• Viral Anak STM Ikut Demo di Depan Gedung DPR, Ini Faktanya...

    Sumber: Media Online
    Tanggal publish: 22/10/2019

    Berita

    JAKARTA,KOMPAS.com - Media sosial dihebohkan oleh video dan foto gerombolan siswa STM yang ikut turun ke jalanan membantu mahasiswa dalam demo penolakan sejumlah Rancangan Undang-Undang ( RUU) di depan Gedung DPR, Selasa (24/9/2019). Video dan foto tersebut bahkan menjadi trending topic di Twitter. Hingga hari ini, Rabu (25/9/2019) sekitar pukul 09.30 WIB, sebanyak 138 ribu pengguna Twitter masih memperbincangkan topik seputar " Anak STM" yang turut serta dalam aksi tersebut. Sebagian besar dari netizen Indonesia mengungkapkan rasa bangganya terhadap kepedulian para siswa STM yang iku turun ke jalan. "Anak STM melek Politik juga ternyata. Mantab, tinggalkan PKL. Saatnya turun ke jalan. Indonesia sedang tidak baik - baik saja," tulis salah satu pengguna Twitter. Pengguna twitter dengan nama akun @andripst juga mengunggah foto mengenai keikutsertaan anak STM dalam aksi tersebut. entrance (terduga) anak-anak STM keren bangat pic.twitter.com/xGB626utua — meisya and 666 others (@meisyacv) September 24, 2019 "Banyak anak SMA dan STM di aksi tadi, bahkan hingga malam. Mereka bertahan, kelompok mereka sangat solid, dan beberapa ada yang bantuin peserta aksi yang jatuh dan tumbang karena tembakan gas air mata. Saya salah satunya. Terima kasih dan salam hormat untuk mereka semua," tulisnya. Lalu, bagaimana fakta yang terjadi? Saat dihubungi oleh Kompas.com, Rabu (25/9/2019), pria bernama Andri Prasetiyo itu mengatakan peristiwa yang yang diabadikan dalam foto tersebut terjadi di daerah seputar jembatan Slipi, Jakarta Pusat. "Saya di lokasi sejak pagi dan saya yang mengambil gambar itu. Itu kejadiannya di jembatan setelah jembatan Slipi arah DPR," ucap Andri. Andri bercerita, rombongan anak STM tersebut datang ke lokasi pada hari Selasa (23/9/2019) sekitar pukul 16.00 WIB hingga pukul 23.00 WIB. "Sekarang sudah kondusif. Semalam termasuk anak STM bubar pukul 23.00," ucap Andri.

    Hasil Cek Fakta


    Datang bergerombol Hal senada juga diucapkan oleh Salman Al Fathan dari Bem FISIP UI yang ikut serta dalam aksi tersebut. Salman membenarkan adanya gerombolan anak STM yang ikut serta dalam aksi tersebut. "Mereka datang di daerah sekitar JPO yang deket gerbang DPR sebelah kanan," ujarnya saat dihubungi Kompas.com, Rabu (25/9/2019). Mahasiswa yang menjabat sebagai Kepala Departemen Kajian dan Aksi Strategis Bem FISIP UI ini bercerita, jika siswa STM tersebut datang bergerombol dan saling menyusul. "Mereka gerombolan dan saling menyusul. Ada yang datang jam 4 sore ada yang jam 5 sore. Satu rombongan, yang kemarin saya lihat, ada sekitar 20 orang," tambahnya. Salman mengungkapkan rasa bangganya kepada siswa STM yang bersedia ikut turun ke jalanan untuk membantu para mahasiswa yang sedang menyampaikan aspirasinya. Menurutnya, ini tanda bahwa isu penolakan UU KPK dan RKUHP sudah membumi sehingga siswa-siswa STM ikut peduli. Namun, Salman menyayangkan tidak adanya koordinasi dengan koordinator di lapangan. "Saya salut sama mereka. Ini tandanya mereka ikut peduli dengan apa yang terjadi dengan negara ini. Sayangnya, mereka tidak dalam koordinasi dengan koordinator lapangan sehingga ada sedikit keributan juga," ujar dia. Sementara itu, saat dikonfirmasi terkait adanya anak STM yang turun ke jalan, Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes. Pol. Harry Kurniawan menjawab singkat dan mengaku tidak mengetahui persis peristiwa tersebut. "Saya belum tahu. Itu di mana? Saya belum dapat info," ujarnya melalui aplikasi pesan WhatsApp setelah ditelepon beberapa kali, Rabu (25/9/2019).
    • Kompas
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • Bukan Lagi Parade Tauhid, Besok Bakal Ada Aksi Mujahid 212 di Istana

    Sumber: Sosial Media
    Tanggal publish: 22/10/2019

    Berita

    Jakarta - Aksi Mujahid 212 Selamatkan NKRI digelar pada Sabtu, 28 September 2019. Massa akan bergerak dan menggelar aksi di depan Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat.

    Ketua panitia Ustaz Edy Mulyadi mengatakan sedianya aksi ini bernama 'Parade Tauhid Indonesia 2019', tapi diganti menjadi 'Aksi Mujahid 212 Selamatkan NKRI'.

    Selain nama agenda aksi, lanjut Ustaz Edy, perubahan terjadi pada titik kumpul dan rute aksi. Sebelumnya, peserta direncanakan berkumpul di Jalan Asia Afrika, Senayan, pukul 06.00, lalu bergerak ke Monas. Namun kini titik kumpul massa berada di Bundaran HI mulai pukul 08.00 WIB, lalu bergerak menuju Istana.

    Hasil Cek Fakta

    "Perubahan nama dan rute ini terjadi untuk menyesuaikan dengan perkembangan situasi dan kondisi yang dinamis," kata Ustaz Edy dalam keterangannya, Jumat (27/9/2019).

    "Dengan perubahan ini, kami ingin kembali menegaskan bahwa umat Islam bersama arus besar perubahan yang digelorakan mahasiswa dan para pelajar SMU. Kami ingin memberikan kontribusi maksimal untuk perubahan Indonesia menjadi lebih baik," sambungnya.

    Rujukan

    • Cara reschedule tiket pesawat Garuda Indonesia
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • Laga Persib Vs Arema Ditunda, Ini Tanggapan Umuh Muchtar

    Sumber: Media Online
    Tanggal publish: 22/10/2019

    Berita

    "Apa pertandingan arema dengan persib pada tanggal 28 september ditunda"

    Hasil Cek Fakta

    KOMPAS.com - Umuh Muchtar memberi tanggapan terkait penundaan laga Persib Bandung vs Arema FC dalam Liga 1 2019. Rangkaian petandingan pekan ke-21 Liga 1 2019 akan dimulai pada Jumat (27/9/2019) hingga Minggu (29/9/2019). Total, ada sembilan laga yang akan digelar pada rentang waktu tersebut.
    Namun, satu dari sembilan laga itu dipastikan batal dilangsungkan karena pihak keamanan tidak memberikan izin. Pertandingan yang dimaksud adalah Persib Bandung vs Arema FC. Sejatinya, laga Arema vs Persib akan dihelat di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Sabtu (28/9/2019). Ditundanya laga itu seiring tidak keluarnya izin dari kepolisian, laga pun akan dijadwal ulang. "Menindaklanjuti surat Klub Persib Bandung nomor : 257/M.PERSIB/IX/2019 perihal Pemberitahuan Status Pertandingan Shopee Liga 1 2019 Persib Bandung vs Arema FC tertanggal 26 September 2019 serta memperhatikan surat Kepala Kepolisian Daerah Jawa Barat (KAPOLDA Jawa Barat) sebagaimana terlampir, bersama ini PT Liga Indonesia Baru (LIB) menyampaikan penundaan pertandingan Liga 1 2019 antara Persib Bandung vs Arema FC yang seharusnya dilaksanakan pada tanggal 28 September 2019,” tulis surat bertanda tangan direktur PT LIB, Dirk Soplanit itu.
    "Selanjutnya LIB akan menyampaikan penjadwalan ulang setelah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak terkait termasuk klub,” tulis surat tersebut. Manajer Persib Bandung, Umuh Muchtar, menyanyangkan tidak terbitnya izin pertandingan Persib vs Arema. Dalam konferensi pers di 1933 Dapur Kopi, Kamis 926/9/2019), Umuh mengaku sempat mengupayakan agar laga tetap digelar tanpa penonton. "Saya sudah bertemu dengan Pak Kapolda Jabar (Irjen Rudy Sufahriadi). Ternyata tetap tidak bisa," kata Umuh, dikutip BolaSport.com dari laman Persib.
    "Semua juga mengharapkan Persib bisa main di Bandung dan tepat waktu. Tetapi, karena situasi (keamanan) yang lagi seperti ini, ya, mau bagaimana lagi. Tidak perlu ada yang disalahkan atau saling menyalahkan karena memang situasi yang tidak mendukung," ujarnya. Ditundanya laga Persib melawan Arema FC tidak diinginkan Umuh Muchtar, lantaran Supardi dkk sudah siap secara mental untuk bertanding. "Saya sendiri cukup nyesek dengan kondisi begini. Selalu saja ada ujian, padahal tim sedang dalam semangat yang bagus," ujar Umuh. (Metta Rahma Melati).

    Rujukan

    • Kompas
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [Cek Fakta] Viral Video Demonstran 'Dicekik' Aparat, Ini Faktanya

    Sumber: www.facebook.com
    Tanggal publish: 22/10/2019

    Berita

    Liputan6.com, Jakarta - Pada 30 September 2019, akun Facebook bernama Khairuna Nona‎ mengunggah sebuah video.

    Dalam rekaman itu terlihat seorang pemuda yang sedang dibekuk petugas polisi. Ia terdengar berteriak-teriak.
    "Demonstran tewas di cekik aparat, sdh minta ampun masih ditekan tulang punggung & lehernya dan tangan ditarik ke belakang hingga akhirnya tewas Viralkan agar pelaku diproses sesuai hukum yg berlaku," demikian narasi yang menyertai unggahan akun Facebook Khairuna Nona‎.

    Hingga Rabu siang pukul 13.00, unggahan tersebut telah dibagikan sebanyak 6.912 kali dan menuai 144 komentar.

    Ini salah satunya:

    "SEMOGA POLISI TERSEBUT MENDAPATKAN PEMBALASAN - AAMIIN !!," tulis salah seorang pengguna Facebook.

    Video serupa juga diunggah akun Facebook M Muri.

    Hasil Cek Fakta

    Juga dengan narasi yang tak beda:

    "Demonstran tewas di cekik aparat, sdh minta ampun masih ditekan tulang punggung & lehernya dan tangan ditarik ke belakang hingga akhirnya tewas Viralkan agar pelaku diproses sesuai hukum yg berlaku !? Masih adakah hukum ?!," tulis dia.

    Unggahan akun Facebook M Muri telah dibagikan lebih dari 5.800 kali dan menuai lebih dari 2.800 komentar.



    Benarkah rekaman video tersebut menunjukkan insiden seorang demonstran yang tewas dicekik aparat?

    Jangan buru-buru komentar atau menyebarkan kabar itu, cek dulu faktanya!

    Penelusuran Fakta

    Dalam video yang diunggah akun Facebook bernama Khairuna Nona dan M Muri, tidak disebutkan kapan dan di mana insiden itu terjadi. Juga tak diungkap siapa nama dan asal usul pria yang disebut sebagai demonstran tersebut.

    Petunjuk didapat dari atribut polisi bertuliskan Tibcar atau tim ketertiban dan kelancaran serta tulisan 'Kalbar' yang ada di bahu kiri seorang polisi yang melintas.

    Petunjuk lain didapat dari motif pakaian pemuda yang diklaim sebagai demonstran itu. Ia mengenakan kemeja bermotif dan jaket biru.

    Berdasarkan penelusuran Forum Anti Fitnah Hasut dan Hoax, klaim akun tersebut ternyata tidak benar, demikian seperti dikutip dari situs turnbackhoax.id.

    Video serupa diunggah akun Youtube iNews Pontianak, dengan narasi berbeda.


    HomeCek Fakta
    [Cek Fakta] Viral Video Demonstran 'Dicekik' Aparat, Ini Faktanya
    Diyah NaelufarDiyah Naelufar
    02 Okt 2019, 14:52 WIB

    112
    Liputan6.com menjadi media online yang terverifikasi
    International Fact Checking Network (IFCN) @Poynter

    [Cek Fakta] Viral Video Demonstran 'Dicekik' Aparat, Ini Faktanya
    [Cek Fakta] Viral Video Demonstran 'Dicekik' Aparat, Ini Faktanya (Facebook)
    Liputan6.com, Jakarta - Pada 30 September 2019, akun Facebook bernama Khairuna Nona‎ mengunggah sebuah video.

    Dalam rekaman itu terlihat seorang pemuda yang sedang dibekuk petugas polisi. Ia terdengar berteriak-teriak.

    BACA JUGA
    [Cek Fakta] Viral Foto Ahok Pakai Kemeja Putih di Istana, Ini Faktanya
    "Demonstran tewas di cekik aparat, sdh minta ampun masih ditekan tulang punggung & lehernya dan tangan ditarik ke belakang hingga akhirnya tewas Viralkan agar pelaku diproses sesuai hukum yg berlaku," demikian narasi yang menyertai unggahan akun Facebook Khairuna Nona‎.

    Hingga Rabu siang pukul 13.00, unggahan tersebut telah dibagikan sebanyak 6.912 kali dan menuai 144 komentar.

    Ini salah satunya:

    "SEMOGA POLISI TERSEBUT MENDAPATKAN PEMBALASAN - AAMIIN !!," tulis salah seorang pengguna Facebook.

    Video serupa juga diunggah akun Facebook M Muri.


    [Cek Fakta] Viral Video Demonstran 'Dicekik' Aparat, Ini Faktanya


    Juga dengan narasi yang tak beda:

    "Demonstran tewas di cekik aparat, sdh minta ampun masih ditekan tulang punggung & lehernya dan tangan ditarik ke belakang hingga akhirnya tewas Viralkan agar pelaku diproses sesuai hukum yg berlaku !? Masih adakah hukum ?!," tulis dia.

    Unggahan akun Facebook M Muri telah dibagikan lebih dari 5.800 kali dan menuai lebih dari 2.800 komentar.



    Benarkah rekaman video tersebut menunjukkan insiden seorang demonstran yang tewas dicekik aparat?

    Jangan buru-buru komentar atau menyebarkan kabar itu, cek dulu faktanya!

    2 dari 4 halaman
    Penelusuran Fakta
    Dalam video yang diunggah akun Facebook bernama Khairuna Nona dan M Muri, tidak disebutkan kapan dan di mana insiden itu terjadi. Juga tak diungkap siapa nama dan asal usul pria yang disebut sebagai demonstran tersebut.

    Petunjuk didapat dari atribut polisi bertuliskan Tibcar atau tim ketertiban dan kelancaran serta tulisan 'Kalbar' yang ada di bahu kiri seorang polisi yang melintas.

    Petunjuk lain didapat dari motif pakaian pemuda yang diklaim sebagai demonstran itu. Ia mengenakan kemeja bermotif dan jaket biru.

    Berdasarkan penelusuran Forum Anti Fitnah Hasut dan Hoax, klaim akun tersebut ternyata tidak benar, demikian seperti dikutip dari situs turnbackhoax.id.

    Video serupa diunggah akun Youtube iNews Pontianak, dengan narasi berbeda.

    Dalam video berjudul, Mahasiswa Pura-Pura Kesurupan Usai Melawan Polisi itu disebutkan insiden tersebut terjadi di Pontianak, Kalimantan Barat pada 17 September 2019.
    erita serupa juga diunggah situs www.antvklik.com dalam artikel berjudul, Mahasiswa Pura-Pura Kesurupan Saat Kendaraannya Dihentikan Polisi.

    Berikut isi artikel tersebut:

    Tak terima kendaraannya dihentikan polisi, seorang mahasiswa di Pontianak, Kalimantan Barat, tiba-tiba pura-pura kesurupan dan mengamuk.

    antvklik.com - Seorang mahasiswa pura-pura kesurupan usai diamankan dan memukul petugas Satlantas Polresta Pontianak Kota dan anggota Satpol PP yang menghentikan sepeda motornya di kawasan Jalan Ahmad Yani Pontianak. Karena terus ngamuk dan mencoba memukul petugas, polisi akhirnya membawa secara paksa mahasiswa tersebut ke Mapolresta Pontianak. Kemudian dibawa ke pos jaga Satpol PP Provinsi Kalimantan Barat, di Jalan Ahmad Yani Pontianak.

    Berpura pura kesurupan setelah melawan dan memukul petugas Satlantas Polresta Pontianak dan Satpol PP Kantor Gubernur Kalimantan Barat, mahasiswa Universitas Tanjung Pura, Pontianak ini terpaksa dibawa ke Mapolresta Pontianak. Awalnya polisi menghentikan sepeda motor yang di kendarai mahasiswa tersebut, karena ada konvoi mobil dum truck yang sedang melakukan unjuk rasa di Kantor Gubernur Kalimantan Barat di kawasan Jalan Ahmad Yani Pontianak.

    Kasat Lantas Polresta Pontianak Kota, Kompol Salbiah mengatakan awalnya polisi cuma minta mahasiswa agar jalan perlahan dan ambil jalur kanan karena ada demo para supir truk.

    “Mahasiswa ini tidak terima saat diminta petugas kepolisian untuk mengambil jalur kanan karena ada truk yang sedang demo. Bahkan sempat memukul anggota polisi. Katanya ada masalah dengan dosennya, tapi kenapa dibawa-bawa ke jalan,” ujar Kompol Salbiah.

    Sadar akan diamankan petugas mahasiswa inipun berakting berpura-pura kesurupan, berteriak meronta-ronta, bahkan sempat mencekik anggota kepolisian yang akan menggotongnya ke pos pengamanan. Karena menggundang perhatian warga sehingga semakin memperparah kemacetan arus lalu lintas.

    Aksi mahasiswa yang di duga juga mengalami depresi karena sedang ada masalah dengan seorang dosennnya ini terus berlanjut, mengamuk dan memaki-maki petugas yang mengamankannya.

    Mochamad Bayu | Pontianak, Kalimantan Barat

    Kesimpulan
    Klaim yang diunggah akun Facebook Khairuna Nona‎ dan M Muri tidak didukung bukti sahih. Video tersebut tidak menampilkan insiden tewasnya demonstran akibat dicekik petugas polisi.

    Menurut media iNews dan www.antvklik.com, itu adalah insiden mahasiswa yang mengamuk dan diduga pura-pura kesurupan.

    Rujukan

    • Liputan 6
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini