Beredar postingan yang mengklaim bahwa Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo ditagih janjinya oleh para netizen. Adapun, janji yang ditagih ialah pemberian bantuan bagi bantuan sembako di DKI Jakarta kepada warga ber-KTP Jateng. Dalam narasi yang beredar, disebutkan bahwa janji tersebut hanya bentuk pencitraan saja.
Berikut kutipan narasinya:
“Pemprov DKI Tunaikan Janji Bansos, Netizen Tagih Janji Ganjar Bagi Sembako di DKI
Sejak April 2020 Gubernur Jawa Tengah dengan jumawanya berjanji memberikan bantuan kepada warga Jawa Tengah yang berdomisili di DKI Jakarta. Sebagai politisi ini tentu menguntungkan citranya, namun buat apa masih ngotot pencitraan di tengah situasi pandemi?
Sungguh sesumbar Ganjar, padahal angka kemiskinan di Jawa Tengah masih 10,58% jauh lebih tinggi dibandingkan DKI Jakarta yang hanya di kisaran 3,42%. Penghasilan rata-rata penduduk Jawa Tengah juga hanya Rp 1,9 juta saja jauh lebih rendah dari UMP DKI Jakarta yang di atas Rp 4 juta. Logika yang benar dan yang terjadi memang justeru Anies Baswedan yang akhirnya membantu warga Jateng yang berdomisili di DKI Jakarta.
Senyata yang terjadi adalah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menyalurkan bantuan sosial ( bansos) kepada penduduk non-KTP DKI Jakarta yang berdomisili dan beraktivitas di Jakarta.
Di antaranya adalah kepada 7.558 orang wargaJawa Tengah yang berdomisili di Jakarta dan 55.599 orang pengemudi Gojek.
Kebaikan Gubernur Anies Baswedan yang membantu warga Jateng di masa krisis pandemi ini dijelaskan oleh Asisten Perekonomian dan Keuangan Setda Provinsi DKI Jakarta Sri Haryati mengatakan, penyerahan bansos kepada warga Jawa Tengah yang berada di Jakarta dilakukan karena mereka diminta untuk tidak mudik.
"Kami pun berkomitmen bagaimana kami bisa membantu dengan pemberian bantuan sosial ini. Sehingga, tidak hanya bagi masyarakat ber-KTP DKI Jakarta, tapi juga non-KTP DKI Jakarta yang terdampak secara ekonomi turut mendapat bantuan ini," ucap Sri, Rabu (20/5/2020).
Sungguh mulia hati seorang pemimpin seperti Anies Baswedan. Ia dengan tegas memberikan peringatan agar warga tidak mudik, namun juga memberikan perhatian dan bantuan sosial. Ini kontras dengan kelakukan Ganjar yang sok jagoan, apa yang dikatakan bisa saja omong kosong, bahkan media menyambutnya seolah mendukung.
Banyak pemberitaan yang mengangkat Ganjar dan merendahkan Anies. Misalnya beberapa media bahkan memuat berita yang berjudul sama yakni "Janji Pemprov DKI Jakarta Tak Kunjung Datang, Pemprov Jateng Kirim Puluhan Ribu Bantuan".
Ada pula "Pemerintah DKI tak Menepati Janji Akhirnya Ganjar Bertindak Sendiri," sungguh congkak, dan sebenarnya mengundang tawa jika saat ini melihat kenyataannya karena belum sampai Bansos dari Ganjar buat warganya yang ada di Jakarta, Bansos Pemprov DKI malah lebih dulu sampai.
Lalu apa manfaatnya Ganjar berkoar-koar akan bantu warganya di Jakarta? Tentu saja ini bentuk pencitraan saja, apalagi para Buzzer sengaja menghembuskan berita hoaks itu agar ditelan mentah-mentah oleh masyarakat.
Contohnya akun Twitter bodong @woelannn yang setiap hari menyanjung Ganjar setinggi langit mengatakan, " Sementara ada Gubernur yang ribut masalah dana bansos dan minta-minta kepada pusat, Gubernur Jateng @ganjaroranowo malah menolak saat ditawari bantuan oleh Presiden @jokowi. Menurut Ganjar sudah selayaknya daerah tidak lagi membebani pemerintah pusat."
Pujian pepesan kosong itu tentu saja bagai jauh panggang dari api, tidak sesuai kenyataan. Penerima bansos di Jateng justru pernah tidak tepat sasaran hingga 40%, sangat fatal dan memalukan. Akhirnya bantuan dari Kemensos yang diandalkan.
Tapi di atas itu semua, tetap bersyukur karena Anies menepati janjinya membantu warga di Jakarta tanpa melihat KTP, semua diperhatikan. Proses penyalurannya pun rapih.
Untuk diketahui Pelaksanaan kegiatan bansos ini sebagai implementasi dari Pergub Nomor 33/2020 tentang Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dalam Penanganan Covid-19 di Provinsi DKI Jakarta, sehingga ada dasar hukumnya yang jelas, bukan bekal omongan semata tanpa tindakan.
Adapun mekanisme penyaluran bansos bagi warga Jawa Tengah dilakukan secara bersama-ama dengan Perwakilan Kantor Penghubung Provinsi Jawa Tengah yang ada di Jakarta. Sedangkan, penyaluran bagi pengemudi Gojek bekerja sama dengan PT Aplikasi Karya Anak Bangsa (Gojek).
Proses distribusi dilakukan selama dua hari di 5 wilayah Kota Administrasi dibantu oleh Suku Dinas Sosial masing-masing wilayah. Sementara, untuk distribusi bansos bagi pemelihara tempat-tempat ibadah dilakukan atas kerja sama dengan DMI, PGPI, PHDI, Walubi dan Matakin.
Melihat itu semua sudah kita membuka mata mana yang hanya pencitraan dan mata yang nyata berbuat untuk kemanusiaan!
Oleh Akbar Farizi, Netizen.
#AniesKeren Lihat Lebih Sedikit
[SALAH] “Pemprov DKI Tunaikan Janji Bansos, Netizen Tagih Janji Ganjar Bagi Sembako di DKI”
Sumber: facebook.comTanggal publish: 10/06/2020
Berita
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan hasil penelusuran, diketahui bahwa Ganjar Pranowo sudah memberikan sejumlah bantuan sembako. Mengacu kepada berita berjudul “Ganjar Tegaskan Bansos untuk Perantau di Jabodetabek Berbentuk Sembako” yang tayang pada 17 Mei 2020 di kompas.com, diketahui bahwa sudah ada 7000 paket sembako yang dikirimkan oleh Pemerintah Provinsi Jateng kepada warga Jateng yang merantau di Jabodetabek.
Pengiriman bantuan paket sembako akan disalurkan kepada warga Jateng yang berada di Jakarta Timur sebanyak 2.707 paket, Bogor 990 paket, Depok 1.027 paket, Tangerang 967 paket dan Bekasi 1.309 paket.
"Alhamdulillah mulai kemarin kami laksanakan. Untuk tahap pertama ini, belum semua dari daftar yang menerima. Baru mereka yang ada di Bogor, Tangerang, Depok dan Bekasi. Jakartanya baru mereka yang ada di Jakarta Timur," kata Ganjar pada Minggu (17/5).
Lebih lanjut, paket sembako yang dibagikan terdiri dari beras, sarden, kornet, minyak goreng, kecap dan kebutuhan lainnya.
Bantuan beras langsung dikirim dari Jateng, sedangkan bahan makanan lainnya dibeli di Jakarta oleh PT Pos Indonesia selaku rekanan yang digandeng Pemprov Jateng untuk mendistribusikan bantuan.
"Bantuannya sembako. Kalau uang, saya khawatir dibelikan untuk yang lain seperti rokok atau pulsa. Makanya kami fokus ke makan dulu, minimal mereka tenang karena di rumah ada makanan. Kalau itu bisa, maka apapun bisa dilakukan dan mudah-mudahan mereka tetap bisa survive," tandasnya.
Sementara itu, dilansir dari beritasatu.com, Kepala Badan Penghubung Jateng di Jakarta Wachyu Alamsyah mengatakan, bantuan paket sembako tahap kedua bagi perantau di Jabodetabek akan didistribusikan seusai lebaran.
"Total yang sudah mendaftar dan terverifikasi ada 28.000-an orang. Tahap pertama ini, 7.000 paket kami serahkan, sisanya nanti habis lebaran," tutup Alam.
Pengiriman bantuan paket sembako akan disalurkan kepada warga Jateng yang berada di Jakarta Timur sebanyak 2.707 paket, Bogor 990 paket, Depok 1.027 paket, Tangerang 967 paket dan Bekasi 1.309 paket.
"Alhamdulillah mulai kemarin kami laksanakan. Untuk tahap pertama ini, belum semua dari daftar yang menerima. Baru mereka yang ada di Bogor, Tangerang, Depok dan Bekasi. Jakartanya baru mereka yang ada di Jakarta Timur," kata Ganjar pada Minggu (17/5).
Lebih lanjut, paket sembako yang dibagikan terdiri dari beras, sarden, kornet, minyak goreng, kecap dan kebutuhan lainnya.
Bantuan beras langsung dikirim dari Jateng, sedangkan bahan makanan lainnya dibeli di Jakarta oleh PT Pos Indonesia selaku rekanan yang digandeng Pemprov Jateng untuk mendistribusikan bantuan.
"Bantuannya sembako. Kalau uang, saya khawatir dibelikan untuk yang lain seperti rokok atau pulsa. Makanya kami fokus ke makan dulu, minimal mereka tenang karena di rumah ada makanan. Kalau itu bisa, maka apapun bisa dilakukan dan mudah-mudahan mereka tetap bisa survive," tandasnya.
Sementara itu, dilansir dari beritasatu.com, Kepala Badan Penghubung Jateng di Jakarta Wachyu Alamsyah mengatakan, bantuan paket sembako tahap kedua bagi perantau di Jabodetabek akan didistribusikan seusai lebaran.
"Total yang sudah mendaftar dan terverifikasi ada 28.000-an orang. Tahap pertama ini, 7.000 paket kami serahkan, sisanya nanti habis lebaran," tutup Alam.
Kesimpulan
Berdasarkan penjelasan tersebut, diketahui bantuan tahap pertama kepada warga Jateng di DKI Jakarta sudah dilaksanakan pada Mei 2020. Oleh sebab itu, konten postingan yang beredar masuk ke dalam kategori Misleading Content atau Konten yang Menyesatkan.
Rujukan
- https://web.facebook.com/groups/fafhh/permalink/1205581836441016/
- https://turnbackhoax.id/2020/06/10/salah-pemprov-dki-tunaikan-janji-bansos-netizen-tagih-janji-ganjar-bagi-sembako-di-dki/
- https://www.liputan6.com/cek-fakta/read/4274538/cek-fakta-tidak-benar-ganjar-pranowo-ingkar-janji-berikan-bansos-untuk-warga-jateng-di-jakarta
- https://regional.kompas.com/read/2020/05/17/21173741/ganjar-tegaskan-bansos-untuk-perantau-di-jabodetabek-berbentuk-sembako?page=all#page3
- https://humas.jatengprov.go.id/detail_berita_gubernur?id=4318
- https://www.beritasatu.com/pemda/634219-jateng-mulai-kirimkan-sembako-untuk-perantau-di-jabodetabek
[SALAH] Ribka Tjiptaning dan Iman Brotoseno adalah Ketua Panja RUU HIP
Sumber: twitter.comTanggal publish: 10/06/2020
Berita
Akun Twitter Pak Rw 07 atau @AnginLa49997994 membuat cuitan dengan narasi “Tolong bantu viralkan guys : Dirut Bokep & penulis buku “Aku bangga menjadi anak PKI” menjadi ketua panja RUU HIP yang skg sedang di bahas” pada Minggu, (7/6). Dalam cuitan tersebut disematkan juga link artikel dari riaunews.com yang berjudul “Ribka Tjiptaning Ketua Panja RUU HIP dan Iman Brotoseno Dirut TVRI, Pengamat: Indonesia disusupi Komunis.”
Cuitan akun Twitter Pak Rw 07 ini juga diunggah oleh akun Facebook Mikha Akhbariyyah atau @daniekingient.selaluceria dalam bentuk screenshot atau tangkapan layar pada, Senin (8/6).
Cuitan akun Twitter Pak Rw 07 ini juga diunggah oleh akun Facebook Mikha Akhbariyyah atau @daniekingient.selaluceria dalam bentuk screenshot atau tangkapan layar pada, Senin (8/6).
Hasil Cek Fakta
Setelah menelusuri melalui mesin pencari, diketahui cuitan akun Twitter Pak Rw 07 yang juga diunggah dalam bentuk tangkapan layar oleh akun Facebook Mikha Akhbariyyah adalah salah atau keliru.
Merujuk pada artikel riaunews.com yang berjudul “Ribka Tjiptaning Ketua Panja RUU HIP dan Iman Brotoseno Dirut TVRI, Pengamat: Indonesia disusupi Komunis” yang ditayangkan pada Minggu (7/6), di dalamnya terdapat pernyataan dari Pengamat Politik, Muslim Arbi sebagaimana dikutip dari Suara Nasional yang mengatakan bahwa Indonesia disusupi komunis dengan indikasi anak PKI Ribka Tjiptaning menjadi Ketua Panja Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (HIP) dan Iman Brotoseno menjadi Dirut TVRI.
Pernyataan Muslim Arbi tersebut diketahui tidak seperti yang diklaim akun Twitter Pak Rw 07 yang mengatakan bahwa Direktur Utama (Dirut) TVRI, Iman Brotoseno adalah Ketua Panitia Kerja (Panja) Rancangan Undang – Undang (RUU) Haluan Ideologi Pancasila (HIP). Mengutip dari Liputan 6 dengan judul artikel “Daftar Lengkap Anggota DPR 2019-2024” yang ditayangkan pada Selasa, (1/10/2019) pada bagian Fraksi PDIP tidak ditemukan nama Iman Brotoseno sebagai anggota DPR terpilih.
Artinya, dikarenakan Iman Brotoseno bukan anggota DPR dari PDIP, tidaklah mungkin menjadi Ketua Panja RUU HIP.
Kemudian, klaim anggota DPR RI Fraksi PDIP, Ribka Tjiptaning yang dikatakan oleh Muslim Arbi sebagai Ketua Panja RUU HIP, sebelumnya juga sudah dinyatakan oleh mantan Anggota Komisi III DPR RI, Ahmad Yani pada Forum Group Discussion (FGD) yang digelar Pusat Kajian dan Analisa Data (PKAD) melalui aplikasi Zoom Meeting bertema “Ancaman Kebangkitan Komunisme dan Arogansi Oligarki dibalik RUU Haluan Ideologi Pancasila?”, Sabtu, (6/6).
Namun, pada Selasa (9/6) kemarin, Ahmad Yani pun mengklarifikasi bahwa dirinya salah menyebut Ribka Tjiptaning sebagai Ketua Panja HIP. “Saya mencabut dan meralat pembicaraan tersebut sekaligus memohon maaf atas kesalahan penyebutan nama ketua Panja Penyusunan RUU HIP. Setelah saya kroscek kembali ternyata ketua Panja Penyusunan RUU HIP adalah Rieke Diyah Pitaloka bukan Ribka Tjiptaning,” ujar Ahmad Yani dalam keterangannya, Selasa (9/6).
Merujuk pada artikel riaunews.com yang berjudul “Ribka Tjiptaning Ketua Panja RUU HIP dan Iman Brotoseno Dirut TVRI, Pengamat: Indonesia disusupi Komunis” yang ditayangkan pada Minggu (7/6), di dalamnya terdapat pernyataan dari Pengamat Politik, Muslim Arbi sebagaimana dikutip dari Suara Nasional yang mengatakan bahwa Indonesia disusupi komunis dengan indikasi anak PKI Ribka Tjiptaning menjadi Ketua Panja Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (HIP) dan Iman Brotoseno menjadi Dirut TVRI.
Pernyataan Muslim Arbi tersebut diketahui tidak seperti yang diklaim akun Twitter Pak Rw 07 yang mengatakan bahwa Direktur Utama (Dirut) TVRI, Iman Brotoseno adalah Ketua Panitia Kerja (Panja) Rancangan Undang – Undang (RUU) Haluan Ideologi Pancasila (HIP). Mengutip dari Liputan 6 dengan judul artikel “Daftar Lengkap Anggota DPR 2019-2024” yang ditayangkan pada Selasa, (1/10/2019) pada bagian Fraksi PDIP tidak ditemukan nama Iman Brotoseno sebagai anggota DPR terpilih.
Artinya, dikarenakan Iman Brotoseno bukan anggota DPR dari PDIP, tidaklah mungkin menjadi Ketua Panja RUU HIP.
Kemudian, klaim anggota DPR RI Fraksi PDIP, Ribka Tjiptaning yang dikatakan oleh Muslim Arbi sebagai Ketua Panja RUU HIP, sebelumnya juga sudah dinyatakan oleh mantan Anggota Komisi III DPR RI, Ahmad Yani pada Forum Group Discussion (FGD) yang digelar Pusat Kajian dan Analisa Data (PKAD) melalui aplikasi Zoom Meeting bertema “Ancaman Kebangkitan Komunisme dan Arogansi Oligarki dibalik RUU Haluan Ideologi Pancasila?”, Sabtu, (6/6).
Namun, pada Selasa (9/6) kemarin, Ahmad Yani pun mengklarifikasi bahwa dirinya salah menyebut Ribka Tjiptaning sebagai Ketua Panja HIP. “Saya mencabut dan meralat pembicaraan tersebut sekaligus memohon maaf atas kesalahan penyebutan nama ketua Panja Penyusunan RUU HIP. Setelah saya kroscek kembali ternyata ketua Panja Penyusunan RUU HIP adalah Rieke Diyah Pitaloka bukan Ribka Tjiptaning,” ujar Ahmad Yani dalam keterangannya, Selasa (9/6).
Kesimpulan
Cuitan akun Twitter Pak Rw 07 atau @AnginLa49997994 yang mengatakan Ribka Tjiptaning dan Iman Brotoseno sebagai Ketua Panja RUU HIP adalah salah atau keliru. Mantan Anggota Komisi III DPR RI, Ahmad Yani telah mencabut pernyataannya yang menuding Ribka tersebut dan diketahui juga, Iman Brotoseno yang kini menjabat Dirut TVRI bukanlah anggota DPR RI dari Fraksi PDIP yang dapat menjadi Ketua Panja.
Rujukan
- http1.
- https://archive.fo/PNEbp 2.
- https://archive.fo/1b0Rp 3.
- https://twitter.com/AnginLa499…/status/1269596329174380544 4.
- https://web.facebook.com/photo.php?fbid=1713972545418167&set=a.115365368612234&type=3&_rdc=1&_rdr 5.
- https://riaunews.com/…/ribka-tjiptaning-ketua-panja…/ 6.
- https://www.liputan6.com/…/daftar-lengkap-anggota-dpr… 7.
- http://www.dpr.go.id/anggota/index/fraksi/3 8.
- https://politik.rmol.id/…/ahmad-yani-minta-maaf-salah… 9.
- https://pojoksatu.id/…/sebut-ketua-panja-ruu-hip-anak…/
[Fakta atau Hoaks] Benarkah Vodka Bisa Kurangi Risiko Terinfeksi Virus Corona Covid-19?
Sumber: cekfakta.tempo.coTanggal publish: 09/06/2020
Berita
Narasi bahwa vodka bisa mengurangi risiko terinfeksi virus Corona Covid-19 beredar di media sosial. Narasi ini terdapat dalam sebuah surat yang diterbitkan pada 7 Maret 2020 di Kansas, Missouri, Amerika Serikat. Di Instagram, foto surat tersebut salah satunya dibagikan oleh akun @donkey_yurino, yakni pada 12 Maret 2020.
Dalam surat tersebut, disebutkan bahwa menurut penelitian yang dilakukan oleh pembuat surat itu konsumsi minuman beralkohol bisa membantu mengurangi risiko terinfeksi virus Corona Covid-19. "Vodka is the most recommended for drinking, cleaning and sanitizing," demikian narasi dalam surat berbahasa Inggris tersebut.
