Beredar artikel dan tangkapan layar dari sebuah situs yang menulis judul artikelnya sebagai berikut :
“Tanggal 22 mei pendukung 02 Kepung KPU, Wiranto: Biarkan Saja, Untuk Bahan Berburu Menembak TNI-POLRI”
[SALAH] Tanggal 22 mei pendukung 02 Kepung KPU, Wiranto: Biarkan Saja, Untuk Bahan Berburu Menembak TNI-POLRI
Sumber:Tanggal publish: 22/05/2019
Berita
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan hasil penelusuran, tidak ditemukan pernyataan Menko Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan , Wiranto seperti yang tertulis pada judul artikel di situs tersebut. Tulisan tersebut ternyata adalah tambahan dari penulis artikel tersebut yang menyalin isi berita itu dari situs tribunnews.com.
Sementara, di artikel yang di situs tribunnews.com, yang tertulis adalah : “Wiranto menuturkan pihaknya mengapresiasi pemilu sudah selesai dan mendapat apresiasi dari 39 negara.“, tulisan inilah yang dihilangkan dan diganti dengan : “Wiranto menuturkan pihaknya jika ada yang memang nekat ingin berangkat people power maka TNI POLRI tidak segan segan untuk menembak menggunakan gas air mata, ya hitung hitung untuk bahan latihan TNI POLRI“
Selain itu, berdasarkan hasil penelurusan terhadap author situs ini, ditemukan nama “OPERAIND” sebagai author situs ini. OPERAIND sendiri adalah bagian dari situs-situs yang sering dilaporkan sebagai situs penyebar informasi hoaks.
Sementara, di artikel yang di situs tribunnews.com, yang tertulis adalah : “Wiranto menuturkan pihaknya mengapresiasi pemilu sudah selesai dan mendapat apresiasi dari 39 negara.“, tulisan inilah yang dihilangkan dan diganti dengan : “Wiranto menuturkan pihaknya jika ada yang memang nekat ingin berangkat people power maka TNI POLRI tidak segan segan untuk menembak menggunakan gas air mata, ya hitung hitung untuk bahan latihan TNI POLRI“
Selain itu, berdasarkan hasil penelurusan terhadap author situs ini, ditemukan nama “OPERAIND” sebagai author situs ini. OPERAIND sendiri adalah bagian dari situs-situs yang sering dilaporkan sebagai situs penyebar informasi hoaks.
Rujukan
[SALAH] “Di shoot tv one cuma bisa bhs cina”
Sumber: facebook.comTanggal publish: 22/05/2019
Berita
“bukan hoak tau….ini nyata. Di shoot tv one cuma bisa bhs cina”
Hasil Cek Fakta
Dari sumber aslinya, suara yang terekam sebenarnya adalah bahasa Madura. Video yang dinyatakan sebagai bahasa Cina yang diunggah oleh sumber klaim adalah video berita TV One dengan kualitas suara rendah dan tidak jelas terdengar.
Rujukan
[BERITA] Polisi Tegaskan Kabar Brimob Sipit dari China Hoaks
Sumber:Tanggal publish: 22/05/2019
Berita
Foto anggota Brimob bermata sipit viral di media sosial usai demo di depan Bawaslu kemarin. Polisi angkat bicara dan menegaskan semua anggotanya WNI.
Dalam foto yang beredar, tampak 3 anggota polisi yang memakai penutup wajah dan seolah-olah disebut berasal dari China karena dinilai memiliki mata sipit. Di frame lain, para polisi tersebut diisukan berkomunikasi dengan bahasa China.
Polri menepis tuduhan tersebut. Polri menegaskan, personel Brimob yang dikerahkan semuanya adalah WNI. “Banyak foto dan anggota Polri bahwa pasukan dari negeri seberang yang bermata sipit. Kalau dilihat, saya sipit juga. Ini tidak ada, kita bantah. Murni bahwa itu personel Brimob WNI,” ujar Kadiv Humas Polri Irjen M Iqbal di Kantor Kemenko Polhukam, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Rabu (22/5/2019).
Dalam foto yang beredar, tampak 3 anggota polisi yang memakai penutup wajah dan seolah-olah disebut berasal dari China karena dinilai memiliki mata sipit. Di frame lain, para polisi tersebut diisukan berkomunikasi dengan bahasa China.
Polri menepis tuduhan tersebut. Polri menegaskan, personel Brimob yang dikerahkan semuanya adalah WNI. “Banyak foto dan anggota Polri bahwa pasukan dari negeri seberang yang bermata sipit. Kalau dilihat, saya sipit juga. Ini tidak ada, kita bantah. Murni bahwa itu personel Brimob WNI,” ujar Kadiv Humas Polri Irjen M Iqbal di Kantor Kemenko Polhukam, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Rabu (22/5/2019).
Hasil Cek Fakta
Rujukan
[BERITA] Ini Pesan Ajakan Mengebom Massal yang Disebar Guru di Garut
Sumber:Tanggal publish: 21/05/2019
Berita
Polisi menangkap seorang guru di Kabupaten Garut lantaran menyebarkan ajakan pengeboman massal di Jakarta pada 22 Mei 2019. Guru berinisial AS (54) itu menyebar ajakannya via WhatsApp. Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan AS menyebar ajakan itu di sejumlah grup WhatsApp. "Modusnya saat ini didapat dengan konten kata-kata di dalam WhatsApp di HP yang bersangkutan," ujar Truno kepada wartawan di Mapolres Garut, Jalan Sudirman, Karangpawitan, Selasa (21/5/2019).
Begini isi pesan tersebut :
MARI HANCURKAN PERUSAK NKRI
UNDANGAN PENGEBOMAN MASSAL DI JAKARTA!!!
PERANG BADAR DI LAKUKAN KETIKA RAMADHAN, MARI KITA BERPERANG DI BULAN RAMADHAN INI, INGAT TANGGAL 21-22 MEI !!!
Baca juga: Guru di Garut Gunakan WhatsApp Sebar Ajakan Mengebom KPU Pusat
CATATAN: Bagi yang ingin membantu jihad kami, dapat data ke Jl HOS Cokroaminoto, Menteng, Jakarta untuk mengambil peralatan peledakan (jangan membawa antum)
#2019PrabowoHarusPresiden
#KPUCurang.
Melansir dari merdeka.com, AS diketahui sebagai guru ASN yang mengajar mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di salah satu SMA Negeri di Garut. Ia membagikan pesan teror ancaman pengeboman massal di Jakarta pada 21-22 Mei. Diantara grup yang dikirimi pesan tersebut adalah PAI, media Islam, sedulur Banten, SGT, dan Indonesia for Palestin.
Adapun untuk lokasi ancaman pengeboman tersebut, Trunoyuda menyebut bahwa hanya dituliskan nama Jakarta saja, tidak ada lokasi jelas yang dituliskan. "Yang jelas ini semua hoaks dan pelaku asal menyebarkan informasi yang diterimanya. Kami masih mendalami darimana pelaku dapat informasi tersebut," katanya.
Selain itu Trunoyudo menyebut bahwa AS posisinya sebagai penyebar pesan saja ke grup dan kontak whatsapp miliknya. Untuk pembuat pesan itu sendiri, berdasarkan pengakuan AS bukanlah dirinya. Pihak kepolisian sendiri terus melakukan pendalaman untuk pembuat pesannya. Pihak kepolisian sendiri mengamankan sejumlah barang bukti dalam kasus tersebut, seperti smartphone milik AS dan saksi. Selain itu juga, pihak kepolisian mengambil postingan twitter akun atas nama Nona Cebong Manado.
Begini isi pesan tersebut :
MARI HANCURKAN PERUSAK NKRI
UNDANGAN PENGEBOMAN MASSAL DI JAKARTA!!!
PERANG BADAR DI LAKUKAN KETIKA RAMADHAN, MARI KITA BERPERANG DI BULAN RAMADHAN INI, INGAT TANGGAL 21-22 MEI !!!
Baca juga: Guru di Garut Gunakan WhatsApp Sebar Ajakan Mengebom KPU Pusat
CATATAN: Bagi yang ingin membantu jihad kami, dapat data ke Jl HOS Cokroaminoto, Menteng, Jakarta untuk mengambil peralatan peledakan (jangan membawa antum)
#2019PrabowoHarusPresiden
#KPUCurang.
Melansir dari merdeka.com, AS diketahui sebagai guru ASN yang mengajar mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di salah satu SMA Negeri di Garut. Ia membagikan pesan teror ancaman pengeboman massal di Jakarta pada 21-22 Mei. Diantara grup yang dikirimi pesan tersebut adalah PAI, media Islam, sedulur Banten, SGT, dan Indonesia for Palestin.
Adapun untuk lokasi ancaman pengeboman tersebut, Trunoyuda menyebut bahwa hanya dituliskan nama Jakarta saja, tidak ada lokasi jelas yang dituliskan. "Yang jelas ini semua hoaks dan pelaku asal menyebarkan informasi yang diterimanya. Kami masih mendalami darimana pelaku dapat informasi tersebut," katanya.
Selain itu Trunoyudo menyebut bahwa AS posisinya sebagai penyebar pesan saja ke grup dan kontak whatsapp miliknya. Untuk pembuat pesan itu sendiri, berdasarkan pengakuan AS bukanlah dirinya. Pihak kepolisian sendiri terus melakukan pendalaman untuk pembuat pesannya. Pihak kepolisian sendiri mengamankan sejumlah barang bukti dalam kasus tersebut, seperti smartphone milik AS dan saksi. Selain itu juga, pihak kepolisian mengambil postingan twitter akun atas nama Nona Cebong Manado.
Hasil Cek Fakta
Rujukan
Halaman: 7775/8484





