Beredar foto seorang anggota polwan yang dijadikan sebagai foto profil oleh akun Murti NurLia ( https://www.facebook.com/nanda.poetra.545 )
Di unggahan foto tersebut, ada netizen yang memberikan komentar;
“Baru saya liat polisi brani gini,. Salut tuk baknya,,,,mudah-mudahan mbak diberi pemikiran yang luas dan slalu dilindungi Tuhan y.m.e,,,salam dua jari bak”
[SALAH] Akun Facebook Polwan Dukung Prabowo Sandi
Sumber: facebook.comTanggal publish: 27/02/2019
Berita
Hasil Cek Fakta
Polda Lampung, melalui akun instagram terverikasi milik Humas Polda Lampung menyatakan bahwa foto yang digunakan oleh akun tersebut adalah foto milik polwan atas nama Bripda Chindi Ayu Permata Sari yang bertugas di Polres Peswaran dan pose yang ditampilakn polwan tersebut bukanlah bentuk dukungan kepada paslon capres 02, melainkan pose membentuk huruf “L” yang artinya “Lampung”. Foto itu sendiri sebenarnya sudah diunggah di akun instagram milik polwan tersebut sejak tahun 2016, jauh sebelum penentuan no urut pasangan calon presiden dan wakil presiden untuk pilpres 2019.
Rujukan
[BENAR] Klarifikasi Polres Bogor Terkait Pembuatan SIM Tanpa Tes Rp. 150 Ribu di Acara Millenial Road Safety Festival
Sumber:Tanggal publish: 27/02/2019
Berita
Pemutihan SIM Yang Sudah Mati dan Buat SIM baru, Berlaku Mulai Tanggal 25 agustus 2019, Tolong Di Bantu Share Ya, Agar Yang Memiliki SIM Mati Bisa Di Perbarui Tanpa Menggulang Tes Lagi, Berlaku Seluruh Indonesia.
Hasil Cek Fakta
Jelang pelaksanaan acara Millenial Road Safety Festival oleh Polres Bogor pada Minggu (3/3) mendatang, tersebar kabar yang mengatakan di acara tersebut akan ada pembuatan SIM tanpa tes dengan biaya Rp. 150. 000 untuk se-Jabodetabek.
Namun kabar ini segera diklarifikasi oleh Polres Bogor melalui akun Instagramnya @tmcpolresbogor.
Berikut klarifikasi lengkapnya:
“Benar Ada Cara Millenial Road Safety Festival Polres Bogor hari Minggu Tanggal 3 Maret 2019, tapi tidak ada pembuatan SIM tanpa tes, hanya ada Pelayanan SIM Keliling khusus Perpanjangan SIM,” posting akun Instagram @tmcpolresbogor, Minggu (24/2).
Kasat Lantas Polres Bogor, AKP M. Fadli Amri juga menegaskan bahwa tidak ada pembuatan SIM tanpa tes dalam acara tersebut.
“Tidak ada pembuatan SIM tanpa tes Rp 150 ribu, hanya ada pelayanan SIM keliling khusus memperpanjang SIM,” kata AKP Fadli dalam keterangannya, Selasa (26/2).
Di sisi yang sama, Kasubbag Humas Polres Bogor, AKP Ita Puspita Lena mengatakan pembuatan SIM yang dipatok Rp. 150.000 tanpa tes se-Jabodetabek adalah tidak benar. Ia merasa dirugikan dengan selebaran yang beredar di sejumlah media sosial tersebut.
”Bohong itu. Kami nggak pernah mengadakan pembuatan SIM cuma-cuma. Kalau untuk acaranya memang ada, tapi pembuatan SIM itu tidak ada,” ujar Ita.
Namun kabar ini segera diklarifikasi oleh Polres Bogor melalui akun Instagramnya @tmcpolresbogor.
Berikut klarifikasi lengkapnya:
“Benar Ada Cara Millenial Road Safety Festival Polres Bogor hari Minggu Tanggal 3 Maret 2019, tapi tidak ada pembuatan SIM tanpa tes, hanya ada Pelayanan SIM Keliling khusus Perpanjangan SIM,” posting akun Instagram @tmcpolresbogor, Minggu (24/2).
Kasat Lantas Polres Bogor, AKP M. Fadli Amri juga menegaskan bahwa tidak ada pembuatan SIM tanpa tes dalam acara tersebut.
“Tidak ada pembuatan SIM tanpa tes Rp 150 ribu, hanya ada pelayanan SIM keliling khusus memperpanjang SIM,” kata AKP Fadli dalam keterangannya, Selasa (26/2).
Di sisi yang sama, Kasubbag Humas Polres Bogor, AKP Ita Puspita Lena mengatakan pembuatan SIM yang dipatok Rp. 150.000 tanpa tes se-Jabodetabek adalah tidak benar. Ia merasa dirugikan dengan selebaran yang beredar di sejumlah media sosial tersebut.
”Bohong itu. Kami nggak pernah mengadakan pembuatan SIM cuma-cuma. Kalau untuk acaranya memang ada, tapi pembuatan SIM itu tidak ada,” ujar Ita.
Rujukan
[BENAR] Klarifikasi Terkait Isu Kelangkaan Gas LPG 3 Kg di Bangka Belitung
Sumber:Tanggal publish: 26/02/2019
Hasil Cek Fakta
Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Bangka Belitung (Babel) memberikan klarifikasi terkait isu kelangkaan gas LPG 3 Kg di daerah Babel. Kepala Disperindag Babel Sunardi mengatakan tidak ada laporan dari masyarakat tentang kelangkaan gas, apalagi pihaknya juga memiliki tim pengawas yang terus menerus melakukan pemantauan terhadap beberapa komoditas strategis kebutuhan masyarakat, termasuk gas Elpiji.
Rujukan
- https://www.facebook.com/groups/fafhh/permalink/844970922502111/
- https://turnbackhoax.id/2019/02/26/benar-klarifikasi-terkait-isu-kelangkaan-gas-lpg-3-kg-di-bangka-belitung/
- https://www.beritasatu.com/nasional/540009-disperindag-bangka-belitung-bantah-kelangkaan-gas-elpiji-tiga-kilogram.html
- http://bangka.tribunnews.com/2019/02/25/kadisperindag-babel-klaim-tak-ada-kelangkaan-gas-lpg-3-kg
- https://kumparan.com/babelhits/disperindag-babel-bantah-kelangkaan-gas-melon-1551091679892946756
[BENAR] Ketum PEPES Bantah Emak-emak Ditangkap di Karawang Anggotanya
Sumber:Tanggal publish: 26/02/2019
Berita
Sebelumnya, Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menyatakan sejumlah emak-emak di Karawang, Jawa Barat, yang berkampanye tentang ‘azan dilarang dan diperbolehkannya nikah sejenis jika Jokowi menang’ merupakan relawan Prabowo-Sandi.
Juru bicara BPN, Ferdinand Hutahaean mengatakan para emak-emak itu tergabung dalam relawan Pepes.
“Mereka itu dari relawan Pepes. Saya tidak tahu kepanjangannya apa. Tapi mereka memang dari Pepes. Mereka sudah dapat sertifikasi dari BPN,” kata Ferdinand
Juru bicara BPN, Ferdinand Hutahaean mengatakan para emak-emak itu tergabung dalam relawan Pepes.
“Mereka itu dari relawan Pepes. Saya tidak tahu kepanjangannya apa. Tapi mereka memang dari Pepes. Mereka sudah dapat sertifikasi dari BPN,” kata Ferdinand
Hasil Cek Fakta
Ketua Umum Partai Emak-emak Pendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno (PEPES), Wulan membantah tiga perempuan yang ditangkap di Karawang, Jawa Barat adalah anggotanya.
Seperti yang tertulis di akun pribadinya ( twitter.com/swulll ) ;
“Min, kl nerbitin berita yg bener dong.
Sy bilang yg mak Citra itu yg uplod video dimedsos > anggota @PEPESOfficial karawang, tp yg divideo bukan , krn tdk ada nama2 di data kami. Trus kami juga g pernah mengarahkan kampanye hitam. Gt ya min ????”
Wulan menduga emak-emak yang berkampanye jika Jokowi menang azan dilarang dan pernikahan sejenis sah itu hanya simpatisan PEPES.
Wulan mengatakan PEPES memiliki data keanggotaan di setiap daerah. Ia mengaku telah memeriksa data tersebut dan tak menemukan nama tiga ibu itu di dalamnya.
“Tapi kami enggak tahu juga kalau mereka simpatisan. Kan, kami tidak bisa mengontrol semuanya. Namanya simpatisan ya boleh-boleh saja,” kata Wulan saat dihubungi CNNIndonesia.com, Selasa (26/2).
Seperti yang tertulis di akun pribadinya ( twitter.com/swulll ) ;
“Min, kl nerbitin berita yg bener dong.
Sy bilang yg mak Citra itu yg uplod video dimedsos > anggota @PEPESOfficial karawang, tp yg divideo bukan , krn tdk ada nama2 di data kami. Trus kami juga g pernah mengarahkan kampanye hitam. Gt ya min ????”
Wulan menduga emak-emak yang berkampanye jika Jokowi menang azan dilarang dan pernikahan sejenis sah itu hanya simpatisan PEPES.
Wulan mengatakan PEPES memiliki data keanggotaan di setiap daerah. Ia mengaku telah memeriksa data tersebut dan tak menemukan nama tiga ibu itu di dalamnya.
“Tapi kami enggak tahu juga kalau mereka simpatisan. Kan, kami tidak bisa mengontrol semuanya. Namanya simpatisan ya boleh-boleh saja,” kata Wulan saat dihubungi CNNIndonesia.com, Selasa (26/2).
Rujukan
Halaman: 7976/8587