Adapun dalam keterangannya, akun @donkey_yurino menuliskan narasi, "stay safe guys... perbanyak minum alkohol agar tidak terkena corona." Hingga artikel ini dimuat, unggahan tersebut telah disukai lebih dari 29 ribu kali.
Gambar tangkapan layar unggahan akun Instagram @donkey_yurino.
Apa benar vodka dapat mengurangi risiko terinfeksi virus Corona Covid-19?
Hasil Cek Fakta
Untuk memverifikasi klaim di atas, Tim CekFakta Tempo mula-mula menelusuri foto surat tersebut denganreverse image toolSource dan Google. Hasilnya, ditemukan sebuah foto serupa, namun dengan kop surat yang memuat logo Saint Luke's Hospital of Kansas City. Berdasarkan petunjuk ini, Tempo menelusuri pemberitaan terkait dengan memasukkan kata kunci "Saint Luke's Hospital vodka coronavirus".
Dilansir dari AFP Fact Check, juru bicara Saint Luke's Hospital, Lindsey Stitch, menyatakan bahwa surat yang beredar itu adalah surat palsu. "Vodka tidak memiliki pengaruh terhadap virus Corona," kata Stitch kepada AFP melalui email pada 12 Maret 2020.
Melalui akun Facebook resminya, Saint Luke’s Health System, Saint Luke's Hospital juga telah mengklarifikasi informasi tersebut pada 12 Maret 2020. Mereka menyatakan bahwa laporan yang menyebut konsumsi minuman beralkohol dapat mengurangi risiko terinfeksi virus Corona Covid-19 tidak benar.
"Saint Luke mengikuti panduan CDC, yakni mempraktekkan kebersihan tangan yang baik; mencuci tangan minimal 20 detik, terutama setelah menggunakan kamar kecil, sebelum makan, dan setelah bersin atau batuk; jika sabun dan air tidak tersedia, gunakan hand sanitizer dengan kandungan alkohol minimal 60 persen; hindari kontak dekat dengan orang yang sakit dan tinggal di rumah saat Anda sakit; hindari menyentuh mata, hidung, dan mulut; tutup batuk dan bersin dengan tisu, lalu buang tisu ke tempat sampah; bersihkan dan disinfeksi benda dan permukaan yang sering disentuh dengan semprotan pembersih rumah tangga biasa," demikian narasi yang ditulis oleh Saint Luke's Hospital.
Berdasarkan arsip berita Tempo pada 7 Maret 2020, salah satu produsen vodka Tito's asal Austin, Texas, Amerika, pun melarang masyarakat menggunakan vodka sebagaihand sanitizer. "Menurut CDC, pembersih tangan harus mengandung alkohol minimal 60 persen. VodkahomemadeTito mengandung alkohol 40 persen, dan karena itu tidak memenuhi rekomendasi CDC saat ini."
Sebelumnya, pernah beredar klaim bahwa minum alkohol bisa membunuh virus Corona Covid-19. Klaim itu disertai dengan gambar tangkapan layar sebuah video berita yang berjudul "Alcohol kills coronavirus". Dalam gambar itu, terdapat pula logo stasiun televisi asing, CNN, dan salah satunews anchorsenior, Wolf Blitzer.
Tim CekFakta Tempo telah memverifikasi klaim tersebut dan menyatakannya sebagai klaim yang keliru. Pasalnya, gambar tangkapan layar itu palsu. Gambar tersebut berasal dari situs pembuattemplatememe.Templateitu sengaja diproduksi untuk dipakai sebagai parodi.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pun telah menyatakan bahwa tidak benar minum alkohol bisa membunuh virus Corona Covid-19. Ketika virus telah memasuki tubuh seseorang, menyemprotkan alkohol atau bahkan meminumnya tidak akan bisa membunuh virus tersebut.
WHO menegaskan bahwa alkohol dan klorin bisa dipakai untuk mendesinfeksi permukaan sebuah benda. Namun, keduanya tetap harus digunakan di bawah rekomendasi yang tepat. "Jadi, salah jika Anda mengatakan bahwa mengkonsumsi produk alkohol atau bir dapat membantu mencegah Covid-19," ujar WHO.
Para dokter pun memperingatkan bahwa alkohol tidak berpengaruh terhadap penularan virus Corona Covid-19. Menurut mereka, cara untuk menghindari penyebaran virus Corona adalah dengan mematuhi imbauan kesehatan serta tidak melakukan kontak dengan pasien yang terinfeksi.
Kesimpulan
Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim bahwa vodka dapat mengurangi risiko terinfeksi virus Corona Covid-19 adalah klaim yang keliru. Surat yang menyertai klaim tersebut adalah surat palsu. Minuman beralkohol, termasuk vodka, pun tidak memiliki pengaruh terhadap virus Corona Covid-19. Ketika virus telah memasuki tubuh seseorang, menyemprotkan alkohol atau bahkan meminumnya tidak akan bisa membunuh virus tersebut.
ZAINAL ISHAQ
Anda punya data/informasi berbeda, kritik atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id
Rujukan
- https://www.instagram.com/p/B9oULfPF11C/?utm_source=ig_embed
- https://factcheck.afp.com/fake-us-hospital-letter-says-alcohol-reduces-covid-19-risks
- https://web.facebook.com/saintlukeskc/posts/2888755154540009
- https://cekfakta.tempo.co/fakta/672/fakta-atau-hoaks-benarkah-minum-alkohol-bisa-membunuh-virus-corona-covid-19
[Fakta atau Hoaks] Benarkah Virus Flu Babi Lebih Ganas Ketimbang Virus Corona Covid-19?
Sumber: cekfakta.tempo.coTanggal publish: 09/06/2020
Berita
Akun Instagram @crazyrichsurabayans mengunggah sebuah tabel dari Business Insider yang berjudul "Wuhan coronavirus compared to other major viruses". Tabel ini berisi perbandingan wabah dan pandemi yang pernah terjadi, termasuk pandemi Covid-19. Akun itu pun memberikan narasi bahwa virus H1N1 penyebab flu babi lebih ganas ketimbang virus Corona penyebab Covid-19, SARS-CoV-2.
“Virus corona ternyata tidak seganas yang anda pikirkan kalau dibandingin sama virus h1n1/ yang kita kenal influenza lebih kejam jauh,” demikian narasi yang ditulis oleh akun @crazyrichsurabayans pada 3 Maret 2020 yang hingga kini masih viral dan telah disukai lebih dari seribu kali.
Adapun dalam tabel itu, tertulis bahwa wabah virus H1N1 yang muncul pada 2009 menginfeksi lebih dari 700 juta orang. Jumlah kematian yang disebabkan oleh virus tersebut mencapai 284.500 orang dengan tingkat kematian 0,02 persen. Wabah ini pun menyebar ke 214 negara.
Sedangkan untuk virus Corona baru (2019-nCov yang kemudian diganti namanya menjadi SARS-CoV-2), hanya menginfeksi 11.871 orang dan menewaskan 259 orang. Adapun tingkat kematian kasus ini mencapai 2,2 persen dan menyebar ke 24 negara. Angka itu adalah angka per 31 Januari 2020.
Gambar tangkapan layar unggahan akun Instagram @crazyrichsurabayans.
Apa benar virus H1N1 penyebab flu babi lebih ganas ketimbang virus Corona penyebab Covid-19, SARS-CoV-2?
Hasil Cek Fakta
Dilansir dari LiveScience, pandemi flu pada 2009 adalah pandemi virus H1N1 kedua yang terjadi di dunia setelah flu Spanyol pada 1918. Pandemi flu yang disebut flu babi ini disebabkan oleh strain baru dari H1N1 yang berasal dari Meksiko pada musim semi 2009 sebelum akhirnya menyebar ke seluruh dunia. Pada Juni 2009, dengan banyaknya kasus yang terjadi, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendeklarasikan flu babi sebagai pandemi.
CDC memperkirakan, antara April 2009-April 2010, terdapat 60,8 juta (kisaran: 43,3-89,3 juta) kasus flu babi yang terjadi di Amerika Serikat, dengan 274.304 (kisaran: 195.086-402.719) pasien rawat inap dan 12.469 (kisaran:8.868-18-306) kematian.
Akan tetapi, menurut laporan LiveScience, virus H1N1 2009 tidak lebih menular ketimbang virus Corona baru, SARS-CoV-2. Angka reproduksi dasar atau R0 virus H1N1 2009 adalah 1,46. Ini berarti setiap individu yang terinfeksi dapat menularkan virus tersebut kepada 1-2 orang.
Sementara itu, untuk SARS-CoV-2, R0-nya adalah 2,5. Artinya, seseorang yang terinfeksi bisa menularkan virus itu kepada 2-3 orang. Hal ini disebabkan oleh masa inkubasi SARS-CoV-2 yang berkisar antara 4-14 hari, sehingga seseorang dapat membawa dan menyebarkan virus yang sudah masuk ke tubuhnya hingga dua minggu sebelum mengalami gejala.
Tingkat kematian flu babi pun hanya sekitar 0,02 persen. Sekitar 80 persen kematian terjadi pada orang berusia di bawah 65 tahun. Hal ini disebabkan oleh banyaknya orang tua yang memiliki kekebalan, menunjukkan bahwa H1N1 atau sesuatu yang serupa kemungkinan telah menginfeksi sejumlah besar orang beberapa dekade sebelumnya.
Menurut CDC, meskipun pandemi H1H1 2009 utamanya menyerang anak-anak, dewasa muda, dan setengah baya, dampak dari virus ini terhadap populasi global selama setahun pertama tidak separah pandemi sebelumnya. Diperkirakan, 0,001-0,007 persen populasi dunia meninggal akibat komplikasi pernapasan yang terkait dengan virus H1N1 selama 12 bulan pertama virus tersebut beredar.
Adapun angka kematian Covid-19 secara global, menurut WHO per 3 Maret 2020, adalah sekitar 3,4 persen. "Sebagai perbandingan, flu musiman umumnya membunuh jauh lebih sedikit dari 1 persen dari mereka yang terinfeksi," kata Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus.
Dilansir dari MedicalNewsToday, tingginya angka infeksi dan kematian Covid-19 tersebut menimpa semua kelompok umur, terutama orang dewasa yang lebih tua yang memiliki penyakit penyerta. Dikutip dari World0Meters, per 9 Juni 2020, Covid-19 telah menginfeksi 7.198.634 orang di 215 negara. Jumlah kematian pun telah mencapai 408.734 orang dalam waktu 6 bulan.
Kesimpulan
Berdasarkan pemeriksaan fakta di atas, klaim bahwa virus H1N1 penyebab flu babi lebih ganas ketimbang virus Corona penyebab Covid-19, SARS-CoV-2, keliru. Menurut tabel yang menyertai klaim itu, sudah tercantum bahwa fatality rate atau tingkat kematian SARS-CoV-2 adalah 2,2 persen, lebih tinggi dibandingkan tingkat kematian virus H1N1 2009 yang hanya 0,02 persen. Selain itu, data dalam tabel tersebut adalah data per 31 Januari 2020 yang belum bisa menggambarkan sebaran penyakit Covid-19 saat ini. Hingga Juni 2020, Covid-19 telah menginfeksi lebih dari 7,1 juta orang di 215 negara dengan jumlah kematian 408.734 orang.
IKA NINGTYAS
Anda punya data/informasi berbeda, kritik atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id
Rujukan
- http://archive.ph/feRzD
- https://www.livescience.com/covid-19-pandemic-vs-swine-flu.html
- https://www.cdc.gov/flu/pandemic-resources/2009-h1n1-pandemic.html
- https://www.who.int/dg/speeches/detail/who-director-general-s-opening-remarks-at-the-media-briefing-on-covid-19---3-march-2020
- https://www.medicalnewstoday.com/articles/comparing-covid-19-with-previous-pandemics#20092010:-H1N1-swine-flu
- https://www.worldometers.info/coronavirus/#countries
Halaman: 7594/8684



