Viral pesan berantai yang diklaim sebagai tulisan terakhir Presiden Ke-3 Republik Indonesia, Bacharuddin Jusuf Habibie (BJ Habibie). Isi pesan tersebut terkesan puitis dan menyentuh siapapun yang membacanya. Sebab, isi pesan itu mengulik perihal kehidupan setelah kematian. Berikut kutipan narasinya:
REALITA .....
BJ HABIBIE
Ternyata kembali ke nol .... tidak ada yang dapat dibanggakan didunia ini ????????????????
Ungkapan Hati BJ Habibie soal akhirat yang bikin merinding
8 Jan 2019
NONSTOPNEWS.ID - Pidato BJ Habibie viral. Mantan Presiden RI ini menuliskan tentang kisah hidupnya.
SAAT KEMATIAN ITU KIAN DEKAT.
KALAULAH SEMPAT ? Renungan utk kita semua !!!!
--------------------( by BJ Habibie ketika berpidato di Kairo, beliau berpesan "Saya diberikan kenikmatan oleh Allah ilmu technology sehingga saya bisa membuat pesawat terbang, tapi sekarang saya tahu bahwa ilmu agama itu lebih bermanfaat untuk umat .Kalo saya disuruh memilih antara keduanya maka saya akan memilih ilmu Agama." )
Sepi penghuni...
Istri sudah meninggal...
Tangan menggigil karena lemah...
Penyakit menggerogoti sejak lama...
Duduk tak enak, berjalan pun tak nyaman... Untunglah seorang kerabat jauh mau tinggal bersama menemani beserta seorang pembantu...
Tiga anak, semuanya sukses... berpendidikan tinggi sampai ke luar negeri...
» Ada yang sekarang berkarir di luar negeri... »
Ada yang bekerja di perusahaan asing dengan posisi tinggi... »
Dan ada pula yang jadi pengusaha ...
Soal Ekonomi, saya angkat dua jempol » semuanya kaya raya...
Namun....
Saat tua seperti ini dia "merasa hampa", ada "pilu mendesak" disudut hatinya..
Tidur tak nyaman...
Dia berjalan memandangi foto-foto masa lalunya ketika masih perkasa & enegik yg penuh kenangan
Di rumah yang besar dia merasa kesepian, tiada suara anak, cucu, hanya detak jam dinding yang berbunyi teratur...
Punggungnya terasa sakit, sesekali air liurnya keluar dari mulutnya....
Dari sudut mata ada air yang menetes.. rindu dikunjungi anak-anak nya
Tapi semua anak nya sibuk dan tinggal jauh di kota atau negara lain...
Ingin pergi ke tempat ibadah namun badan tak mampu berjalan....
Sudah terlanjur melemah...
Begitu lama waktu ini bergerak, tatapannya hampa, jiwanya kosong, hanya gelisah yang menyeruak...
sepanjang waktu ....
Laki-laki renta itu, barangkali adalah Saya... atau barangkali adalah Anda yang membaca tulisan ini suatu saat nanti_
Hanya menunggu sesuatu yg tak pasti...
yang pasti hanyalah KEMATIAN.
Rumah besar tak mampu lagi menyenangkan hatinya..._
Anak sukses tak mampu lagi menyejukkan rumah mewahnya yang ber AC...
Cucu-cucu yang hanya seperti orang asing bila datang..._
Asset-asset produktif yang terus menghasilkan, entah untuk siapa .?
Kira-kira jika malaikat "datang menjemput", akan seperti apakah kematian nya nanti.
Siapa yang akan memandikan ?
Dimana akan dikuburkan ??
Sempatkah anak kesayangan dan menjadi kebanggaannya datang mengurus jenazah dan menguburkan?
Apa amal yang akan dibawa ke akhirat nanti?
Rumah akan di tinggal, asset juga akan di tinggal pula...
Anak-anak entah apakah akan ingat berdoa untuk kita atau tidak ???
Sedang ibadah mereka sendiri saja belum tentu dikerjakan ???
Apa lagi jika anak tak sempat dididik sesuai tuntunan agama??? Ilmu agama hanya sebagai sisipan saja..._
"Kalau lah sempat" menyumbang yang cukup berarti di tempat ibadah, Rumah Yatim, Panti Asuhan atau ke tempat-tempat di jalan Allah yang lainnya...
"Kalau lah sempat" dahulu membeli sayur dan melebihkan uang pada nenek tua yang selalu datang......
"Kalau lah sempat" memberikan sandal untuk disumbangkan ke tempat ibadah agar dipakai oleh orang yang memerlukan.....
"Kalau lah sempat" membelikan buah buat tetangga, kenalan, kerabat, dan handai taulan...
Kalau lah kita tidak kikir kepada sesama, mungkin itu semua akan menjadi "Amal Penolong" nya ...
Kalaulah dahulu anak disiapkan menjadi 'Orang yang shaleh', dan 'Ilmu Agama' nya lebih diutamakan
Ibadah sedekahnya di bimbing/diajarkan & diperhatikan, maka mungkin senantiasa akan 'Terbangun Malam', 'meneteskan air mata' mendoakan orang tuanya.
Kalaulah sempat membagi ilmu dengan ikhlas pada orang sehingga bermanfaat bagi sesama...
"KALAULAH SEMPAT"
Mengapa kalau sempat ?
Mengapa itu semua tidak jadi perhatian utama kita ? Sungguh kita tidak adil pada diri sendiri. Kenapa kita tidak lebih serius?
Menyiapkan 'bekal' untuk menghadap-Nya dan 'Mempertanggung Jawabkan kepadaNya?
Jangan terbuai dengan 'Kehidupan Dunia' yang bisa melalaikan.....
Kita boleh saja giat berusaha di dunia....tapi jadikan itu untuk bekal kita pada perjalanan panjang & kekal di akhir hidup kita.
( bagi yang menyebarkan catatan ini semoga menjadi sodaqoh ilmu & ladang amal Shaleh)_
Teruslah menjadi "si penabur kebajikan" selama hayat masih dikandung badan meski hanya sepotong pesan.
Semoga Bermanfaat...????
Prof. Dr. Ing. BJ. Habibie
[SALAH] Ungkapan Hati BJ Habibie Soal Akhirat
Sumber: whatsapp.com dan facebook.comTanggal publish: 13/09/2019
Berita
Hasil Cek Fakta
Melalui hasil penelusuran, diketahui bahwa isi pesan tersebut bukan ditulis oleh BJ Habibie. Tulisan tersebut merupakan hasil tulisan dari Henmaidi Alfian, seorang Motivator. Dalam akun Facebook pribadinya, ia menyatakan bahwa tulisan viral yang beredar mengatasnamakan BJ Habibie merupakan tulisannya. Berikut kutipan klarifikasinya:
[…] KLARIFIKASI: Bukan Tulisan Alm Pak BJ. HABIBIE
Bismillah,
Sekarang beredar broadcast/ share sebuah tulisan berjudul “KALAULAH SEMPAT” yang mencantumkan seakan-akan itu pidato almarhum Bpk. Habibie.
Berikut klarifikasinya:
1. Itu adalah tulisan saya (Henmaidi, domisili di Padang), bukan tulisan atau pidato dari almarhum.
2. Tulisan itu hanya rekaan, kontemplasi untuk self reminder untuk diambil hikmahnya.
3. Tulisan itu saya ditulis tahun 2016. Pertama dibagi di awal 2016 via WA untuk berbagi renungan dengan Judul “KALAULAH SEMPAT” dan sama sekali tidak menyebut tentang almarhum Habibie. Tulisan versi aslinya ada pada link berikut. https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=10206163811875654&id=1274492390
4. Tulisan menjadi viral ketika ada orang lain yang mengcopy dan menempelkan gambar almarhum Bpk. Habibie, dan tersebar seakan ini adalah tulisan beliau, atau pidato almarhum di Cairo.
5. Isi tulisan itu akan sangat menohok keluarga Pak Habibie, seakan-akan Pak Habibie merasa kesepian dan jauh dari anak cucunya di usia tua. Meski bukan kami yang mengaitkan dengan dengan almarhum, maka SAYA MOHON MAAF kepada keluarga besar Bpk HABIBIE akibat ketidaknyaman karena beredarnya tulisan itu.
6. Teriring doa Kami untuk Beliau. Allahummaghfirlahu, warhamhu wa’afihi, wa’fuanhu. Semoga semua keluarga diberi kesabaran dan ketabahan oleh Allah. Amin Yaa Rabbal ‘alamiin.
Wassalam, Padang, 12 September 2019
Henmaidi […]
Henmaidi pun memberikan bukti postingan lamanya yang juga berupa klarifikasi di tahun 2016. Dengan demikian, klaim bahwa tulisan “Kalaulah Sempat” merupakan tulisan BJ Habibie merupakan klaim yang salah.
Selain itu, perihal nukilan pernyataan Habibie yang disematkan di awal pesan tersebut juga kurang tepat. Pada video berjudul “Ceramah Umum BJ Habibie di Cairo” yang diunggah pada 6 Juni 2011, pernyataan Habibie tidak seperti yang ada dalam kalimat pembuka pesan tersebut. Pada menit 10.27 hingga 11.18, pernyataan Habibie ialah mengenai pentingnya Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek) dan Iman dan Taqwa (Imtaq) seimbang dalam diri manusia. Berikut kutipan transkripsinya:
[…] Saya sering mengatakan, kalau Allah, Hey Bacharudin sini. Kamu boleh pilih. Hanya boleh pilih. Imtaq atau Iptek, sekarang pilih tak boleh dua-dua. Saya sekejap mengatakan, saya Imtaq. Tapi Allah, kalau Kamu perkenankan, kasih saya dua-duanya dalam keadaan yang seimbang dan berikan kemampuan saya untuk meningkatkan kedua-duanya sepanjang masa. Dan saya beruntung, Allah memberikan dua-duanya. […]
Dari transkripsi itu dapat diketahui bahwa BJ Habibie menginginkan keseimbangan antara Iptek dan Imtaq dalam diri seseorang. Selain itu, dalam kutipan pidato Habibie di Kairo pun tidak ditemukan bagian yang sama seperti pernyataan di awal tulisan. Dengan demikian, klaim pernyataan di awal pesan tersebut juga meleset.
[…] KLARIFIKASI: Bukan Tulisan Alm Pak BJ. HABIBIE
Bismillah,
Sekarang beredar broadcast/ share sebuah tulisan berjudul “KALAULAH SEMPAT” yang mencantumkan seakan-akan itu pidato almarhum Bpk. Habibie.
Berikut klarifikasinya:
1. Itu adalah tulisan saya (Henmaidi, domisili di Padang), bukan tulisan atau pidato dari almarhum.
2. Tulisan itu hanya rekaan, kontemplasi untuk self reminder untuk diambil hikmahnya.
3. Tulisan itu saya ditulis tahun 2016. Pertama dibagi di awal 2016 via WA untuk berbagi renungan dengan Judul “KALAULAH SEMPAT” dan sama sekali tidak menyebut tentang almarhum Habibie. Tulisan versi aslinya ada pada link berikut. https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=10206163811875654&id=1274492390
4. Tulisan menjadi viral ketika ada orang lain yang mengcopy dan menempelkan gambar almarhum Bpk. Habibie, dan tersebar seakan ini adalah tulisan beliau, atau pidato almarhum di Cairo.
5. Isi tulisan itu akan sangat menohok keluarga Pak Habibie, seakan-akan Pak Habibie merasa kesepian dan jauh dari anak cucunya di usia tua. Meski bukan kami yang mengaitkan dengan dengan almarhum, maka SAYA MOHON MAAF kepada keluarga besar Bpk HABIBIE akibat ketidaknyaman karena beredarnya tulisan itu.
6. Teriring doa Kami untuk Beliau. Allahummaghfirlahu, warhamhu wa’afihi, wa’fuanhu. Semoga semua keluarga diberi kesabaran dan ketabahan oleh Allah. Amin Yaa Rabbal ‘alamiin.
Wassalam, Padang, 12 September 2019
Henmaidi […]
Henmaidi pun memberikan bukti postingan lamanya yang juga berupa klarifikasi di tahun 2016. Dengan demikian, klaim bahwa tulisan “Kalaulah Sempat” merupakan tulisan BJ Habibie merupakan klaim yang salah.
Selain itu, perihal nukilan pernyataan Habibie yang disematkan di awal pesan tersebut juga kurang tepat. Pada video berjudul “Ceramah Umum BJ Habibie di Cairo” yang diunggah pada 6 Juni 2011, pernyataan Habibie tidak seperti yang ada dalam kalimat pembuka pesan tersebut. Pada menit 10.27 hingga 11.18, pernyataan Habibie ialah mengenai pentingnya Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek) dan Iman dan Taqwa (Imtaq) seimbang dalam diri manusia. Berikut kutipan transkripsinya:
[…] Saya sering mengatakan, kalau Allah, Hey Bacharudin sini. Kamu boleh pilih. Hanya boleh pilih. Imtaq atau Iptek, sekarang pilih tak boleh dua-dua. Saya sekejap mengatakan, saya Imtaq. Tapi Allah, kalau Kamu perkenankan, kasih saya dua-duanya dalam keadaan yang seimbang dan berikan kemampuan saya untuk meningkatkan kedua-duanya sepanjang masa. Dan saya beruntung, Allah memberikan dua-duanya. […]
Dari transkripsi itu dapat diketahui bahwa BJ Habibie menginginkan keseimbangan antara Iptek dan Imtaq dalam diri seseorang. Selain itu, dalam kutipan pidato Habibie di Kairo pun tidak ditemukan bagian yang sama seperti pernyataan di awal tulisan. Dengan demikian, klaim pernyataan di awal pesan tersebut juga meleset.
Kesimpulan
Berdasarkan hasil penjelasan tersebut, maka pesan berantai yang telah viral tersebut masuk ke dalam kategori Imposter Content. Tulisan itu bukanlah tulisan BJ Habibie.
Rujukan
- https://www.facebook.com/groups/fafhh/permalink/975874852745050/
- https://turnbackhoax.id/2019/09/13/salah-ungkapan-hati-bj-habibie-soal-akhirat/
- https://www.facebook.com/story.php?story_fbid=10214900686092049&id=1274492390
- https://www.youtube.com/watch?v=N4EfOWI7QMU
- https://www.facebook.com/habibiecenter/posts/227757120568122
- https://www.scribd.com/fullscreen/57265934?access_key=key-w4meayo7v0ndqsuhnoz&fbclid=IwAR2bxdAjUwR20hTrrE8QmMj81QvY7X_jmjrXLMwCypWXXM1Shhe_tNbE3JA
- https://www.liputan6.com/health/read/4060498/bj-habibie-ingin-pelajar-indonesia-di-luar-negeri-kembali-ke-tanah-air
23 Tahun PRD dan Stigma Neo-PKI yang Tak Kunjung Henti
Sumber: Media OnlineTanggal publish: 12/09/2019
Berita
akarta, CNN Indonesia -- Partai Rakyat Demokratik (PRD) hari ini genap berusia 23 tahun. Sejumlah foto bendera PRD yang dipasang di jalan raya menghiasi lini masa media sosial.
Beberapa pengguna medsos, masih mengaitkan foto-foto bendera PRD tersebut dengan paham komunis."Kami adalah partai yang berasaskan Pancasila," kata Jabo saat dihubungi CNNIndonesia.com, Senin (22/7).
Pernyataan Jabo ini sekaligus membantah tudingan sejumlah kelompok yang masih kerap menyebut PRD sebagai penerus PKI atau neo PKI. Menurut Jabo, tudingan itu karena orang tidak tahu perkembangan PRD sebagai partai politik.
Jabo menuturkan pada 2010, tepatnya pada Kongres VII, PRD telah mengubah asas partai yang awalnya berhaluan Sosial Demokrasi Kerakyatan (Sosdemkra) menjadi Pancasila.
Beberapa pengguna medsos, masih mengaitkan foto-foto bendera PRD tersebut dengan paham komunis."Kami adalah partai yang berasaskan Pancasila," kata Jabo saat dihubungi CNNIndonesia.com, Senin (22/7).
Pernyataan Jabo ini sekaligus membantah tudingan sejumlah kelompok yang masih kerap menyebut PRD sebagai penerus PKI atau neo PKI. Menurut Jabo, tudingan itu karena orang tidak tahu perkembangan PRD sebagai partai politik.
Jabo menuturkan pada 2010, tepatnya pada Kongres VII, PRD telah mengubah asas partai yang awalnya berhaluan Sosial Demokrasi Kerakyatan (Sosdemkra) menjadi Pancasila.
Hasil Cek Fakta
Selain mengubah asas, Jabo menyebut PRD adalah partai sah dan legal. Dia mengakui PRD pernah dicap sebagai partai terlarang pada masa Orde Baru.
Kata Jabo, status partai terlarang itu dikukuhkan lewat Peraturan Menteri Dalam Negeri pada 1997 silam. Namun dia menyatakan status itu tak berlaku lagi sejak 1999, ketika PRD diakui oleh Kemendagri dan Komisi Pemilihan Umum sebagai salah satu peserta pemilu.
Pada Pemilu 1999 PRD hanya meraih 0,07 persen suara. Sejak saat itu kiprah PRD di kancah politik nasional perlahan memudar. PRD tak pernah lagi mengikuti pemilu nasional.
Meski demikian, Jabo menegaskan PRD masih tetap eksis sebagai partai politik. Dia mengklaim aktivitas PRD belakangan ini lebih banyak mengandalkan organisasi yang bersifat ad hoc, yang didirikan di sejumlah daerah.
Organisasi ad hoc itu dibentuk untuk membantu masyarakat yang menghadapi persoalan seperti terlibat konflik agraria. "Kami jarang menggunakan PRD secara langsung," ujar Jabo.
Jabo menambahkan PRD masih memiliki struktur hingga ke daerah-daerah. Saat ini partai memiliki struktur kepengurusan di 31 provinsi dan hampir di seluruh kota/kabupaten di Indonesia.
"Hanya di Sumatera Barat, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Tengah yang tidak ada kepengurusan PRD," kata Jabo.
"Kalau kader, PRD punya sekitar 10 ribu orang. Itu hanya kader, belum simpatisan," katanya lagi.
Jabo mengatakan partainya saat ini tengah mempersiapkan diri untuk mengikuti Pemilu 2024 mendatang. Partainya akan segera mengurus surat-surat yang dibutuhkan agar PRD kembali resmi menjadi badan hukum.
Tapi, status kami yang saat ini tidak berbadan hukum bukan berarti orang bisa mengatakan kami ilegal atau partai terlarang," ujar Jabo.
PRD yang didirikan 15 April 1996 di Sleman, Yogyakarta, baru dideklarasikan pada 22 Juli 1996. Sejumlah aktivis yang turut membidani berdirinya PRD antara Budiman Sudjatmiko dan Andi Arief. Budiman kini menjadi politikus PDI Perjuangan dan Andi Arief bernaung di Partai Demokrat.
Pada masa Orde Baru PRD mendapat cap negatif karena sangat frontal berhadapan dengan rezim Soeharto. Orde Baru bahkan menuduh PRD sebagai dalang peristiwa kerusuhan di kantor DPP Partai Demokrasi Indonesia (PDI) di Jalan Diponegoro, 27 Juli 1996.
Puncaknya, rezim militer Soeharto menangkapi sejumlah aktivis PRD dan menyatakan PRD sebagai partai terlarang. (wis)
Kata Jabo, status partai terlarang itu dikukuhkan lewat Peraturan Menteri Dalam Negeri pada 1997 silam. Namun dia menyatakan status itu tak berlaku lagi sejak 1999, ketika PRD diakui oleh Kemendagri dan Komisi Pemilihan Umum sebagai salah satu peserta pemilu.
Pada Pemilu 1999 PRD hanya meraih 0,07 persen suara. Sejak saat itu kiprah PRD di kancah politik nasional perlahan memudar. PRD tak pernah lagi mengikuti pemilu nasional.
Meski demikian, Jabo menegaskan PRD masih tetap eksis sebagai partai politik. Dia mengklaim aktivitas PRD belakangan ini lebih banyak mengandalkan organisasi yang bersifat ad hoc, yang didirikan di sejumlah daerah.
Organisasi ad hoc itu dibentuk untuk membantu masyarakat yang menghadapi persoalan seperti terlibat konflik agraria. "Kami jarang menggunakan PRD secara langsung," ujar Jabo.
Jabo menambahkan PRD masih memiliki struktur hingga ke daerah-daerah. Saat ini partai memiliki struktur kepengurusan di 31 provinsi dan hampir di seluruh kota/kabupaten di Indonesia.
"Hanya di Sumatera Barat, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Tengah yang tidak ada kepengurusan PRD," kata Jabo.
"Kalau kader, PRD punya sekitar 10 ribu orang. Itu hanya kader, belum simpatisan," katanya lagi.
Jabo mengatakan partainya saat ini tengah mempersiapkan diri untuk mengikuti Pemilu 2024 mendatang. Partainya akan segera mengurus surat-surat yang dibutuhkan agar PRD kembali resmi menjadi badan hukum.
Tapi, status kami yang saat ini tidak berbadan hukum bukan berarti orang bisa mengatakan kami ilegal atau partai terlarang," ujar Jabo.
PRD yang didirikan 15 April 1996 di Sleman, Yogyakarta, baru dideklarasikan pada 22 Juli 1996. Sejumlah aktivis yang turut membidani berdirinya PRD antara Budiman Sudjatmiko dan Andi Arief. Budiman kini menjadi politikus PDI Perjuangan dan Andi Arief bernaung di Partai Demokrat.
Pada masa Orde Baru PRD mendapat cap negatif karena sangat frontal berhadapan dengan rezim Soeharto. Orde Baru bahkan menuduh PRD sebagai dalang peristiwa kerusuhan di kantor DPP Partai Demokrasi Indonesia (PDI) di Jalan Diponegoro, 27 Juli 1996.
Puncaknya, rezim militer Soeharto menangkapi sejumlah aktivis PRD dan menyatakan PRD sebagai partai terlarang. (wis)
Rujukan
Pesan Grand Sheikh Al-Azhar untuk Umat Islam di PBNU
Sumber: Media OnlineTanggal publish: 12/09/2019
Hasil Cek Fakta
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Grand Sheikh al-Azhar Prof Ahmad Muhammad ath-Thoyyib berkunjung ke kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Jakarta pada Rabu (2/5). Ketua Umum PBNU Prof KH Said Aqil Siroj bersama jajaran pengurus PBNU menyambut Grand Sheikh al-Azhar.
Grand Sheikh ath-Thoyyib menyampaikan, ia berkunjung ke Indonesia untuk memperkuat Islam wasatiyah. Di PBNU dia juga berpesan agar umat Islam harus mencintai Arab karena Nabi Muhammad SAW dari Arab. Sekarang umat Islam berhadapan dengan media sosial. Di dalam media sosial ada informasi yang memecah belah dan mengadu domba.
"Oleh karena itu, walau mazhab kita berbeda-beda harus kembali ke jalan yang benar dan jalan persatuan," kata Grand Sheikh ath-Thoyyib di gedung PBNU, Rabu (2/5) malam.
Kepada umat Islam, Grand Sheikh ath-Thoyyib mengingatkan, umat Islam harus mencari persamaan, bukan mencari perbedaan. Selain itu, umat Islam dilarang mengafirkan orang yang shalat dan kiblatnya sama. Kalau ada orang yang berbuat dosa juga jangan langsung dikafirkan.
Grand Sheikh ath-Thoyyib juga mengajak dan menyeru umat Islam untuk bersatu. Umat Islam dengan mazhab apa pun tidak boleh terlalu fanatik. Sebab, orang yang fanatik cenderung salah dan masih awam pemahaman agamanya.
"Kita harus mengajarkan kepada anak-anak kita harus seperti kita, harus betul-betul memahami akidah Ahlussunnah waljamaah," ujarnya.
Grand Sheikh ath-Thoyyib berpesan kepada Nahdlatul Ulama harus mampu mempersatukan umat Islam. Nahdlatul Ulama juga harus mampu menjadi duta persatuan. Sementara itu, Ketua Umum PBNU Prof KH Said menyampaikan tentang sejarah Nahdlatul Ulama dan Islam Nusantara kepada Grand Sheikh ath-Thoyyib.
Prof KH Said juga mengatakan, umat Islam di Indonesia menjadi kebanggaan di dunia karena masih mempertahankan sifat moderat dan toleransi, meski umat Islam Indonesia hidup di tengah keberagaman agama. Oleh karena itu, Islam Indonesia akan menjadi contoh.
Grand Sheikh ath-Thoyyib menyampaikan, ia berkunjung ke Indonesia untuk memperkuat Islam wasatiyah. Di PBNU dia juga berpesan agar umat Islam harus mencintai Arab karena Nabi Muhammad SAW dari Arab. Sekarang umat Islam berhadapan dengan media sosial. Di dalam media sosial ada informasi yang memecah belah dan mengadu domba.
"Oleh karena itu, walau mazhab kita berbeda-beda harus kembali ke jalan yang benar dan jalan persatuan," kata Grand Sheikh ath-Thoyyib di gedung PBNU, Rabu (2/5) malam.
Kepada umat Islam, Grand Sheikh ath-Thoyyib mengingatkan, umat Islam harus mencari persamaan, bukan mencari perbedaan. Selain itu, umat Islam dilarang mengafirkan orang yang shalat dan kiblatnya sama. Kalau ada orang yang berbuat dosa juga jangan langsung dikafirkan.
Grand Sheikh ath-Thoyyib juga mengajak dan menyeru umat Islam untuk bersatu. Umat Islam dengan mazhab apa pun tidak boleh terlalu fanatik. Sebab, orang yang fanatik cenderung salah dan masih awam pemahaman agamanya.
"Kita harus mengajarkan kepada anak-anak kita harus seperti kita, harus betul-betul memahami akidah Ahlussunnah waljamaah," ujarnya.
Grand Sheikh ath-Thoyyib berpesan kepada Nahdlatul Ulama harus mampu mempersatukan umat Islam. Nahdlatul Ulama juga harus mampu menjadi duta persatuan. Sementara itu, Ketua Umum PBNU Prof KH Said menyampaikan tentang sejarah Nahdlatul Ulama dan Islam Nusantara kepada Grand Sheikh ath-Thoyyib.
Prof KH Said juga mengatakan, umat Islam di Indonesia menjadi kebanggaan di dunia karena masih mempertahankan sifat moderat dan toleransi, meski umat Islam Indonesia hidup di tengah keberagaman agama. Oleh karena itu, Islam Indonesia akan menjadi contoh.
Rujukan
Venezuela Krisis, Ekonomi Masyarakat Kian Menyedihkan
Sumber: Media OnlineTanggal publish: 12/09/2019
Berita
Jakarta - Krisis besar terjadi di Venezuela, ketidakpuasan masyarakat luas akan kepemimpinan Nicolas Maduro berdampak pada kerusuhan yang terjadi di negara tersebut. Terlebih lagi terjadi ketidakpastian pemerintahan setelah pemimpin oposisi Juan Guaido memproklamirkan diri sebagai presiden interim, padahal Maduro belum diturunkan.
Ketidakpuasan yang tumbuh di Venezuela, dipicu oleh hiperinflasi, pemadaman listrik dan kekurangan makanan dan obat-obatan, telah menyebabkan krisis politik. Kerusuhan pun terjadi antara pemerintahan dengan masyarakat luas minggu lalu dan menyentuh puncaknya saat Guaido memproklamirkan diri sebagai presiden sementara pada Rabu (23/1/2019), sekitar 26 orang dilaporkan tewas dalam bentrokan tersebut.
Krisis yang terjadi ini juga mempengaruhi perekonomian masyarakat di Venezuela. Secara luas masyarakat mengeluhkan kelaparan, kurangnya perawatan medis, meningkatnya pengangguran hingga maraknya keegiatan kriminal bahkan dengan kekerasan. Lebih dari tiga juta rakyat Venezuela telah meninggalkan negaranya selama beberapa tahun terakhir karena hal tersebut.
Ketidakpuasan yang tumbuh di Venezuela, dipicu oleh hiperinflasi, pemadaman listrik dan kekurangan makanan dan obat-obatan, telah menyebabkan krisis politik. Kerusuhan pun terjadi antara pemerintahan dengan masyarakat luas minggu lalu dan menyentuh puncaknya saat Guaido memproklamirkan diri sebagai presiden sementara pada Rabu (23/1/2019), sekitar 26 orang dilaporkan tewas dalam bentrokan tersebut.
Krisis yang terjadi ini juga mempengaruhi perekonomian masyarakat di Venezuela. Secara luas masyarakat mengeluhkan kelaparan, kurangnya perawatan medis, meningkatnya pengangguran hingga maraknya keegiatan kriminal bahkan dengan kekerasan. Lebih dari tiga juta rakyat Venezuela telah meninggalkan negaranya selama beberapa tahun terakhir karena hal tersebut.
Hasil Cek Fakta
Padahal, Venezuela pernah menjadi negara dengan ekonomi terkaya di Amerika Latin, kekayaan tersebut didorong oleh cadangan minyak yang mereka miliki. Tetapi sejak mantan Presiden Hugo Chavez meninggal pada tahun 2013, dan digantikan Presiden Maduro saat ini, kasus korupsi, salah urus pemerintahan, hingga tingkat utang yang tinggi telah membuat perekonomian negara itu ambruk.
Dikutip dari BBC pada Minggu (27/1/2019), dampak pertama pelemahan ekonomi negara ini adalah tingkat inflasi yang terus meroket. Menurut sebuah studi oleh Majelis Nasional yang dikendalikan oleh pihak oposisi, tingkat inflasi tahunan negara mencapai 1.300.000% dalam 12 bulan hingga November 2018.
Pada akhir tahun lalu saja, harga rata-rata naik dua kali lipat setiap 19 hari. Ini telah membuat banyak rakyat Venezuela berjuang untuk membeli barang-barang pokok seperti makanan dan peralatan mandi.
Selain itu, nilai tukar mata uang mereka (bolivar) juga terus melemah. Yang awalnya untuk mendapatkan US$ 1 hanya membutuhkan tidak sampai 200 bolivar pada tahun 2018, kini butuh sekitar 1.600 bolivar untuk memiliki satu dollar.
Rakyat Venezuela pun mengeluhkan kelaparan karena sulitnya mendapatkan makanan. Dari survei kondisi hidup tahunan negara itu yang dilakukan Encovi pada 2017, delapan dari 10 orang mengatakan measyarakat Venezuela makan lebih sedikit karena mereka tidak memiliki cukup makanan di rumah. Lalu, enam dari 10 mengatakan bahwa mereka pergi tidur dengan lapar karena mereka tidak punya uang untuk membeli makanan.
Hal ini berdampak pada kesehatan masyarakat Venezuela. Sebagian besar orang (64,3%) mengatakan bahwa mereka telah kehilangan berat badan pada tahun 2017 dengan rata-rata penurunan sebesar 11,4 kg.
Karena sulitnya mendapatkan makanan, akhrinya rakyat Venezuela beralih ke sayuran dan bahan makanan yang dianggap sebagai "makanan orang miskin" disana. Yaitu, sayuran akar yuca (sejenis singkong), yuca dipilih karena makanan ini serbaguna dan murah.
Krisi yang terjadi di Venezuela pun membuat fasilitas kesehatan menjadi sangat mahal dan sulit didapat. Hal tersebut dibuktikan dengan maraknya masyarkat yang terjangkit penyakit, salah satunya adalah malaria yang meningkat kasusnya dalam beberapa tahun terakhir, padahal negara tetangga mereka justru berhasil menekan jumlah penyakit tersebut.
Jumlah yang meningkat ini juga kontras dengan capaian terbaik mereka yang berhasil menekan kasus malaria pada tahun 1961, bahkan menjadi negara pertama yang disebut menghilangkan penyakit malaria.
LSM Kanada, Icaso, mengatakan bocoran laporan pemerintah menunjukkan penyebaran itu termasuk bentuk malaria yang sulit diberantas, yaitu plasmodium vivax. Observatorium Kesehatan Venezuela pun melaporkan kekurangan obat antimalaria untuk semua jenis.
Jose Felix Oletta, spesialis penyakit menular yang juga mantan menteri kesehatan, mengatakan proyeksi untuk 2018 menunjukkan peningkatan hingga 50% dalam jumlah kasus pada 2017.
"Dengan kecepatan ini, akan ada lebih dari satu juta kasus dalam satu tahun. Ini adalah angka-angka yang dimiliki Venezuela pada awal abad ke-20. Malaria di luar kendali di Venezuela," ungkap Oletta. (zlf/zlf)
Dikutip dari BBC pada Minggu (27/1/2019), dampak pertama pelemahan ekonomi negara ini adalah tingkat inflasi yang terus meroket. Menurut sebuah studi oleh Majelis Nasional yang dikendalikan oleh pihak oposisi, tingkat inflasi tahunan negara mencapai 1.300.000% dalam 12 bulan hingga November 2018.
Pada akhir tahun lalu saja, harga rata-rata naik dua kali lipat setiap 19 hari. Ini telah membuat banyak rakyat Venezuela berjuang untuk membeli barang-barang pokok seperti makanan dan peralatan mandi.
Selain itu, nilai tukar mata uang mereka (bolivar) juga terus melemah. Yang awalnya untuk mendapatkan US$ 1 hanya membutuhkan tidak sampai 200 bolivar pada tahun 2018, kini butuh sekitar 1.600 bolivar untuk memiliki satu dollar.
Rakyat Venezuela pun mengeluhkan kelaparan karena sulitnya mendapatkan makanan. Dari survei kondisi hidup tahunan negara itu yang dilakukan Encovi pada 2017, delapan dari 10 orang mengatakan measyarakat Venezuela makan lebih sedikit karena mereka tidak memiliki cukup makanan di rumah. Lalu, enam dari 10 mengatakan bahwa mereka pergi tidur dengan lapar karena mereka tidak punya uang untuk membeli makanan.
Hal ini berdampak pada kesehatan masyarakat Venezuela. Sebagian besar orang (64,3%) mengatakan bahwa mereka telah kehilangan berat badan pada tahun 2017 dengan rata-rata penurunan sebesar 11,4 kg.
Karena sulitnya mendapatkan makanan, akhrinya rakyat Venezuela beralih ke sayuran dan bahan makanan yang dianggap sebagai "makanan orang miskin" disana. Yaitu, sayuran akar yuca (sejenis singkong), yuca dipilih karena makanan ini serbaguna dan murah.
Krisi yang terjadi di Venezuela pun membuat fasilitas kesehatan menjadi sangat mahal dan sulit didapat. Hal tersebut dibuktikan dengan maraknya masyarkat yang terjangkit penyakit, salah satunya adalah malaria yang meningkat kasusnya dalam beberapa tahun terakhir, padahal negara tetangga mereka justru berhasil menekan jumlah penyakit tersebut.
Jumlah yang meningkat ini juga kontras dengan capaian terbaik mereka yang berhasil menekan kasus malaria pada tahun 1961, bahkan menjadi negara pertama yang disebut menghilangkan penyakit malaria.
LSM Kanada, Icaso, mengatakan bocoran laporan pemerintah menunjukkan penyebaran itu termasuk bentuk malaria yang sulit diberantas, yaitu plasmodium vivax. Observatorium Kesehatan Venezuela pun melaporkan kekurangan obat antimalaria untuk semua jenis.
Jose Felix Oletta, spesialis penyakit menular yang juga mantan menteri kesehatan, mengatakan proyeksi untuk 2018 menunjukkan peningkatan hingga 50% dalam jumlah kasus pada 2017.
"Dengan kecepatan ini, akan ada lebih dari satu juta kasus dalam satu tahun. Ini adalah angka-angka yang dimiliki Venezuela pada awal abad ke-20. Malaria di luar kendali di Venezuela," ungkap Oletta. (zlf/zlf)
Rujukan
Halaman: 7704/8485




