• Hoaks! SBY ungkap AHY pasti menang Pemilu 2029 jika Gibran tidak curang

    Sumber:
    Tanggal publish: 27/01/2026

    Berita

    Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah unggahan di Facebook menampilkan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang berdiri di depan mikrofon dengan latar bendera merah putih dan logo Yudhoyono Institute.

    Unggahan itu menarasikan seolah-olah SBY mengatakan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) pasti menang Pemilu 2029 jika Gibran tidak curang.

    Berikut narasi dalam unggahan tersebut:

    “SBY mengatakan, AHY pasti menang di 2029 kalau Gibran tidak curang”

    Unggahan tersebut disertai narasi:

    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    “BELUM APA2 SDH NUDUH CURANG... ANEH NI ORANG.... KALO MENURUT SY PASTI 1000% AHY PASTI KALAH.. YAKIN.”

    Namun, benarkah SBY ungkap AHY pasti menang Pemilu 2029 jika Gibran tidak curang?



    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan penelusuran, tidak ditemukan pernyataan resmi maupun video yang membuktikan SBY pernah menyampaikan klaim tersebut.

    Foto yang digunakan dalam unggahan itu diketahui serupa dengan cuplikan video berjudul “Kekhawatiran SBY Lihat Perang Di mana-mana: Dunia Kita Makin Rumit”.

    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Dalam video tersebut, SBY menyampaikan sambutan pada acara The Yudhoyono Institute pada Senin (12/5) dan membahas kekhawatirannya terhadap kondisi global, seperti meningkatnya konflik, memanasnya situasi geopolitik, serta perang dagang ekonomi antarnegera.

    Dengan demikian, narasi yang menyebut SBY memastikan AHY menang Pemilu 2029 jika Gibran tidak curang tidak sesuai dengan konteks aslinya.

    Klaim: SBY ungkap AHY pasti menang Pemilu 2029 jika Gibran tidak curang

    Rating: Hoaks

    Pewarta: Tim JACX

    Editor: M Arief Iskandar

    Copyright © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

    Rujukan

    • ANTARA News
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • Hoaks! Dito Ariotedjo sebut Jokowi terima Rp2 triliun dari Yaqut Cholil

    Sumber:
    Tanggal publish: 27/01/2026

    Berita

    Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah unggahan di Facebook menampilkan tangkapan layar artikel berita yang menarasikan mantan Menteri Pemuda dan Olahraga, Dito Ariotedjo, menyebut Presiden ke-7 Indonesia, Joko Widodo, menerima uang Rp2 triliun dari tersangka kasus korupsi kuota haji, mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas.

    Berikut judul dalam tangkapan layar tersebut:

    “Diperiksa KPK Terkait Kuota Haji Dito Ariotedjo: Yang Saya Tau Presiden Jokowi Widodo Menerima Uang Dari Pak Yaqut 2 Triliun Saya cuma Dikasih Tau Sambil Bercanda Pak Jokowi Bilang Kardus Durian Om Dito, Om Dito Mau sambil Tertawa Pak Jokowi”

    Namun, benarkah Dito Ariotedjo sebut Jokowi terima Rp2 triliun dari Yaqut Cholil?



    Hasil Cek Fakta

    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Berdasarkan penelusuran, tidak ditemukan artikel berita dengan judul seperti pada tangkapan layar tersebut.

    ANTARA menemukan bahwa foto dan waktu publikasi pada tangkapan layar serupa dengan artikel lain berjudul “Diperiksa terkait Kuota Haji, Dito Ariotedjo Ungkit Kunker ke Arab Saudi Bareng Jokowi”.

    Dalam artikel tersebut, Dito Ariotedjo memenuhi panggilan KPK pada Jumat (23/1/2026) untuk diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi kuota haji 2024.

    Dengan demikian, klaim bahwa Dito Ariotedjo menyebut Jokowi menerima Rp2 triliun dari Yaqut Cholil merupakan pernyataan tidak berdasar.

    Klaim: Dito Ariotedjo sebut Jokowi terima Rp2 triliun dari Yaqut Cholil

    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Rating: Hoaks

    Pewarta: Tim JACX

    Editor: M Arief Iskandar

    Copyright © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

    Rujukan

    • ANTARA News
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • Hoaks! Menkeu Purbaya umumkan kenaikan 12 persen gaji pensiunan dan pencairan dana rapel pensiunan pada 30 Januari

    Sumber:
    Tanggal publish: 27/01/2026

    Berita

    Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah video yang beredar di Facebook memuat narasi seolah-olah Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengumumkan kenaikan gaji pensiunan sebesar 12 persen dan pencairan dana rapel pada 30 Januari 2026.

    Berikut narasi dalam unggahan tersebut:

    “Menkeu Purbaya, kenaikan 12 persen dan rapel pensiunan tanggal 30 Januari 2026”

    Unggahan tersebut disertai narasi:

    “Menkeu Purbaya resmi menaikkan gaji pensiunan 12%

    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Rapel cair 30-01-2026 Semoga makin Sejahtera”

    Namun, benarkah Purbaya umumkan kenaikan 12 persen gaji pensiunan dan dana rapel pensiunan akan cair pada 30 Januari?



    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan penelusuran, tidak ditemukan pernyataan resmi dari Purbaya maupun Kementerian Keuangan yang membenarkan klaim tersebut.

    ANTARA juga memeriksa video itu menggunakan AI detector Hive Moderation dan hasilnya menunjukkan video tersebut 99,9 persen merupakan konten hasil AI.



    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Kementerian Keuangan melalui akun Instagram resminya menegaskan bahwa informasi mengenai rapel pensiunan yang disebut sudah cair dan mulai masuk ke rekening pensiunan di seluruh Indonesia adalah tidak benar atau hoaks, serta dibuat dengan teknologi AI (deepfake).

    Masyarakat juga diimbau untuk waspada terhadap informasi bohong yang mencatut nama Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.

    Klaim: Menkeu Purbaya umumkan kenaikan 12 persen gaji pensiunan dan pencairan dana rapel pensiunan pada 30 Januari

    Rating: Hoaks

    Pewarta: Tim JACX

    Editor: M Arief Iskandar

    Copyright © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

    Rujukan

    • ANTARA News
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • Hoaks! Video rekaman penumpang detik-detik jatuhnya pesawat ATR 42-500

    Sumber:
    Tanggal publish: 27/01/2026

    Berita

    Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah unggahan video di Facebook berdurasi sekitar tujuh detik menampilkan rekaman dari dalam pesawat yang memperlihatkan bagian mesin berputar di sekitar turbin.

    Dalam video itu terlihat lampu kabin berkedip dan terdengar teriakan penumpang.

    Berikut narasi dalam video tersebut:

    “Detik-detik jatuhnya pesawat Yang direkam Salah satu penumpang”

    Unggahan video tersebut juga diberi narasi:

    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    “Rekaman salah satu penumpang pesawat ATR 42- 500 Sabtu 17 - 1 2026”

    Namun, benarkah video rekaman penumpang detik-detik jatuhnya pesawat ATR 42-500 tersebut?



    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan penelusuran, video tersebut serupa dengan unggahan Global News berjudul “Delta jet engine’s nose cone comes loose during flight”, yang menjelaskan insiden penerbangan Delta dari Atlanta ke Baltimore yang melakukan pendaratan darurat di Raleigh, Carolina Utara, pada 8 Juli, setelah bagian dari salah satu mesin tampak bermasalah di tengah penerbangan.

    Dalam laporan itu, penumpang disebut selamat tanpa luka, tetapi mengalami guncangan emosional, dan rekaman diambil oleh seorang penumpang bernama Logan Webb yang merekam kondisi mesin serta suara gesekan keras selama kejadian.

    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Dengan demikian, klaim bahwa video tersebut merupakan rekaman penumpang detik-detik jatuhnya pesawat ATR 42-500 adalah tidak benar atau hoaks.

    Klaim: Video rekaman penumpang detik-detik jatuhnya pesawat ATR 42-500

    Rating: Hoaks

    Pewarta: Tim JACX

    Editor: M Arief Iskandar

    Copyright © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

    Rujukan

    • ANTARA News
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini