• [DISINFORMASI] Pesan Berantai Keripik Jamur “Snack Good” yang Mengandung Narkoba Golongan 1

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 05/09/2018

    Berita

    Yth ; 
    Ka BNN, Irtama, Para Deputi, Para Irwil, Para Direktur, Para Karo, Kapuslitdatin dan Kabag Humas...
    Mohon ijin melaporkan bahwa Lab. BNN telah menguji sampel keripik jamur yg dikirimkan Dit IV Narkoba Polri pada Hari Rabu sore dan selesai dianalisis Kamis siang, dengan hasil ; POSITIF MENGANDUNG PSILOSIN 
    ( Gol 1 Narkotika)
    Hati2 ... ini kripik ternyata mengandung NARKOBA.. makanya home made .. sudah dicek oleh BNN
    mohon buat para orangtua selalu menjaga anak2/ keluarga dari jajanan sembarangan
    Segala cara dilakukan utk menghancurkan generasi muda , agar penjualan narkoba lancar terus terus terus tak pernah putus.
    Kripik Jamur ini banyak dijual di Bandung.
    Sampaikan kepada anak2 / keponakan / siapapun , terutama yg suka ngemil jejamuran utk tidak coba makan snack jamur ini
    silahkan di share…
    {DISINFORMASI] Pesan Berantai Keripik Jamur “Snack Good” yang Mengandung Narkoba Golongan 1

    Hasil Cek Fakta

    Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Pol Eko Daniyanto membenarkan adanya keripik jamur mengandung narkoba. Namun, itu merupakan kasus lama yang diungkap pihaknya pertengahan tahun lalu. "Kasusnya kita ungkap tahun 2017 di Lembang, Bandung," ujarnya kepada JawaPos.com, Selasa (5/9) malam.




    Dia mengaku bingung mengapa kasus lama itu diviralkan kembali di media sosial. "Makanya saya kaget juga teman-teman media nanyain saya soal ini tadi. Berarti itu hoax," tegasnya.




    Sementara itu, Kepala Bagian Humas Badan Narkotika Nasional (BNN) Kombes Pol Sulistiandriatmoko juga mengatakan hal serupa.




    "Betul, kasus tersebut diungkap oleh Direktorat IV Bareskrim pada pertengahan tahun lalu. Snack keripik jamur tersebut adalah narkotika golongan satu, nama jamurnya Psylosibin, nama narkotikanya Psylosin," pungkasnya menjawab pesan singkat JawaPos.com semalam.




    Di pertengahan bulan Mei 2018, pesan berantai yang sama juga pernah beredar di media sosial.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [DISINFORMASI] @RatnaSpaet: “Masih mau 2 Periode?”

    Sumber: twitter.com
    Tanggal publish: 05/09/2018

    Berita

    "Masih mau 2 Periode? Pakai akal pikiranmu - Gugah hari Nuranimu. Cc: ⁦@jokowi⁩".

    Hasil Cek Fakta

    Sudah pernah beredar dan diklarifikasi di 2016: "Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia Tirta Segara menegaskan, sampai saat ini BI hanya mengeluarkan dan mengatur pecahan rupiah paling besar yaitu Rp 100 ribu‎. "Terkait informasi yang beredar di medsos mengenai uang pecahan Rp 200 ribu, Bank Indonesia menyatakan bahwa informasi tersebut tidak benar," kataTirta dalam keterangannya, Kamis (18/2/2016)."

    Rujukan

    • Mafindo
    • Liputan 6
    • 2 media telah memverifikasi klaim ini

  • [HOAX] MINUMAN RED BULL MENGANDUNG SPERMA BANTENG

    Sumber: Sosial Media
    Tanggal publish: 05/09/2018

    Berita

    Red Bull and other brands of energy drinks contain bull semen

    Hasil Cek Fakta

    Energy drinks such as Red Bull have long been dogged by rumors that they contain dangerous ingredients such as “artificially manufactured stimulants,” and in more recent years such rumors have taken a turn towards the bizarre with claims that various brands of energy drink include “bull semen” or “bull sperm.” More outlandish versions of such rumors maintain that some entity such as the “Longhorn Cattle Company” performed tests on energy drinks and “found in fact they do contain bull sperm.” (Why a livestock company would want to test commercial beverages for the presence of bull sperm remains unexplained.)

    The “bull sperm” rumor seems to stem from the fact that the Red Bull brand of energy drink includes taurine, an organic acid which, among other uses, is often added to infant milk formulas (because taurine is naturally present in breast milk). The composition of that substance’s name — “taur” being a Greek/Latin root for “bull,” and the “-ine” suffix denoting something derived from the preceding root — suggests to the casual observer that taurine is something made or excreted by a bull, possibly something like “bull urine.” And of course the brand name “Red Bull” ties the product to the image of a bull and connotations of the strong, powerful, potent life force that animal represents, so it doesn’t seem like such a stretch that the drink might contain some type of “vital essence” taken from the animal itself.

    Although taurine is so named because it was first isolated from ox bile, it is actually found in the large intestines and tissues of many different animals, including humans. But the taurine used in Red Bull brand energy drink (and other foods) is not derived from bulls (or any other animal) at all: it’s synthetically produced in laboratories. Since at least 2010, Red Bull’s online FAQ has addressed questions about the taurine used in their popular energy drink being made from bulls’ testicles or derived from bull semen:

    Q: IS TAURINE MADE FROM BULLS’ TESTICLES? IS TAURINE A DERIVATIVE OF BULLS’ TESTICLES OR SEMEN?

    A: The taurine in Red Bull® Energy Drink is a purely synthetic substance produced by pharmaceutical companies and is not derived from animals or animal materials. All ingredients for Red Bull® Energy Drink are synthetically produced by pharmaceutical companies. This guarantees the highest quality.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • (SALAH): Info Rekruitmen BUMN PT Nindya Karya (Persero)

    Sumber: twitter.com
    Tanggal publish: 04/09/2018

    Berita

    Beredar di media sosial surat panggilan seleksi calon karyawan PT Nindya Karya (Persero) yang akan diselenggarakan pada 6-7 september 2018 mendatang. Dalam surat edaran tersebut dituliskan bahwa perekrutan berlangsung di Denpasar, Bali. Terdapat 4 rangkap dalam surat edaran tersebut yang berisi panggilan undangan seleksi, daftar nama peserta yang diundang menghadiri seleksi, beberapa kuisioner serta alur tahapan seleksi hingga kebijakan gaji.

    Hasil Cek Fakta

    Menanggapi hal tersebut, PT Nindya Karya (persero) melalui web resminya mengklarifikasi bahwa informasi prekrutan tersebut adalah hoaks.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini