• [SALAH] “Bahan vaksin dari darah babi, …”

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 05/08/2018

    Berita

    “Ada majalah tabloid islam bekam, bahwa bahan vaksin dr darah babi, sari pati monyet, darah pelacur, darah narapidana digabungkan jd satu jadi vaksin,,tujuannya hancurkan generasi islam,,siasat yahudi hancurkan generasi islam, supaya otak anak melemah , anakku kmren di sekolah gak ku izinkan di suntik imunisasi”

    Hasil Cek Fakta

     “Vaksin Campak dan Vaksin Rubella dibuat dari virus hidup yang dilemahkan, sehingga virus hidup yang sudah lemah ini apabila disuntikkan ke dalam tubuh manusia tidak bisa membuat, tidak cukup kuat, untuk membuat si anak sakit, hanya bisa membuat anak membentuk kekebalan, membentuk antibodi. Cara membuatnya Vaksin Campak ditanam dibiakkan di embrio atau janin ayam, di telur ayam yang steril, sedangkan Virus Rubella ditanam di Sel Puncak atau Stem Cell manusia”. Selengkapnya di http://bit.ly/2vhSYNq, iNews @ 2/9/2017 “Halalkah Imunisasi Vaksin Campak Rubella? – Special Report 02/08”.

    “Antibodi (bahasa Inggris: antibody, gamma globulin) adalah glikoprotein dengan struktur tertentu yang disekresikan oleh sel B[1] yang telah teraktivasi menjadi sel plasma,[2] sebagai respon dari antigen tertentu dan reaktif terhadap antigen tersebut.[3] Sistem imunitas manusia ditentukan oleh kemampuan tubuh untuk memproduksi antibodi untuk melawan antigen.”,

     “Dalam keadaan biasa, tubuh manusia merespon invasi virus dalam beberapa cara berbeda. Imunitas umum untuk virus dapat dikembangkan oleh sel-sel dalam tubuh yang menjadi sasaran invasi virus. Dalam situasi ini, virus dicegah dari mendapatkan akses ke sel tuan rumah. Perlindungan yang lebih umum adalah kemampuan tubuh untuk mengembangkan darah dan sel-sel limfa yang menghancurkan atau membatasi kemanjuran virus yang menyerang. Seringkali, tubuh manusia yang terinfeksi akan “belajar” bagaimana menanggapi virus tertentu di masa depan, sehingga infeksi tunggal, terutama dari virus yang relatif jinak, biasanya mengajarkan tubuh bagaimana menanggapi invasi tambahan dari virus yang sama. Flu biasa, misalnya, disebabkan oleh satu dari beberapa ratus virus. Setelah sembuh dari flu, kebanyakan orang resisten terhadap virus tertentu yang menyebabkan pilek tertentu, meskipun virus flu yang serupa masih akan menyebabkan gejala yang sama atau identik. Untuk beberapa virus yang tidak berbahaya, seseorang bahkan dapat mengembangkan kekebalan tanpa terlihat sakit.”


    Kesimpulan

    Vaksin dibuat dari virus yang dilemahkan agar tidak cukup kuat untuk membuat sakit, untuk membentuk antibodi.

    Rujukan

  • [BENAR] "Dinkes Pamekasan: Kasus Santri Kadur Efek ORI Difteri"

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 04/08/2018

    Berita

    "MASIHKAH DEPKES INGIN MEMAKSAKAN VAKSINASI???

    LIHAT INI CONTOH NYO, MENYEDIHKAN SEKALI..."

    (Isi selanjutnya adalah salinan dari sumber di (1) bagian PENJELASAN).

    Hasil Cek Fakta

    "efek imunisasi ini, memang menyebabkan anak seperti mengalami keracunan, seperti mual, dan muntah, akan tetapi hanya akan berlangsung sesaat dan tidak akan menimbulkan bahaya bagi tubuh.", selengkapnya di bagian PENJELASAN dan REFERENSI.

    Rujukan

    • Mafindo
    • Berita Satu
    • Republika Online
    • 3 media telah memverifikasi klaim ini

  • [DISINFORMASI] "Makin Parah Pesawat Kepresidenan Dijual?"

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 04/08/2018

    Berita

    Di post: "Makin parah".

    Menggunakan foto tayangan TV One dengan caption "PESAWAT KEPRESIDENAN DIJUAL? PENJUALAN PESAWAT UNTUK EFISIENSI ANGGARAN".

    Hasil Cek Fakta

    Peristiwa di 2014. "Jokowi heran dengan usul itu mengingat umur dari pesawat kepresidenan baru beberapa bulan terhitung sejak didatangkan pada April lalu. "(pesawat kepresidenan) masih baru kok mau dijual,"", selengkapnya di bagian PENJELASAN dan REFERENSI.

    Rujukan

    • Mafindo
    • Merdeka.com
    • Kompas
    • Liputan 6
    • 4 media telah memverifikasi klaim ini

  • [DISINFORMASI] Ketua MUI Sumbar, Rektor Universitas Andalas dan Rektor UIN Imam Bonjol, Masuk Jadi Tim Sukses Jokowi

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 04/08/2018

    Berita

    Pengukuhan Forum Komunikasi Relawan Pemenangan Jokowi 2019 (FKRPJ) Sumbar yang digelar di Kryad Hotel Bumi Minang,Padang, Kamis (2/8) , berbuntut kehebohan.

    Forum yang dikukuhkan oleh Ketua Dewan Pembina Relawan Jokowi (Rejo), Sidarto Danusubroto, memasukkan sejumlah nama penting di Sumbar sebagai pengurus.

    Dalam lampiran SK kepengurusan, terpampang sejumlah nama Rektor Universitas Negeri maupun swasta di Sumbar. Diantaranya, Rektor Universitas Andalas (Unand) Tafdil Husni, Rektor Universitas Negeri Padang (UNP) Ganefri, Rektor UIN IB Padang, Eka Putra Wirman, Rektor Universitas Baiturrahmah, Musliar Kasim.

    Selain rektor, sederet nama ulama Sumbar juga terdaftar dalam kepengurusan tim pemenangan Jokowi itu. Di antaranya, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumbar Shofwan Karim Elha, Ketua MUI Sumbar Gusrizal Gazahar, dan Ketua MUI Kota Padang, Duski Samad.

    Hasil Cek Fakta

    Ketua MUI Sumbar yang membantah SK tersebut dan menegaskan namanya dicatut tim FKRJ Sumbar 2019.

    Buya Gusrizal menegaskan bahwa dirinya tidak tahu menahu tentang FKRPJ yang dibentuk. Ia beranggapan, pencatutan namanua dalam daftar Penasihat FKRPJ Sumbar adalah salah satu cara pengalihan isu 'Islam Nusantara' yang ramai diperbincangkan belakangan ini.

    "Pencatutan nama dalam relawan seperti ini, sangat tidak beradab. Wahai masyarakat Minangkabau, lihatlah perlakuan mereka yang tidak malu melakukan perbuatan nista," kata Buya Gusrizal dalam keterangan tertulisnya.

    Penolakan juga datang dari Rektor Universitas Andalas (Unand), Tafdil Husni, yang mengaku tidak tau menahu soal dimasukkannya namanya dalam daftar Pengurus FKRPJ.

    Tafdil mengaku kaget karena tiba-tiba saja namanya muncul. Akibat klaim yang disampaikan FKRPJ, Tafdil bahkan sempat mengadu kepada Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB), Asman Abnur.

    "Saya juga sudah lapor pak Menristekdikti, Mohamad Nasir tadi saat beliau menghadiri kirab api obor Asian Games," katanya.

    Sementara itu, Rektor UIN Imam Bonjol Padang, Eka Putra Wirman juga membantah dirinya tergabung dalam FKRPJ. "Itu tidak benar, nama saya dicatut," kata Eka.

    Rujukan

    • Republika Online
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini