Lambang kepresidenan berupa bintang dilingkari padi dan kapas sudah diatur melalui Permensesneg Nomor 10 Tahun 2010. Sebelumnya, lambang kepresidenan berupa berupa bintang dan hanya dilingkari padi.
Akun SUARA PAS (fb.com/PAS2019yes) mengunggah 2 gambar dengan narasi sebagai berikut:
“PARAH….!!!
LAMBANG INDONESIA DIRUBAH
Tolong jelaskan mengapa logo di sembako bantuan presiden. Logo Garuda di Ganti Dengan Bintang.
Ingat ya… DIGANTI GARUDANYA.
Mungkinkah ini tanda Indonesia akan hilang??”
[SALAH] “logo di sembako bantuan presiden. Logo Garuda di Ganti Dengan Bintang”
Sumber: Sosial MediaTanggal publish: 15/05/2020
Berita
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan hasil penelusuran, klaim bahwa di sembako bantuan Presiden Joko Widodo garuda di lambang kepresidenan diganti dengan bintang adalah klaim yang salah.
Lambang kepresidenan berupa bintang dilingkari padi dan kapas sudah diatur melalui Permensesneg Nomor 10 Tahun 2010. Sebelumnya, lambang kepresidenan berupa berupa bintang dan hanya dilingkari padi.
Dalam BAB 1 Permensesneg Nomor 10 Tahun 2010 dijelaskan perbedaan lambang Kepresidenan RI dengan lambang Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Lambang Negara Kesatuan Republik Indonesia yang selanjutnya disebut Lambang Negara adalah Garuda Pancasila dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika sementara lambang Kepresidenan adalah simbol jabatan Presiden dan Wakil Presiden berupa gambar bintang yang dilingkari oleh kapas dan padi.
Pada 2019, Permensesneg Nomor 10 Tahun 2010 itu dicabut dan diperbarui dengan Permensesneg Nomor 4 Tahun 2019 tentang Petunjuk Pelaksanaan Tata Surat Kepresidenan RI.
Permensesneg terbaru itu pun mengatur lambang kepresidenan yang terdiri dari bintang, padi, dan kapas serta digunakan sebagai kop dan cap dalam surat jabatan presiden dan wakil presiden.
Hasil penelusuran terhadap Peraturan Pemerintah dan Instruksi Presiden Indonesia pada tahun 1957, 1983, 2001, 2003, dan 2010, lambang kepresidenan memang berupa bintang yang dilingkari padi.
Penggunaan simbol bintang dilingkari padi dan kapas salah satunya ditemukan di Instruksi Presiden Indonesia nomor 9 tahun 2013. Begitu juga pada tahun 2014, 2015, 2016, 2017, 2018, 2019 dan 2020.
Pemakaian simbol bintang, padi, dan kapas di Indonesia juga bukanlah hal yang baru karena telah dipakai sebagai simbol Pancasila. Lima simbol Pancasila itu menjadi bagian dalam lambang negara. Bintang melambangkan prinsip Ketuhanan Yang Maha Esa. Padi dan Kapas melambangkan sila Keadilan Sosial bagi Rakyat Seluruh dari Indonesia.
Lambang kepresidenan berupa bintang dilingkari padi dan kapas sudah diatur melalui Permensesneg Nomor 10 Tahun 2010. Sebelumnya, lambang kepresidenan berupa berupa bintang dan hanya dilingkari padi.
Dalam BAB 1 Permensesneg Nomor 10 Tahun 2010 dijelaskan perbedaan lambang Kepresidenan RI dengan lambang Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Lambang Negara Kesatuan Republik Indonesia yang selanjutnya disebut Lambang Negara adalah Garuda Pancasila dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika sementara lambang Kepresidenan adalah simbol jabatan Presiden dan Wakil Presiden berupa gambar bintang yang dilingkari oleh kapas dan padi.
Pada 2019, Permensesneg Nomor 10 Tahun 2010 itu dicabut dan diperbarui dengan Permensesneg Nomor 4 Tahun 2019 tentang Petunjuk Pelaksanaan Tata Surat Kepresidenan RI.
Permensesneg terbaru itu pun mengatur lambang kepresidenan yang terdiri dari bintang, padi, dan kapas serta digunakan sebagai kop dan cap dalam surat jabatan presiden dan wakil presiden.
Hasil penelusuran terhadap Peraturan Pemerintah dan Instruksi Presiden Indonesia pada tahun 1957, 1983, 2001, 2003, dan 2010, lambang kepresidenan memang berupa bintang yang dilingkari padi.
Penggunaan simbol bintang dilingkari padi dan kapas salah satunya ditemukan di Instruksi Presiden Indonesia nomor 9 tahun 2013. Begitu juga pada tahun 2014, 2015, 2016, 2017, 2018, 2019 dan 2020.
Pemakaian simbol bintang, padi, dan kapas di Indonesia juga bukanlah hal yang baru karena telah dipakai sebagai simbol Pancasila. Lima simbol Pancasila itu menjadi bagian dalam lambang negara. Bintang melambangkan prinsip Ketuhanan Yang Maha Esa. Padi dan Kapas melambangkan sila Keadilan Sosial bagi Rakyat Seluruh dari Indonesia.
Rujukan
[SALAH] Foto Kondisi Pasar Baru Jakarta Ramai PKL di Tengah PSBB
Sumber: twitter.comTanggal publish: 15/05/2020
Berita
Akun Twitter Luana mengunggah foto kondisi pasar yang ramai di tengah PSBB, akun tersebut mengklaim kondisi itu terjadi di Pasar Baru, Jakarta. Berikut kutipan narasinya:
“Hallooo Gaberner @aniesbaswedan
@DKIJakarta
Saya dapat Foto ini, Mohon di Cek ini Benarkah Kondisinya Pasarbaru Begini.. Toko2 disuruh Tutup tapi Banyak Pedagang Kaki Lima.. Kenapa Koq Begini.. ?
PSBB Ambyaarr.....
Ga Heran kalo di Jakarta Kasus Covid-19 Masih Tinggi..” unggah akun Twitter @Luana_LD, Selasa (12/05).
“Hallooo Gaberner @aniesbaswedan
@DKIJakarta
Saya dapat Foto ini, Mohon di Cek ini Benarkah Kondisinya Pasarbaru Begini.. Toko2 disuruh Tutup tapi Banyak Pedagang Kaki Lima.. Kenapa Koq Begini.. ?
PSBB Ambyaarr.....
Ga Heran kalo di Jakarta Kasus Covid-19 Masih Tinggi..” unggah akun Twitter @Luana_LD, Selasa (12/05).
Hasil Cek Fakta
Dari hasil penelusuran, pada Google Maps, Christo Leopold mengunggah foto yang identik pada bulan Mei 2020 (https://bit.ly/3cxXD1l) seperti yang diunggah akun Twitter Luana, foto tersebut merupakan suasana di Pasar Rakyat Tengah, Pontianak, Kalimatan Barat.
Dilansir dari kompas.com, walaupun tengah diterapkannya PSBB, para pedagang dan pelaku usaha tetap bisa melakukan aktivitas usahanya tapi harus mengikuti ketentuan jam operasional yang berlaku. Hal ini berdasarkan surat Nomor 511.2/311/DKUMP/2020 yaitu mengenai kebijakan berupa pembatasan sementara jam operasional pasar rakyat untuk wilayah kota Pontianak.
Adapun ketentuan yang diputuskan Pemkot Pontianak mengenai jam operasional pasar rakyat yaitu, bagi penjual sembako hanya buka mulai pukul 03.00 WIB dan tutup pukul 11.00 WIB. Sementara pasar yang menjual pakaian, barang kelontong, barang kerajinan dan sejenisnya, buka pukul 08.00 WIB sampai pukul 16.00 WIB.
Dilansir dari kompas.com, walaupun tengah diterapkannya PSBB, para pedagang dan pelaku usaha tetap bisa melakukan aktivitas usahanya tapi harus mengikuti ketentuan jam operasional yang berlaku. Hal ini berdasarkan surat Nomor 511.2/311/DKUMP/2020 yaitu mengenai kebijakan berupa pembatasan sementara jam operasional pasar rakyat untuk wilayah kota Pontianak.
Adapun ketentuan yang diputuskan Pemkot Pontianak mengenai jam operasional pasar rakyat yaitu, bagi penjual sembako hanya buka mulai pukul 03.00 WIB dan tutup pukul 11.00 WIB. Sementara pasar yang menjual pakaian, barang kelontong, barang kerajinan dan sejenisnya, buka pukul 08.00 WIB sampai pukul 16.00 WIB.
Kesimpulan
Atas penjelasan tersebut, foto yang diklaim suasana keramaian di Pasar Baru Jakarta, adalah tidak benar dan masuk ke dalam kategori konten yang salah.
Rujukan
- https://turnbackhoax.id/2020/05/15/salah-foto-kondisi-pasar-baru-jakarta-ramai-pkl-di-tengah-psbb/
- https://www.medcom.id/telusur/cek-fakta/yKXAE74N-foto-penampakan-pasar-baru-jakarta-ramai-pkl-di-tengah-psbb-ini-faktanya
- https://pontianak.kompas.com/read/2020/04/14/07362541/cegah-penyebaran-virus-corona-jam-operasional-pasar-di-pontianak-dibatasi
- https://www.suarapemredkalbar.com/read/ponticity/13042020/pemkot-pontianak-batasi-jam-operasional-pasar-ra
Video Viral Warga India Mendadak Pingsan Tak Terkait COVID-19
Sumber: FacebookTanggal publish: 15/05/2020
Berita
Akun Facebook Esther Suhardi mengunggah video yang menggambarkan sejumlah warga diduga mendadak pingsan. Warga yang mendadak pingsan dalam video tersebut diklaim sebagai korban virus corona COVID-19.
"Inilah negara india saat ini gara2 covid 19," tulis akun Facebook Esther Suhardi.
Konten yang disebarkan akun Facebook Esther Suhardi telah 156 kali dibagikan dan mendapat 6 komentar warganet.
"Inilah negara india saat ini gara2 covid 19," tulis akun Facebook Esther Suhardi.
Konten yang disebarkan akun Facebook Esther Suhardi telah 156 kali dibagikan dan mendapat 6 komentar warganet.
Hasil Cek Fakta
Dari hasil penelusuran video berisi sejumlah warga India mendadak pingsan dan diklaim karena terinfeksi COVID-19 ternyata tidak benar. Video tersebut tidak ada hubungannya dengan virus corona COVID-19.
Video tersebut berisi peristiwa warga yang menjadi korban akibat keracunan gas di Visakhapatnam, India. 11 warga di antaranya dinyatakan meninggal dunia.
Video tersebut berisi peristiwa warga yang menjadi korban akibat keracunan gas di Visakhapatnam, India. 11 warga di antaranya dinyatakan meninggal dunia.
Kesimpulan
Atas penjelasan tersebut, video yang diklaim korban COVID-19 di India, adalah tidak benar dan masuk ke dalam kategori konten yang salah.
Rujukan
[Fakta atau Hoaks] Benarkah Ini Video Serangan Serangga Beracun di India Saat Pandemi Covid-19?
Sumber: cekfakta.tempo.coTanggal publish: 15/05/2020
Berita
Sejumlah video yang diklaim sebagai video serangan serangga beracun di India saat pandemi Covid-19 beredar di media sosial. Di Facebook, video-video itu diunggah salah satunya oleh akun Aput Doang, yakni pada 11 Mei 2020. Terdapat lima video yang diunggah akun ini dengan narasi, "Warga India diserang serangga beracun."
Video pertama yang berdurasi 53 detik memperlihatkan seekor serangga yang menyerang seekor tikus hingga mati. Dalam video kedua berdurasi sekitar 1 menit, terlihat sejumlah warga yang tergeletak di jalanan. Beberapa di antaranya merupakan wanita dan mengenakan sari, pakaian khas para perempuan di India. Terdengar pula suara sirene ambulans dalam video ini.
Video ketiga yang berdurasi 9 detik memperlihatkan suasana di pinggiran jalan sebuah kota, di mana terdapat beberapa wanita yang tergeletak di trotoar. Dalam video ini, terdengar juga suara sirene mobil polisi. Video keempat yang berdurasi 45 detik menampakkan kawanan serangga yang beterbangan di sebuah kota.
Video kelima, berdurasi 26 detik, memperlihatkan seorang pria yang menggendong anak kecil yang tak sadarkan diri sembari menangis. Seorang petugas kemudian mengevakuasi anak kecil itu. Sementara dalam video keenam, terlihat sejumlah warga yang berlarian ke arah sebuah gedung sambil mengibaskan tangan di atas kepalanya.
Gambar tangkapan layar unggahan akun Facebook Aput Doang.
Apa benar video-video di atas adalah video serangan serangga beracun di India saat pandemi Covid-19?
Hasil Cek Fakta
Untuk memverifikasi klaim di atas, Tim CekFakta Tempo memeriksa asal-usul enam video tersebut dengan terlebih dahulu memfragmentasinya menjadi beberapa gambar dengantoolInVID. Gambar-gambar itu kemudian ditelusuri denganreverse image tool. Berikut ini fakta-faktanya:
Video ini pernah diunggah ke Yotube oleh kanal M. Outanalt pada 14 Juli 2018, jauh sebelum munculnya virus Corona penyebab Covid-19, SARS-CoV-2, di Wuhan, Cina, pada Desember 2019. Video tersebut diunggah dengan judul "The battle of animals. Mouse against wasp". Gambar tangkapan layar dari video pergulatan antara lebah dan tikus itu juga pernah dimuat dalam sebuah artikel di situs Ahaber.com pada 24 Oktober 2018.
Sumber: Kanal YouTube M. Outanalt dan Ahaber.com
Video ini pernah dimuat oleh kanal YouTube milik media India, IndianExpressOnline, pada 6 Mei 2020 dengan judul "Gas leaks from Visakhapatnam's LG Polymers plant, area vacated". Dalam keterangannya, diketahui bahwa video itu memperlihatkan peristiwa bocornya gas di pabrik milik LG Polymers di Visakhapatnam, India. Warga mengeluhkan kebocoran gas itu menyebabkan munculnya sensasi terbakar di mata dan ruam pada tubuh serta sulit bernapas.
Sumber: Kanal YouTube IndianExpressOnline
Video ini juga merupakan video peristiwa kebocoran gas kimia di lokasi industri LG Polymers di Desa Venkatapuram, Visakhapatnam, India. Menurut keterangan di kanal milik media India, Times Now, yang mengunggah video itu pada 6 Mei 2020, enam orang tewas dan lebih dari 250 orang dirawat di rumah sakit akibat kejadian itu.
Sumber: Kanal YouTube Times Now
Video ini, dengan kualitas yang lebih baik, pernah diunggah oleh akun Facebook Rs-Loy pada 7 Mei 2020. Akun ini memberikan keterangan, "This happened on 204th and Valentine an outbreak of bees. I hope this is not the Chinese Hornet. #BreakingNews #Bees #Newyork." Untuk memastikan petunjuk lokasi tersebut, yakni New York, Tim CekFakta Tempo menelusuri nomor telepon yang tercantum pada papan nama CTown Supermarkets dalam video tersebut. Hasilnya, diketahui bahwa video itu memang diambil di New York, tepatnya di depan CTown Supermarkets di 204th Street, Bronx, New York.
Sumber: Akun Facebook Rs-Loy dan Google Maps
Video ini juga terdapat dalam video berita di kanal YouTube Times Now yang diunggah pada 6 Mei 2020 yang memperlihatkan peristiwa kebocoran gas kimia di lokasi industri LG Polymers di Desa Venkatapuram, Visakhapatnam, India.
Sumber: Kanal YouTube Times Now
Video ini pernah diunggah oleh akun Twitter @EyeVallenatoo pada 9 Mei 2020. Namun, akun ini menuliskan keterangan bahwa video itu diambil di Amerika Serikat. Meskipun begitu, banyak komentar yang menyatakan bahwa video itu bukanlah video di AS, melainkan di Kolombia. Hal ini ditunjukkan oleh sebuah taksi yang sempat terlihat dalam video itu yang disebut "zapatico". Taksi ini merupakan taksi khas Kolombia yang berukuran mungil dan berwarna kuning.
Sumber: Akun Twitter @EyeVallenatoo
Kesimpulan
Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim bahwa video-video di atas merupakan video serangan serangga beracun di India saat pandemi Covid-19 keliru. Enam video itu merupakan video dari beberapa peristiwa yang berbeda dan bukanlah video serangan serangga beracun di India saat pandemi Covid-19. Tiga video diambil dari kejadian bocornya gas kimia di sebuah pabrik di India. Dua video tidak direkam di India, melainkan di Amerika Serikat dan Kolombia. Sementara satu video lainnya telah beredar sejak 2018, jauh sebelum munculnya virus Corona Covid-19 di Wuhan, Cina, pada Desember 2019.
ZAINAL ISHAQ
Anda punya data/informasi berbeda, kritik atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id
Rujukan
- https://web.facebook.com/apud.saepudin.777/videos/pcb.888835921595261/888835628261957/?type=3&theater
- https://web.facebook.com/apud.saepudin.777/videos/pcb.888835921595261/888835671595286/?type=3&theater
- https://web.facebook.com/apud.saepudin.777/videos/pcb.888835921595261/888835728261947/?type=3&theater
- https://web.facebook.com/apud.saepudin.777/videos/pcb.888835921595261/888835781595275/?type=3&theater
- https://web.facebook.com/apud.saepudin.777/videos/pcb.888835921595261/888835834928603/?type=3&theater
- https://web.facebook.com/apud.saepudin.777/videos/pcb.888835921595261/888835854928601/?type=3&theater
- https://www.youtube.com/watch?v=JEn_5s63X-M
- https://www.ahaber.com.tr/galeri/yasam/insanlarin-ne-kadar-acimasiz-oldugunu-gosteren-hayvan-katliami-fotograflari/2
- https://www.youtube.com/watch?v=ClBHz9fMHiA
- https://www.youtube.com/watch?v=XsesisLdtW4
- https://web.facebook.com/RSLOU/videos/605072520103695/?v=605072520103695
- https://www.google.com/maps/place/CTown+Supermarkets/@40.8741327,-73.8840565,15z/data=!4m14!1m8!3m7!1s0x0:0xd242fa8508f5a7ed!2sCTown+Supermarkets!8m2!3d40.8739186!4d-73.8840372!14m1!1BCgIgARICCAI!3m4!1s0x0:0xd242fa8508f5a7ed!8m2!3d40.8739186!4d-73.8840372
- https://www.youtube.com/watch?v=XsesisLdtW4
- https://twitter.com/EyeVallenatoo/status/1258954657474494464
Halaman: 7636/8684


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3128852/original/070437300_1589513450-VideoKeracunanGas1.jpg)

