• [SALAH] Video “Demo di USA aja pakai goyang maumere”

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 17/06/2020

    Berita

    Akun Dody Kusuma (fb.com/mbahdody) mengunggah sebuah video dengan narasi:

    “Ternyata bener, Indonesia itu jadi barometer ..
    Demo di USA aja pakai goyang maumere”

    Video itu memperlihatkan puluhan demonstran Afrika-Amerika menari di jalan sambil membawa spanduk dan seolah diiringi lagu Gemu Fa Mi Re atau juga yang sering disebut sebagai Lagu Goyang Maumere.
    maumere

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan hasil penelusuran Tim Periksa Fakta AFP Indonesia, klaim bahwa ada video yang memperlihatkan puluhan demonstran Afrika-Amerika menari di jalan sambil membawa spanduk dan seolah diiringi lagu Gemu Fa Mi Re atau juga yang sering disebut sebagai Lagu Goyang Maumere adalah klaim yang salah.

    Video itu adalah video suntingan atau editan. Video hasil manipulasi dengan menambahkan lagu Gemu Fa Mi Re atau juga yang sering disebut sebagai Lagu Goyang Maumere.

    Video aslinya diunggah di akun Twitter Frosty (twitter.com/FrostyTheSkid) pada tanggal 31 Mei 2020. Diterjemahkan dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia, cuitan itu berbunyi: “Beritakan ini”. Lalu pada hari berikutnya, Frosty menulis: “Ini di Newark, New Jersey untuk mereka yang ingin tahu.”

    NJ.com, situs web berita lokal di New Jersey, juga mengunggah video pengunjuk rasa yang menari di saluran YouTube-nya pada tanggal 31 Mei 2020. Diterjemahkan dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia, judul video itu adalah: “Para pengunjuk rasa di NJ menari di jalanan selama unjuk rasa.”

    Sedangkan keterangan video itu berbunyi: “Para pengunjuk rasa bersorak dan menari di Newark, N.J. selama aksi protes damai di hari Sabtu.”

    Terdapat teks di video itu yang jika diterjemahkan ke bahasa Indonesia berbunyi, “Beginilah cara para pengunjuk rasa di Newark, N.J., menghentikan lalu lintas … Demonstran menari dengan [lagu] Cupid Shuffle … selama aksi untuk memprotes kebrutalan dan rasisme polisi.”

    “Cupid Shuffle” adalah lagu yang dirilis pada tahun 2007 oleh artis Cupid.

    Aksi demo di Newark itu juga dilaporkan oleh NBC New York pada tanggal 31 Mei 2020.

    Kesimpulan

    Video suntingan / editan. Video hasil manipulasi dengan menambahkan lagu Gemu Fa Mi Re atau juga yang sering disebut sebagai Lagu Goyang Maumere.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] “fadlizon mendaulat Anies jadi Duta Germo”

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 17/06/2020

    Berita

    “TUKANG BO’ONG JADI DUTA GERMO?
    Demi mewujudkan janji saat kampanye “Jakarta Bermaksiat”, @aniesbaswedan segera menyiapkan ‘New Normal’ untuk Diskotek dan Panti Pijat. Atas prestasi spektakuler membuka Diskotek dan Panti Pijat yang dipuja kaum kadrun kadal gurun ini, @fadlizon mendaulat Anies jadi Duta Germo.”

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan hasil penelusuran Tim Cek Fakta Medcom, klaim bahwa Fadli Zon mendaulat Anies Baswedan menjadi Duta Germo adalah klaim yang salah.

    Pernyataan tersebut bukanlah berasal dari Fadli Zon. Pernyataan dalam artikel berjudul “DKI Segera Buka Panti Pijat, Fadli Zon Bilang Anies Duta Germo?” adalah tantangan dari warganet kepada Fadli Zon agar berani menyematkan julukan duta tersebut kepada Anies.

    Dari artikel yang dilansir dari situs wartaekonomi.co.id berisi narasi sebagai berikut:

    “Sebelumnya juga, cuitan Politisi Partai Gerindra Fadli Zon yang menyindir Presiden Jokowi dengan menyebut Duta Mall Indonesia saat melakukan kunjungan ke pusat perbelanjaan di Bekasi
    “Luar biasa kepedulian P @jokowi pd mall, bisa dikatakan “Duta Mall Indonesia”. Apakabar pasar tradisional n pasar rakyat? tulis Fadli Zon.
    Kontan saja, cuitan warganet viral menanggapi pernyataan Fadli Zon dengan bandingkan kesiapan Gubernur Anies Baswedan dalam menghadapi masa New Normal yang diketahui pihaknya tengah persiapkan aturan tentang hiburan malam termasuk jasa panti pijat.
    “Nunggu @fadlizon…Nyinyirin @aniesbaswedan.” kata pengguna akun Facebook @Paijem, Kamis (4/6/2020).
    Ia pun melampirkan status bertuliskan: “Saat Pak Jokowi check persiapan Mall, Fadli Zon bilang Jokowisbg Duta Maii.Skrg Anies persiapkan aturan PantiPijet dan Diskotik,Akankah Fadli Zon bilang Anies sbg Duta Germo?”

    Dilansir dari vivanews.com,akun twitter @fadlizon, sebelumnya ia membalas unggahan akun twitter @malbekasi mengunggah foto Jokowi saat berkunjung ke mal tersebut. Fadli Zon membalas cuitan tersebut dengan menyindir Jokowi. Ia juga mempertanyakan bagaimana dengan pasar tradisional.

