• Pria Jepang Positif Virus Corona Setelah dari Indonesia, Kemenkes: Itu Bukan Covid-19

    Sumber: Sosial Media
    Tanggal publish: 26/02/2020

    Berita

    Pria jepang positive corona setelah pulang berlibur di Indonesia"
    JAKARTA, KOMPAS.com - Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan ( Kemenkes) Achmad Yurianto mengatakan, virus corona yang diberitakan menular kepada seorang pria Jepang setelah pulang dari Indonesia bukanlah jenis Covid-19. Informasi ini berdasarkan komunikasi antara Kemenkes dengan otoritas kesehatan Jepang. "Ternyata setelah diperiksa yang bersangkutan tertular virus corona tipe II (SARS CoV-2). Data ini berdasarkan komunikasi dengan otoritas kesehatan Jepang. Kami hari demi hari kan komunikasi terus ya," ujar Yuri saat dihubungi Kompas.com, Senin (24/2/2020).
    "Kalau yang menjadi wabah saat ini kan Covid-19. Sementara itu, ada ahli yang mengatakan perbedaan antara Covid-19 dengan virus SARS CoV-2 itu sampai 70 persen," jelas Yuri. Meski demikian, Yuri menuturkan, Kemenkes tetap menelusuri bagaimana korelasi kedua virus ini. "Sebab, ini kan bukan virus yang ada di sini. Masih ditelusuri apakah ini seasonal flu atau apa? Makanya, ini kita terus komunikasi dengan otoritas kesehatan Jepang ya," tegas Yuri.

    Hasil Cek Fakta

    uri kemudian menjelaskan kronologi identifikasi penularan virus terhadap pria Jepang berusia 60 tahun itu. Pria yang bekerja sebagai kepala panti sosial itu sebelumnya mengeluh sakit pada saluran pernapasan sebelum 12 Februari. "Di Jepang sana sebelum 12 Februari sudah sakit. Mengeluh sakit saluran napas, batuk, pilek, dan sebagainya. Sehingga, pada 12 Februari dia berobat ke dokter di Jepang," ungkap Yuri. Oleh dokter, pria tersebut dianggap tak perlu dirawat karena kondisinya masih baik. Menurut Yuri, pria itu hanya diberi obat dan diizinkan pulang.
    Pada 13 Februari, pria itu masih masuk kerja. "Kemudian pada 14 Februari, dia libur tidak bekerja. Lalu pada 15 Februari, beserta keluarga dia berangkat ke Bali sampai 19 Februari," papar Yuri. Lalu, ketika pulang kembali ke Jepang, pria itu merasa tidak enak badan. Pada 22 Februari, dia kembali berobat ke rumah sakit. "Kemudian, oleh dokter diputuskan harus dirawat. Kemudian, saat dirawat dia diperiksa. Ternyata ditemukan virus SARS CoV-2. Kondisinya sekarang sudah membaik," kata Yuri.
    Yuri juga menampik anggapan bahwa pria asal Jepang itu tertular SARS CoV-2 di Indonesia. Sebab, pria itu sudah mengeluh sakit sebelum 12 Februari. "Tidak ada virus yang inkubasinya langsung. Saat datang ke Indonesia kan dia sudah sakit dan minum obat. Mengapa pas datang ke Indonesia dia (badannya) tidak panas? Sebab, dia sudah minum obat," tambah Yuri. Beda SARS CoV-2 dengan Covid-19 Namun, sebelumnya diberitakan bahwa virus corona Wuhan yang sebelumnya hanya disebut 2019-nCoV saat ini telah dinamai SARS-CoV-2. Nama tersebut diberikan oleh Coronavirus Study Group (CSG) dari Komite Internasional untuk Taksonomi Virus atau International Committee on Taxonomy of Viruses (ICTV).
    Dalam laporan yang dimuat di bioRxiv, CSG memutuskan nama SARS-CoV-2 untuk virus yang sedang mewabah karena virus ini ditemukan sebagai varian dari virus corona yang menyebabkan wabah severe acute respiratory syndrom (SARS) pada tahun 2002-2003. Hal ini mungkin membuat bingung banyak orang akan bedanya virus corona, SARS-CoV-2 dan Covid-19. Dijelaskan dalam situs resmi Badan Kesehatan Dunia (WHO), Covid-19 atau coronavirus disease adalah nama penyakit yang sedang mewabah saat ini.
    Sementara itu, SARS-COV-2 adalah nama virus yang menyebabkan Covid-19. Kemudian, virus corona atau coronavirus adalah kelompok virus yang menyebabkan berbagai penyakit, mulai dari batuk pilek biasa hingga SARS dan Middle East Respiratory Syndrome (MERS-CoV). Untuk strain baru yang belum pernah diidentifikasikan sebelumnya pada manusia, diberikan istilah novel coronavirus (nCOV) seperti nama lama SARS-CoV-2 yaitu 2019-nCOV. Seperti diberitakan Kompas.com, Minggu (23/2/2020), pasien yang dinyatakan positif virus corona adalah pria berusia 60-an tahun yang bekerja sebagai staf fasilitas perawatan lansia.
    Pria ini sempat mengunjungi sebuah institusi kesehatan pada 12 Februari 2020 setelah mengalami "gejala-gejala seperti flu". Setelah diperiksa, dia kembali ke rumah karena tidak didiagnosis mengidap pneumonia. Melansir BBC Indonesia, Minggu (23/2/2020), NHK tidak melaporkan secara rinci ke mana saja pria itu bepergian selama di Indonesia. Informasi ini dinilai penting bagi pihak Indonesia untuk mengantisipasi penyebaran virus corona di Indonesia.

    Rujukan

    • Kompas
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • Bolehkah Minum Air Es Sehabis Olahraga?

    Sumber: Media Online
    Tanggal publish: 26/02/2020

    Berita

    "Minum air dingin setelah olahraga bikin orang mati mendadak"
    Jakarta - Para ahli kesehatan sepakat bahwa ketika berolahraga, menjaga diri agar tetap terhidrasi itu sangat penting. Disarankan, saat sebelum, selama, dan setelah berolahraga untuk banyak mengkonsumsi air. Ketika membahas soal suhu air yang akan diminum, banyak yang menyarankan untuk tidak minum dengan air dingin.

    Berdasarkan penelitian dalam "Journal College of Nutrition" tahun 2007 yang dilansir dari livestrong.com, dehidrasi dapat berdampak negatif pada fisik dan mental. Dehidrasi dapat menyebabkan penurunan kinerja tubuh, membahayakan kinerja aliran darah ke otak, dan menghalangi percampuran berbagai macam senyawa yang penting dalam darah untuk masuk ke otak.

    Hasil Cek Fakta

    Berbagai teori yang bervariasi terkait dengan mengkonsumsi air dingin saat berolahrga. Satu teori mengatakan air dingin setelah berolahraga dapat membantu menurunkan berat badan. Sementara teori lainnya mengatakan, tidak diperbolehkan minum air dingin setelah olahraga, karena suhu dinginnya dapat 'mengejutkan' organ dalam tubuh. Adapun teori lainnya, yang menyebutkan kalau minum air dingin dapat membekukan lemak dalam tubuh.

    Menurut Roger Clemens dari Fakultas Farmasi Universitas California Selatan, minum air dingin atau es dapat membakar kalori saat tubuh bekerja untuk meningkatkan suhu cairan yang dicerna dengan suhu tubuh. Seperti dikutip di situs web Chow, Clemens mencatat bahwa untuk membakar satu pon kalori, seseorang harus minum 435 gelas atau setara dengan 8 ons air es atau dingin.

    Alih-alih minum air dingin setelah berolahraga, Texas Heart Institute lebih menyarankan untuk minum air dengan suhu normal atau suhu ruang. Bukan karena air dingin dapat 'mengejutkan' organ tubuh, tetapi tubuh lebih mudah menyerap air dengan suhu ruang. Hal ini dianjurkan karena kondisi tubuh setelah berolahraga dapat berhidrasi lebih cepat, dan harus segera mendapatkan cairan penggantinya, yaitu air.

    Di samping itu, Direktur Nutrition, Metabolism and Exercise Laboratory di University of Arkansas for Medical Sciences, William Evans memberikan pendapat yang berbeda terntang minum air dingin setelah olahraga. Ia mengatakan, minum air dingin setelah berolahraga tidak memberikan efek buruk bagi tubuh. Evans menjelaskan, ciran yang dingin lebih cepat menyerap dalam tubuh daripada air hangat. Ini berarti air dingin lebih cepat menggantikan cairan yang hilang karena keringat.

    "Ini dapat memberikan efek langsung untuk pendinginan pada inti tubuh setelah melakukan aktivitas olahraga. Jadi minum air dingin setelah berolahraga itu tidak menimbulkan efek samping apapun," jelas Evans.

    Rujukan

    • Cara reschedule tiket pesawat Garuda Indonesia
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • Amerika masukkan Indonesia dalam daftar negara maju, ini kata Menko Airlangga

    Sumber: Media Online
    Tanggal publish: 26/02/2020

    Berita

    "Indonesia dicoret dari negara berkembang US akui sudah maju"
    KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kantor Perwakilan Perdagangan Amerika Serikat (AS) atau Office of the US Trade Representative (USTR) mencabut preferensi khusus untuk daftar anggota Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) termasuk Indonesia dalam daftar negara berkembang. Artinya, di mata AS, Indonesia sudah menjadi negara maju.

    Hasil Cek Fakta

    Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartanto mengatakan hal ini akan berdampak terhadap fasilitas-fasilitas negara berkembang.


    “Dampaknya tentu fasilitas, Indonesia yang sebelumnya menjadi negara berkembang akan dikurangi, ya kita tidak khawatir itu,” kata Airlangga di kantornya, Jumat (21/2).

    Setali tiga uang, ekspor barang-barang Indonesia bakal kena tarif tinggi daripada negara berkembang lainnya. Sebagai contoh, pajak-pajak impor yang diatur AS atas barang Indonesia bakal lebih tinggi, termasuk bea masuk. “Tapi belum tentu, kami tidak khawatir,” ujar Airlangga.

    Dalam kebijakan baru AS yang telah berlaku sejak 10 Februari 2020 tersebut, Indonesia dikeluarkan dari daftar Developing and Least-Developed Countries sehingga Special Differential Treatment (SDT) yang tersedia dalam WTO Agreement on Subsidies and Countervailing Measures tidak lagi berlaku bagi Indonesia.

    Sebagai akibatnya, de minimis thresholds untuk marjin subsidi agar suatu penyelidikan anti-subsidi dapat dihentikan berkurang menjadi kurang dari 1% dan bukan kurang dari 2%.

    Selain itu, kriteria negligible import volumes yang tersedia bagi negara berkembang tidak lagi berlaku bagi Indonesia.

    Dampaknya memang kebijakan ini cenderung buat perdagangan Indonesia buntung. Padahal selama ini Indonesia surplus dari AS.

    Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) surplus perdagangan Indonesia dengan AS pada Januari 2020 sebesar US$ 1,01 miliar, angka ini tumbuh bila dibanding surplus periode sama tahun lalu yakni US$ 804 juta.

    Data tersebut juga menyebutkan AS menjadi negara terbesar kedua pangsa ekspor non-migas Indonesia sebesar US$ 1,62 miliar pada Januari 2020.

    Rujukan

    • Kontan.co.id
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Bendung Walahar Mau Meluap, Jati Luhur Mau Penuh

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 26/02/2020

    Berita

    Beredar postingan yang menyebutkan Bendung Walahar airnya meluap dan Bendung Jatiluhur sudah mulai penuh kapasitasnya. Pada postingan ada yang menyertakan bentuk video keadaan Bendung Walahar. Berikut kutipan narasinya:

    Bendung walahar air nya mau meluap.
    yg di Karawang siap siap
    Sekarang mau di buka
    infonya jati luhur udah mau penuh. udah gk menampung.
    walahar dapat kiriman air dari bandung infonya
    Mohon hati2 siaga,skitar karawang,,info dari BPBD karawang.
    7 pintu air d curug sudah d buka karena air sudah meluap d skiratan purwakarta.. karawang siap siaga

    Hasil Cek Fakta

    Melalui hasil penelusuran, kabar tersebut dibantah oleh pihak Perusahaan Jasa Tirta II Jatiluhur. Menurut Sekretaris Perusahaan Jasa Tirta II Jatiluhur Nandang Munandar, informasi yang menyebutkan Bendung Walahar meluap dan kapasitas air Bendungan Jatiluhur penuh merupakan berita palsu atau hoaks.

    “Sampai saat ini tampungan Bendungan Jatiluhur masih dalam batas aman,” kata Nandang.

    Ia menyampaikan, banjir yang terjadi di sembilan kecamatan sekitar Karawang itu akibat besarnya aliran sungai lokal di bawah Bendungan Jatiluhur.

    Menurut dia, Bendungan Jatiluhur tidak memiliki pintu yang dibuka-tutup untuk melepas banjir. Seluruh debit air dikeluarkan melalui pembangkit listrik (PLTA).

    "Saat ini TMA (Tinggi Muka Air) Waduk Jatiluhur masih di bawah normal, yaitu + 96,60 mdpl (normal + 107,00 mdpl) atau 10,4 m di bawah normal," kata dia.

    Dikatakannya, air keluar dari Bendungan Jatiluhur hanya 93 m3/detik, dimana debit banjir berasal dari Sungai Cikao tercatat sebesar 223,82 m3/detik.

    Untuk puncak limpasan Cibeet 681 m3/detik menuju aliran ke wilayah Karawang yang berada di hilir/bawah Bendungan Jatiluhur.

    "Sungai Cikao masuk ke dalam aliran Sungai Citarum (di Desa Cikao, Kecamatan Jatiluhur). Selanjutnya Sungai Citarum bertemu dengan Sungai Cibeet di wilayah Karawang," kata dia.

    Nandang meminta kepada masyarakat tidak mudah percaya terhadap berita palsu atau hoaks yang diembuskan orang-orang yang tidak bertanggung jawab.

    "Kami mengimbau agar masyarakat tidak mudah percaya terhadap berita palsu yang telah diembuskan orang-orang yang tidak bertanggung jawab," katanya.

    Ia juga menegaskan, berita Bendung Walahar yang meluap juga tidak benar. Bendung Walahar juga disebut masih dalam kategori aman.

    Selain itu, Nandang mengajak masyarakat untuk mengakses laman www.jasatirta2.co.id untuk mendapatkan informasi lebih lanjut. “Informasi lebih lanjut tentang kondisi Tinggi Muka Air (TMA) dapat diakses melalui www.jasatirta2.co.id,” tuturnya.

    Kesimpulan

    Atas dasar itu, maka konten yang menyebutkan bahwa Bendung Walahar akan meluap dan Bendung Jatiluhur akan penuh tidak benar. Dengan demikian, konten tersebut masuk ke dalam kategori Misleading Content atau Konten yang Menyesatkan.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini