[BENAR] ANGGOTANYA DITUDING SEBAGAI PENGANIAYA TAHANAN, POLRES SUBANG BERIKAN KLARIFIKASI
Sumber: twitter.comTanggal publish: 19/07/2018
Berita
Kasus tewasnya Ade Diding seketika menjadi viral di media sosial. Fakta bahwa ia tewas diduga oleh tahanan, diputar balikan jadi fakta lain yakni Ade dianiaya oleh anggota Polri. Ditambah lagi, foto-foto dan meme foto Ade yang disebar disertai foto surat anak Ade Diding di media sosial yang ditujukanke Presiden Joko Widodo.
Hasil Cek Fakta
Kapolres Subang, AKBP M Joni menegaskan bahwa yang dikatakan oleh akun twitter tersebut tidaklah benar alias hoax. Joni menuturkan, kematian Ade sejauh ini diduga akibat penganiayaan. Namun pelaku bukan polisi melainkan tahanan lain. Hingga saat ini, kepolisian telah menetapkan 14 orang tersangka atas kasus tersebut. 13 orang sebagai pelaku penganiayaan, sementara satu orang adalah pelaku pemerasan.
Kendati demikian, AKBP Joni tetap mengakui anggotanya lalai dalam menjaga tahanan sehingga timbulah penganiayaan tersebut. Ditegaskan bahwa anggota kepolisian yang lalai akan dilakukan tindakan sesuai dengan peraturan yang sudah ditetapkan.
Kendati demikian, AKBP Joni tetap mengakui anggotanya lalai dalam menjaga tahanan sehingga timbulah penganiayaan tersebut. Ditegaskan bahwa anggota kepolisian yang lalai akan dilakukan tindakan sesuai dengan peraturan yang sudah ditetapkan.
Rujukan
[DISINFORMASI] Menpora Halalkan Judi Bola
Sumber: instagram.comTanggal publish: 18/07/2018
Berita
Menolak Lupa...!
.
Sekelas Menteri Sudah Terang-terangan Memperbolehkan Judi Bola , Setelah Itu Presiden Kemudian di Fatwakan Ulama Liberalis , Akan Jadi Apa Penerus Anak Bangsa Ini.
.
Follow dan Support Akun @reaksirakyat1.id pengganti akun @reaksirakyat1 yang Telah Tumbang.
.
.
#reaksirakyat1.id
#2019GantiPresiden
.
Sekelas Menteri Sudah Terang-terangan Memperbolehkan Judi Bola , Setelah Itu Presiden Kemudian di Fatwakan Ulama Liberalis , Akan Jadi Apa Penerus Anak Bangsa Ini.
.
Follow dan Support Akun @reaksirakyat1.id pengganti akun @reaksirakyat1 yang Telah Tumbang.
.
.
#reaksirakyat1.id
#2019GantiPresiden
Hasil Cek Fakta
Beberapa waktu lalu sempat beredar cuplikan video pidato Menteri Pemuda dan Olah Raga (Menpora) Imam Nahrawi berkomentar mengenai judi bola. Beberapa akun yang memposting cuplikan video tersebut menyebutkan bahwa Menpora sudah menghalalkan judi bola. Atas hal itu, Menpora Imam Nahrawi pun angkat bicara. Dilansir dari liputan6.com, detik.com, suara.com, dan cnnindonesia.com, Imam membantah keras tudingan dirinya memperbolehkan judi bola. Ia pun menjelaskan, pernyataannya dalam video yang sudah beredar sejak 2015 itu dipotong-potong dan bertolakbelakang dengan sikapnya yang sebenarnya. “Makannya tolong baca, lihat, secara utuh sambutan pidato saya di situ di kampus UI dan itu tahun 2015, kenapa baru ribut sekarang? Apa karena ada perdebatan yang kemudian karena tidak berdasar, kami kasih data data yang benar, jadi pihak yang tidak puas ini mencari cara kesalahan?,” ujarnya.
Rujukan
- https://www.facebook.com/groups/fafhh/permalink/692813794384492/
- https://www.liputan6.com/bola/read/3592385/video-viral-menpora-bantah-bolehkan-judi-bola
- https://sport.detik.com/sport-lain/d-4119021/beredar-video-dirinya-legalkan-judi-menpora-haram-dan-dilarang
- https://www.suara.com/bola/2018/07/17/200102/menpora-tanggapi-video-viral-dirinya-soal-judi-bola-halal
- https://www.cnnindonesia.com/nasional/20180717191815-20-314901/imam-nahrawi-klarifikasi-soal-viral-video-judi-bola-halal
[KLARIFIKASI] Beredarnya Surat Pernyataan dari Bank Mandiri Tentang Rekening Sofyan Basir Sebesar Rp 104 Triliun
Sumber:Tanggal publish: 18/07/2018
Berita
Beredar pada pesan berantai di aplikasi pesan dalam bentuk surat yang memiliki kop Bank Mandiri, yang isi dalam surat itu adalah Direktur Utama Perusahaan Listrik Negara (PLN) Sofyan Basir memiliki uang hingga Rp 104 triliun.
Dalam surat yang bertuliskan rahasia tersebut, tercantum pernyataan direksi Bank Mandiri kala itu yang menyatakan tentang tanggung jawab rekening. Adapun direksi yang ikut menandatangani adalah Direkur Utama Zulkifli Zaini, Riswinandi, dan Pahala N Mansury.
"Bertanggungjawab atas penempatan saldo rekening nomor 125-00-0438914-4 atas nama Sofyan Basir yang sekarang ditempatkan dalam saldo rupa-rupa dan akan dikembalikan pada saldo nasabah yang sebenarnya yang terdapat pada tabungan PT Bank Mandiri (Persero)," seperti tertulis dalam surat tersebut.
Dalam surat itu juga menyatakan bahwa dalam saldo rekening 125-00-0438914-4 atas nama Sofyan Basir tersebut yang berjumlah Rp 104,332 triliun itu mengalami salah penempatan. Karena itu, jajaran direksi Mandiri bakal melakukan pencairan dana pada rekening tersebut secara.
Adapun surat tersebut dibuat di Jakarta pada 12 Maret 2012. Surat pun telah dibubuhi tanda tangan Zulkilfi Zaini dan juga Riswinandi. Saat surat itu dibuat, Sofyan diketahui masih menjadi Direkur Bank Rakyat Indonesia (BRI).
Dalam surat yang bertuliskan rahasia tersebut, tercantum pernyataan direksi Bank Mandiri kala itu yang menyatakan tentang tanggung jawab rekening. Adapun direksi yang ikut menandatangani adalah Direkur Utama Zulkifli Zaini, Riswinandi, dan Pahala N Mansury.
"Bertanggungjawab atas penempatan saldo rekening nomor 125-00-0438914-4 atas nama Sofyan Basir yang sekarang ditempatkan dalam saldo rupa-rupa dan akan dikembalikan pada saldo nasabah yang sebenarnya yang terdapat pada tabungan PT Bank Mandiri (Persero)," seperti tertulis dalam surat tersebut.
Dalam surat itu juga menyatakan bahwa dalam saldo rekening 125-00-0438914-4 atas nama Sofyan Basir tersebut yang berjumlah Rp 104,332 triliun itu mengalami salah penempatan. Karena itu, jajaran direksi Mandiri bakal melakukan pencairan dana pada rekening tersebut secara.
Adapun surat tersebut dibuat di Jakarta pada 12 Maret 2012. Surat pun telah dibubuhi tanda tangan Zulkilfi Zaini dan juga Riswinandi. Saat surat itu dibuat, Sofyan diketahui masih menjadi Direkur Bank Rakyat Indonesia (BRI).
Hasil Cek Fakta
PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) mengklarifikasi surat pernyataan tentang tanggung tanggung jawab tiga direktur Bank Mandiri atas rekening Sofyan Basir sebesar Rp 104 triliun.
Sekretaris Perusahaan Bank Mandiri Rohan Hafas bilang, isi surat yang beredar tersebut tak benar atau hoax.
"Surat itu seratus persen hoax," kata Rohan, Rabu (18/7).
"Tidak ada surat Bank Mandiri seperti ini, dan surat tersebut pun tidak memiliki nomor," kata Rohan ketika dihubungi, Selasa, 17 Juli 2018.
Menurut Bank Mandiri, rekening tersebut tercatat atas nama Angga Yan Parica, bukan Sofyan Basir seperti yang tercantum di surat itu. Saldonya pun bukan Rp 150 triliun, tapi Rp 5 juta.
Ketika dimintai tanggapan soal berita hoax tersebut, Sofyan Basir mengatakan, "Gitu-gituan enggak usah ditanya lah mas."
Sekretaris Perusahaan Bank Mandiri Rohan Hafas bilang, isi surat yang beredar tersebut tak benar atau hoax.
"Surat itu seratus persen hoax," kata Rohan, Rabu (18/7).
"Tidak ada surat Bank Mandiri seperti ini, dan surat tersebut pun tidak memiliki nomor," kata Rohan ketika dihubungi, Selasa, 17 Juli 2018.
Menurut Bank Mandiri, rekening tersebut tercatat atas nama Angga Yan Parica, bukan Sofyan Basir seperti yang tercantum di surat itu. Saldonya pun bukan Rp 150 triliun, tapi Rp 5 juta.
Ketika dimintai tanggapan soal berita hoax tersebut, Sofyan Basir mengatakan, "Gitu-gituan enggak usah ditanya lah mas."
Rujukan
- https://klikanggaran.com/peristiwa/beredar-surat-lusuh-diduga-dirut-pln-punya-saldo-ratusan-triliun-di-bank-mandiri.html
- https://keuangan.kontan.co.id/news/bank-mandiri-surat-tentang-uang-sofyan-basir-rp-104-triliun-hoax
- https://bisnis.tempo.co/read/1108136/bank-mandiri-kabar-soal-uang-sofyan-basir-rp-104-triliun-hoax
[BENAR] PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) Membantah Isu Senjata Api Selundupan
Sumber:Tanggal publish: 18/07/2018
Hasil Cek Fakta
Isu mengenai senjata api yang masuk lewat kontainer di lingkungan PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) di Sulawesi Tengah ramai beredar di media sosial. Namun hal tersebut dibantah oleh pihak manajemen PT IMIP melalui Koordinator Humas dan Public Media Relationnya, Dedy Kurniawan.
Melalui pesan singkat Dedy menjelaskan bahwa informasi yang beredar tersebut adalah tidak benar.
“Sebenarnya kami sungguh tidak berkeinginan untuk menanggapi informasi hoax semacam ini. Kami sangat yakin teman-teman media atau siapapun yang sudah membaca tulisan itu akan langsung tahu bahwa ini adalah informasi sampah” ujarnya Selasa (17/7/2018).
Melalui pesan singkat Dedy menjelaskan bahwa informasi yang beredar tersebut adalah tidak benar.
“Sebenarnya kami sungguh tidak berkeinginan untuk menanggapi informasi hoax semacam ini. Kami sangat yakin teman-teman media atau siapapun yang sudah membaca tulisan itu akan langsung tahu bahwa ini adalah informasi sampah” ujarnya Selasa (17/7/2018).
Rujukan
Halaman: 7991/8396