    Sebelumnya, terkait klaim bahwa Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan izinkan diskotik dan pantai pijat buka di Jakarta, sudah diperiksa faktanya, dan Anies Baswedan belum memutuskan semua sektor usaha di DKI Jakarta bisa kembali beroperasi. Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) DKI Jakarta masih menyiapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 di tempat hiburan malam (THM) seperti diskotek dan panti pijat.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Petinju Manny Pacman Bagi-bagi Hadiah Saat Pandemi

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 17/06/2020

    Berita

    Beredar gambar petinju Manny Pacman bagi-bagi hadiah saat pandemi. Untuk semua bangsa..!!!Daftar dari rumah dan dapatkan hadiah dalam waktu 30 menit, kami menerbitkannya untuk membantu orang karena sumringah virus CORONA mencegah banyak orang bekerja.Pilih huruf pertama nama Anda dan Anda akan menerima hadiah yang Anda pilih.Lakukan sekarang dengan iman…!

    Hasil Cek Fakta

    Melalui media sosial Facebook, beredar sebuah narasi bahwa petinju asal Filipina Manny Pacman Pacquiao bagi-bagi hadiah di tengah pandemi virus corona atau Covid-19. Unggahan tersebut juga menyatakan bahwa Pacman akan memberikan hadiah kepada 300 netizen dengan kisaran uang sebesar 10 hingga 90 juta.

    Namun informasi tersebut diduga kuat terdapat unsur penipuan di dalamnya. Melansir dari liputan6.com, penelusuran yang dilakukan mengarah pada artikel berjudul “VERA FILES FACT CHECK: Imposter ‘Pacquiao’ FB accounts post FAKE US500M giveaway” yang dimuat oleh situs verafiles.org pada 11 Januari 2020.

    Dalam artikel tersebut, dijelaskan bahwa unggahan terkait dengan Pacman bagi-bagi hadiah di tengah pandemi Covid-19 adalah tidak benar. Artikel tersebut menyatakan bahwa beberapa halaman dan akun Facebook menyamar sebagai Senator Emmanuel “Manny” menggunakan saluran media sosial resmi Pacquiao untuk menipu netizen. VERA Files Fact Check melacak setidaknya lima halaman FB dan dua akun pribadu yang menggunakan nama dan gambar Pacman beserta keluarganya untuk melakukan penipuan.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] “Ternyata ini tujuan masuk mall pakai barcode”

    Sumber: whatsapp.com
    Tanggal publish: 17/06/2020

    Berita

    Beredar pesan berantai Whatsapp yang menyebutkan bahwa tujuan masuk mal menggunakan barcode ialah untuk mencari pengunjung apabila ada pasien positif Corona atau Covid-19 masuk gedung. Dalam pesan berantai tersebut disebutkan pula bila ada pasien positif Covid-19 masuk mall tersebut maka semua yang terdaftar masuk mal langsung menjadi ODP.

    Berikut kutipan narasinya:

    “Hari ini mall dibuka gaes... ! Ternyata ini tujuan masuk mall pakai barcode: Kalau ada yang positif corona di dalam gedung, maka semua yang terdaftar masuk mall tersebut langsung menjadi ODP karena kemungkinan besar ikut terpapar corona & bisa langsung dicari untuk dikarantina. Jadi, lebih baik jangan pergi ke mall2 dulu kalau ngga amat sangat butuh sekali, karena prosedurnya sama semua mall”

    Hasil Cek Fakta

    Melalui hasil penelusuran diketahui bahwa klaim tersebut tidak benar. Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) DKI Jakarta, Ellen Hidayat membantah jika registrasi dilakukan untuk contact tracking Covid-19. Menurut Ellen, registrasi melalui QR code ini dilakukan untuk memudahkan perhitungan pengunjung sesuai dengan Pergub 51/2020, yakni 50 persen.

    Adapun dalam proses registrasi, pengunjung hanya dimintai data berupa nama dan nomor handphone, serta berapa jumlah orang atau keluarga yang didaftarkan, yang pada hari itu akan datang bersamaan.

    "Jadi, 1 orang bisa mendaftar untuk keluarganya yang misalnya datang bersama sejumlah 10 orang. Cukup diisi oleh 1 orang saja. Jadi QR code ini bisa digunakan oleh pihak mal untuk mengikuti batasan jumlah pengunjung yang diperbolehkan pemerintah," jelas Ellen.

    Ellen kembali menegaskan bahwa registrasi ini bukan untuk contact tracking Covid-19, melainkan untuk perhitungan jumlah pengunjung, sesuai dengan Pergub 51/2020. "Yang jelas QR code ini bukan alat untuk contact tracing Covid-19," kata Ellen.
    Senada dengan Ellen, Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) DKI Jakarta Cucu Ahmad Kurnia menyatakan QR code (scan barcode) sebelum memasuki pusat perbelanjaan atau mal bukanlah untuk melacak kasus Covid-19.

    Dia menyebut QR tersebut guna mempermudahkan pengelolaan mal untuk menghitung jumlah pengunjung yang datang. Sebab jumlah pengunjung harus dibatasi atau tidak boleh lebih dari 50 persen.

    "Sebagian mal ada yang melakukan modifikasi dengan sistem QR code, di mana tujuannya untuk people counting sehingga sesuai protokol kesehatan akan bisa diketahui secara langsung jumlah pengunjung," kata Cucu saat dihubungi, Senin (15/6).

    Kesimpulan

    Berdasarkan penjelasan tersebut, maka klaim pesan berantai tidak benar. Oleh sebab itu, konten pesan berantai itu masuk ke dalam kategori Misleading Content atau Konten yang Menyesatkan.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini