• [SALAH] Cegah Radikalisme Menag Akan Ganti Ayat-Ayat Al Qur’an

    Sumber: Sosial Media
    Tanggal publish: 18/11/2019

    Berita

    "Cegah radiklisme menag akan ganti ayat ayat al quran"
    Yang di cetak ulang atau di revisi bukanlah ayat-ayat Al Qur’an seperti yang diklaim pada artikel Tribunindo[dot]blogspot[dot]com, melainkan mengganti buku pendidikan agama Islam di seluruh sekolah di Indonesia. Tujuannya, menurut Kemenag, demi “mencegah penyebaran radikalisme maupun intoleransi” di tengah masyarakat. (selengkapnya di bagian penjelasan).

    Hasil Cek Fakta

    [PENJELASAN]:

    Sebuah akun facebook bernama Jam Jamil membagikan sebuah link berisi artikel dari portal website bernama Tribunind[dot]blogspot[dot]com. artikel tersebut berjudul (Cegah “Radikalisme”, Menag Akan Ganti Ayat-Ayat Al Qur’an).
    Setelah ditelusuri tim Cek Fakta Medcom.id, ternyata sebagian besar narasi artikel itu disalin dari berita Tirto.id berjudul Cegah “Radikalisme”, Kemenag akan Ganti Buku Pendidikan Agama Islamyang tayang pada Senin, 11 November 2019. Hanya saja, terdapat suntingan fatal pada paragraf pertama sehingga menimbulkan arti yang berbeda dan salah.

    (Versi Tribunind[dot]blogspot[dot]com)

    Kementerian Agama berencana mengganti buku pendidikan agama Islam serta sedikit revisi ayat – ayat Alquran di seluruh Indonesia. Tujuannya, menurut Kemenag, demi “mencegah penyebaran radikalisme maupun intoleransi” di tengah masyarakat.

    (Versi Tirto.id)

    Kementerian Agama berencana mengganti buku pendidikan agama Islam di seluruh Indonesia. Tujuannya, menurut Kemenag, demi “mencegah penyebaran radikalisme maupun intoleransi” di tengah masyarakat.
    Dalam naskah aslinya, tidak terdapat kalimat “serta sedikit revisi ayat – ayat Alquran” akan tetapi hanya tertulis “mengganti buku pendidikan agama Islam.”

    Penelusuran berikutnya, seperti dikutip dari Medcom.id dalam artikel berjudul Buku Agama Harus Ditashih Kemenag untuk Cegah Radikalisme yang diunggah pada hari yang sama, Kamaruddin Amin juga menjelaskan, sesuai Pasal 6 Ayat 3 Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2017 tentang Sistem Perbukuan diterangkan bahwa buku yang bermuatan keagamaan memang menjadi tanggung jawab menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang agama, dalam hal ini Menteri Agama RI.

    Buku yang menjadi tanggung jawab Kementerian Agama menurut UU itu ialah buku yang digunakan dalam pendidikan umum, pendidikan kejuruan, pendidikan akademik, pendidikan profesi, pendidikan vokasi, pendidikan keagamaan, dan pendidikan khusus.

    Tak hanya buku pendidikan agama yang diproduksi masyarakat, namun juga buku-buku pendidikan agama yang ditulis Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akan di-review bahkan ditulis ulang oleh Kementerian Agama.

    “Dulu buku agama di sekolah, kan ditulis oleh Kemendikbud. Undang-Undang (Sistem) Perbukuan memberikan amanat kepada Kementerian Agama yang melakukan penulisan buku. Karena Kementerian Agama yang (ditugaskan) menulis, maka akan ditulis ulang,” kata Kamaruddin.

    Jadi Judul berita serta kalimat di paragraf pertama pada artikel Tribunind[dot]blogspot[dot]com mengarah pada penggiringan opini dimana mereka menyunting artikel asli dari tirto.id dan mengganti sejumlah kata pada judul dan paragraf pertama dan membuat makna yang keliru.

    ======

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] “Kasus di Muazam Pahang”

    Sumber: Sosial Media
    Tanggal publish: 18/11/2019

    Berita

    Bukan di Pahang (Malaysia). Berdasarkan penyelidikan oleh Departemen Kepolisian Corpus Christi, lokasi kejadian adalah di Nuevo Leon (Mexico).

    NARASI

    “Kes dimuazam Pahang. Sabjek 1 pembantu rumah indon.baru sebulan kja. Sabjek telah ditangkap jam. 3.00ptg. Mangsa kanak kanak sedang di rawat dihospital.” (tangkapan layar komentar di Facebook).

    “Ya allah senang hati aku…baru rasa lega…bila ne babi kena dpt….mw di ajar lgi bh ne saitan….harap2 la ank tu ok selamat nda apa2…klu ank ku kena bt mcm ne…ciap la kau…lebih dri tu lgi aku buat…????????????” (narasi di post).

    Hasil Cek Fakta

    PENJELASAN


    (1) http://bit.ly/2rhTadC / http://bit.ly/2MxVN7S, First Draft News: “Konten yang Salah

    Ketika konten yang asli dipadankan dengan konteks informasi yang salah”.

    * SUMBER membagikan foto tangkapan layar dari sebuah komentar di Facebook mengenai video penyiksaan anak dengan informasi yang salah.



    (2) http://bit.ly/2KqYSDL / http://archive.md/PBu0G, CCPD Blotter: “PENJANGKAUAN KOMUNITAS

    PELECEHAN ANAK PEMBARUAN VIDEO

    11 NOVEMBER 2019 LETNAN MICHAEL PENA

    Pada hari Kamis 11-07-19, Departemen Kepolisian Corpus Christi menerima video dari beberapa sumber berbeda yang menunjukkan seorang anak dilecehkan.

    Video ini diposting di grup Facebook lokal dan akhirnya menemukan jalannya kepada kami. Sejak itu kami secara aktif berupaya mengidentifikasi tersangka, anak, dan lokasi kejadian sehingga insiden ini dapat ditangani.

    Pada saat ini semua indikasi adalah bahwa insiden itu tidak terjadi di wilayah hukum kami dan itu terjadi di Nuevo Leon, Meksiko. Kami juga telah menerima informasi bahwa kejadian ini mungkin terjadi lebih dari setahun yang lalu.

    Kami sedang berupaya mengidentifikasi lokasi kejadian khusus di Meksiko sehingga Layanan Perlindungan Anak yang setara di Meksiko dapat diberitahukan, dan investigasi dapat dilakukan.

    Kami ingin mengucapkan terima kasih kepada semua komunitas kami yang telah menyampaikan informasi berharga untuk membantu kami dalam penyelidikan ini.”

    (Google Translate).



    Dipublikasikan juga di Facebook di http://bit.ly/2OcXuWd / http://archive.md/vEqf3 (arsip cadangan).

    ======

    REFERENSI


    (1) Google Maps: “Nuevo Leon

    Mexico”

    Selengkapnya di http://bit.ly/2NMhsrY.


    (2) http://bit.ly/34Y8zBg, Corpus Christi PD (twitter.com/CorpusChristiPD, akun terverifikasi):”Pembaruan Video Penyiksaan Anak https://t.co/zgx9jPMdit?amp=1″.

    (Salinan isi artikel di (2) bagian PENJELASAN).


    (3) CCPD Blotter: “Petugas Polisi Corpus Christi menerima salinan video ini, yang menggambarkan seorang wanita menyerang seorang anak kecil. Anak dalam video itu tampaknya adalah perempuan berusia 2 atau 3 tahun. Video ini muncul di grup tertutup lokal di media sosial, tetapi kami tidak yakin apakah video ini berasal dari Kota Corpus Christi.”

    Selengkapnya di http://bit.ly/2KpKziB / http://archive.md/u7UYM (arsip cadangan).


    (4) Google Maps: “Corpus Christi Police Department

    321 John Sartain St, Corpus Christi, TX 78401, United States”

    Selengkapnya di http://bit.ly/2pgyoxc.


    (5) Google Maps: “Muadzam Shah

    Pahang
    Malaysia”

    Selengkapnya di http://bit.ly/2NN0ud2.


    (6) Mirror: “Polisi Corpus Christi meluncurkan penyelidikan setelah menerima video tentang dugaan pelecehan anak dalam komunitas lokal – tetapi sekarang telah mengkonfirmasi insiden itu terjadi di Meksiko”

    Selengkapnya di http://bit.ly/2XhRwHC / http://archive.md/IGv7N (arsip cadangan).


    (7) Laporan dari Yo (Peerapon Anutarasoat, facebook.com/peerapon.anutarasoat), Pemeriksa Fakta Thailand, rekan kami di Jaringan APAC Anti Hoax.


    (8) http://archive.md/bHnff, arsip cadangan SUMBER.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • Lupa Matikan Mikrofon Masjid, Gosip Janda Cantik Imam dan Jamaah Terbongkar

    Sumber: Media Online
    Tanggal publish: 15/11/2019

    Berita

    "https://m.dream.co.id/news/lupa-matikan-mikrofon-masjid-imam-jamaah-bahas-janda-cantik-1708027.html"

    Hasil Cek Fakta

    Suara.com - Seorang imam masjid dan 3 jamaahnya dibuat malu orang sekampung. Sebab obrolan janda cantik mereka di dekat mimbar masjid terdengar sampai ke seluruh kampung.

    Seorang imam masjid dan 3 jamaahnya lupa mematikan mikrofon yang ada di mimbar masjid. Kejadian itu di Malaysia.

    Kejadian ini dibagikan oleh pengguna media sosial bernama Suppi. Katanya imam masjid tersebut dan 3 lagi jamaah asyik membicarakan seorang janda ketika mikrofon dalam masjid lupa dimatikan.

    "Para jamaah di masjid x mengobrol tentang siapa yang lebih layak mendapat janda cantik yang baru pindah di komplek perumahan. Tapi tolong mikrofonnya dimatikan dulu karena satu kampung tahu," tulis akun tersebut.

    Menurut dia, tidak lama setelah itu terdengar teriakan seorang wanita sebelum mikrofon dalam masjid tersebut dimatikan. Postingan tersebut langsung menjadi pembicaraan hangat warganet. Salah satunya yang mengaku berada di tempat kejadian.

    Dia melihat para istri jamaah langsung ke lokasi untuk menjemput suami mereka masing-masing.

    "Aku di situ tadi. Bunyi klakson mobil bukan main bisingnya dari luar masjid. Pasti itu istrinya imam sudah datang," komentar salah seorang warganet.

    Selain itu, katanya, ada juga ibu-ibu yang melempar helm sambil berteriak memanggil nama suaminya.

    "Sepertinya malam ini banyak pakcik yang harus tidur di luar," tulisnya lagi.

    Tidak di ketahui dengan jelas di mana insiden memalukan itu terjadi. Namun menurut pemilik status tersebut peristiwa itu terjadi setelah shalat magrib. (PortalSatu.com)

    Rujukan

    • Suara.com
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • Arti Abracadabra

    Sumber: Media Online
    Tanggal publish: 15/11/2019

    Berita

    "*"WARNING"*
    ______

    ♦UNTUK DI KETAHUI♦

    ABRAKADABRA DAN SIM SALABIM

    Bismillaah

    Pernahkah Anda mendengar kata-kata 'abrakadabra' dan 'sim salabim' ?

    Dimana Anda dapatkan itu ?
    Di komik atau di film kartun anak-anak, atau keduanya ada ?

    Padahal maknanya 'abrakadabra' itu berasal dari bahasa Ibrani yang artinya tuhan bapak, tuhan ibu, dan tuhan anak.

    Kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Swedia 'sim salabim' yang maknanya sama dengan 'abrakadabra'.

    Jika kita setiap melakukan sesuatu diawali dengan membaca 'Bismillah', sebaliknya mereka memulainya dengan membaca 'abrakadabra'.

    Jangan sampai anak kita ikut-ikutan mengucapkan 'abrakadabra' dan 'sim salabim' karena ucapan tersebut mengandung kesyirikan yang sangat besar.

    Ustadz Dr. Erwandi Tarmizi حفظه الله"

    Hasil Cek Fakta

    Meniurut KBBI abrakadabra/ab·ra·ka·dab·ra/ n memiliki arti "ucapan pemain sulap dalam pertunjukan sulap"

    sedangkan dalam wikipedia dijelaskan Abrakadabra adalah sebuah mantra yang digunakan sebagai kata ajaib dalam trik sulap, dan menurut sejarah, kata ini diyakini memiliki kekuatan penyembuhan ketika tertulis di sebuah jimat.

    Etimologi

    Abrakadabra tidak diketahui asal mulanya, dan kemunculan pertama kata ini adalah pada abad kedua dalam karya Serenus Sammonicus, menurut Oxford English Dictionary. Beberapa etimologi rakyat yang terkait dengan kata ini antara lain: dari ungkapan-ungkapan dalam bahasa Ibrani yang berarti "Saya buat seperti yang katakan",[3] atau bahasa Aram "Saya membuat seperti saya katakan", untuk etimologi rakyat yang menunjuk ke kata-kata yang mirip dalam bahasa Latin dan Yunani seperti abraxas. Menurut OED Online, "tidak ada dokumentasi yang ditemukan untuk mendukung salah satu dari berbagai dugaan tersebut."

    Rujukan