Sistem Informasi Penghitungan Suara atau Situng KPU RI bukanlah satu-satunya alat untuk menentukan dan menetapkan hasil pemilu. Namun, dengan adanya Situng, maka informasi dapat dengan cepat di akses oleh masyarakat. “Informasi yang disediakan KPU melalui Situng adalah informasi untuk mempercepat penyampaian hasil pelaksanaan pemungutan dan perhitungan suara kepada masyarakat,” kata Ketua KPU RI, Arief Budiman di kantornya, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Jumat (26/4/2019).
Selain itu, Arief juga menyebut jika Situng menjadi alat kontrol bagi banyak pihak. Maksudnya, masyarakat bisa mengontrol adanya petugas yang salah input data atau nakal melalui aplikasi tersebut. Tak hanya itu, keberadaan Situng juga penting bagi pihak keamanan informasi. Ini karena, melalui Situng mereka bisa tahu perkembangan hasil penghitungan suara seperti apa. Kendati menyajikan informasi hasil pemilu dengan cepat, Arief mengingatkan agar masyarakat tak mengira Situng KPU RI satu-satunya alat yang menetukan hasil pemilu secara nasional. Sebab, proses penetapan hasil dilakukan secara berjenjang berdasarkan berita acara manual yang dibuat di masing-masing tingkatan.
[BERITA] “Bukan Satu-satunya Penentu Hasil Pemilu, Ini Sejumlah Kegunaan Situng KPU RI”
Sumber:Tanggal publish: 04/05/2019
Berita
Hasil Cek Fakta
Rujukan
[SALAH] “BARESKRIM POLRI GAMBIR JADI PUSAT KENDALI SITUNG KPU”
Sumber: facebook.comTanggal publish: 04/05/2019
Berita
“”GILA … TERNYATA BARESKRIM MABES POLRI DI GAMBIR JADI PUSAT KENDALI SITUNG KPU ‼
ALHAMDULILLAH PENYUSUP TERLACAK ‼
KATA PAKAR ITB , ADA INTRUDER DI SITUNG KPU ……..
INTRUDER BERFUNGSI MENGUBAH DATA UNTUK DISESUAIKAN DENGAN HASIL QUICK COUNT ……
Dengan intruder ini , maka perolehan suara paslon 02 tidak akan mampu menyalip posisi 01
Bahkan mendekati pun tidak , meski ada suara tambahan besar2an pada paslon 02 .
…”
Salinan narasi selengkapnya di (3) bagian REFERENSI.
ALHAMDULILLAH PENYUSUP TERLACAK ‼
KATA PAKAR ITB , ADA INTRUDER DI SITUNG KPU ……..
INTRUDER BERFUNGSI MENGUBAH DATA UNTUK DISESUAIKAN DENGAN HASIL QUICK COUNT ……
Dengan intruder ini , maka perolehan suara paslon 02 tidak akan mampu menyalip posisi 01
Bahkan mendekati pun tidak , meski ada suara tambahan besar2an pada paslon 02 .
…”
Salinan narasi selengkapnya di (3) bagian REFERENSI.
Hasil Cek Fakta
Situng BUKAN yang menentukan hasil pemilu secara nasional karena proses penetapan berdasarkan BERITA ACARA MANUAL yang dilakukan berjenjang di masing-masing tingkatan, selengkapnya di bagian PENJELASAN dan REFERENSI.
Rujukan
Risma Walikota Surabaya Marah Besar dengan KPU dan Bawaslu
Sumber: facebook.comTanggal publish: 03/05/2019
Berita
Beredar video seorang perempuan berorasi di depan sebuah gedung dan sejumlah aparat Kepolisian, bertuliskan Wali Kota Surabaya Ibu Risma di media sosial. Dalam video tersebut wajah sang perempuan tampak tidak ditayangkan secara jelas, dan hanya terdengar suaranya saja yang lantang menggunakan alat pengeras suara.
Hasil Cek Fakta
Atas beredarnya video yang menyangkut nama Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini itu, Kepala Bagian Humas Pemkot Surabaya M Fikser memberikan pernyataan tegas bahwa sosok perempuan itu bukanlah Wali Kota Surabaya.
“Sosok di video itu bukan Wali Kota Surabaya, Ibu Tri Rismaharini. Video tersebut juga tidak berlokasi di Surabaya,” kata M Fikser, Kamis (2/5/2019).
Berdasarkan pernyataan M Fikser, jelas bahwa video yang berdurasi 2 menit 5 detik tersebut adalah hoax.
Klarifikasi ini juga dimuat di akun fanspage terverifikasi milik Humas Pemkot Surabaya dengan narasi :
“KLARIFIKASI VIDEO HOAX ATAS NAMAKAN BU RISMA!
Pemkot Surabaya menyatakan bahwa video ini tidak benar Bu risma terlibat dalam video ini.
Dalam video ini, kejadiannya juga tidak berada di Surabaya.
Yuk kita jangan ikut dalam menyebarkan video hoax!!”
Setelah ditelusuri, orasi wanita tersebut ternyata adalah bagian dari aksi yang dilakukan puluhan orang tergabung dalam Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS) Jumat, 26 April 2019. Mereka menuntut lembaga penyelenggara Pemilu itu untuk tidak curang dalam penghitungan suara pemilu.
Massa tampak berkumpul di depan kantor KPU yang terletak di Sumber, Banjarsari, Solo. Sebuah truk yang dimodifikasi menjadi panggung orasi juga terparkir di depan pintu masuk kantor itu.
Sejumlah personel Kepolisian dan TNI berjaga-jaga di sekitar kantor itu. Polisi juga memasang kawat berduri untuk yang diletakkan depan kantor KPU.
Fakta ini diperkuat setelah tangkapan layar dari video tersebut dibandingkan dengan foto yang dimuat di situs viva.co.id dan foto tampilan depan kantor KPU Surakarta yang dimuat di Goggle Maps.
“Sosok di video itu bukan Wali Kota Surabaya, Ibu Tri Rismaharini. Video tersebut juga tidak berlokasi di Surabaya,” kata M Fikser, Kamis (2/5/2019).
Berdasarkan pernyataan M Fikser, jelas bahwa video yang berdurasi 2 menit 5 detik tersebut adalah hoax.
Klarifikasi ini juga dimuat di akun fanspage terverifikasi milik Humas Pemkot Surabaya dengan narasi :
“KLARIFIKASI VIDEO HOAX ATAS NAMAKAN BU RISMA!
Pemkot Surabaya menyatakan bahwa video ini tidak benar Bu risma terlibat dalam video ini.
Dalam video ini, kejadiannya juga tidak berada di Surabaya.
Yuk kita jangan ikut dalam menyebarkan video hoax!!”
Setelah ditelusuri, orasi wanita tersebut ternyata adalah bagian dari aksi yang dilakukan puluhan orang tergabung dalam Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS) Jumat, 26 April 2019. Mereka menuntut lembaga penyelenggara Pemilu itu untuk tidak curang dalam penghitungan suara pemilu.
Massa tampak berkumpul di depan kantor KPU yang terletak di Sumber, Banjarsari, Solo. Sebuah truk yang dimodifikasi menjadi panggung orasi juga terparkir di depan pintu masuk kantor itu.
Sejumlah personel Kepolisian dan TNI berjaga-jaga di sekitar kantor itu. Polisi juga memasang kawat berduri untuk yang diletakkan depan kantor KPU.
Fakta ini diperkuat setelah tangkapan layar dari video tersebut dibandingkan dengan foto yang dimuat di situs viva.co.id dan foto tampilan depan kantor KPU Surakarta yang dimuat di Goggle Maps.
Rujukan
[BERITA] Kapolri Sebut Rotasi Perwira Tinggi di Polri adalah Hal Biasa
Sumber:Tanggal publish: 02/05/2019
Berita
Rotasi di Korps Bhayangkara kembali dilakukan. Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan, mutasi merupakan hal biasa di instansi tersebut. "Mutasi ini rutin, kali ini dipicu oleh dua orang yang pensiun. Dilakukan pergantian sesuai dengan apa yang saya anggap cakap untuk melakukan itu," kata Tito di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (2/5/2019).
Perwira Tinggi Polri yang dirotasi saat ini yaitu Brigjen Pol Rudolf Alberth Rodja menjabat sebagai Kapolda Papua menggantikan Irjen Pol Pol Martuani Sormin, yang dimutasi menjadi Asops Kapolri. Rudolf sebelumnya berposisi sebagai Kapolda Papua Barat dan kini ia digantikan oleh Brigjen Pol Herry Rudolf Nahak yang sempat menjabat sebagai Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri. Kapolda Jawa Barat saat ini adalah Irjen Pol Rudy Sufahriadi. Ia menggantikan Irjen Pol Agung Budi Maryoto yang kini menjabat sebagai Kabaintelkam Polri. Irjen Pol Condro Kirono dilantik sebagai Kabaharkam Polri yang sebelumnya merupakan Kapolda Jawa Tengah. Kapolda Jawa tengah saat ini dijabat oleh Irjen Pol Rycko Amelza. Irjen Pol Achmat Juri yang sebelumnya merupakan Kapolda Nusa Tenggara Barat kini menjabat sebagai Gubernur Akpol. Ia digantikan oleh Brigjen Pol Nana Sujana. Jabatan Irwasum diserahkan dari Komjen Pol Putut Eko Bayuseno kepada Komjen Pol Moechgiyarto. Putut dimutasi sebagai Pati Polri dalam rangka pensiun. Jabatan Kabaintelkam diserahkan dari Komjen Pol Unggung Cahyono kepada Irjen Pol Agung Maryoto. Unggung dimutasikan sebagai Pati Polri dalam rangka pensiun. Mutasi ini terdaftar dalam Telegram Kapolri Nomor ST/1202/IV/KEP/2019 yang ditandatangani AS SDM Kapolri Irjen Pol Eko Indra Heri S bertanggal 26 April 2019.
Dilansir dari kompas.com, Kepala Biro Penerangan Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal (Pol) Dedi Prasetyo mengatakan dilakukannya promosi serta tour of area dan tour of duty dalam rangka meningkatkan kinerja organisasi.
Perwira Tinggi Polri yang dirotasi saat ini yaitu Brigjen Pol Rudolf Alberth Rodja menjabat sebagai Kapolda Papua menggantikan Irjen Pol Pol Martuani Sormin, yang dimutasi menjadi Asops Kapolri. Rudolf sebelumnya berposisi sebagai Kapolda Papua Barat dan kini ia digantikan oleh Brigjen Pol Herry Rudolf Nahak yang sempat menjabat sebagai Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri. Kapolda Jawa Barat saat ini adalah Irjen Pol Rudy Sufahriadi. Ia menggantikan Irjen Pol Agung Budi Maryoto yang kini menjabat sebagai Kabaintelkam Polri. Irjen Pol Condro Kirono dilantik sebagai Kabaharkam Polri yang sebelumnya merupakan Kapolda Jawa Tengah. Kapolda Jawa tengah saat ini dijabat oleh Irjen Pol Rycko Amelza. Irjen Pol Achmat Juri yang sebelumnya merupakan Kapolda Nusa Tenggara Barat kini menjabat sebagai Gubernur Akpol. Ia digantikan oleh Brigjen Pol Nana Sujana. Jabatan Irwasum diserahkan dari Komjen Pol Putut Eko Bayuseno kepada Komjen Pol Moechgiyarto. Putut dimutasi sebagai Pati Polri dalam rangka pensiun. Jabatan Kabaintelkam diserahkan dari Komjen Pol Unggung Cahyono kepada Irjen Pol Agung Maryoto. Unggung dimutasikan sebagai Pati Polri dalam rangka pensiun. Mutasi ini terdaftar dalam Telegram Kapolri Nomor ST/1202/IV/KEP/2019 yang ditandatangani AS SDM Kapolri Irjen Pol Eko Indra Heri S bertanggal 26 April 2019.
Dilansir dari kompas.com, Kepala Biro Penerangan Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal (Pol) Dedi Prasetyo mengatakan dilakukannya promosi serta tour of area dan tour of duty dalam rangka meningkatkan kinerja organisasi.
Hasil Cek Fakta
Rujukan
Halaman: 7786/8480




