 Desember 2019 dan No PM.04.021111143/2020 ‘Kesiapsiagaan dan Antisipasi Penyebaran Penyakit Pneumonia Berat yang belum diketahui etiologinya’ pada 3 Januari 2020. Maka dari itu, informasi yang menyebutkan bahwa terdapat 7 penumpang pesawat Lion Air yang positif terinfeksi virus corona di Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado adalah tidak benar. 7 penumpang yang diklaim tersebut setelah dilakukan tindakan medis dinyatakan negatif terinfeksi virus corona.

    Kesimpulan

    Beredar sebuah informasi berupa foto disertai narasi di media sosial dan pesan berantai yang menyebutkan bahwa terdapat 7 orang penumpang maskapai Lion Air rute penerbangan Changsha, Tiongkok ke Manado yang terinfeksi virus corona. FAKTANYA, pihak Lion Air sendiri beserta tim medis bandara internasional Sam Ratulangi telah mengecek ke tujuh penumpang tersebut dan dinyatakan negatif.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Virus Corona Sudah Sampai di Apartemen Taman Anggrek

    Sumber: whatsapp.com
    Tanggal publish: 12/02/2020

    Berita

    Dapet Info dari Client, Virus Corona udah sampe sini. di Apartement TA udah ada org wuhan yg kena tp management tutup2i. Supaya mall bs beroperasi dan mrk ga rugi. barusan bgt dpt info dr client saya yg suaminya org cina, mrk ada komunitas org cina di indo dan mrk kasih tau utk jauhi apartement TA dan sekitarnya. kmrn2 pake masker, jgn pergi dlu ke mall.. org wuhan jg baru ada yg dtng di daerah thamrin krn ada perusahaan yg dr wuhan byk yg masuk. Kalo mau keluar2 sekarang mending pakai masker. Mulai stok makanan dirumah. Tolong beritahukan keluarga dan teman2. Stay safe dan berdoa minta perlindungan Tuyhan.

    Hasil Cek Fakta

    Belum lama ini beredar pesan berantai di aplikasi whatsapp yang menyebut bahwa virus corona telah sampai di apartemen Taman Anggrek yang berlokasi di Jakarta Barat.

    Dalam pesan berantai tersebut juga terdapat himbauan agar menjauhi daerah apartemen Taman Anggrek dan sekitarnya, dan jangan dulu bepergian ke mall.

    Setelah ditelusuri, dilansir dari liputan6.com, kabar tentang virus corona yang sudah sampai di Apartemen Taman Anggrek, Jakarta Barat ternyata tidak benar.

    Pesan berantai yang terlanjur viral itu dibantah Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Dwi Oktavia. Ia mengatakan bahwa kabar tersebut adalah hoaks.

    “Hoaks itu, tidak ada informasi seperti itu,” kata Dwi saat dihubungi Liputan6.com, Senin (3/2/2020).

    Dwi pun menyesalkan kabar tersebut beredar di media sosial. Ia mengimbau kepada masyarakat agar tidak terpancing isu-isu yang tidak benar terkait virus corona.

    Kesimpulan

    Beredar informasi pada pesan berantai whatsapp yang menyebutkan bahwa virus corona sudah menjangkiti penghuni apartemen Taman Anggrek Jakarta Barat. Namun setelah ditelusuri, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan DKI Jakarta mengatakan bahwa informasi yang beredar adalah tidak benar.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini