[Fakta atau Hoaks] Benarkah Ini Video dan Foto Konser yang Dihadiri Presiden Jokowi Saat Pandemi Covid-19?
Sumber: cekfakta.tempo.coTanggal publish: 20/05/2020
Berita
Akun Facebook Bunda Marya mengunggah video pendek yang memperlihatkan sebuah konser musik yang dihadiri oleh Presiden Joko Widodo atau Jokowi pada 19 Mei 2020. Konser ini dipadati oleh penonton yang sebagian besar anak muda. Video itu pun diklaim sebagai video konser amal yang digelar pemerintah di tengah pandemi Covid-19 di mana terdapat larangan ibadah berjamaah di masjid.
"Kalian telah membodohi umat islam dengan dalih Corona. Kalian bebas mengadakan konser. Sedangkan Masjid kalian suruh tutup. Kalian larang sholat berjama'ah di masjid," demikian narasi yang ditulis oleh akun Bunda Marya. Hingga kini, unggahan tersebut telah dibagikan lebih dari 3 ribu kali dan dikomentari lebih dari 500 kali.
Narasi serupa juga terdapat dalam sebuah meme yang memuat foto Jokowi sedang ber-selfie di tengah kerumunan massa. Meme ini menyindir pemerintah yang justru menggelar konser musik di tengah pandemi Covid-19. Padahal, pemerintah melarang kegiatan ibadah secara berjamaah.
"Di tengah wabah corona, konser musik digelar, shalat Jumat dan Ied dilarang, kalian Pancasila atau PKI?" demikian narasi dalam meme itu. Di Facebook, meme tersebut diunggah oleh akun Sajam Nya Cinta pada 20 Mei 2020. Akun itu pun memberikan narasi, "Seperti inikah indonesia yg se sungguhnya."
Gambar tangkapan layar unggahan akun Facebook Bunda Marya (kiri) dan Sajam Nya Cinta (kanan).
Apa benar video dan foto tersebut merupakan video dan foto konser amal yang dihadiri Jokowi di tengah pandemi Covid-19?
Hasil Cek Fakta
Untuk memverifikasi klaim di atas, Tim CekFakta Tempo menggunakan dua petunjuk yang terdapat dalam video unggahan akun Bunda Marya, yakni tulisan "Synchronize Fest" yang terdapat di panggung konser dan tulisan "BPMI @2017" yang tercantum di sudut kanan bawah video. Dengan dua petunjuk ini, Tempo memasukkan kata kunci "Presiden Jokowi nonton Synchronize Fest" pada kolom pencarian YouTube.
Hasilnya, ditemukan sejumlah video yang dipublikasikan oleh berbagai kanal stasiun televisi yang identik dengan video unggahan akun Bunda Marya. Kanal BeritaSatu misalnya, memberikan keterangan bahwa video itu merupakan video Presiden Jokowi yang menghadiri festival musik Synchronize Fest 2017 di Jakarta Internasional Expo (JIExpo) Kemayoran. Kehadiran Jokowi ini mencuri perhatian penonton hingga musisi yang sedang pentas di atas panggung.
Kesamaan video yang dipublikasikan kanal BeritaSatu dengan video unggahan akun Bunda Marya bisa dilihat pada tulisan "Synchronize Fest", dekorasi yang terdapat pada tiang panggung, kaos yang dikenakan Jokowi, serta suasana ketika Jokowi mengelilingi dan menonton konser tersebut.
Pada menit 11:14 dalam video BeritaSatu, Jokowi pun terlihat melakukan selfie dengan para penonton. Momen ketika selfie ini sama dengan momen dalam foto di meme unggahan akun Sajam Nya Cinta.
Kehadiran Jokowi dalam Synchronize Fest 2017 di JIExpo Kemayoran tersebut juga diberitakan oleh sejumlah media. Menurut arsip berita Tempo, Presiden Jokowi menghadiri Synchronize Fest di Kemayoran, Jakarta, pada 7 Agustus 2017. "Diundang sama ini (sambil menunjuk panitia Synchronize Fest)," kata Jokowi ketika itu. Synchronize Fest adalah festival musik independen yang menampilkan berbagai genre musik.
Di Synchronize Fest ini, Jokowi ingin menyaksikan musisi kawakan Ebiet G Ade. Berdasarkan pantauan Tempo, Jokowi juga ikut bernyanyi bersama penonton. Sesekali, Jokowi juga meladeni mereka yang meminta berswafoto. Di sela-sela acara, Jokowi melepaskan jaket hitamnya dan menyisakan kaos lengan panjang berwarna abu-abu. Jokowi juga menggunakan topi saat berpindah panggung karena gerimis. “Habis ini mau nonton DeadSquad,” katanya.
Dalam acara tersebut, Jokowi hadir bersama beberapa staf kepresidenan dan Badan Ekonomi Kreatif. Walaupun pengamanan terlihat ketat, banyak warga yang bersikeras untuk berswafoto atau bersalaman dengan Jokowi. “Jokowi, we love you!” teriak para penonton festival musik itu kepada Jokowi.
Konser virtual
Berdasarkan arsip berita Tempo, pada 17 Mei 2020, memang digelar konser amal bertajuk "Berbagi Kasih Bersama Bimbo". Konser virtual ini digelar atas kerja sama MPR, Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Konser berdurasi dua jam itu dilaksanakan di studio TVRI dan disiarkan oleh sejumlah stasiun televisi swasta.
Ketua MPR Bambang Soesatyo mengatakan bahwa hanya Bimbo dan pembawa acara yang berada di studio, sedangkan para seniman serta undangan lainnya menonton dari rumahnya masing-masing. Konser ini bertujuan untuk mengumpulkan donasi bagi warga yang terdampak pandemi Covid-19. Di akhir konser, dana yang terkumpul mencapai Rp 4 miliar.
Namun, konser ini menuai kritik karena sejumlah pihak yang hadir di studio berfoto tanpa menerapkan physical distancing dan tidak menggunakan masker. Salah satu tokoh yang melontarkan kritis atas foto tersebut adalah Kepala Badan Komunikasi Strategis Partai Demokrat Ossy Dermawan.
"Nyuruh rakyat untuk cegah penyebaran virus Corona dengan jaga jarak, tapi dari foto konser MPR-BPIP ini sama sekali tidak diterapkan physical distancing," kata Ossy lewat akun Twitter-nya, @OssyDermawan, pada 19 Mei 2020 sembari me-retweet unggahan anggota BPIP Benny Susetyo yang kemudian dihapus.
Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Bambang Soesatyo meminta maaf karena berfoto tanpa menerapkan physical distancing. "Itu semua salah saya yang tidak bisa menolak permintaan spontan teman-teman kru TV untuk berfoto bersama dengan saya dan musisi senior Sam dan Acil Bimbo," kata Bamsoet melalui pesan singkat pada 19 Mei 2020.
Bamsoet mengaku tidak bisa menolak permintaan spontan itu karena saking senangnya acara tersebut berjalan dengan baik. Dia menilai bahwa acara yang melibatkan banyak tokoh dan hanya dipersiapkan dalam beberapa pekan tersebut berlangsung lancar dan sukses.
Kesimpulan
Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim bahwa video dan foto di atas merupakan video dan foto konser amal yang dihadiri Presiden Jokowi di tengah pandemi Covid-19 menyesatkan. Konser musik yang dihadiri Jokowi dalam video dan foto tersebut digelar pada 2017, sebelum adanya pandemi Covid-19. Konser amal yang digelar MPR, BPIP, dan BNPB pada 17 Mei 2020 kemarin pun adalah konser virtual. Dalam konser ini, hanya Bimbo dan pembawa acara yang berada di studio, sedangkan para seniman serta undangan lainnya menonton dari rumahnya masing-masing.
IKA NINGTYAS
Anda punya data/informasi berbeda, kritik atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id
Rujukan
- https://web.archive.org/save/
- https://www.facebook.com/groups/bebasberdaulat/permalink/626838051577360/?_rdc=1&_rdr
- https://web.archive.org/save/
- https://www.facebook.com/photo.php?fbid=864321070743948&set=gm.841012983089970&type=3&theater
- https://www.youtube.com/watch?v=DVyMSJx32m0
- https://seleb.tempo.co/read/1022835/jokowi-nonton-ebiet-g-ade-dan-dead-squad-di-synchronize-fest
- https://nasional.tempo.co/read/1343512/konser-online-kumpulkan-rp-4-miliar-untuk-pekerja-seni-dan-warga/full&view=ok
- https://nasional.tempo.co/read/1344067/ketua-mpr-mengaku-bersalah-soal-foto-tak-berjarak-di-konser-amal/full&view=ok
[SALAH] Produksi Gula Merah Palsu di Banyumas
Sumber: x.comTanggal publish: 20/05/2020
Berita
Trus tadi barusan ada kiriman berita dari grup whatsapp mama ada pembuatan gula merah palsu di Banyumas. Gulanya dicampur pake bahan kimia sama kecap manis bekas Kagetttt bangett dongg kemarin yang dikonsumsi gulaa palsu dongg, mana itu mereka udah produksi dari 6 bulan yang lalu, udah diedarin ke seluruh banyumas sampe ke lampung juga katanya
Hasil Cek Fakta
Melalui media sosial Twitter dan juga pesan berantai Whatsapp, masyarakat Banyumas dikejutkan dengan informasi perihal adanya penemuan pabrik gula merah palsu di wilayah mereka. Menurut narasi yang beredar, konon gula merah palsu tersebut dibuat menggunakan kecap manis yang dicampur dengan bahas kimia lainnya.
Menanggapi adanya informasi tersebut, Bupati Banyumas Achmad Husein pun akhirnya angkat bicara. Melansir dari republika.co.id, setelah melihat baik video dan juga narasi yang beredar, Husein menyimpulkan bahwa kejadian penemuan pabrik gula merah palsu di Banyumas merupakan kejadian masa lampau yakni pada tahun 2017.
“Akhir-akhir ini beredar video yang meresahkan masyarakat, pengrajin gula merah palsu di Banyumas. Maka saya katakan itu berita video tahun 2017, itu sudah tiga tahun yang lalu, itu dimunculkan lagi. Sekarang sudah tidak ada lagi di Banyumas, insya allah sudah tertib,” jelasnya.
Lanjut Husein menjelaskan, bahwa kasus gula merah palsu sendiri saat itu terjadi di Desa Sudimara, Kecamatan Cilongok, yang kemudian diungkap oleh Polres Banyumas pada 2017. Oleh sebab itu, Husein menghimbau kepada masyarakat agar tidak panik atas beredarnya informasi tersebut.
“Itu kejadiannya diungkap oleh tim Satgas Panga Polres Bayumas, jauh sebelum naik tipe menjadi Polresta Banyumas. Jadi, saya imbau masyarakat untuk tidak mempercayainya karena berita tersebut merupakan kejadian tahun 2017,” tutur Husein.
Informasi perihal adanya penemuan pabrik gula merah palsu di Banyumas masuk ke dalam kategori false context. False context sendiri merupakan konten yang disajikan dengan narasi dan konteks yang salah. Biasanya, false context memuat pernyataan, foto, atau video peristiwa yang pernah terjadi pada suatu tempat, namun secara konteks yang ditulis tidak sesuai dengan fakta yang ada.
Kesimpulan
Rujukan
[SALAH] “majalah Italia tahun 1962 menggambarkan yang akan terjadi pada 2022”
Sumber: facebook.comTanggal publish: 19/05/2020
Berita
Hasil Cek Fakta
Jadi, foto tersebut benar-benar menunjukkan bagaimana masalah lalu lintas di kota-kota dapat diringankan di masa depan menggunakan mobil kecil, kursi tunggal (singlet) yang menempati area yang sangat sedikit. Dengan kata lain, ini menunjukkan transportasi perkotaan masa depan – bukan pasca pandemi global COVID-19 pada tahun 2022.”
* facta.news: “Oleh karena itu ilustrasi, sejauh yang dapat dipertimbangkan di garis depan memikirkan kelahiran, beberapa tahun kemudian, alat transportasi yang dirancang untuk mengangkut satu individu pada suatu waktu (seperti, misalnya, Twizy yang diproduksi oleh Renault), tidak ada hubungannya lihat dengan coronavirus baru dan tidak ada referensi eksplisit untuk 2022. Seperti yang terlihat, depan dan belakang jumlah La Domenica del Corriere yang diterbitkan pada 16 Desember 1962 berkisar pada tema lalu lintas kota dan kemungkinan solusi untuk menguranginya.”
Rujukan
[SALAH] Peringatan Badai Panas Equinox
Sumber: facebook.comTanggal publish: 19/05/2020
Berita
Berikut kutipan narasinya:
“COVID 19
INDONESIA
BADAI PANAS EQUINOX...
PERINGATAN BADAI PANAS EQUINOX.....
Mulai hari ini 17/05/2020... ke depan Suhu rata2 di seluruh kota di Indonesia akan sampai ke 41 derajat celcius dikarenakan matahari akan tepat melintasi garis Equator...
Masyarakat seluruh Indonesia diminta tetap tinggal di rumah saja karena jika berada dan beraktivitas di luar rumah tanpa sadar akan mudah terserang dehidrasi yg luar biasa...
Terutama di antara jam 9 pagi sd dgn jam 13.00...
Disarankan masyarakat umum untuk sesering mungkin membasahi tubuh dgn air agar terhindar dari dehidrasi...
Disarankan 5 hari ke depan banyak minum air putih di waktu buka dan sahur serta makan buah dan sayur sayuran...
Semoga bermanfaat untuk membunuh virus corona... ????????????????”
Gelombang panas indonesia
Hasil Cek Fakta
Menurut penjelasan BMKG, fenomena Equinox memang benar terjadi di Indonesia, tapi tidak ada hubungannya dengan badai panas.
"Fenomena Equinox merupakan salah satu fenomena astronomi, dimana posisi semu matahari berada tepat di atas garis khatulistiwa," ujar PLT Deputi Bidang Meteorologi BMKG Herizal dalam keterangan tertulisnya, Senin, 18 Mei 2020.
Herizal menjelaskan fenomena Equinox kerap terjadi di daerah lintang menengah dan tinggi seperti di India, Jepang, Korea, Amerika dan Eropa. Fenomena ini dapat terjadi dua kali dalam satu tahun, yaitu sekitar 21 Maret dan 23 September. Saat fenomena ini berlangsung, kondisi suhu rata-rata di wilayah Indonesia berada di kisaran 32-36°C atau masih berada di ambang batas aman untuk manusia.
Sedangkan gelombang panas merupakan fenomena suhu udara lebih panas dari 5°C dari ambang batas suhu normal suatu wilayah. Hal ini biasanya disebabkan munculnya anomali sistem cuaca tekanan tinggi yang terjadi dalam beberapa hari atau minggu.
"Fenomena Equinox bukanlah fenomena badai panas atau gelombang panas atau heat wave," ujar Herizal.
Selain itu, isu serupa pernah beredar pada bulan Maret 2016 dan sudah dilakukan pemeriksaan faktanya. Pembahasan mengenai isu tersebut ada dalam artikel berjudul “[HOAX] Fenomena Equinox Bikin Suhu Jadi 40 Derajat Celcius di Indonesia.”
Kesimpulan
Rujukan
- https://web.facebook.com/groups/fafhh/permalink/1188228291509704/
- https://turnbackhoax.id/2020/05/19/salah-peringatan-badai-panas-equinox/
- https://twitter.com/InfoHumasBMKG/status/1262172902931050496
- https://www.kompas.com/tren/read/2020/05/18/134435065/hoaks-badai-equinox-sebabkan-kenaikan-suhu-panas-di-indonesia?page=all#page3
- https://news.detik.com/berita/d-5018726/bantah-isu-badai-panas-saat-fenomena-equinox-bmkg-suhu-indonesia-normal
- https://metro.tempo.co/read/1343500/peringatan-badai-panas-equinox-bmkg-pastikan-hoaks
- https://nasional.okezone.com/read/2020/05/18/337/2215615/bmkg-pastikan-isu-badai-panas-equinox-hoaks
- https://turnbackhoax.id/2016/03/20/hoax-fenomena-equinox-bikin-suhu-jadi-40-derajat-celcius-di-indonesia/



