• [SALAH] Judul Berita “TKA China Punya e-KTP, Mendagri : Jangan Protes!! Petahana Punya Hak Atas Segalanya”

    Sumber: http://tribuninf0.blogspot.com
    Tanggal publish: 01/03/2019

    Berita

    TKA China Punya e-KTP, Mendagri : Jangan Protes!! Petahana Punya Hak Atas Segalanya

    Hasil Cek Fakta

    Judul berita “TKA China Punya e-KTP, Mendagri : Jangan Protes!! Petahana Punya Hak Atas Segalanya” yang ditayangkan di situs tribuninf0.blogspot.com pada hari Selasa (26/2/2019) ini mengandung unsur clickbait.

    Judul berita yang dibumbui pernyataan kontroversial pastinya ada warganet yang melihat judul tersebut langsung menyebarluaskan tanpa mengecek kebenaran dari berita itu.

    Faktanya, tidak pernah ada pernyataan Mendagri Tjahjo Kumolo yang bilang seperti judul berita tersebut di dalam isi beritanya.

    Berikut pernyataan Tjahjo Kumolo di dalam berita bohong yang dibuat situs tribuninf0.blogspot.com :

    “Ada aturan dan ada undang-undangnya, tapi yang membedakan adalah adanya kolom kewarganegaraan. Saya juga belum mendapat informasi lengkapnya dari kadis, sifatnya juga sementara,” kata Mendagri saat dihubungi, lagi pula untuk apa di besar besarkan petahana kan punya hak atas semuanya, jadi salahin kami dong ujar kemendagri Selasa (26/2/2019).

    Pernyataan Tjahjo Kumolo tersebut adalah pernyataan yang sudah direkayasa.

    Aslinya, pernyataan itu keluar dari mulut Plt Bupati Cianjur Herman Suherman, diambil dari berita yang dimuat di media daring detik.com pada hari Selasa (26/2/2019) yang berjudul “Heboh TKA China Punya e-KTP, Ternyata Diatur di Undang-Undang ini”.

    Isi berita di situs tribuninf0.blogspot.com menjiplak berita yang dimuat oleh detik.com tersebut.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] LUHUT : JOKOWI SHALAT JUMAT SAMPAI 4 RAKAAT, PRABOWO KALAH JAUH

    Sumber: asiasatu.online
    Tanggal publish: 01/03/2019

    Berita

    Salah satu akun Facebook (FB) atas nama Nurul Lang Hastra ( http://facebook.com/langhastra ) membagikan tangkapan layar atau screenshot tentang artikel salah satu media daring, berjudul “Luhut: Jokowi Shalat Jumat Sampai 4 Rakaat, Prabowo Kalah Jauh.” dengan narasi :
    “LUHUT : JOKOWI SHALAT JUMAT SAMPAI 4 RAKAAT, PRABOWO KALAH JAUH.
    Waduh… ????????????
    Jumlah Rakaat Sholat dimark-up?“

    Akun twitter @AkunTofa ( http://twitter.com/AkunTofa ) pun membuat kicauan serupa dengan narasi: “Sebaiknya gak usah bahas Syariat Islam. Jika memang bukan Muslim“.

    Artikel yang dimaksud adalah artikel yang dimuat situs asiasatu.online Dalam artikel di asiasatu yg ditayangkan tanggal 26 Feb 2019 dan dikutip oleh media Swararakyat, bunyi pernyataan Luhut ditulis sebagai berikut:
    “Sejak saya kenal 12 tahun lalu, dia (Jokowi) tukang sembahyang, tukang puasa. Bahkan shalat Jumat hingga 4 rakaat. Yang sebelah sana kita belum jelas juga.”

    Hasil Cek Fakta

    Hasil penelusuran yang dilakukan Okezone, tidak menemukan pemberitaan di media mainstream baik online nasional dan lokal serta cetak yang menyimpulkan bahwa Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan ada menyebut salat Jumat Jokowi 4 rakaat.
    Sehingga dapat dipastikan bahwa artikel yang memuat bahwa Luhut menyebut salat Jumat Jokowi 4 rakaat adalah hoaks.

    Dari sumber media seperti CNNIndonesia pada 10 Feb 2019 didapat kutipan serupa yang bunyinya,
    “Jadi kalau dibilang, misalnya, dibilang kriminalisasi ulama, darimana? Sejak saya kenal 12 tahun lalu, dia [Jokowi] tukang sembahyang, tukang puasa. Yang sebelah sana kita belum jelas juga,“

    Sebagai pembanding, dari Liputan6 pada 11 Feb 2019 juga menuliskan pernyataan Luhut sebagai berikut,
    “Jadi kalau dibilang, misalnya dibilang kriminalisasi ulama, darimana? Sejak saya kenal 12 tahun dia tukang sembahyang, tukang puasa. Yang sebelah sana kita belum jelas juga,“

    Jadi, tidak ada sama sekali pernyataan Luhut yg mengatakan : “Bahkan shalat Jumat hingga 4 rakaat.“

    Selain itu situs asiasatu.online ini sendiri sudah pernah dilaporkan sebagai situs penyebar artikel hoaks dan sudah 2 kali dibuatkan konten klarifikasinya di https://turnbackhoax.id/?s=asiasatu .

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Prabowo Marah Pada Ulama dan Tokoh Masyarakat di Madura

    Sumber: Media Sosial
    Tanggal publish: 28/02/2019

    Berita

    Ini @prabowo kasar sekali menegur ulama & tokoh masyarakat di Sumenep Madura, panggil 'You You' segala, kalau mau negur pake lah cara yg baik, ini kejadian di Ponpes Assadad Sumenep 26 Feb #PrabowoRajaTega

    Hasil Cek Fakta

    Video marahnya Calon Presiden (Capres) Nomor Urut 02, Prabowo Subianto, kepada ulama di Madura tidak benar. Sebab, menurut KH Moh Yazid, Pengurus Pondok Pesantren (Ponpes) Assadad, Ambunten Timur, Sumenep, Madura, menyatakan, Prabowo tidak memarahi ulama, melainkan menegur relawan (warga) yang tengah duduk di depan karena berbicara. Suaranya pun cukup keras sehingga langsung terdengar oleh Prabowo, yang sedang berada di atas panggung. “Nah kebetulan ada satu relawan yang sedang mengobrol kencang kedengeran sama Pak Prabowo,” kata Kiai Yazid.

    Rujukan

    • Mafindo
    • Cara reschedule tiket pesawat Garuda Indonesia
    • 2 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Video Kecelakaan Dua Pelajar Tergilas Bus di Cileungsi Bogor

    Sumber: Facebook
    Tanggal publish: 27/02/2019

    Berita

    Chek and Richek
    PERISTIWA

    Kecelakaan, 2 orang Meninggal di Gilas Bus

    Dua pelajar Wanita Berboncengan Mengalami Kecelakaan yang Merenggut Nyawanya.
    Kejadian hari ini di Bekasi arah jalan ke Cileungsi jam 11 siang tadi.

    Hasil Cek Fakta

    Kanit Laka Lantas Polres Bogor, Ipda Ade Kamsa memastikan bahwa kabar tersebut adalah hoaks. Ade mengaku bahwa sejak video ini beredar, pihaknya langsung melakukan pengecekan di lokasi kecelakaan yakni di Jalan Raya Narogong, Desa Limusnunggal, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor. "Kami sudah memeriksa pihak yang memiliki CCTV tersebut. Kejadiannya ternyata di bulan Maret 2018 lalu," kata Ade

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini