[Fakta atau Hoaks] Benarkah Ribka Tjiptaning Sebut Ibu Jokowi Ketua Gerwani PKI?
Sumber: cekfakta.tempo.coTanggal publish: 15/06/2020
Berita
Akun Facebook Dian Limaran mengunggah foto anggota DPR dari Fraksi PDI Perjuangan, Ribka Tjiptaning, pada 14 Juni 2020. Dalam foto itu, tertulis kalimat yang seolah-olah merupakan pernyataan Ribka, “Saya PKI. Jokowi tak berani Gebuk saya, karena ibunya ketum Gerwani PKI.”
Dalam unggahannya, akun Dian Limaran juga membagian sebuah tulisan panjang berjudul “29 bukti Presiden Jokowi PKI”. Tulisan ini antara lain berisi klaim bahwa Jokowi adalah keturunan PKI.“Jokowi sembunyikan indentitas asli dan tempat lahirnya. Jokowi semula tidak ngaku berasal dari Giriroto Ngemplak Boyolali, Basis PKI terbesar di Indonesia 1955-1965.”
Selain menyinggung Jokowi, tulisan itu juga menyebut bahwa nama asli orang tua Jokowi disembunyikan. “Jokowi sembunyikan nama asli orang tuanya. Widjiatno diganti dengan nama Noto Mihardjo. Sulami dipalsukan dengan Sudjiatmi,” demikian narasi dalam tulisan tersebut.
Gambar tangkapan layar unggahan akun Facebook Dian Limaran.
Apa benar anggota DPR dari Fraksi PDIP, Ribka Tjiptaning, menyebut bahwa ibu Jokowi Ketua Umum Gerwani PKI?
Hasil Cek Fakta
Untuk memverifikasi klaim di atas, Tim CekFakta Tempo memasukkan kata kunci “Saya PKI Jokowi tak berani gebuk saya karena ibunya Ketum Gerwani PKI” ke mesin pencarian Google. Namun, tidak ditemukan bahwa pernyataan tersebut pernah diucapkan oleh Ribka Tjiptaning di media.
Berdasarkan penelusuran Tempo, Ribka pun tidak pernah menyatakan “Saya PKI”. Klaim ini memutarbalikkan kalimat yang menjadi judul buku yang pernah ditulis Ribka. Buku yang diterbitkan pada 2002 itu berjudul “ Aku Bangga Jadi Anak PKI ”.
PKI sendiri telah berakhir setelah Gerakan 30 September 1965 yang disusul dengan pembantaian besar-besaran terhadap anggota dan simpatisan PKI. Pembubaran PKI pun telah dituangkan dalam Ketetapan MPRS Nomor 25 Tahun 1966. Sejak saat itu, tidak ada lagi aktivitas PKI di Indonesia. Selain itu, Ribka lahir pada 1 Juli 1959. Pada 1965, Ribka baru berusia 6 tahun.
Terkait apakah ibu Presiden Jokowi adalah Ketua Umum Gerwani (Gerakan Wanita Indonesia), klaim ini sudah pernah diverifikasi oleh Tim CekFakta Tempo pada 5 April 2019.
Dua dosen dari perguruan tinggi yang berbeda menulis buku tentang asal-usul Jokowi. Hasil penelusuran kedua dosen itu, yang tertuang dalam buku yang berjudul "Jokowi dari Bantaran Kalianyar ke Istana", membantah fitnah yang menyebut Jokowi merupakan keturunan dari keluarga yang terkait dengan PKI.
Salah satu dosen yang menulis buku tersebut, Wawan Mas'udi, bercerita bahwa ia melacak sejarah asal-usul Jokowi mulai dari kakek-nenek serta kedua orang tuanya. "Kami mendatangi kampung-kampung tempat asal-usul keluarganya dan mengumpulkan beberapa sumber," katanya dalam acara bedah buku yang digelar di Solo pada 19 Desember 2018.
Kakek Jokowi dari jalur ayah, Lamidi Wiryomiharjo, merupakan kepala desa di Desa Krajan, Karanganyar, yang menjabat sejak 1950 hingga 1980-an. Jabatan Lamidi, menurut dia, sekaligus membantah fitnah bahwa Jokowi merupakan keturunan dari simpatisan PKI. "Orde baru tidak mungkin membiarkan orang yang tersangkut PKI jadi kepada desa," katanya.
Wawan adalah dosen Fakultas Ilmu Ilmu Sosial dan Politik Universitas Gadjah Mada. Sedangkan dosen lain yang menulis buku itu, Ramdhon, adalah pengajar di Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Negeri Sebelas Maret.
Dilansir dari laporan Tirto.id yang menjelaskan asal-usul ibu Jokowi menyebut bahwa ibu Jokowi bernama Sudjiatmi. Sudjiatmi lahir pada 15 Februari 1943 di Desa Giriroto, Ngemplak, Boyolali, Jawa Tengah. Sudjiatmi menikah dengan Widjiatno Notomihardjo pada 1959. Pasangan ini lalu pindah dari Boyolali ke Srambatan, Solo bagian utara. Pada 21 Juni 1961, lahir anak pertama mereka, Joko Widodo.
Sudjiatmi dan suaminya memang orang biasa yang bahkan pernah mengalami kehidupan sulit. Keluarga ini beberapa kali pindah rumah, termasuk pernah tinggal di permukiman kumuh di bantaran kali. Meski pernah mengalami masa sulit, pasangan Notomiharjo dan Sudjiatmi menyekolahkan Jokowi hingga ke perguruan tinggi, hingga sang putra merintis usaha mebel dan bisa memperbaiki taraf kesejahteraan keluarga.
Kesimpulan
Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim bahwa anggota DPR dari Fraksi PDIP, Ribka Tjiptaning, menyebut bahwa ibu Presiden Jokowi Ketua Umum Gerwani PKI keliru. Ribka tidak pernah berkata “Saya PKI, Jokowi tak berani Gebuk saya, karena ibunya ketum Gerwani PKI”. Ribka hanya pernah menulis buku yang berjudul “Saya Bangga Jadi Anak PKI”. Ibu Jokowi pun bukan Ketua Umum Gerwani.
IKA NINGTYAS
Anda punya data/informasi berbeda, kritik atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id
Rujukan
[Fakta atau Hoaks] Benarkah Imigrasi Tahan 300 WNA Cina yang Bawa Ribuan Senjata Api di Tengah Pandemi Covid-19?
Sumber: cekfakta.tempo.coTanggal publish: 15/06/2020
Berita
Klaim bahwa Dinas Imigrasi menahan 300 warga negara asing atau WNA asal Cina ilegal yang membawa ribuan senjata api beredar di media sosial. Menurut klaim yang terdapat dalam gambar berlogo CNN Indonesia itu, ratusan WNA Cina tersebut baru transit di Bandara Soekarno-Hatta dengan membawa 3 ribu senjata api AK-46 serta 5 ribu peluru.
Dalam gambar tersebut, tertulis bahwa penahanan itu terjadi pada 4 Juni 2020. Di bagian awal, tertulis narasi "Di saat rezim pemerintah menerapkan aturanlockdownyang harus dipatuhi oleh rakyat dengan tidak memberi jaminan uang untuk kebutuhan hidup sesuai undang-undang, di saat itu pula rezim menyelundupkan WNA Cina komunis ilegal secara masif terus-menerus."
Menurut klaim tersebut, para WNA Cina ilegal itu terindikasi sebagai Tentara Merah dan para intelijen Cina. "Sepertinya aparat kepolisian menutup mata dalam hal ini, atau mungkin malahmembackingi. Kedaulatan NKRI dan rakyat asli pribumi serta seluruh umat beragama di Indonesia sudah di ambang ancaman kepunahan," demikian narasi dalam klaim tersebut.
Dalam gambar tersebut, terdapat pula empat foto. Dua foto memperlihatkan puluhan senjata laras panjang. Satu foto memperlihatkan puluhan peluru. Sementara satu foto lainnya memperlihatkan puluhan warga Cina berbaju biru, yang beberapa di antaranya memakai helm.
Di Facebook, gambar tersebut diunggah salah satunya oleh akun Hendra Bastari, yakni pada 7 Juni 2020. Hingga artikel ini dimuat, gambar unggahan akun Hendra Bastari ini telah dibagikan lebih dari 150 kali.
Gambar tangkapan layar unggahan akun Facebook Hendra Bastari.
Apa benar Imigrasi tahan 300 WNA asal Cina yang bawa ribuan senjata AK-46 di tengah pandemi Covid-19?
Hasil Cek Fakta
Untuk memverifikasi klaim di atas, Tim CekFakta Tempo memasukkan berbagai kata kunci terkait, mulai dari "Imigrasi tahan 300 WNA Cina" hingga “WNA Cina bawa senjata”, ke mesin pencarian Google. Namun, tidak ditemukan adanya pemberitaan media terkait hal itu. Begitu pula saat Tempo melakukan pencarian di situs C NN Indonesia dengan kata kunci "Dinas Imigrasi Tahan 300 Orang WNA China Ilegal", tidak ditemukan berita dengan judul tersebut.
Foto-foto yang dicantumkan dalam gambar itu pun tidak terkait dengan klaim bahwa Imigrasi menahan 300 WNA Cina yang membawa ribuan senjata. Berdasarkan penelusuran Tempo denganreverse image toolSource, Google, Yandex, dan TinEye, berikut fakta atas foto-foto tersebut:
Foto I
Foto tumpukan peluru ini pernah dimuat di situs Luckygunner.com pada 22 Juni 2012, jauh sebelum terjadinya pandemi Covid-19. Foto tersebut diberi keterangan: “Can you tell which of these rounds are .223 and which are 5.56? Because .223 Rem and 5.56 NATO share the same external dimensions, it can be hard to tell the difference.”
Foto II
Foto tumpukan senjata laras panjang tersebut pernah dimuat di situs stok foto Getty Images pada 29 Juli 2011, jauh sebelum terjadinya pandemi Covid-19. Foto itu diberi judul “Picture of part of the assault rifles se”. Adapun keterangan fotonya berbunyi: "Foto bagian dari senapan serbu yang disita oleh polisi Kolombia di Cali, Departemen Valle del Cauca, pada 29 Juli 2011. Polisi Kolombia menyita 47 senapan serbu Norinco 7,62 mm buatan Cina (replika AK-47) dan 215 amunisi. Menurut otoritas, senjata itu dimiliki oleh kelompok kriminal Los Comba. AFP PHOTO/Luis Robayo."
Foto III
Foto yang memperlihatkan puluhan warga Cina ini pernah dimuat di situs Antaranews.com pada 28 Januari 2020 dengan judul “Mencegah kedatangan TKA China demi menahan penyebaran corona”. Foto tersebut diberi keterangan: “Buntut merebaknya virus corona yang berasal dari kota Wuhan, China, membuat pemerintah Indonesia meningkatkan kewaspadaan serius. Keberadaan dan kedatangan Tenaga Kerja Asing (TKA) China menjadi perhatian sejumlah daerah. Kantor Imigrasi dan Disnakertrans berupaya melakukan pencegahan, demi melindungi masyarakat Indonesia tertular virus mematikan itu. (Saharudin/Rangga Musabar/Soni Namura/Sizuka).”
Foto IV
Foto puluhan senjata laras panjang tersebut pernah dimuat di situs Merdeka.com pada 26 Juli 2012 dalam artikel foto yang berjudul “Puluhan senjata api diamankan Polda Metro Jaya”. Foto ini diberi keterangan: "Selain senpi, aparat juga berhasil mengamankan 56air soft gunlaras panjang dan 36 laras pendek. 1.736 Butir amunisi laras panjang dan pendek, juga amunisisoft gunsebanyak 57.605 butir diamankan."
Kesimpulan
Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim dalam gambar unggahan akun Facebook Hendra Bastari, bahwa Imigrasi tahan 300 WNA asal Cina yang bawa ribuan senjata AK-46 di tengah pandemi Covid-19, keliru. Tidak ditemukan adanya pemberitaan media terkait hal itu. Di situs CNN Indonesia pun, yang logonya tercantum dalam gambar tersebut, tidak terdapat berita dengan judul yang memuat kalimat "Dinas Imigrasi Tahan 300 Orang WNA China Ilegal". Begitu pula dengan foto-foto yang dicantumkan, tidak terkait dengan klaim bahwa Imigrasi menahan 300 WNA Cina yang membawa ribuan senjata.
ZAINAL ISHAQ
Anda punya data/informasi berbeda, kritik atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id
Rujukan
[SALAH] “Di film kapten amerika, capten steve bangun pada masa modern dan kamu bisa lihat virus corona”
Sumber: facebook.comTanggal publish: 15/06/2020
Berita
Akun costumarvel (fb.com/100973851645751) mengunggah sebuah gambar dengan narasi sebagai berikut:
“Di fi kapten amerika, capten steve bangun pada masa modern dan kamu bisa lihat virus corona Repost @marvel2k19__ • • • • • • Follow me for more #anthonymackie #sebastianstan #wyattrussell #zemo #disneyplus #thefalconandthewintersoldier #thanosdidnothingwrong #blackpanther2 #avengers #endgame #infinitywar #chrisevans #chrishemsworth #captainamerica #thor #falconandthewintersoldier #hawkeye #infintywar #marvelindonesia #marvelindo #konspirasi”
Di gambar yang diunggah, terdapat narasi berbahasa Inggris sebagai berikut: “IN CAPTAIN AMERICA, STEVE ROGERS AWAKENS IN MODERN TIMES, AND YOU CAN SEE A CORONA AND A VIRUS” , “DID YOU KNOW?” dan “DON’T LIE TO ME ROGERS, DID YOU KNOW?”
“Di fi kapten amerika, capten steve bangun pada masa modern dan kamu bisa lihat virus corona Repost @marvel2k19__ • • • • • • Follow me for more #anthonymackie #sebastianstan #wyattrussell #zemo #disneyplus #thefalconandthewintersoldier #thanosdidnothingwrong #blackpanther2 #avengers #endgame #infinitywar #chrisevans #chrishemsworth #captainamerica #thor #falconandthewintersoldier #hawkeye #infintywar #marvelindonesia #marvelindo #konspirasi”
Di gambar yang diunggah, terdapat narasi berbahasa Inggris sebagai berikut: “IN CAPTAIN AMERICA, STEVE ROGERS AWAKENS IN MODERN TIMES, AND YOU CAN SEE A CORONA AND A VIRUS” , “DID YOU KNOW?” dan “DON’T LIE TO ME ROGERS, DID YOU KNOW?”
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan hasil penelusuran, klaim bahwa di film “Captain America: The First Avenger” pada tahun 2011, kita bisa melihat virus Corona adalah klaim yang salah.
Bukan ilustrasi Virus Corona COVID-19 tapi spageti. Papan iklan di atas bahu kiri Captain America, Steve Rogers merupakan iklan untuk pasta Barilla.
Dilansir dari India.com, seorang kritikus film bernama William Mullally dari The Cutaway, menuliskan sejumlah tweet untuk menghilangkan prasangka dan mengklarifikasi bahwa itu bukan simbol virus di papan iklan film Marvel Studios.
Dikutip dari tweet yang ditulis William Mullally di akun Twitternya (twitter.com/whmullally) pada 11 Juni 2020, isi papan iklan di atas bahu kiri Captain America bukanlah simbol Virus Corona COVID-19 tapi adalah spageti.
Berdasarkan artikel periksa fakta oleh Snopes.com yang berjudul “Did ‘Captain America’ Movie Predict the Coronavirus Pandemic?”, dijelaskan bahwa gambar di papan iklan itu adalah desain papan iklan umum, yang menunjukkan pasta Barilla dalam bentuk kembang api.
Adegan penutup “Captain America” difilmkan di lokasi di Times Square, yang berarti banyak dari iklan di latar belakang benar-benar ditampilkan di New York di dunia nyata sekitar waktu film itu difilmkan. Gambar Shutterstock 2011 ini, misalnya, menunjukkan banyak papan iklan yang sama (termasuk bir Corona Light dan iklan pasta Barilla yang diklaim sebagai tanda “coronavirus”) di Times Square.
Berdasarkan video berjudul “Steve Rogers Wakes Up 70 Years Later “I Had A Date” Captain America: The First Avenger (2011)”, papan iklan itu bisa dilihat di menit ke 02:10.
Bukan ilustrasi Virus Corona COVID-19 tapi spageti. Papan iklan di atas bahu kiri Captain America, Steve Rogers merupakan iklan untuk pasta Barilla.
Dilansir dari India.com, seorang kritikus film bernama William Mullally dari The Cutaway, menuliskan sejumlah tweet untuk menghilangkan prasangka dan mengklarifikasi bahwa itu bukan simbol virus di papan iklan film Marvel Studios.
Dikutip dari tweet yang ditulis William Mullally di akun Twitternya (twitter.com/whmullally) pada 11 Juni 2020, isi papan iklan di atas bahu kiri Captain America bukanlah simbol Virus Corona COVID-19 tapi adalah spageti.
Berdasarkan artikel periksa fakta oleh Snopes.com yang berjudul “Did ‘Captain America’ Movie Predict the Coronavirus Pandemic?”, dijelaskan bahwa gambar di papan iklan itu adalah desain papan iklan umum, yang menunjukkan pasta Barilla dalam bentuk kembang api.
Adegan penutup “Captain America” difilmkan di lokasi di Times Square, yang berarti banyak dari iklan di latar belakang benar-benar ditampilkan di New York di dunia nyata sekitar waktu film itu difilmkan. Gambar Shutterstock 2011 ini, misalnya, menunjukkan banyak papan iklan yang sama (termasuk bir Corona Light dan iklan pasta Barilla yang diklaim sebagai tanda “coronavirus”) di Times Square.
Berdasarkan video berjudul “Steve Rogers Wakes Up 70 Years Later “I Had A Date” Captain America: The First Avenger (2011)”, papan iklan itu bisa dilihat di menit ke 02:10.
Kesimpulan
Bukan ilustrasi Virus Corona COVID-19 tapi spaghetti. Papan iklan di atas bahu kiri Captain America, Steve Rogers merupakan iklan untuk pasta Barilla.
Rujukan
- https://www.india.com/viral/fake-news-film-critics-debunk-conspiracy-theorists-claims-of-captain-america-predicting-covid-19-and-george-floyd-protests-in-2011-4056838/
- https://twitter.com/whmullally/status/1271109221975838720
- https://www.snopes.com/fact-check/captain-america-coronavirus-pandemic/
- https://www.adsoftheworld.com/media/print/barilla_happy_new_year
- https://onlocationvacations.com/2011/04/23/captain-america-filming-in-times-square-today/
- https://www.shutterstock.com/image-photo/new-york-city-jan-7-nighttime-71745475
- https://www.flickr.com/photos/jimmysvensson/6117795267/in/photolist-ajBioK
- https://lareclame.fr/barilla+bonne+annee+2011
- https://www.youtube.com/watch?v=gZa82Xz1nys
[SALAH] Akun Facebook Wakil Gubernur Jawa Barat Bernama Haji Ruzhanul Ulum
Sumber: facebook.comTanggal publish: 15/06/2020
Berita
Akun Facebook atas nama Haji Ruzhanul Ulum menuliskan identitasnya sebagai Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Barat (Jabar).
Dalam akun tersebut juga tertera informasi pernah belajar di Universitas Siliwangi.
NARASI:
“WAKIL GUBERNUR JAWA BARAT,” keterangan yang ditulis oleh akun Facebook Haji Ruzhanul Ulum.
Dalam akun tersebut juga tertera informasi pernah belajar di Universitas Siliwangi.
NARASI:
“WAKIL GUBERNUR JAWA BARAT,” keterangan yang ditulis oleh akun Facebook Haji Ruzhanul Ulum.
Hasil Cek Fakta
Namun, Wagub Jabar yang akrab disapa UU ini memberikan klarifikasi bahwa akun Facebook dengan nama Haji Ruzhanul Ulum adalah palsu.
“Akun ini palsu. Dan kabarnya sdh melakukan ‘jual nama’ menggunakan nama saya. Akun asli hanya FB Page ini Uu Ruzhanul Ulum dan IG www.instagram.com/ruzhanul saja. Mangga disebar. Hatur nuhun,” tulis akun Facebook Wagub UU, yakni UU Ruzhanul Ulum atau @UuRuzhanul yang juga menyematkan tangkapan layar dari akun palsu tersebut.
Tidak hanya pada Facebook aslinya, Wagub UU juga memberikan klarifikasi dengan narasi pada akun Instagramnya yang bernama ruzhanul atau @ruzhanul.
Sebagai informasi, setelah dilakukan pencarian akun Facebook Wagub UU yang palsu dengan nama Haji Ruzhanul Ulum, ternyata sudah tidak ditemukan lagi. Kemungkinan akun tersebut sudah dihapus oleh pembuatnya.
Dengan begitu, akun Facebook dengan nama Haji Ruzhanul Ulum yang mencatut nama Wagub Jabar itu, dalam kategori Misinformasi dan Disinformasi dari First Draft dapat dikategorikan sebagai Fabricated Content atau Konten Palsu.
“Akun ini palsu. Dan kabarnya sdh melakukan ‘jual nama’ menggunakan nama saya. Akun asli hanya FB Page ini Uu Ruzhanul Ulum dan IG www.instagram.com/ruzhanul saja. Mangga disebar. Hatur nuhun,” tulis akun Facebook Wagub UU, yakni UU Ruzhanul Ulum atau @UuRuzhanul yang juga menyematkan tangkapan layar dari akun palsu tersebut.
Tidak hanya pada Facebook aslinya, Wagub UU juga memberikan klarifikasi dengan narasi pada akun Instagramnya yang bernama ruzhanul atau @ruzhanul.
Sebagai informasi, setelah dilakukan pencarian akun Facebook Wagub UU yang palsu dengan nama Haji Ruzhanul Ulum, ternyata sudah tidak ditemukan lagi. Kemungkinan akun tersebut sudah dihapus oleh pembuatnya.
Dengan begitu, akun Facebook dengan nama Haji Ruzhanul Ulum yang mencatut nama Wagub Jabar itu, dalam kategori Misinformasi dan Disinformasi dari First Draft dapat dikategorikan sebagai Fabricated Content atau Konten Palsu.
Kesimpulan
Akun Facebook dengan nama Haji Ruzhanul Ulum dalam keterangan identitasnya menuliskan sebagai Wagub Jabar adalah palsu. “Akun ini palsu. Dan kabarnya sdh melakukan ‘jual nama’ menggunakan nama saya. Akun asli hanya FB Page ini Uu Ruzhanul Ulum dan IG www.instagram.com/ruzhanul saja. Mangga disebar. Hatur nuhun,” tulis Wagub UU dalan akun Facebook dan Instagramnya yang asli.
Rujukan
Halaman: 7586/8682



