Unggahan akun Facebook Anna Prasetyo atau @dianna.debora.180 yang berisi gambar Menko Polhukam, Mahfud MD yang disandingkan bersama Bangsawan asal Bangkalan, Raden Ario Majang Koro dengan inti pesan bahwa Mahfud MD mengikuti jejak Kakeknya, Raden Ario Majang Koro dengan menjadi penghianat adalah tidak benar.
Keponakan Mahfud MD, Firmansyah Ali menyatakan Mahfud MD sama sekali tidak ada darah Bangkalan, total orang pamekasan yang numpang lahir di Sampang. Dari jalur ayahandanya, Mahfud MD bin Mahmoddin bin Hasyim dan terus ke atas merupakan orang biasa, bukan tentara belanda atau Ningrat Bangkalan. Mahmoddin ayahandanya adalah petani yang kemudian jadi PNS. Dari jalur Ibu, Mahfud MD adalah keturunan Bhujuk Abdul Qidam Sumenep alias Pangeran Pandiyan yang sama sekali tidak ada kaitannya dengan para bangsawan Bangkalan waktu itu.
NARASI:
“Kolonel Raden Ario Majang Koro adalah keturunan bangsawan dari Bangkalan-Madura lahir th. 1832 – Madura , Wafat tanggal September 29, 1906 ) , dari brigade “Barisan Bangkalan (Barisan Van…
Buah jatuh tdk jauh dari pohonnya….!!!
Mahfud mengikuti jalan kakeknya yg tentara Belanda…..yg ikut menyerang kerajaan Aceh .
Kakeknya adalah salah satu perwira tentara Belanda yg berkulit sawo matang.
Dan kematian sang kakek di ujung rencong pejuang Aceh…..
Turun-temurun jadi pengkhianat kaumnya .paham Kan….?,” unggah akun Facebook Anna Prasetyo atau @dianna.debora.180, Rabu (27/11).
[SALAH] Mahfud MD Mengikuti Jejak Kakeknya Raden Ario Majang Koro yang Menjadi Penghianat
Sumber: Sosial MediaTanggal publish: 29/11/2019
Berita
Hasil Cek Fakta
PENJELASAN:
Akun Facebook Anna Prasetyo atau @dianna.debora.180 mengunggah foto Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD yang disandingkan dengan foto Bangsawan dari Bangkalan, Raden Ario Majang Koro.
Dalam unggahannya tersebut, akun Facebook @dianna.debora.180 menambahkan narasi yang inti pesannya menyatakan bahwa Mahfud MD mengikuti jejak kakeknya Raden Ario Majang Koro yang menjadi penghianat. Berikut narasi lengkapnya:
“Kolonel Raden Ario Majang Koro adalah keturunan bangsawan dari Bangkalan-Madura lahir th. 1832 – Madura , Wafat tanggal September 29, 1906 ) , dari brigade “Barisan Bangkalan (Barisan Van…
Buah jatuh tdk jauh dari pohonnya….!!!
Mahfud mengikuti jalan kakeknya yg tentara Belanda…..yg ikut menyerang kerajaan Aceh .
Kakeknya adalah salah satu perwira tentara Belanda yg berkulit sawo matang.
Dan kematian sang kakek di ujung rencong pejuang Aceh…..
Turun-temurun jadi pengkhianat kaumnya .paham Kan….?,” unggah akun Facebook Anna Prasetyo atau @dianna.debora.180, Rabu (27/11).
Berdasarkan penelusuran yang dilakukan melalui mesin pencari, diketahui unggahan akun Facebook @dianna.debora.180 adalah tidak benar. Menurut First Draft, unggahan akun @dianna.debora.180 dapat masuk ke dalam kategori Konten yang Menyesatkan atau Misleading Content.
Dilansir dari beritalima.com diketahui Keponakan dari Mahfud MD, Firmansyah Ali memberikan klarifikasinya.
Pertama, Pak Mahfud MD sama sekali tidak ada darah Bangkalan, pak Mahfud MD total orang pamekasan yang numpang lahir di Sampang. Jadi kalau di Bangkalan memang pernah ada tokoh bernama Aryo Among Koro antara tahun 1874 s/d tahun 1906, dipastikan itu bukan nenek moyang Prof Mahfud MD. Itupun kalau benar ada tokoh tersebut, jangan-jangan keberadaan dan kisah tentang tokoh tersebut juga hoax?, sebab banyak orang bangkalan tidak kenal dan tidak tau.
Kedua, dari jalur ayahandanya, Mahfud MD bin Mahmoddin bin Hasyim dan terus ke atas merupakan orang biasa, bukan tentara belanda atau Ningrat Bangkalan. Mahmoddin ayahandanya adalah petani yang kemudian jadi PNS. Sedangkan Hasyim kakeknya adalah petani sambil ngajar ngaji.
Ketiga, Prof Mahfud dari jalur ibu adalah keturunan Bhujuk Abdul Qidam Sumenep alias Pangeran Pandiyan yang sama sekali tidak ada kaitannya dengan para bangsawan Bangkalan waktu itu.
Sedangkan Raden Ario Majang Koro sendiri diketahui ialah keturunan bangsawan dari Bangkalan. Ia lahir sekitar tahun 1832.
Dalam ‘Onze vestiging in Atjeh’ karya G.F.W Borel, Majang Koro masuk ke dunia militer pada tanggal 15 Agustus 1848 sebagai sukarelawan tentara di Surabaya. Nama kelompok tentara itu Kaboen Surabaya.
Kariernya di dunia kemiliteran terus menanjak. Dia dipromosikan menjadi kopral pada 16 Januari 1850 dan naik lagi menjadi sersan pada tanggal 25 Juni 1850.
Pada tahun 1873, saat ia masih berpangkat mayor ia dikirim ke Aceh.
Dalam “Perang Aceh dan Kisah Kegagalan Snouck Hurgronje” karya Paul t’Veer (1985) disebutkan ekspedisi pertama Aryo Majang Koro di Tanah Rencong dipimpin Mayor Jenderal JHR Kohler. Namun Kohler terbunuh pada 14 April 1873, tepat di depan Masjid Raya Aceh.
“Sebagai mayor Korps Barisan, Majang Koro memimpin pasukan yang terdiri dari orang-orang Madura ke Aceh, pada 1873-1874.”
Saat itu Majang Koro berhasil memukul mundur lawan. Ia kemudian mendapat penghargaan Ridder Willems-Orde dengan pangkat kolonel titurer.
Majang Koro meninggal di Bangkalan pada tahun 1906.
Akun Facebook Anna Prasetyo atau @dianna.debora.180 mengunggah foto Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD yang disandingkan dengan foto Bangsawan dari Bangkalan, Raden Ario Majang Koro.
Dalam unggahannya tersebut, akun Facebook @dianna.debora.180 menambahkan narasi yang inti pesannya menyatakan bahwa Mahfud MD mengikuti jejak kakeknya Raden Ario Majang Koro yang menjadi penghianat. Berikut narasi lengkapnya:
“Kolonel Raden Ario Majang Koro adalah keturunan bangsawan dari Bangkalan-Madura lahir th. 1832 – Madura , Wafat tanggal September 29, 1906 ) , dari brigade “Barisan Bangkalan (Barisan Van…
Buah jatuh tdk jauh dari pohonnya….!!!
Mahfud mengikuti jalan kakeknya yg tentara Belanda…..yg ikut menyerang kerajaan Aceh .
Kakeknya adalah salah satu perwira tentara Belanda yg berkulit sawo matang.
Dan kematian sang kakek di ujung rencong pejuang Aceh…..
Turun-temurun jadi pengkhianat kaumnya .paham Kan….?,” unggah akun Facebook Anna Prasetyo atau @dianna.debora.180, Rabu (27/11).
Berdasarkan penelusuran yang dilakukan melalui mesin pencari, diketahui unggahan akun Facebook @dianna.debora.180 adalah tidak benar. Menurut First Draft, unggahan akun @dianna.debora.180 dapat masuk ke dalam kategori Konten yang Menyesatkan atau Misleading Content.
Dilansir dari beritalima.com diketahui Keponakan dari Mahfud MD, Firmansyah Ali memberikan klarifikasinya.
Pertama, Pak Mahfud MD sama sekali tidak ada darah Bangkalan, pak Mahfud MD total orang pamekasan yang numpang lahir di Sampang. Jadi kalau di Bangkalan memang pernah ada tokoh bernama Aryo Among Koro antara tahun 1874 s/d tahun 1906, dipastikan itu bukan nenek moyang Prof Mahfud MD. Itupun kalau benar ada tokoh tersebut, jangan-jangan keberadaan dan kisah tentang tokoh tersebut juga hoax?, sebab banyak orang bangkalan tidak kenal dan tidak tau.
Kedua, dari jalur ayahandanya, Mahfud MD bin Mahmoddin bin Hasyim dan terus ke atas merupakan orang biasa, bukan tentara belanda atau Ningrat Bangkalan. Mahmoddin ayahandanya adalah petani yang kemudian jadi PNS. Sedangkan Hasyim kakeknya adalah petani sambil ngajar ngaji.
Ketiga, Prof Mahfud dari jalur ibu adalah keturunan Bhujuk Abdul Qidam Sumenep alias Pangeran Pandiyan yang sama sekali tidak ada kaitannya dengan para bangsawan Bangkalan waktu itu.
Sedangkan Raden Ario Majang Koro sendiri diketahui ialah keturunan bangsawan dari Bangkalan. Ia lahir sekitar tahun 1832.
Dalam ‘Onze vestiging in Atjeh’ karya G.F.W Borel, Majang Koro masuk ke dunia militer pada tanggal 15 Agustus 1848 sebagai sukarelawan tentara di Surabaya. Nama kelompok tentara itu Kaboen Surabaya.
Kariernya di dunia kemiliteran terus menanjak. Dia dipromosikan menjadi kopral pada 16 Januari 1850 dan naik lagi menjadi sersan pada tanggal 25 Juni 1850.
Pada tahun 1873, saat ia masih berpangkat mayor ia dikirim ke Aceh.
Dalam “Perang Aceh dan Kisah Kegagalan Snouck Hurgronje” karya Paul t’Veer (1985) disebutkan ekspedisi pertama Aryo Majang Koro di Tanah Rencong dipimpin Mayor Jenderal JHR Kohler. Namun Kohler terbunuh pada 14 April 1873, tepat di depan Masjid Raya Aceh.
“Sebagai mayor Korps Barisan, Majang Koro memimpin pasukan yang terdiri dari orang-orang Madura ke Aceh, pada 1873-1874.”
Saat itu Majang Koro berhasil memukul mundur lawan. Ia kemudian mendapat penghargaan Ridder Willems-Orde dengan pangkat kolonel titurer.
Majang Koro meninggal di Bangkalan pada tahun 1906.
Rujukan
- httpREFERENSI:
- https://turnbackhoax.id/2019/11/28/salah-mahfud-md-mengikuti-jejak-kakeknya-raden-ario-majang-koro-yang-menjadi-penghianat/ 1.
- https://archive.md/pMjkk 2.
- https://www.facebook.com/dianna.debora.180/posts/151652182853096 3.
- https://beritalima.com/keluarga-prof-mahfud-md-bantah-berita-viral-keturunan-aryo-omong-koro/?fbclid=IwAR2-qtY9gYLgJRaMIblGgif3cYHk9G8oASwP3uQ5BJ-MnhJogNwVLCnrCIc 4.
- https://www.harianumum.com/baca/keluarga-prof-mahfud-md-bantah-keturunan-aryo-omong-koro 5.
- https://www.suratkabar.id/127460/politik/beredar-kabar-mahfud-md-keturunan-kaki-tangan-belanda-di-zaman-penjajahan-ternyata-begini-faktanya 6.
- https://kumparan.com/kumparannews/cek-fakta-mahfud-md-keturunan-pembelot-raden-arya-omong-koro-1r6kHOSQfHC
Jokowi: Buat Apa Laporan Tebal, Habiskan Kertas Saja
Sumber: Media OnlineTanggal publish: 29/11/2019
Berita
"Jokowi mengatakan laporan itu tidak berguna"
Liputan6.com, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengingatkan jajarannya soal pembuatan laporan pertanggungjawaban. Selama ini, dia menilai para pejabat justru sibuk membuat laporan, bukannya fokus bekerja.
Jokowi mengatakan, selama ini laporan bisa beranak-pinak ketika dibawa dari pusat sampai ke daerah. Laporan yang semula hanya 44 poin, bisa menjadi 108 poin.
"Empat puluh empat saja sudah terlalu banyak, ditambah lagi anaknya jadi 108, sudah pusing semuanya kita. Habis-habisin kertas saja," ujar Jokowi saat membuka Rakernas Akuntansi dan Laporan Keuangan Pemerintah di Istana Negara, Jakarta, Kamis (14/9/2017).
Dia merasakan betul rumitnya prosedur pembuatan laporan saat menjabat sebagai Wali Kota Solo dan Gubernur DKI Jakarta. Dia tak ingin keluhan serupa masih dirasakan pejabat daerah di bawah kepemimpinannya sebagai Presiden.
Saat melakukan kunjungan ke beberapa lokasi, Jokowi mendapati para pegawai negeri sipil, termasuk kepala sekolah dan penyuluh, malah sibuk membuat laporan.
"Ini 70 persen pikiran dan tenaga kita habis untuk nyiapin SPJ," imbuh Jokowi.
Hal serupa juga dirasakan para kepala desa. Kepala desa saat ini lebih sibuk membuat laporan dana desa dibanding menggunakan dana desa untuk membangun berbagai infrastuktur.
"Coba bupati, wali kota, gubernur tanyakan pada pusing enggak, diam semuanya. Benar enggak ini? Kalau sering turun ke bawah, ke kepala dinas pusingnya di laporan-laporan," ucap Jokowi.
Liputan6.com, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengingatkan jajarannya soal pembuatan laporan pertanggungjawaban. Selama ini, dia menilai para pejabat justru sibuk membuat laporan, bukannya fokus bekerja.
Jokowi mengatakan, selama ini laporan bisa beranak-pinak ketika dibawa dari pusat sampai ke daerah. Laporan yang semula hanya 44 poin, bisa menjadi 108 poin.
"Empat puluh empat saja sudah terlalu banyak, ditambah lagi anaknya jadi 108, sudah pusing semuanya kita. Habis-habisin kertas saja," ujar Jokowi saat membuka Rakernas Akuntansi dan Laporan Keuangan Pemerintah di Istana Negara, Jakarta, Kamis (14/9/2017).
Dia merasakan betul rumitnya prosedur pembuatan laporan saat menjabat sebagai Wali Kota Solo dan Gubernur DKI Jakarta. Dia tak ingin keluhan serupa masih dirasakan pejabat daerah di bawah kepemimpinannya sebagai Presiden.
Saat melakukan kunjungan ke beberapa lokasi, Jokowi mendapati para pegawai negeri sipil, termasuk kepala sekolah dan penyuluh, malah sibuk membuat laporan.
"Ini 70 persen pikiran dan tenaga kita habis untuk nyiapin SPJ," imbuh Jokowi.
Hal serupa juga dirasakan para kepala desa. Kepala desa saat ini lebih sibuk membuat laporan dana desa dibanding menggunakan dana desa untuk membangun berbagai infrastuktur.
"Coba bupati, wali kota, gubernur tanyakan pada pusing enggak, diam semuanya. Benar enggak ini? Kalau sering turun ke bawah, ke kepala dinas pusingnya di laporan-laporan," ucap Jokowi.
Hasil Cek Fakta
Kritik Penggunaan APBN-APBD
Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengeluh soal penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang belum maksimal. Banyak program pemerintah yang tidak efisien dan tidak jelas hasilnya.
"Saya cek satu per satu banyak sekali inefisiensi itu. Setiap kegiatan yang dilakukan dilihat satu per satu, tidak jelas hasil yang akan dicapai," kata Jokowi pada kesempatan yang sama.
Jokowi ingin, program disusun dengan orientasi hasil bukan orientasi prosedur seperti yang selama ini berjalan. Orientasi prosedur hanya akan melahirkan program 'yang penting laporan'.
"Banyak tidak ada keterkaitan program dengan sasaran pembangunan, lepas sendiri-sendiri. Kalau dirinci lagi, rincian kegiatan tidak sesuai dengan maksud kegiatan, enggak jelas juga," jelas Jokowi.
Karena itu, Jokowi meminta perbaikan pada sistem akuntansi dan pelaporan di semua lini pemerintahan, baik pusat maupun daerah. Sehingga program berjalan sesuai tujuan pembangunan.
Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengeluh soal penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang belum maksimal. Banyak program pemerintah yang tidak efisien dan tidak jelas hasilnya.
"Saya cek satu per satu banyak sekali inefisiensi itu. Setiap kegiatan yang dilakukan dilihat satu per satu, tidak jelas hasil yang akan dicapai," kata Jokowi pada kesempatan yang sama.
Jokowi ingin, program disusun dengan orientasi hasil bukan orientasi prosedur seperti yang selama ini berjalan. Orientasi prosedur hanya akan melahirkan program 'yang penting laporan'.
"Banyak tidak ada keterkaitan program dengan sasaran pembangunan, lepas sendiri-sendiri. Kalau dirinci lagi, rincian kegiatan tidak sesuai dengan maksud kegiatan, enggak jelas juga," jelas Jokowi.
Karena itu, Jokowi meminta perbaikan pada sistem akuntansi dan pelaporan di semua lini pemerintahan, baik pusat maupun daerah. Sehingga program berjalan sesuai tujuan pembangunan.
Rujukan
[SALAH] Restoran Sederhana Ulang Tahun Ke-15 Membagikan Makanan Gratis
Sumber: whatsapp.comTanggal publish: 28/11/2019
Berita
Beredar melalui Whatsapp pesan yang berisikan informasi Restoran Sederhana tengah merayakan ulang tahun ke-15. Untuk merayakan ulang tahun itu, pihak restoran membagikan makanan gratis. Dalam pesan tersebut disertakan alamat url yang ketika dibuka akan mengarahkan pada sebuah survei disertai logo restoran tersebut.
Berikut narasinya:
Restoran Sederhana sedang merayakan ulang tahun ke-15 di Indonesia dan untuk waktu yang terbatas, kami akan membagikan makanan gratis di salah satu restoran kami! Saya sudah menerima undangan untuk makan gratis!
https://sharen.win?s=sederhana
Berikut narasinya:
Restoran Sederhana sedang merayakan ulang tahun ke-15 di Indonesia dan untuk waktu yang terbatas, kami akan membagikan makanan gratis di salah satu restoran kami! Saya sudah menerima undangan untuk makan gratis!
https://sharen.win?s=sederhana
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan hasil penelusuran, pesan tersebut bukan berasal dari manajemen Rumah Makan (RM) Padang Sederhana. Pihak manajemen melalui laman resminya sudah memberikan bantahannya.
Dalam laman resminya, yakni restoransederhana.id, manajemen menegaskan bahwa undangan makan gratis tersebut dibuat oleh pihak yang tak bertanggung jawab. “Terkait adanya berita atau posting di media sosial (pesan WhatsApp) mengenai undangan makan gratis, maka dengan ini diumumkan bah\wa berita atau postingan tersebut tidak benar dan telah dibuat oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Jakarta, 27 Nopember 2019,” tulis pihak manajemen.
Dalam laman resminya, yakni restoransederhana.id, manajemen menegaskan bahwa undangan makan gratis tersebut dibuat oleh pihak yang tak bertanggung jawab. “Terkait adanya berita atau posting di media sosial (pesan WhatsApp) mengenai undangan makan gratis, maka dengan ini diumumkan bah\wa berita atau postingan tersebut tidak benar dan telah dibuat oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Jakarta, 27 Nopember 2019,” tulis pihak manajemen.
Kesimpulan
Atas bantahan resmi itu, maka dapat disimpulkan bahwa informasi dalam pesan berantai itu tidak benar dan bukan berasal dari pihak manajemen RM Padang Sederhana. Oleh sebab itu, konten tersebut masuk ke dalam kategori Fabricated Content atau Konten Palsu.
Rujukan
- https://www.facebook.com/groups/fafhh/permalink/1041920022807199/
- https://turnbackhoax.id/2019/11/28/salah-restoran-sederhana-ulang-tahun-ke-15-membagikan-makanan-gratis/
- https://www.restoransederhana.id/
- https://jateng.tribunnews.com/2019/11/28/pernyataan-resmi-rm-sederhana-masakan-padang-terkait-hoaks-makan-gratis-beredar-di-whatsapp-wa?page=all
[Cek Fakta] Pria Ini Bunuh Diri Usai Pulang dari Nikahan Mantan, Fakta Atau Hoaks?
Sumber: Sosial MediaTanggal publish: 28/11/2019
Berita
"Vidio cwok gantung diri karena patah hati"
Liputan6.com, Jakarta - Pada 10 November 2019, akun facebook Zulfahmi ID mengunggah gambar tangkapan layar 'YOUTUBE.COM' yang menunjukkan foto sesosok jasad yang tergantung di pohon.
Ada juga foto seorang pria bersama perempuan yang mengenakan pakaian adat.
"Tragedi yang memilukan," demikian tulisan yang tertera di dalam gambar tersebut.
Tak ada narasi yang disertakan dalam unggahan tersebut. Namun, sejumlah pengguna Facebook menduga, itu terkait klaim seorang pria yang bunuh diri usai pulang dari pernikahan mantan. Unggahan serupa juga beredar di media sosial.
"Itu kafir gak bolh dimakam kan di tempat makam orang Islam dan sicewek itu pun salah besar," kata salah satu pengguna Facebook.
Namun, tak semua percaya dengan unggahan tersebut. "Sepatu cwok nya beda,, gk sama,,, jd bkn cwok yg sama," kata salah satu Facebooker.
Foto senada juga diunggah akun Facebook Zularzianza Zian pada 10 November 2019.
Unggahan tersebut dibagikan 10 kali dan mendapat 59 komentar.
Benarkah kedua foto tersebut menggambarkan seorang pria yang bunuh diri usai pulang dari pernikahan mantan?
Liputan6.com, Jakarta - Pada 10 November 2019, akun facebook Zulfahmi ID mengunggah gambar tangkapan layar 'YOUTUBE.COM' yang menunjukkan foto sesosok jasad yang tergantung di pohon.
Ada juga foto seorang pria bersama perempuan yang mengenakan pakaian adat.
"Tragedi yang memilukan," demikian tulisan yang tertera di dalam gambar tersebut.
Tak ada narasi yang disertakan dalam unggahan tersebut. Namun, sejumlah pengguna Facebook menduga, itu terkait klaim seorang pria yang bunuh diri usai pulang dari pernikahan mantan. Unggahan serupa juga beredar di media sosial.
"Itu kafir gak bolh dimakam kan di tempat makam orang Islam dan sicewek itu pun salah besar," kata salah satu pengguna Facebook.
Namun, tak semua percaya dengan unggahan tersebut. "Sepatu cwok nya beda,, gk sama,,, jd bkn cwok yg sama," kata salah satu Facebooker.
Foto senada juga diunggah akun Facebook Zularzianza Zian pada 10 November 2019.
Unggahan tersebut dibagikan 10 kali dan mendapat 59 komentar.
Benarkah kedua foto tersebut menggambarkan seorang pria yang bunuh diri usai pulang dari pernikahan mantan?
Hasil Cek Fakta
Penelusuran Fakta
Tak hanya pengguna Facebook yang curiga dan mempertanyakan perbedaan wajah dan postur dua pria dalam foto yang dipersandingkan.
Informasi tersebut juga telah dibantah Kementerian Komunikasi dan Informatika dalam artikel berjudul [HOAKS] Pulang Dari Nikahan Mantan Langsung Bunuh Diri 11 November 2019.
Berikut penjelasannya:
Telah beredar sebuah postingan yang berisi video seorang laki-laki yang datang di acara pernikahan mantan pacarnya sepulang dari acara pesta pernikahan laki-laki tersebut dikabarkan bunuh diri dengan cara gantung diri di area persawahan.
Faktanya hal tersebut adalah hoaks setelah dilakukan penelusuran lebih lanjut karena terdapat perbedaan jaket yang dikenakan dan sepatu yang digunakan. Kejadian pada video tersebut sebenarnya seorang pria warga Kampung Bojong Bubu RT 03 RW 03 Kecamatan Solokan Jeruk, Kabupaten Bandung yang bunuh diri di pohon mangga di Dusun Cikalama, RT 02 RW 10, Desa Sindangpakuon, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang.
Kesimpulan
Tak ditemukan bukti bahwa sosok yang tewas adalah pria yang sama yang hadir dalam pesta pernikahan.
Tak hanya pengguna Facebook yang curiga dan mempertanyakan perbedaan wajah dan postur dua pria dalam foto yang dipersandingkan.
Informasi tersebut juga telah dibantah Kementerian Komunikasi dan Informatika dalam artikel berjudul [HOAKS] Pulang Dari Nikahan Mantan Langsung Bunuh Diri 11 November 2019.
Berikut penjelasannya:
Telah beredar sebuah postingan yang berisi video seorang laki-laki yang datang di acara pernikahan mantan pacarnya sepulang dari acara pesta pernikahan laki-laki tersebut dikabarkan bunuh diri dengan cara gantung diri di area persawahan.
Faktanya hal tersebut adalah hoaks setelah dilakukan penelusuran lebih lanjut karena terdapat perbedaan jaket yang dikenakan dan sepatu yang digunakan. Kejadian pada video tersebut sebenarnya seorang pria warga Kampung Bojong Bubu RT 03 RW 03 Kecamatan Solokan Jeruk, Kabupaten Bandung yang bunuh diri di pohon mangga di Dusun Cikalama, RT 02 RW 10, Desa Sindangpakuon, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang.
Kesimpulan
Tak ditemukan bukti bahwa sosok yang tewas adalah pria yang sama yang hadir dalam pesta pernikahan.
Rujukan
Halaman: 7642/8489



:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2199763/original/055327500_1525841213-hoax.jpg)