• [SALAH] Foto “China Dilaporkan Diam-diam Kremasi Korban Virus Corona”

    Sumber: Media Online
    Tanggal publish: 03/02/2020

    Berita

    Judul dan isi artikel tidak nyambung dengan foto. Kegiatan bongkar muat, TIDAK ada kaitannya dengan kremasi.

    NARASI

    “China dilaporkan mengkremasi mayat secara rahasia karena jumlah pasien virus korona melonjak melewati 7.000. Virus itu kini telah menginfeksi lebih banyak orang di China daripada SARS.”

    Selengkapnya di “China Dilaporkan Diam-diam Kremasi Korban Virus Corona karena Jumlahnya Meningkat” di tautan bagian SUMBER.

    Hasil Cek Fakta

    PENJELASAN


    (1) http://bit.ly/2rhTadC / http://bit.ly/2MxVN7S, First Draft News: “Koneksi yang Salah

    Ketika judul, gambar, atau keterangan tidak mendukung konten”.

    * Artikel SUMBER menggunakan foto yang tidak nyambung dengan judul dan isi.

    (2) Beberapa artikel yang memuat foto,



    * CTV News, deskripsi foto: “Dalam foto 30 Januari 2020 ini yang dirilis oleh Kantor Berita Xinhua China, para pekerja menurunkan pengiriman jas pelindung dari pesawat kargo di Bandara Internasional Tianhe Wuhan di Wuhan di Provinsi Hubei, Cina tengah. Logistik rumit adalah bagian dari aliran makanan sehari-hari dan otoritas barang lain mengatakan mempertahankan Wuhan dan kota-kota sekitarnya dengan total 50 juta orang. Sebagian besar diblokir dari meninggalkan langkah-langkah pengendalian penyakit yang paling besar yang pernah diberlakukan. (Cheng Min / Xinhua via AP)”

    Google Translate Chrome extension, selengkapnya di “China locked down 50 million people and has to keep them fed” http://bit.ly/2Okaz0V / http://archive.md/OHHxV (arsip cadangan).




    * Taiwan News, deskripsi foto: “Dalam foto 30 Januari 2020 ini yang dirilis oleh Kantor Berita Xinhua China, para pekerja menurunkan pengiriman jas pelindung dari pesawat kargo di Bandara Internasional Tianhe Wuhan di Wuhan di Provinsi Hubei, Cina tengah. Logistik rumit adalah bagian dari aliran makanan sehari-hari dan otoritas barang lain mengatakan mempertahankan Wuhan dan kota-kota sekitarnya dengan total 50 juta orang. Sebagian besar diblokir dari meninggalkan langkah-langkah pengendalian penyakit yang paling besar yang pernah diberlakukan. (Cheng Min / Xinhua via AP)”

    Google Translate Chrome extension, selengkapnya di “China locked down 50 million people and has to keep them fed” http://bit.ly/392RtEe / http://archive.md/l3tIH (arsip cadangan).

    ======
    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] “Wuhan China Orang² berteriak gak karuan”

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 01/02/2020

    Berita

    * “Keadaan di kota Wuhan China saat ini semakin mencekam. Orang² berteriak gak karuan http://bit.ly/36KmSdj”.



    * “Penduduk Wuhan Berteriak-teriak Gak Karuan, Mau Manggil Nama Tuhan Tapi Gak Punya Tuhan”, selengkapnya di tautan di (2) bagian SUMBER.

    Hasil Cek Fakta

    SUMBER membagikan video mengenai teriakan “Wuhan Jiayou!”. SUMBER menambahkan narasi yang tidak sesuai dengan konteks yang benar sehingga menimbulkan kesimpulan pelintiran.

    detikHealth: “Video suasana malam di kota terisolasi Wuhan menyita perhatian netizen belakangan ini. Dari balik jendela apartemen masing-masing, warga kompak saling menyemangati dengan teriakan ‘Wuhan Jiayou!'”

    YouTube: “Bangkitkan Semangat Warga Wuhan Bersama Teriakkan WUHAN JIAYOU Warna Warni
    4,497 views • Jan 30, 2020
    Official NET News”

    Wikipedia: “Olimpiade Musim Panas 2008, secara resmi dikenal sebagai Games of the XXIX Olympiad (pertandingan Olimpiade ke-29) adalah ajang olahraga internasional yang diadakan di Beijing, Republik Rakyat Tiongkok, dari 8 Agustus (kecuali sepak bola yang dimulai pada 6 Agustus) hingga 24 Agustus 2008, dengan acara pembukaan yang diadakan pada pukul 08:08:08 (8 malam lewat 8 menit dan 8 detik – angka 8 diasosiasikan dengan kemakmuran dalam kebudayaan Tionghoa).”

    Kesimpulan

    Yang diteriakkan adalah “Wuhan Jiayou!”, BUKAN teriak gak karuan. Teriakan untuk menyemangati, muncul pertama kali di Olimpiade Musim Panas 2008 Beijing.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Passing Grade Universitas Indonesia

    Sumber: twitter.com
    Tanggal publish: 01/02/2020

    Berita

    Beredar informasi mengenai Passing Grade untuk dapat diterima di Universitas Indonesia (UI). Dalam informasi tersebut dicantumkan pula persentase keterimaan tiap program studi yang ada di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) tersebut. Berikut kutipan narasinya:

    Siapa sih yang gak mau masuk Universitas Indonesia (UI)? Kampus impian banyak orang.
    #BeritaBaik
    #SekolahNews
    Daftar Passing Grade Universitas Indonesia di SMBPTN 2019 https://sekolahnews.com/daftar-passing-grade-universitas-indonesia-di-smbptn-2019/

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan hasil penelusuran, diketahui bahwa pihak UI tidak pernah mengeluarkan daftar passing grade untuk dapat diterima di kampusnya. Klarifikasi pihak UI tersebut berasal dari akun-akun media sosialnya. Berikut cuplikan klarifikasi pihak UI:

    […] ????PENGUMUMAN????
    .

    Halo calon mahasiswa, Bapak dan Ibu Guru, Kami informasikan bahwa UI dan @ltmpt.ac.id TIDAK PERNAH mempublikasikan data berupa nilai atau ‘passing grade’ untuk UTBK dan SBMPTN.
    Data yang diberitakan/disampaikan/beredar di media daring tentang ‘passing grade UI’ TIDAK BERSUMBER dari LTMPT dan UI sehingga informasi tersebut tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
    ——
    #utbk2020 #snmptn2020 #sbmptn2020 #universitasindonesia […]

    Selain melalui akun-akun media sosial UI, bantahan juga disampaikan oleh Humas Universitas Indonesia Egia Tarigan. Ia menyampaikan bahwa UI tidak pernah mengeluarkan passing grade. Adapun passing grade yang beredar di website atau media sosial adalah hoaks. "Betul, hoaks," ujarnya

    Egia pun menjelaskan, passing grade adalah suatu persentase nilai yang digunakan sebagai acuan untuk meluluskan seseorang dalam studi di perguruan tinggi tertentu.

    Artinya jika sudah ada ketetapan passing grade maka nilainya minimal harus sesuai dengan passing grade tersebut untuk bisa masuk ke universitas.

    Sementara itu, UI tidak pernah memakai passing grade, karena tiap tahun pasti fluktuatif.

    "Ini definisi pada umumnya ya, padahal sebenarnya passing grade itu tidak pernah ada di perguruan tinggi.

    Biasanya yang meng-create PG adalah bimbel," jelasnya. Sebagai gantinya, UI hanya mengeluarkan informasi mengenai 'ketetatan'.

    Egia menjelaskan, keketatan adalah persentase jumlah peserta diterima berbanding jumlah peserta pendaftar. Menurutnya, semakin besar persentase berarti daya saing rendah. Semakin kecil persentase berarti daya saing tinggi.

    Namun Egia juga menjelaskan, ketetatan juga bukan jaminan diterima. Hal itu karena tiap tahun angkanya fluktuatif, menyesuaikan jumlah peserta ujian di tahun tersebut dan bangku yang tersedia.

    Dia mengimbau calon mahasiswa supaya tidak percaya dengan adanya informasi passing grade yang beredar. Baik UI maupun LTMPT tidak pernah mengeluarkan passing grade. "Sekali lagi disampaikan, UI maupun LTMPT tidak pernah mengeluarkan passing grade," katanya.

    Kesimpulan

    Berdasarkan hal itu, maka informasi mengenai passing grade UI bukan merupakan informasi resmi dari UI. Dengan kata lain, informasi tersebut masuk ke dalam kategori Misleading Content atau Konten yang Menyesatkan.

    Rujukan

    • Mafindo
    • Kompas
    • 2 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Presiden China Mengumumkan Virus Corona Telah Menjadi Epidemi dan Memohon Kepada Umat Islam Mendoakan China

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 31/01/2020

    Berita

    Beredar konten yang menyebutkan Presiden China, Xi Jinping, mengumumkan virus corona telah menjadi epidemi dan memohon doa kepada umat Islam untuk mendoakan China. Konten tersebut disertai gambar cuplikan pemberitaan Presiden Xi Jinping. Berikut cuplikan narasinya:

    Presiden China mengumumkan virus corona telah menjadi epidemi dan memohon kepada umat Islam mendoakan China. (Aljazeera)

    Hasil Cek Fakta

    Setelah dilakukan penelusuran, tidak ditemukan pernyataan Presiden Xi Jinping mengenai permintaan doa dari umat Islam terkait virus corona. Adapun, berdasarkan periksa fakta liputan6.com, pada pemberitaan mengenai virus corona China di Al Jazeera yang telah tayang pada 26 Januari 2020 dengan judul ‘China cracks down on wildlife trade amid coronavirus outbreak’ tidak ditemukan permohonan Xi Jinping kepada umat Islam.

    Berikut kutipan pemberitaan tersebut:

    […] The rising death toll and increasingly rapid spread of the new coronavirus has prompted China's President Xi Jinping to declare the outbreak a "grave" situation.

    He has also said public safety is the government's top priority.

    This comes as more cities lock down public transportation. […]

    Lalu, pemberitaan lain mengenai Xi Jinping menanggapi merebaknya virus corona Wuhan atau novel coronavirus ditayangkan oleh Sky News. Pada pemberitaan Sky News yang berupa video dengan judul ‘Coronavirus: President Xi warns of 'grave situation' as infection spreads’ pada tanggal 25 Januari 2020 juga tidak ditemukan pernyataan Xi Jinping meminta doa umat Islam.

    Kemudian, pada news update yang dilakukan Al Jazeera pada artikel berjudul ‘China battles coronavirus outbreak: All the latest updates’ yang tayang pada 30 Januari 2020 juga tidak ditemukan pernyataan Xi Jinping meminta doa kepada umat Islam.

    Perihal gambar pada konten tersebut, diketahui bahwa gambar tersebut bukan berasal dari pernyataan resmi Presiden Xi Jinping terkait virus corona Wuhan. Gambar tersebut merupakan hasil tangkapan layar saat Presiden Xi Jinping melakukan pidato kenegaraannya perihal 40 tahun perkembangan negara China yang dilakukan pada tahun 2018.

    Kesimpulan

    Berdasarkan hal tersebut, dapat disimpulkan bahwa Presiden Xi Jinping tidak menyatakan meminta doa kepada umat Islam terkait virus corona Wuhan. Dengan demikian, konten tersebut masuk ke dalam kategori Misleading Content atau Konten yang Menysesatkan.

    Rujukan

    • Mafindo
    • Liputan 6
    • 2 media telah memverifikasi klaim ini