• Server KPU Down Dan Kecurangan IT

    Sumber: https://www.facebook.com/
    Tanggal publish: 02/04/2019

    Berita

    Sebuah akun Facebook memposting hasutan bahwa telah terjadi “kecurangan IT” dengan cara mematikan server KPU

    Hasil Cek Fakta

    Situs KPU sempat tidak bisa diakses karena kelebihan beban akibat besarnya jumlah pengunjung yang mengakses situs. Setelah dilakukan tuning ulang maka situs bisa kembali berjalan. Situs yang down adalah situs publikasi, bukan situs input data. Situs input data tetap berjalan dan petugas KPU tetap dapat melakukan input data. Ketika situs publikasi kembali berjalan tentu saja sudah ada pertambahan data dari situs input data sehingga tampilan juga sudah berubah mengikuti data terbaru.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [BENAR] Klarifikasi Atas Isu OTT Bupati Kapuas Oleh KPK

    Sumber:
    Tanggal publish: 02/04/2019

    Hasil Cek Fakta

    Muncul isu yang mengatakan Bupati Kapuas Kalimantan Tengah, Ben Brahim S Bahat, telah terkena operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Atas isu tersebut, pihak Ben Brahim pun angkat bicara.

    Melalui siaran persnya kepada awak media, Ben Brahim menyatakan bahwa isu penangkapan dirinya tidak benar. “Saya menyampaikan klarifikasi bahwa semuanya itu tidak benar, dan saya tegaskan isu tersebut hanya kabar bohong,” kata Ben Brahim.

    Ben pun mengatakan, bahwa awalnya memang ada rencana kegiatan pelantikan di jajaran Pemkab Kapuas. Namun berhubung ada panggilan rapat dari Pemprov Kalteng secara mendadak dan tidak dapat diwakilkan, maka pihaknya bersama sejumlah kepala daerah lainnya langsung berangkat ke Kota Palangka Raya.

    Ia menjelaskan, rapat yang harus dihadiri di Palangka Raya saat itu, yakni rapat terkait pengamanan Pemilihan Legislatif dan Pemilihan Presiden 2019. Ben pun menyatakan sempat kaget dirinya dikabarkan tertangkap OTT KPK.

    “Saya juga sempat kaget mendengar isu yang beredar menerpa saya. Dan saya tegaskan kembali bahwa permasalahan tersebut tidak benar adanya. Terkait rencana kegiatan pelantikan di jajaran Pemkab Kapuas, maka terpaksa ditunda dulu, dan akan dijadwalkan ulang kembali,” ungkap Ben Brahim.

    Klarifikasi atas tidak benarnya isu OTT KPK Bupati Kapuas juga disampaikan oleh Humas Polda Kalteng. Kabid Humas Polda Kalteng Kombes Pol Hendra Rochmawan menegaskan, informasi yang beredar terkait adanya dugaan operasi tangkap tangan terhadap Bupati Kapuas Ben Brahim S Bahat beserta istri dan salah seorang anggota DPRD, sama sekali tidak benar.

    “Tidak benar dan tidak ada kaitannya dengan kepolisian dan KPK. Tolong informasi ini disampaikan ke teman-teman yang lainnya ya,” kata Hendra.

    Hendra pun menjelaskan, kehadiran Bupati Kapuas Ben Ibrahim di Palangka Raya karena mengikuti kegiatan. “Beliau memang ada kegiatan di Palangka Raya, tapi tidak ada kaitannya sama sekali dengan hal tersebut,” ujar Hendra.

    Rujukan

    • Mafindo
    • ANTARA News
    • Berita Satu
    • Suara.com
    • 4 media telah memverifikasi klaim ini

  • Massa 212 Datang Namun Istiqlal Digembok

    Sumber: https://www.twitter.com/
    Tanggal publish: 02/04/2019

    Berita

    Sebuah akun Twitter memposting foto dengan narasi:
    ‘Massa aksi 212 sudah banyak yang datang di depan masjid istiqlal namun Istiqlal di gembok.’

    Hasil Cek Fakta

    Sesuai jadwal yang sudah diatur pintu gerbang masjid ditutup jam 21.30 setiap malam dan dibuka kembali pukul 03.40 menjelang shalat subuh. Adapun pada aksi 411, 212 atau 112 masjid dibuka untuk jamaah menginap adalah karena Badan Pelaksana Pengelola Masjid Istiqlal sudah mendapatkan pemberitahuan sebelumnya dari pihak-pihak yang berkepentingan. Berikut adalah penjelasan resmi pengelola Istiqlal sebagaimana dimuat dalam situs berita Republika:

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • Parasetamol Mengandung Virus

    Sumber: web.whatsapp.com/
    Tanggal publish: 02/04/2019

    Berita

    Beredar di grup WhatsApp berita hoax dengan kata-kata seperti berikut:

    ‘PERINGATAN URGENT! Hati-hati untuk tidak menggunakan parasetamol yang datang ditulis P / 500. Ini adalah parasetamol baru, sangat putih dan mengkilap, mengandung “Machupo” virus, dianggap salah satu virus yang paling berbahaya di dunia. Dan dengan tingkat kematian yang tinggi. Silakan berbagi pesan ini, untuk semua orang dan keluarga. Dan menyelamatkan hidup dari mereka ….. saya sudah melakukan bagian saya, sekarang giliran Anda’

    Hasil Cek Fakta

    Badang Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah menyatakan bahwa postingan berantai di grup WhatsApp itu adalah hoax sebagaimana disampaikan pada laman situs resmi BPOM

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini