Jakarta - Seorang polisi bernama Bripda Kiki Widya Sari mendapat perhatian khusus dari para netizen di Instagram khususnya pada Pemilu 2019 kemarin. Kiki mengunggah foto dirinya memakai seragam cokelat dan menuliskan hashtag #pemiludamai2019.
Berpose tersenyum ke kamera di depan gedung Badan Pemeliharaan Keamanan (Baharkam) Polri, gaya sang polwan begitu memesona. Puluhan komentar membanjiri Instagramnya.
"Mantul.... Polwan cakep Pemilu sejuk," tulis akun @irwanssssss. "Syantik sekali," tulis akun @ron_djhara.
Ini Polwan Cantik Bripda Kiki yang Viral karena Senyumnya Bikin Pemilu Sejuk
Sumber: Sosial MediaTanggal publish: 23/10/2019
Berita
Hasil Cek Fakta
Kepada Wolipop, polwan yang bertugas di Divisi Teknologi Informasi Kepolisian itu bercerita bahwa dirinya awalnya tidak mengerti kenapa tiba-tiba banyak orang mengikuti Instagramnya. Ia pun menyadari mulai dapat perhatian netizen sejak dua tahun lalu ketika masih menjalani pendidikan kepolisian. Banyak memiliki pengikut, wanita 19 tahun ini pun berharap jika para followers memberi atensi karena memang menyukai foto-fotonya bukan sebaliknya.
Walau berterima kasih atas perhatian para netizen, ada hal yang membuat polwan cantik ini kurang nyaman. Salah satunya adalah munculnya akun-akun palsu bahkan yang menyalahgunakan fotonya.
"Banyak akun-akun tidak dikenal menyalahgunakan foto dan nama saya, misalnya untuk jual beli motor atau mobil. Semoga yang mengikuti akun tersebut tidak tertipu karena itu bukan saya," ungkapnya ketika dihubungi Wolipop, Kamis, (18/4/2019).
undefined
Meski begitu, populer di Instagram ternyata juga membantunya dalam pekerjaan sebagai polisi. "Kalau dalam pekerjaan cukup membantu karena saya bisa gunakannya untuk membantu instansi. Contohnya saya pernah promosikan salah satu aplikasi polri yang dapat membantu masyarakat di seluruh Indonesia," tambah polwan cantik yang hobi menari itu.
Melalui Instagram-nya, polwan yang bertugas di Divisi Teknologi Informasi dan Komunikasi Polri tersebut mengaku ingin sekaligus menyampaikan pesan. Yakni bahwa polisi selalu sedia membantu masyarakat meski dirinya sendiri lebih banyak ditempatkan di dalam kantor. Kiki pun memilih profesi polwan karena tidak dipungut biaya sekolah.
"Awalnya dulu punya dua keinginan yakni jadi polwan dan dokter. Setelah lulus sekolah, saya memutuskan untuk masuk kepolisian yang gratis tanpa dipungut biaya dan bisa langsung kerja. Kalau sekolah dokter biayanya nggak murah dan alhamdulillah rezekinya memang menjadi polwan," kata wanita asal Jambi itu.
Rujukan
(HOAX): Bahaya Sinar Kosmik yang Melewati Bumi Malam Hari
Sumber: Sosial MediaTanggal publish: 23/10/2019
Berita
Beredar pesan berantai atau broadcast tentang sinar kosmik yang akan melewati bumi. Sinar ini akan lewat pukul 00.30-03.30. Sinar kosmik disebut berbahaya dan warga diminta untuk mematikan telepon dan TV selama jam tersebut.
Disebut juga Singapura sudah mengumumkan kabar ini kepada warganya. Para warga diimbau untuk melindungi diri dari bahaya radiasi yang tinggi akibat sinar kosmik yang akan lewat di dekat bumi.
Berikut isi lengkap broadcast tersebut:
" Cahaya Cosmic "
Disebut juga Singapura sudah mengumumkan kabar ini kepada warganya. Para warga diimbau untuk melindungi diri dari bahaya radiasi yang tinggi akibat sinar kosmik yang akan lewat di dekat bumi.
Berikut isi lengkap broadcast tersebut:
" Cahaya Cosmic "
Hasil Cek Fakta
detikcom menelusuri asal pesan berantai ini, ternyata pesan ini sudah pernah beredar dan sempat ditanyakan seorang di jejaring sosial pada Agustus 2011 lalu. Isi pesannya hampir sama yakni untuk mematikan handphone dan jauhkan dari badan mulai pukul 00.30- 04.00 karena ada lintasan sinar kosmik dari luar bumi yang akan menghantarkan efek radiasi tinggi pada satelit di lintasan bumi dan bisa berbahaya.
Namun dalam pesan-pesan yang beredar tidak dicantumkan dengan jelas kapan tanggal, bulan dan tahun peritiwa itu terjadi.
detikcom juga bertanya kepada Kepala Pusat Sains Antariksa Lapan, Clara Y. Yatini. Dalam makalah ilmiah Clara yang berjudul ‘Analisa Penurunan Intensitas Sinar Kosmik’ dijelaskan bumi setiap saat dihujani oleh atom-atom yang terionisasi dan partikel subatomik lain yang disebut sebagai sinar kosmik.
Sinar kosmik terdiri dari partikel-partikel yang berenergi tinggi dan dibagi menjadi dua komponen yaitu partikel-partikel yang berasal dari luar matahari dan yang berasal dari matahari.
Soal broadcast tersebut Clara mengatakan berita tersebut adalah hoax. Menurutnya bumi terlindungi dari sinar kosmik karena memiliki lapisan magnetosfer. Apalagi sinar tersebut bukan hanya malam ini melewati bumi, tetapi hampir setiap saat. Sehingga tidak perlu dikhawatirkan.
“Itu (broadcast) hoax. Bumi pada umumnya terlindung dari sinar kosmik karena adanya magnetosfer,” ucap Clara kepada detikcom.
Magnetosfer adalah lapisan medan magnet yang menyelubungi benda angkasa. Magnetosfer ini menjangkau ribuan kilometer ke antariksa. Fungsinya di antara lain melindungi bumi dari puncak badai matahari yang disebut bisa menghancurkan bumi, menahan radiasi dan membelokkan partikel-partikel bermuatan serta angin matahari yang dapat membahayakan aktivitas manusia.
(KESIMPULAN):
Broadcast soal bahaya sinar kosmik malam ini yang akan melewati bumi dan bahaya bagi kesehatan adalah hoax atau tidak benar.
Namun dalam pesan-pesan yang beredar tidak dicantumkan dengan jelas kapan tanggal, bulan dan tahun peritiwa itu terjadi.
detikcom juga bertanya kepada Kepala Pusat Sains Antariksa Lapan, Clara Y. Yatini. Dalam makalah ilmiah Clara yang berjudul ‘Analisa Penurunan Intensitas Sinar Kosmik’ dijelaskan bumi setiap saat dihujani oleh atom-atom yang terionisasi dan partikel subatomik lain yang disebut sebagai sinar kosmik.
Sinar kosmik terdiri dari partikel-partikel yang berenergi tinggi dan dibagi menjadi dua komponen yaitu partikel-partikel yang berasal dari luar matahari dan yang berasal dari matahari.
Soal broadcast tersebut Clara mengatakan berita tersebut adalah hoax. Menurutnya bumi terlindungi dari sinar kosmik karena memiliki lapisan magnetosfer. Apalagi sinar tersebut bukan hanya malam ini melewati bumi, tetapi hampir setiap saat. Sehingga tidak perlu dikhawatirkan.
“Itu (broadcast) hoax. Bumi pada umumnya terlindung dari sinar kosmik karena adanya magnetosfer,” ucap Clara kepada detikcom.
Magnetosfer adalah lapisan medan magnet yang menyelubungi benda angkasa. Magnetosfer ini menjangkau ribuan kilometer ke antariksa. Fungsinya di antara lain melindungi bumi dari puncak badai matahari yang disebut bisa menghancurkan bumi, menahan radiasi dan membelokkan partikel-partikel bermuatan serta angin matahari yang dapat membahayakan aktivitas manusia.
(KESIMPULAN):
Broadcast soal bahaya sinar kosmik malam ini yang akan melewati bumi dan bahaya bagi kesehatan adalah hoax atau tidak benar.
Rujukan
Tinjau Kebakaran Hutan, Jokowi Salat Minta Hujan hingga Berikan Peringatan
Sumber:Tanggal publish: 23/10/2019
Berita
Liputan6.com, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi melakukan kunjungan kerja ke lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Pekanbaru, Riau, Selasa (17/9/2019).
Sebelum meninjau langsung lokasi kebakaran hutan dan lahan, Jokowi ikut melaksanakan salat minta hujan atau Istisqa di Masjid Amrulloh, Kompleks TNI AU, Lanud RSN, Pekanbaru, Riau.
Sebelum meninjau langsung lokasi kebakaran hutan dan lahan, Jokowi ikut melaksanakan salat minta hujan atau Istisqa di Masjid Amrulloh, Kompleks TNI AU, Lanud RSN, Pekanbaru, Riau.
Hasil Cek Fakta
Pelaksanaan salat tersebut menjadi salah satu upaya menanggulangi karhutla. Diharapkan hujan yang mengguyur mampu meredam api.
Tak sendiri, turut serta bersama rombongan Jokowi, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Menteri Sosial Agus Gumiwang, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Doni Monardo, dan Gubernur Riau Syamsuar.
Tak hanya meninjau langsung lokasi karhutla, Jokowi juga melihat kesiapan operasional pesawat penyemai. Pesawat itu hari ini akan membuat hujan buatan di sekitar lokasi kebakaran.
Rapat tertutup juga digelar bersama sejumlah menteri, kepala daerah, Panglima TNI, dan Kapolri beserta jajaran di Riau.
Berikut kegiatan dan pernyataan-pernyataan Jokowi saat meninjau langsung kebakaran hutan dan lahan di Riau dihimpun Liputan6.com:
HomeNewsPeristiwa
Tinjau Kebakaran Hutan, Jokowi Salat Minta Hujan hingga Berikan Peringatan
Devira PrastiwiDevira Prastiwi
17 Sep 2019, 20:08 WIB
18
Tanpa Masker, Jokowi Tinjau Lokasi Kebakaran Hutan di Pekanbaru
Presiden Joko Widodo atau Jokowi memeriksa kerusakan akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Pekanbaru, Riau, Selasa (17/9/2019). Tanpa mengenakan masker, Jokowi turun langsung ke lahan gambut yang sudah habis terbakar. (Handout/Indonesian Presidential Palace/AFP)
Liputan6.com, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi melakukan kunjungan kerja ke lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Pekanbaru, Riau, Selasa (17/9/2019).
Sebelum meninjau langsung lokasi kebakaran hutan dan lahan, Jokowi ikut melaksanakan salat minta hujan atau Istisqa di Masjid Amrulloh, Kompleks TNI AU, Lanud RSN, Pekanbaru, Riau.
BACA JUGA
Zainudin Amali Jadi Menpora di Kabinet Jokowi, Ini Komentar Exco PSSI
Pelaksanaan salat tersebut menjadi salah satu upaya menanggulangi karhutla. Diharapkan hujan yang mengguyur mampu meredam api.
Tak sendiri, turut serta bersama rombongan Jokowi, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Menteri Sosial Agus Gumiwang, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Doni Monardo, dan Gubernur Riau Syamsuar.
Tak hanya meninjau langsung lokasi karhutla, Jokowi juga melihat kesiapan operasional pesawat penyemai. Pesawat itu hari ini akan membuat hujan buatan di sekitar lokasi kebakaran.
Rapat tertutup juga digelar bersama sejumlah menteri, kepala daerah, Panglima TNI, dan Kapolri beserta jajaran di Riau.
Berikut kegiatan dan pernyataan-pernyataan Jokowi saat meninjau langsung kebakaran hutan dan lahan di Riau dihimpun Liputan6.com:
Lakukan Salat Minta Hujan
Presiden Jokowi menggelar salat meminta hujan saat kunjungan kerja di Riau.
Presiden Jokowi dijadwalkan meninjau lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau pada Selasa (17/9/2019). Sebelum meninjau lokasi karhutla, Jokowi terlebih dahulu akan menjalankan salat Istisqa atau salat memohon hujan.
Salat Istisqa dilakukan di Masjid Amrullah, komplek militer Pangkalan Udara Roesmin Nurjadin, Kota Pekanbaru, Riau.
Ada dua lokasi yang dikunjungi mantan Wali Kota Solo tersebut, yakni lokasi kebakaran di Desa Merbau, Bunut, Kabupaten Pelalawan dan Desa Rimbo Panjang, Kabupaten Kampar.
"Presiden akan melakukan peninjauan di lapangan untuk mengetahui secara pasti apa penyebab kebakaran itu, apa yang sudah dilakukan, hambatan apa yang ada di lapangan," kata Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Wiranto seperti dilansir dari Antara.
Menurut Wiranto, hal itu dilakukan untuk memutuskan upaya-upaya yang dilakukan untuk mencegah karhutla lebih besar dan luas lagi.
Wiranto menjelaskan, dalam rapat terbatas Jokowi mengatakan pencegahan karhutla lebih penting dibanding memadamkannya.
Jokowi menyebut, biaya yang harus dikeluarkan untuk memadamkan karhutla lebih besar ketimbang upaya pencegahan. Pemerintah akan menitikberatkan untuk mengaktifkan aparat dan perangkat di daerah untuk mencegah karhutla.
Sebut Upaya Pemadaman Terus Dilakukan
anpa Masker, Jokowi Tinjau Lokasi Kebakaran Hutan di Pekanbaru
Presiden Joko Widodo atau Jokowi memeriksa kerusakan akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang sedang berlangsung di Pekanbaru, Riau, Selasa (17/9/2019). Tanpa mengenakan masker, Jokowi turun langsung ke lahan gambut yang sudah habis terbakar. (Handout/Indonesian Presidential Palace/AFP)
Jokowi memastikan bahwa pemerintah mengerahkan segala upaya untuk menangani kebakaran karhutla di Riau.
"Segala usaha sudah dilakukan. Yang di darat (pemadaman) sudah semuanya, tambahan pasukan kemarin sudah saya perintahkan juga. Kemarin datang, totalnya 5.600 (pasukan)," kata Jokowi di Pangkalan TNI AU Roesmin Nurjadin Kota Pekanbaru.
Selain itu, pemerintah juga melakukan upaya pemadaman dengan mengerahkan bom air (water bombing) yang diterbangkan melalui pesawat. Setidaknya, sebanyak 52 pesawat dikerahkan untuk melakukan pemadaman tersebut.
Sebelum menuju lokasi karhutla, mantan Gubernur DKI Jakarta itu terlebih dahulu meninjau kesiapan operasional pesawat penyemai. Pesawat itu hari ini akan membuat hujan buatan di sekitar lokasi kebakaran.
"Ini mau berangkat (pesawat penyemai) hujan buatan. Hari Jumat lalu juga sudah kita perintahkan, sudah diterbangkan, dan alhamdulillah saat itu di Indragiri Hilir juga hujan turun. Sekarang kita lakukan lagi menabur garam," ujar Jokowi dikutip dari keterangan resmi Biro Pers Sekretariat Presiden.
"Karena awannya ada kita berdoa semoga nanti juga jadi hujan, insyaallah di hari ini," imbuh dia.
Pemerintah melakukan upaya maksimal telah dilakukan untuk memadamkan api yang terlanjur membesar dan meluas.
Namun, dia kembali menegaskan bahwa langkah terbaik ialah dengan melakukan pencegahan agar titik api tidak semakin membesar.
"Segala upaya kita lakukan. Tetapi memang yang paling benar itu adalah pencegahan sebelum kejadian. Ini api satu (terdeteksi) langsung padamkan, satu padam. Itu yang benar," tuturnya.
Mantan Gubernur DKI Jakarta itu meminta seluruh pihak tidak melakukan pembakaran lahan gambut maupun hutan yang dapat menyebabkan bencana kebakaran hutan dan lahan semakin meluas. Terkait hal itu, Jokowi telah menginstruksikan jajarannya untuk menindak tegas para pelaku pembakaran baik dari kalangan korporasi maupun individu.
"Upaya hukum sudah kita lakukan. Baik yang perorangan baik korporasi semuanya sudah ada tindakan tegas ke sana," jelas Jokowi.
Amarah Jokowi
Tanpa Masker, Jokowi Tinjau Lokasi Kebakaran Hutan di Pekanbaru
Presiden Joko Widodo atau Jokowi memeriksa kerusakan akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Pekanbaru, Riau, Selasa (17/9/2019). Jokowi menegaskan pentingnya menjaga komitmen agar karhutla tak terjadi lagi. (Handout/Indonesian Presidential Palace/AFP)
Presiden Joko Widodo atau Jokowi menggelar rapat tertutup penanganan kabut asap hasil kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Novotel, Jalan Riau, Pekanbaru.
Rapat kabut asap pada Senin malam, 16 September 2019 diikuti sejumlah menteri, kepala daerah, Panglima TNI, dan Kapolri beserta jajaran di Riau.
Dalam rapat ini, Jokowi tidak ingin laporan panjang, baik itu dari Gubernur Riau Syamsuar ataupun peserta rapat lainnya. Menurut Jokowi, seharusnya rapat seperti ini tidak perlu jika pencegahan Karhutla berjalan baik.
"Laporan singkat saja karena tahu setiap tahun, seharusnya tidak perlu yang namanya rapat ini. Otomatis menjelang, yang namanya menjelang musim kemarau, semuanya sudah siap. Tapi ini lalai lagi sehingga asapnya menjadi membesar," tegas Jokowi dalam pembukaan rapat itu.
Mengawali rapat, Jokowi mengingat rapat pada 15 Juli 2019 yang dihadiri kepala daerah, Pangdam, Danrem, Kapolda hingga Kapolres. Kala itu, Jokowi membahas pencegahan Karhutla mutlak harus dilakukan.
"Karena kalau sudah terjadi kebakaran, apalagi di lahan gambut, bertahun-tahun sudah mengalami, sangat sulit menyelesaikan," sebut Jokowi.
Jokowi menerangkan, gubernur punya perangkat sampai ke bawah. Begitu juga dengan bupati dan wali kota, Pangdam, Danrem, Dandi
Tak sendiri, turut serta bersama rombongan Jokowi, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Menteri Sosial Agus Gumiwang, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Doni Monardo, dan Gubernur Riau Syamsuar.
Tak hanya meninjau langsung lokasi karhutla, Jokowi juga melihat kesiapan operasional pesawat penyemai. Pesawat itu hari ini akan membuat hujan buatan di sekitar lokasi kebakaran.
Rapat tertutup juga digelar bersama sejumlah menteri, kepala daerah, Panglima TNI, dan Kapolri beserta jajaran di Riau.
Berikut kegiatan dan pernyataan-pernyataan Jokowi saat meninjau langsung kebakaran hutan dan lahan di Riau dihimpun Liputan6.com:
HomeNewsPeristiwa
Tinjau Kebakaran Hutan, Jokowi Salat Minta Hujan hingga Berikan Peringatan
Devira PrastiwiDevira Prastiwi
17 Sep 2019, 20:08 WIB
18
Tanpa Masker, Jokowi Tinjau Lokasi Kebakaran Hutan di Pekanbaru
Presiden Joko Widodo atau Jokowi memeriksa kerusakan akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Pekanbaru, Riau, Selasa (17/9/2019). Tanpa mengenakan masker, Jokowi turun langsung ke lahan gambut yang sudah habis terbakar. (Handout/Indonesian Presidential Palace/AFP)
Liputan6.com, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi melakukan kunjungan kerja ke lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Pekanbaru, Riau, Selasa (17/9/2019).
Sebelum meninjau langsung lokasi kebakaran hutan dan lahan, Jokowi ikut melaksanakan salat minta hujan atau Istisqa di Masjid Amrulloh, Kompleks TNI AU, Lanud RSN, Pekanbaru, Riau.
BACA JUGA
Zainudin Amali Jadi Menpora di Kabinet Jokowi, Ini Komentar Exco PSSI
Pelaksanaan salat tersebut menjadi salah satu upaya menanggulangi karhutla. Diharapkan hujan yang mengguyur mampu meredam api.
Tak sendiri, turut serta bersama rombongan Jokowi, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Menteri Sosial Agus Gumiwang, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Doni Monardo, dan Gubernur Riau Syamsuar.
Tak hanya meninjau langsung lokasi karhutla, Jokowi juga melihat kesiapan operasional pesawat penyemai. Pesawat itu hari ini akan membuat hujan buatan di sekitar lokasi kebakaran.
Rapat tertutup juga digelar bersama sejumlah menteri, kepala daerah, Panglima TNI, dan Kapolri beserta jajaran di Riau.
Berikut kegiatan dan pernyataan-pernyataan Jokowi saat meninjau langsung kebakaran hutan dan lahan di Riau dihimpun Liputan6.com:
Lakukan Salat Minta Hujan
Presiden Jokowi menggelar salat meminta hujan saat kunjungan kerja di Riau.
Presiden Jokowi dijadwalkan meninjau lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau pada Selasa (17/9/2019). Sebelum meninjau lokasi karhutla, Jokowi terlebih dahulu akan menjalankan salat Istisqa atau salat memohon hujan.
Salat Istisqa dilakukan di Masjid Amrullah, komplek militer Pangkalan Udara Roesmin Nurjadin, Kota Pekanbaru, Riau.
Ada dua lokasi yang dikunjungi mantan Wali Kota Solo tersebut, yakni lokasi kebakaran di Desa Merbau, Bunut, Kabupaten Pelalawan dan Desa Rimbo Panjang, Kabupaten Kampar.
"Presiden akan melakukan peninjauan di lapangan untuk mengetahui secara pasti apa penyebab kebakaran itu, apa yang sudah dilakukan, hambatan apa yang ada di lapangan," kata Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Wiranto seperti dilansir dari Antara.
Menurut Wiranto, hal itu dilakukan untuk memutuskan upaya-upaya yang dilakukan untuk mencegah karhutla lebih besar dan luas lagi.
Wiranto menjelaskan, dalam rapat terbatas Jokowi mengatakan pencegahan karhutla lebih penting dibanding memadamkannya.
Jokowi menyebut, biaya yang harus dikeluarkan untuk memadamkan karhutla lebih besar ketimbang upaya pencegahan. Pemerintah akan menitikberatkan untuk mengaktifkan aparat dan perangkat di daerah untuk mencegah karhutla.
Sebut Upaya Pemadaman Terus Dilakukan
anpa Masker, Jokowi Tinjau Lokasi Kebakaran Hutan di Pekanbaru
Presiden Joko Widodo atau Jokowi memeriksa kerusakan akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang sedang berlangsung di Pekanbaru, Riau, Selasa (17/9/2019). Tanpa mengenakan masker, Jokowi turun langsung ke lahan gambut yang sudah habis terbakar. (Handout/Indonesian Presidential Palace/AFP)
Jokowi memastikan bahwa pemerintah mengerahkan segala upaya untuk menangani kebakaran karhutla di Riau.
"Segala usaha sudah dilakukan. Yang di darat (pemadaman) sudah semuanya, tambahan pasukan kemarin sudah saya perintahkan juga. Kemarin datang, totalnya 5.600 (pasukan)," kata Jokowi di Pangkalan TNI AU Roesmin Nurjadin Kota Pekanbaru.
Selain itu, pemerintah juga melakukan upaya pemadaman dengan mengerahkan bom air (water bombing) yang diterbangkan melalui pesawat. Setidaknya, sebanyak 52 pesawat dikerahkan untuk melakukan pemadaman tersebut.
Sebelum menuju lokasi karhutla, mantan Gubernur DKI Jakarta itu terlebih dahulu meninjau kesiapan operasional pesawat penyemai. Pesawat itu hari ini akan membuat hujan buatan di sekitar lokasi kebakaran.
"Ini mau berangkat (pesawat penyemai) hujan buatan. Hari Jumat lalu juga sudah kita perintahkan, sudah diterbangkan, dan alhamdulillah saat itu di Indragiri Hilir juga hujan turun. Sekarang kita lakukan lagi menabur garam," ujar Jokowi dikutip dari keterangan resmi Biro Pers Sekretariat Presiden.
"Karena awannya ada kita berdoa semoga nanti juga jadi hujan, insyaallah di hari ini," imbuh dia.
Pemerintah melakukan upaya maksimal telah dilakukan untuk memadamkan api yang terlanjur membesar dan meluas.
Namun, dia kembali menegaskan bahwa langkah terbaik ialah dengan melakukan pencegahan agar titik api tidak semakin membesar.
"Segala upaya kita lakukan. Tetapi memang yang paling benar itu adalah pencegahan sebelum kejadian. Ini api satu (terdeteksi) langsung padamkan, satu padam. Itu yang benar," tuturnya.
Mantan Gubernur DKI Jakarta itu meminta seluruh pihak tidak melakukan pembakaran lahan gambut maupun hutan yang dapat menyebabkan bencana kebakaran hutan dan lahan semakin meluas. Terkait hal itu, Jokowi telah menginstruksikan jajarannya untuk menindak tegas para pelaku pembakaran baik dari kalangan korporasi maupun individu.
"Upaya hukum sudah kita lakukan. Baik yang perorangan baik korporasi semuanya sudah ada tindakan tegas ke sana," jelas Jokowi.
Amarah Jokowi
Tanpa Masker, Jokowi Tinjau Lokasi Kebakaran Hutan di Pekanbaru
Presiden Joko Widodo atau Jokowi memeriksa kerusakan akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Pekanbaru, Riau, Selasa (17/9/2019). Jokowi menegaskan pentingnya menjaga komitmen agar karhutla tak terjadi lagi. (Handout/Indonesian Presidential Palace/AFP)
Presiden Joko Widodo atau Jokowi menggelar rapat tertutup penanganan kabut asap hasil kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Novotel, Jalan Riau, Pekanbaru.
Rapat kabut asap pada Senin malam, 16 September 2019 diikuti sejumlah menteri, kepala daerah, Panglima TNI, dan Kapolri beserta jajaran di Riau.
Dalam rapat ini, Jokowi tidak ingin laporan panjang, baik itu dari Gubernur Riau Syamsuar ataupun peserta rapat lainnya. Menurut Jokowi, seharusnya rapat seperti ini tidak perlu jika pencegahan Karhutla berjalan baik.
"Laporan singkat saja karena tahu setiap tahun, seharusnya tidak perlu yang namanya rapat ini. Otomatis menjelang, yang namanya menjelang musim kemarau, semuanya sudah siap. Tapi ini lalai lagi sehingga asapnya menjadi membesar," tegas Jokowi dalam pembukaan rapat itu.
Mengawali rapat, Jokowi mengingat rapat pada 15 Juli 2019 yang dihadiri kepala daerah, Pangdam, Danrem, Kapolda hingga Kapolres. Kala itu, Jokowi membahas pencegahan Karhutla mutlak harus dilakukan.
"Karena kalau sudah terjadi kebakaran, apalagi di lahan gambut, bertahun-tahun sudah mengalami, sangat sulit menyelesaikan," sebut Jokowi.
Jokowi menerangkan, gubernur punya perangkat sampai ke bawah. Begitu juga dengan bupati dan wali kota, Pangdam, Danrem, Dandi
Rujukan
Vlog Jokowi-Jan Ethes Dianggap Tak Peka Karhutla, Istana Angkat Bicara
Sumber: Media OnlineTanggal publish: 23/10/2019
Berita
Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memosting momen bersama cucunya Jan Ethes pada Sabtu pekan lalu, di tengah persoalan kabut asap di Sumatera dan Kalimantan yang masih belum bisa diselesaikan. Akibat postingan itu, Jokowi dianggap oleh sejumlah netizen tidak simpatik terhadap fenomena kabut asap di Indonesia.
Postingan ini diunggah Jokowi lewat akun Twitter-nya. Jokowi mengajak Ethes berkeliling Istana Kepresidenan Bogor.
"Jalan-jalan pagi di sekitar Istana Bogor bersama Jan Ethes, melihat kuda, kambing, dan rusa merumput di pelataran. Ngomong-ngomong, Jan Ethes paling suka binatang apa?," kata Jokowi yang di-upload di akun YouTube-nya, Sabtu (21/9/2019)
Namun reaksi dari warganet justru menyoroti kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan. Jokowi juga dianggap tidak peka terhadap situasi tersebut.
Postingan ini diunggah Jokowi lewat akun Twitter-nya. Jokowi mengajak Ethes berkeliling Istana Kepresidenan Bogor.
"Jalan-jalan pagi di sekitar Istana Bogor bersama Jan Ethes, melihat kuda, kambing, dan rusa merumput di pelataran. Ngomong-ngomong, Jan Ethes paling suka binatang apa?," kata Jokowi yang di-upload di akun YouTube-nya, Sabtu (21/9/2019)
Namun reaksi dari warganet justru menyoroti kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan. Jokowi juga dianggap tidak peka terhadap situasi tersebut.
Hasil Cek Fakta
Saat dimintai konfirmasi detikcom, Stafsus Presiden Adita Irawati mengatakan Jokowi berkomitmen mengatasi karhutla. Ini dibuktikan dengan kunjungan Jokowi ke Riau pekan lalu.
"Kalau komitmen, beliau sangat komitmen untuk hal ini. Yang perlu diingat, soal karhutla banyak di pemda dan Presiden menekankan daerah lebih bisa komit ambil peran, dan dibantu pemerintah pusat," kata Adita lewat sambungan telepon.
Terkait reaksi negatif dari warganet, Adita memakluminya. Namun ia menepis Jokowi tidak peka terhadap kabut asap.
"Itu pandangan dari masyarakat ya bebas mereka menyampaikan pendapat itu. Tapi kalau disampaikan tidak peka menurut saya, Presiden sangat-sangat memberikan perhatian dan hampir setiap hari selalu memantau perkembangan," tuturnya.
(dkp/fjp)
"Kalau komitmen, beliau sangat komitmen untuk hal ini. Yang perlu diingat, soal karhutla banyak di pemda dan Presiden menekankan daerah lebih bisa komit ambil peran, dan dibantu pemerintah pusat," kata Adita lewat sambungan telepon.
Terkait reaksi negatif dari warganet, Adita memakluminya. Namun ia menepis Jokowi tidak peka terhadap kabut asap.
"Itu pandangan dari masyarakat ya bebas mereka menyampaikan pendapat itu. Tapi kalau disampaikan tidak peka menurut saya, Presiden sangat-sangat memberikan perhatian dan hampir setiap hari selalu memantau perkembangan," tuturnya.
(dkp/fjp)
Rujukan
Halaman: 7671/8485



:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2913732/original/035761500_1568709908-20190917-Jokowi-Pekanbaru-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2913733/original/002864200_1568709909-20190917-Jokowi-Pekanbaru-3.jpg)
