• [SALAH] “Orng kaya di Wuhan mulai stress, mereka menghamburkan uang”

    Sumber: twitter.com
    Tanggal publish: 12/02/2020

    Berita

    “Orng kaya di Wuhan mulai stress, mereka menghamburkan uang ( dlm arti sebenarnya)

    Uang menjadi tiada arti dibandingkan keselamatan diri.”

    Hasil Cek Fakta

    SUMBER membagikan video yang sebelumnya sudah dipublikasikan pada tahun 2017. Narasi SUMBER menimbulkan kesimpulan yang salah mengenai tanggal dan jam publikasi video. Pada tanggal 31 Desember 2019, sebuah konsorsium ahli medis China didakwa oleh CDC China dengan menyelidiki permulaan apa yang sekarang dikenal sebagai Wuhan Coronavirus. [216] Pada 24 Januari 2020, laporan mereka dipublikasikan di The Lancet. [217] Mereka mencatat dari ulasan mereka tentang catatan medis lokal bahwa pasien pertama yang kemudian didiagnosis dengan Coronavirus Wuhan pertama kali mengalami gejala pada 8 Desember 2019. Namun, konsorsium menemukan kasus sebelumnya dari seorang pasien yang pertama kali mengalami gejala pada 1 Desember 2019, menunjuk ke asal yang lebih awal. [218] Terlepas dari kasus awal ini, antara 8 hingga 18 Desember 2019, tujuh kasus yang kemudian didiagnosis dengan Wuhan Coronavirus didokumentasikan, dua di antaranya terkait dengan Pasar Grosir Makanan Laut Huanan di Wuhan, lima tidak. [219]”

    Kesimpulan

    Video yang dibagikan sebelumnya sudah dipublikasikan pada tahun 2017, TIDAK TERKAIT dengan Virus Corona 2019.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • Beredar Video ISIS Latih Anak-anak Indonesia

    Sumber: Media Online
    Tanggal publish: 11/02/2020

    Berita

    "ISIS latih anak Indonesia untuk jadi pembunuh"

    Hasil Cek Fakta

    BANJARMASIN, KOMPAS.com — Sebuah video pelatihan perang yang diadakan ISIS dengan peserta anak-anak Indonesia beredar di laman YouTube, Selasa (17/3/2015). Sedikitnya, ada tiga video yang sempat beredar di laman tersebut sejak Minggu (15/3/2015). Dua video berjudul "Cahaya Tarbiyah di Bumi Khilafah" dan "Anak-anak Indonesia Berlatih AK-47 dengan ISIS" sempat tayang dan ditonton ratusan orang. Namun, Selasa malam, kedua video tersebut sudah dihapus oleh pihak YouTube. Namun, tak lama kemudian, beredar lagi video berjudul "Cahaya Tarbiyah di Bumi Khilafah", yang diunggah akun yang bernama "Ular Kadut Unyu Unyu" dan hingga Selasa malam telah ditonton lebih dari ratusan orang. Video berdurasi 2 menit 12 detik itu menggambarkan belasan anak-anak belia berusia belasan tahun dilatih bela diri dan menggunakan senjata dan diberikan pendidikan daulah islamiyah. Video yang diproduksi oleh Al Azzam Media, yaitu Divisi Media Khilafah Islamiyah Berbahasa Melayu, itu menayangkan kegiatan belasan anak berpakaian ala militer sedang mengikuti pendidikan keagamaan, bela diri, serta penggunaan senjata AK-47 dan pistol. Selain menampilkan beberapa instruktur yang memberikan pernyataan, video itu juga menampilkan beberapa pernyataan dari sosok anak-anak belia yang ditampilkan. "Kepada thogut di seluruh dunia... Ini untuk kamu," ujar seorang anak sambil menodongkan pistol ke arah kamera di ujung video tersebut. Beberapa netizen juga sempat menyampaikan tanggapannya mengenai kehadiran video tersebut. Sebagian besar mereka mengutuk dan mempertanyakan keberadaan dan pernyataan orang-orang yang diduga berasal dari Indonesia tersebut.

    Rujukan

    • Kompas
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] “Saking takutnya dengan virus corona Orang Cina Islam yang sholat arahnya kemana mana”

    Sumber: Sosial Media
    Tanggal publish: 11/02/2020

    Berita

    Sumber video yang dibagikan tayang live pada Juni 2019, TIDAK ADA kaitannya dengan Virus Corona yang ditemukan pada Desember 2019.

    NARASI

    “Saking takutnya dengan virus corona
    Orang Cina Islam yang sholat
    mereka pun pada ikutan walaupun arahnya kemana mana”.

    Hasil Cek Fakta

    PENJELASAN


    (1) http://bit.ly/2rhTadC / http://bit.ly/2MxVN7S, First Draft News: “Konten yang Salah

    Ketika konten yang asli dipadankan dengan konteks informasi yang salah”.

    * SUMBER membagikan video mengenai Salat Ied di kota Yiwu, provinsi Zhejiang, Tiongkok.

    * SUMBER menambahkan narasi yang tidak sesuai dengan konteks video yang sesungguhnya sehingga menimbulkan kesimpulan yang salah.



    (2) Sumber video, “Mak Mohamed” (facebook.com/Mak.Clt.India): “Eid prayer in China, Yiwu, Zhejing province”

    http://bit.ly/2SvpTZL / http://archive.md/l7ddv/image (arsip cadangan).



    (3) Kronologi penemuan wabah, Wikipedia: “1–18 Desember 2019

    Pada tanggal 31 Desember 2019, sebuah konsorsium ahli medis China didakwa oleh CDC China dengan menyelidiki permulaan apa yang sekarang dikenal sebagai Wuhan Coronavirus. [216] Pada 24 Januari 2020, laporan mereka dipublikasikan di The Lancet. [217] Mereka mencatat dari ulasan mereka tentang catatan medis lokal bahwa pasien pertama yang kemudian didiagnosis dengan Coronavirus Wuhan pertama kali mengalami gejala pada 8 Desember 2019. Namun, konsorsium menemukan kasus sebelumnya dari seorang pasien yang pertama kali mengalami gejala pada 1 Desember 2019, menunjuk ke asal yang lebih awal. [218] Terlepas dari kasus awal ini, antara 8 hingga 18 Desember 2019, tujuh kasus yang kemudian didiagnosis dengan Wuhan Coronavirus didokumentasikan, dua di antaranya terkait dengan Pasar Grosir Makanan Laut Huanan di Wuhan, lima tidak. [219]”

    Google Translate, selengkapnya di “Kronologi wabah” http://bit.ly/2H6iScN / http://archive.md/7zRhF (arsip cadangan).

    ======

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Foto “tim medis Jepang berjumlah 1.000 tiba di Wuhan”

    Sumber: Sosial Media
    Tanggal publish: 11/02/2020

    Berita

    Foto tahun 2008. Bukan ke Wuhan, tapi ke kota Chengdu di Cina setelah terjadinya gempa di tahun 2008, jadi tidak terkait dengan kejadian virus corona atau 2019-nCoV pada awal tahun 2020.

    Akun Lyana Lukito (fb.com/LYANALUKITO) mengunggah sebuah foto dengan narasi :

    “第一个援助中国的医疗队来了,日本1000人医疗队抵达武汉
    Tim medis pertama yang membantu Tiongkok datang, dan tim medis Jepang berjumlah 1.000 tiba di Wuhan”

    Hasil Cek Fakta

    PENJELASAN

    Berdasarkan hasil penelusuran, bahwa foto dalam unggahan tersebut tidak ada kaitannya dengan wabah Virus Corona 2019-nCoV yang bermula di Wuhan, China. Foto yang diunggah oleh sumber klaim adalah anggota tim medis Jepang yang berangkat ke kota Chengdu di Cina setelah terjadinya gempa di tahun 2008.

    Pencarian gambar menemukan laporanterkait foto ini dimuat oleh Pusat Informasi Internet Cina milik pemerintah negara tersebut. Kredit laporan berita itu diberikan pada Kantor Berita Xinhua dengan tanggal 21 Mei 2008. Foto yang sama pernah dimuat dalam galeri foto di situs Beijing Review.

    Foto tersebut menggambarkan tim medis Jepang yang diberangkatkan dari Bandara Narita pada 20 Mei 2008. Tim yang terdiri atas 22 orang tersebut menuju Kota Chengdu di Provinsi Sichuan yang baru dilanda gempa.

    Pencarian dengan kata kunci ‘Japan, medical team, Wuhan’ tak menemukan bukti pendukung.

    Yang ada justru artikel berjudul, “This photo has circulated in reports about a Japanese medical team travelling to China in 2008”, yang dipublikasikan tim pencari fakta AFP Philippines yang membantah klaim tersebut.

    Seperti dikutip dari AFP, Kedutaan Besar Jepang di Manila membantah klaim soal pengiriman 1.000 tenaga medis Jepang ke Wuhan.

    “Berdasarkan pemeriksaan, harap diperhatikan bahwa laporan tersebut tidak benar,” demikian kata pihak kedutaan pada AFP lewat email pada 3 Februari 2020.

    Hal itu membuktikan, klaim yang tak benar itu juga beredar di negara lain, setidaknya Filipina.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini