Ibu yang ada di video itu sudah mengklarifikasi dan meminta maaf. Bantuan yang diterima ibu itu berasal dari lumbung pangan RW setempat. Bukan dari bantuan pusat atau provinsi yang sampai saat ini belum turun.
Akun Tengok VIDEO (fb.com/tengokvideoya) mengunggah sebuah video dengan narasi sebagai berikut:
“VIRAL Ibu ini cuma dapat bantuan beras 1 liter dan mie instan 2 bungkus. mending dapat dari pada tidak dapat apa2 cuma dapat janji doang.”
Di dalam video itu, tampak seorang ibu memprotes bantuan sosial yang diterima terkait covid-19. Mereka merasa bantuan itu tidak cukup karena hanya berisi 2 bungkus mi instan dan 1 liter beras. Disebutkan dalam video, mereka berdomisili di kawasan Cimone, Tangerang, Banten. Mereka pesimistis dapat bertahan hidup beberapa bulan ke depan dengan jumlah bantuan tersebut.
[SALAH] Video “Ibu ini cuma dapat bantuan beras 1 liter dan mie instan 2 bungkus untuk 4 bulan”
Sumber: Sosial MediaTanggal publish: 14/05/2020
Berita
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan hasil penelusuran Tim Cek Fakta Medcom, klaim bahwa warga Cimone, Tangerang, Banten cuma dapat bantuan beras 1 liter dan mie instan 2 bungkus untuk 4 bulan adalah klaim yang salah.
Ibu yang ada di video itu sudah mengklarifikasi dan meminta maaf. Bantuan yang diterima ibu itu berasal dari lumbung pangan RW setempat. Bukan dari bantuan pusat atau provinsi yang sampai saat ini belum turun.
Kepala Dinas Sosial Kota Tangerang, Suli Rosadi menjelaskan, duduk perkara yang sebenarnya tentang bantuan sosial tersebut.
“Mereka salah informasi, bantuan itu bukan dari pemerintah. Tapi dari lumbung RW yang memberikan bantuan kepada warganya,” kata Suli kepada Wartakotalive.com, Senin (11/5/2020).
Seperti diberitakan sebelumnya, pemerintah pusat dan Pemprov Banten telah memberikan bantuan sosial secara bertahap kepada warga Tangerang. Bantuan sosial tersebut berupa uang Rp 600.000 dan paket sembako.
“Ini konfirmasinya,” tutur Suli memberikan video berdurasi dua menit kepada Wartakotalive.com.
Dalam video itu terekam Sari dan Nurhayati meminta maaf atas kesalahan informasi yang diterimanya.
“Saya minta maaf atas ketidaktahuaan saya. Saya enggak tahu kalau ini bukan dari pemerintah, tapi dari lumbung RW,” kata Sari di video tersebut.
“Kalau saya memang tidak dapat bantuan, prihatin saja dengan nasib teman. Saya juga bingung masa Pak Jokowi memberikan bantuan hanya seperti itu,” kata Nurhayati.
“Ini cuma ketidaktahuan kami. Saya minta maaf kepada RT, RW, lurah dan camat. Ini sikap emosional sesaat saja,” kata Nurhayati yang berada di samping Sari.
Dikonfirmasi TangerangNews, Camat Karawaci Tihar Sopian membenarkan bantuan logistis yang diberikan ke dua warga itu dari program Lumbung Pangan RW setempat.
“Ibu-ibu tersebut dapat dari Lumbung Pangan yang dibagikan oleh RT dan RW,” katanya.
Lumbung Pangan merupakan program sosial yang digencarkan Pemerintah Kota Tangerang, untuk mendorong warga terutama yang mampu di setiap lingkungan RT dan RW bergotong-royong memberikan donasi. Adapun donasi yang terkumpul nantinya akan dibagikan kepada warga yang sangat membutuhkan.
“Jadi, beras tersebut hasil donasi warga. Bukan dari bantuan pusat atau provinsi yang sampai saat ini belum turun,” pungkasnya.
Ibu yang ada di video itu sudah mengklarifikasi dan meminta maaf. Bantuan yang diterima ibu itu berasal dari lumbung pangan RW setempat. Bukan dari bantuan pusat atau provinsi yang sampai saat ini belum turun.
Kepala Dinas Sosial Kota Tangerang, Suli Rosadi menjelaskan, duduk perkara yang sebenarnya tentang bantuan sosial tersebut.
“Mereka salah informasi, bantuan itu bukan dari pemerintah. Tapi dari lumbung RW yang memberikan bantuan kepada warganya,” kata Suli kepada Wartakotalive.com, Senin (11/5/2020).
Seperti diberitakan sebelumnya, pemerintah pusat dan Pemprov Banten telah memberikan bantuan sosial secara bertahap kepada warga Tangerang. Bantuan sosial tersebut berupa uang Rp 600.000 dan paket sembako.
“Ini konfirmasinya,” tutur Suli memberikan video berdurasi dua menit kepada Wartakotalive.com.
Dalam video itu terekam Sari dan Nurhayati meminta maaf atas kesalahan informasi yang diterimanya.
“Saya minta maaf atas ketidaktahuaan saya. Saya enggak tahu kalau ini bukan dari pemerintah, tapi dari lumbung RW,” kata Sari di video tersebut.
“Kalau saya memang tidak dapat bantuan, prihatin saja dengan nasib teman. Saya juga bingung masa Pak Jokowi memberikan bantuan hanya seperti itu,” kata Nurhayati.
“Ini cuma ketidaktahuan kami. Saya minta maaf kepada RT, RW, lurah dan camat. Ini sikap emosional sesaat saja,” kata Nurhayati yang berada di samping Sari.
Dikonfirmasi TangerangNews, Camat Karawaci Tihar Sopian membenarkan bantuan logistis yang diberikan ke dua warga itu dari program Lumbung Pangan RW setempat.
“Ibu-ibu tersebut dapat dari Lumbung Pangan yang dibagikan oleh RT dan RW,” katanya.
Lumbung Pangan merupakan program sosial yang digencarkan Pemerintah Kota Tangerang, untuk mendorong warga terutama yang mampu di setiap lingkungan RT dan RW bergotong-royong memberikan donasi. Adapun donasi yang terkumpul nantinya akan dibagikan kepada warga yang sangat membutuhkan.
“Jadi, beras tersebut hasil donasi warga. Bukan dari bantuan pusat atau provinsi yang sampai saat ini belum turun,” pungkasnya.
Rujukan
[SALAH] 78 Tentara Korea Utara Masuk Islam
Sumber: Sosial MediaTanggal publish: 14/05/2020
Berita
Bukan 78 tentara Korea Utara yang masuk Islam, tetapi 37 tentara Korea Selatan yang ditempatkan di wilayah Irbil, Irak Utara yang memeluk Islam.
NARASI:
“Ketika hati telah dibuka, dan kegelapan diterangi. Seruan kebenaran tak mampu untuk dielaki di dalam dada yang lapang. — 78 tentara Korea Utara menerima Islam- Berapa banyak Muslim yang online untuk mengatakan ; MasyaAllah ❤️❤️,” tulis akun Facebook Rian Cardoba, Senin (11/5).
NARASI:
“Ketika hati telah dibuka, dan kegelapan diterangi. Seruan kebenaran tak mampu untuk dielaki di dalam dada yang lapang. — 78 tentara Korea Utara menerima Islam- Berapa banyak Muslim yang online untuk mengatakan ; MasyaAllah ❤️❤️,” tulis akun Facebook Rian Cardoba, Senin (11/5).
Hasil Cek Fakta
PENJELASAN:
Akun Facebook Rian Cardoba mengunggah dua foto yang terdiri dari seorang pria mengenakan seragam militer yang bersalaman dengan seorang pria yang memakai kopiah dengan disaksikan beberapa orang mengenakan seragam militer yang sama. Kemudian satu foto lagi menampakan beberapa orang pria yang mengenakan seragam militer tengah melaksanakan ibadah sholat.
Dalam unggahan itu, akun Facebook Rian Cardoba menuliskan narasi sebagai berikut:
“Ketika hati telah dibuka, dan kegelapan diterangi. Seruan kebenaran tak mampu untuk dielaki di dalam dada yang lapang. — 78 tentara Korea Utara menerima Islam- Berapa banyak Muslim yang online untuk mengatakan ; MasyaAllah ❤️❤️,” tulis akun Facebook Rian Cardoba, Senin (11/5).
Setelah menelusuri melalui mesin pencari, diketahui unggahan akun Facebook Rian Cardoba adalah salah atau keliru.
Dilansir dari media daring The Chosunilbo, diketahui berita yang benar adalah 37 Tentara Korea Selatan memeluk agama Islam, dengan judul “Ahead of Iraq Deployment, 37 Korean Troops Convert to Islam” yang ditayangkan pada Jumat, 28 Mei 2004 lalu.
Foto yang dibagikan akun Facebook Rian Cordoba sama persis dengan yang terdapat dalam artikel “Ahead of Iraq Deployment, 37 Korean Troops Convert to Islam.” Keterangan dari kedua foto tersebut adalah “Captain Son Jin-gu from Zaitun Unit recites an oath at ceremony to mark his conversion to Islam at a mosque in Hannam-dong, Seoul on Friday. /Yonhap” dan “Soldiers from Zaitun Unit pray after conversion ceremony at a mosque in Hannam-dong, Seoul on Friday. /Yonhap.”
Di Indonesia sendiri, berita tentara Korea Selatan memeluk agama Islam ditayangkan oleh media daring Tribun News dengan tajuk “Terpesona Lihat Gerakan Salat, 38 Tentara Korea Selatan Masuk Islam” yang ditayangkan pada Sabtu, 19 Desember 2015.
Dengan begitu, unggahan foto dan narasi dari akun Facebook Rian Cardoba menurut kategori Misinformasi dan Disinformasi dari First Draft dapat dimasukan sebagai Misleading Content atau Konten yang Menyesatkan.
=====
Akun Facebook Rian Cardoba mengunggah dua foto yang terdiri dari seorang pria mengenakan seragam militer yang bersalaman dengan seorang pria yang memakai kopiah dengan disaksikan beberapa orang mengenakan seragam militer yang sama. Kemudian satu foto lagi menampakan beberapa orang pria yang mengenakan seragam militer tengah melaksanakan ibadah sholat.
Dalam unggahan itu, akun Facebook Rian Cardoba menuliskan narasi sebagai berikut:
“Ketika hati telah dibuka, dan kegelapan diterangi. Seruan kebenaran tak mampu untuk dielaki di dalam dada yang lapang. — 78 tentara Korea Utara menerima Islam- Berapa banyak Muslim yang online untuk mengatakan ; MasyaAllah ❤️❤️,” tulis akun Facebook Rian Cardoba, Senin (11/5).
Setelah menelusuri melalui mesin pencari, diketahui unggahan akun Facebook Rian Cardoba adalah salah atau keliru.
Dilansir dari media daring The Chosunilbo, diketahui berita yang benar adalah 37 Tentara Korea Selatan memeluk agama Islam, dengan judul “Ahead of Iraq Deployment, 37 Korean Troops Convert to Islam” yang ditayangkan pada Jumat, 28 Mei 2004 lalu.
Foto yang dibagikan akun Facebook Rian Cordoba sama persis dengan yang terdapat dalam artikel “Ahead of Iraq Deployment, 37 Korean Troops Convert to Islam.” Keterangan dari kedua foto tersebut adalah “Captain Son Jin-gu from Zaitun Unit recites an oath at ceremony to mark his conversion to Islam at a mosque in Hannam-dong, Seoul on Friday. /Yonhap” dan “Soldiers from Zaitun Unit pray after conversion ceremony at a mosque in Hannam-dong, Seoul on Friday. /Yonhap.”
Di Indonesia sendiri, berita tentara Korea Selatan memeluk agama Islam ditayangkan oleh media daring Tribun News dengan tajuk “Terpesona Lihat Gerakan Salat, 38 Tentara Korea Selatan Masuk Islam” yang ditayangkan pada Sabtu, 19 Desember 2015.
Dengan begitu, unggahan foto dan narasi dari akun Facebook Rian Cardoba menurut kategori Misinformasi dan Disinformasi dari First Draft dapat dimasukan sebagai Misleading Content atau Konten yang Menyesatkan.
=====
Rujukan
[SALAH] “Info nya orang ini kabur dr kontrakan nya di Link. LEBAK INDAH, desa Lebak Gede”
Sumber: Sosial MediaTanggal publish: 14/05/2020
Berita
Polisi menyatakan informasi tersebut adalah hoaks. Kapolsek Pulomerak, AKP Rifki Septirian Yusuf memastikan bahwa Y, seorang pasien yang dinyatakan reaktif COVID-19 saat dilakukan rapid test tidak kabur dari rumahnya.
Akun Akmal Al Musafir (fb.com/AK1774L) mengunggah beberapa gambar dengan narasi sebagai berikut:
“Informasi terakhir org dlm foto tersebut asli org Salira dan ngontrak di Kp, Lebak Gede sumuranja, demikian info terbaru”
Di salah satu gambar yang ia unggah terdapat narasi:
“Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh..Info nya orang ini kabur dr kontrakan nya di Link. LEBAK INDAH, desa Lebak Gede sktr jm 23:10
Terakhir Bakaran ikan di Link.Sawah Lebak Gede, bersama Pak A** dan Menantu Pak A** (S****** / S*** K****).
Saudara2 Semua nya Berhati2krn ini PENYAKIT tdk terlihat
Kelurahan Lebak Gede Zona Merah
Smoga Saudara2 sllu Di Lindungi Oleh Allah SWT
Aamiin Ya Rabbal’alamiin..”
Akun Akmal Al Musafir (fb.com/AK1774L) mengunggah beberapa gambar dengan narasi sebagai berikut:
“Informasi terakhir org dlm foto tersebut asli org Salira dan ngontrak di Kp, Lebak Gede sumuranja, demikian info terbaru”
Di salah satu gambar yang ia unggah terdapat narasi:
“Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh..Info nya orang ini kabur dr kontrakan nya di Link. LEBAK INDAH, desa Lebak Gede sktr jm 23:10
Terakhir Bakaran ikan di Link.Sawah Lebak Gede, bersama Pak A** dan Menantu Pak A** (S****** / S*** K****).
Saudara2 Semua nya Berhati2krn ini PENYAKIT tdk terlihat
Kelurahan Lebak Gede Zona Merah
Smoga Saudara2 sllu Di Lindungi Oleh Allah SWT
Aamiin Ya Rabbal’alamiin..”
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan hasil penelusuran, klaim bahwa ada pasien yang dinyatakan reaktif COVID-19 saat dilakukan rapid test di Kelurahan Lebakgede, Kecamatan Pulomerak, Cilegon, Banten, adalah klaim yang salah.
Polisi menyatakan informasi tersebut adalah hoaks. Kapolsek Pulomerak, AKP Rifki Septirian Yusuf memastikan bahwa Y, seorang pasien yang dinyatakan reaktif COVID-19 saat dilakukan rapid test tidak kabur dari rumahnya.
Masyarakat diimbau agar tidak percaya kabar itu. Warga juga diingatkan agar tidak membagikan kabar bohong tersebut ke media sosial. Kapolsek Pulomerak, AKP Rifki Septirian Yusuf membantah bahwa Y kabur dari rumahnya. Kata Kapolsek Y masih berada di rumahnya.
“Kalau hasil rapid test memang betul positif, tapi dia tidak kabur, tidak kemana-kemana, dia tetap disitu di rumahnya. Yang bersangkutan juga sudah dipantau Babinkatibmas,” ujar Kapolsek dikonfirmasi wartawan, Selasa (12/5/2020).
Dikatakan Kapolsek, saat ini Y masih menunggu hasil swab setelah dinyatakan reaktif saat dilakukan rapid test.
“Baru kemudian tindakan selanjutnya apakah diisolasi di rumah sakit atau bagaimana, kita masih menunggu hasil selanjutnya,” terangnya.
Kapolsek menjelaskan bahwa Y memang pernah kontak langsung dengan warga di Puloampel yang sebelumnya dinyatakan positif Covid-19. Saat itu Y mengantar warga positif tersebut untuk memeriksa kesehatannya.
“Jadi Y ini sebelumnya mau kerja di daerah Suralaya, tapi dari perusahaan tempat Y bekerja disarankan untuk periksa kesehatan dulu, nah Y ketahuan disitu kalau dia positif,” ungkapnya.
Kapolsek menambahkan bahwa untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan pihaknya juga sudah menyiagakan Babinkamtibmas di rumah Y.
“Kami juga sudah klarifikasi lewat sosmed kalau warga tersebut kabur tidak benar. Kami juga mengimbau masyarakat jangan membagikan dan memviralkan kabar hoaks tersebut. Jangan langsung memposting karena bisa terkena undang undang ITE,” imbuhnya.
Polisi menyatakan informasi tersebut adalah hoaks. Kapolsek Pulomerak, AKP Rifki Septirian Yusuf memastikan bahwa Y, seorang pasien yang dinyatakan reaktif COVID-19 saat dilakukan rapid test tidak kabur dari rumahnya.
Masyarakat diimbau agar tidak percaya kabar itu. Warga juga diingatkan agar tidak membagikan kabar bohong tersebut ke media sosial. Kapolsek Pulomerak, AKP Rifki Septirian Yusuf membantah bahwa Y kabur dari rumahnya. Kata Kapolsek Y masih berada di rumahnya.
“Kalau hasil rapid test memang betul positif, tapi dia tidak kabur, tidak kemana-kemana, dia tetap disitu di rumahnya. Yang bersangkutan juga sudah dipantau Babinkatibmas,” ujar Kapolsek dikonfirmasi wartawan, Selasa (12/5/2020).
Dikatakan Kapolsek, saat ini Y masih menunggu hasil swab setelah dinyatakan reaktif saat dilakukan rapid test.
“Baru kemudian tindakan selanjutnya apakah diisolasi di rumah sakit atau bagaimana, kita masih menunggu hasil selanjutnya,” terangnya.
Kapolsek menjelaskan bahwa Y memang pernah kontak langsung dengan warga di Puloampel yang sebelumnya dinyatakan positif Covid-19. Saat itu Y mengantar warga positif tersebut untuk memeriksa kesehatannya.
“Jadi Y ini sebelumnya mau kerja di daerah Suralaya, tapi dari perusahaan tempat Y bekerja disarankan untuk periksa kesehatan dulu, nah Y ketahuan disitu kalau dia positif,” ungkapnya.
Kapolsek menambahkan bahwa untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan pihaknya juga sudah menyiagakan Babinkamtibmas di rumah Y.
“Kami juga sudah klarifikasi lewat sosmed kalau warga tersebut kabur tidak benar. Kami juga mengimbau masyarakat jangan membagikan dan memviralkan kabar hoaks tersebut. Jangan langsung memposting karena bisa terkena undang undang ITE,” imbuhnya.
Rujukan
[SALAH] “Ini ada ajakan yg menarik : Ada ide menarik banget dari Kwik Kian Gie”
Sumber: Sosial MediaTanggal publish: 14/05/2020
Berita
Bukan dari Kwik Kian Gie. Pada Januari 2020, Kwik Kian Gie sudah pernah membantah hal itu dan menyatakan bahwa klaim ajakan dari dirinya itu adalah hoaks yang sudah lama beredar.
Akun Amirul Mu’minin (fb.com/100049235614282) mengunggah sebuah foto ke grup MISI ( Militan Oposisi ). (fb.com/groups/397972127629539) dengan narasi yang berisi klaim sebagai berikut:
“Ini ada ajakan yg menarik :
Ada ide menarik banget dari *Kwik Kian Gie
Ayo, mulai 10 Mae sd 10 Juni 2020,
Kita Jangan belanja di
– Mall
– Indomart
– Alfamart
– Hero
– Tdk makan mie instan
– Tdk makan di GM
– Tdk merokok
– Tdk menjadi nasabah BCA, Danamon, Mayapada
Selama SATU BULAN saja, anggap kita latihan puasa.
Maka Akan mempercepat 9 Naga *Pingsan dan Tamat*
*Kita umat muslim di Indonesia mencapai lebih dr 200 juta, mohon bs di viralkan.*”
Akun Amirul Mu’minin (fb.com/100049235614282) mengunggah sebuah foto ke grup MISI ( Militan Oposisi ). (fb.com/groups/397972127629539) dengan narasi yang berisi klaim sebagai berikut:
“Ini ada ajakan yg menarik :
Ada ide menarik banget dari *Kwik Kian Gie
Ayo, mulai 10 Mae sd 10 Juni 2020,
Kita Jangan belanja di
– Mall
– Indomart
– Alfamart
– Hero
– Tdk makan mie instan
– Tdk makan di GM
– Tdk merokok
– Tdk menjadi nasabah BCA, Danamon, Mayapada
Selama SATU BULAN saja, anggap kita latihan puasa.
Maka Akan mempercepat 9 Naga *Pingsan dan Tamat*
*Kita umat muslim di Indonesia mencapai lebih dr 200 juta, mohon bs di viralkan.*”
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan hasil penelusuran, klaim bahwa ada ajakan dari Kwik Kian Gie untuk tidak belanja di sejumlah mall dan minimarket, tidak makan mie instan. tidak merokok dan tidak menjadi nasabah dari beberapa bank mulai 10 Mei sampai 10 Juni 2020 itu adalah klaim yang salah.
Faktanya, klaim itu adalah hoaks lama yang disebarkan kembali. Pada Januari 2020, Kwik Kian Gie sudah pernah menyatakan bahwa ajakan itu bukan berasal darinya dan menyatakan bahwa klaim tersebut adalah hoaks yang sudah lama beredar.
Sebelumnya, klaim yang sama pernah beredar pada bulan Januari 2020, saat itu ajakan untuk tidak berbelanja, tidak makan, tidak merokok dan tidak menjadi nasabah di beberapa bank itu mulai tanggal 5 januari sampai dengan 5 Februari 2020.
Dikutip dari Jawa Pos, klaim ini beredar di grup whatsapp, salah satunya grup whatsapp para guru dan dosen di Surabaya. Namun ketika dimintai komfirmasi, pengirim pesan mengaku mendapat tulisan dari grup lain. Dia juga tak punya maksud apa-apa dan asal forward pesan itu.
Di sisi lain, Kwik Kian Gie membantah hal itu.
“Tidak. Ini hoax yang sudah lama beredar, sehingga saya membuat account sendiri untuk membantah semuanya,” jelas Kwik saat dimintai komfirmasi lewat nomor pribadinya.
Sebelumnya pada Maret 2019, Kwik Kian Gie sendiri pernah mempersoalkan akun Twitter yang mengatasnamakan dirinya.
Mantan Menteri Koordinator bidang Ekonomi, Keuangan, dan Industri (Ekuin) Kwik Kian Gie merasa perlu meluruskan pemberitaan yang menjadikan dirinya sebagai narasumber berdasar kicauan di akun Twitter @KwikKianGie. Sebab, akun itu bukan dikelola oleh dirinya.
“Bersama ini saya menyatakan bahwa berita tersebut adalah tidak benar alias Hoax. Akun twitter @KwikKianGie bukan akun twitter milik saya,” kata Kwik meluruskan melalui pesan tertulis yang diterima redaksi Rmol.id
Faktanya, klaim itu adalah hoaks lama yang disebarkan kembali. Pada Januari 2020, Kwik Kian Gie sudah pernah menyatakan bahwa ajakan itu bukan berasal darinya dan menyatakan bahwa klaim tersebut adalah hoaks yang sudah lama beredar.
Sebelumnya, klaim yang sama pernah beredar pada bulan Januari 2020, saat itu ajakan untuk tidak berbelanja, tidak makan, tidak merokok dan tidak menjadi nasabah di beberapa bank itu mulai tanggal 5 januari sampai dengan 5 Februari 2020.
Dikutip dari Jawa Pos, klaim ini beredar di grup whatsapp, salah satunya grup whatsapp para guru dan dosen di Surabaya. Namun ketika dimintai komfirmasi, pengirim pesan mengaku mendapat tulisan dari grup lain. Dia juga tak punya maksud apa-apa dan asal forward pesan itu.
Di sisi lain, Kwik Kian Gie membantah hal itu.
“Tidak. Ini hoax yang sudah lama beredar, sehingga saya membuat account sendiri untuk membantah semuanya,” jelas Kwik saat dimintai komfirmasi lewat nomor pribadinya.
Sebelumnya pada Maret 2019, Kwik Kian Gie sendiri pernah mempersoalkan akun Twitter yang mengatasnamakan dirinya.
Mantan Menteri Koordinator bidang Ekonomi, Keuangan, dan Industri (Ekuin) Kwik Kian Gie merasa perlu meluruskan pemberitaan yang menjadikan dirinya sebagai narasumber berdasar kicauan di akun Twitter @KwikKianGie. Sebab, akun itu bukan dikelola oleh dirinya.
“Bersama ini saya menyatakan bahwa berita tersebut adalah tidak benar alias Hoax. Akun twitter @KwikKianGie bukan akun twitter milik saya,” kata Kwik meluruskan melalui pesan tertulis yang diterima redaksi Rmol.id
Rujukan
Halaman: 7639/8684



