*INFO KEAMANAN*
Begal kembali beraksi.. .
Diperkirakan belakangan ini begal beraksi Mulai jam 22:30 wib dengan modus oprasi gaya baru..
Menurut warga sekitar Jl.Merak sunggal "sekarang BEGAL Beraksi 15 atau 20 .Orang..sambil Merampas Harta Orang Atau Kereta..Dan mereka tidak segan Membunuh Korban. Kalau Korban Berasil Kabur..dikejar Dan BEGAL yang Meneriakin Rampok Kekorban."
*Jadi tolong kita Perhatikan terik Terik BEGAL Sekarang*
Kita harus Waspadai.jangan kita Di Bodohi BEGAL.
Kemarin Malam dua orang remaja Berumur 14 tahun..habis Nonton Bola Beli Makanan Di Simpang Sekambing Paslewat Pombensin..arah kesunggal.
BEGAL beraksi.. Dalam oprasinya BEGAL Merampas Sepeda Motor korban. Sementara dari hasil kejadian satu Dibunuh..Yang satu Sekarat. Meskipun menurut penjelasan warga setempat korban sempat kabur..dan BEGAL.Malah Neriakin Rampok.kepada ABG 14 Tahun Tersebut.
Korban Yg Meninggal akibat Di Balok BEGAL itu adalah salah satu Anggota Remaja Mesjid AL ILHAM Jalan Mistar.
Ke Kejaman BEGAL tersebut dalam aksi kali ini cukup luar biasa. Oleh sebab itu Kita Semua Masyarakat Kota Medan Khususnya Harus Kompak..Membasmi BEGAL..
Ini Tidak Bisa Biarkan..
Tak perlu ada rasa Kasihan lagi Kepada pelaku BEGAL.
Saat ini menurut banyak warga basis Mereka di seputran Jalan Sunggal..Sungai Bobrok Agak Rawan.
Kawanan mereka biasa Sekalian Jamret dan seringkali melarikan diri Kearah Sungai Depan Mie Aceh Titi Bobrok..karna itu terdeteksi adalah daerah basis Mereka.
Tolong Viral kan.
[DISINFORMASI] Pembegalan di Simpang Sei Sikambing, Medan
Sumber: facebook.comTanggal publish: 16/07/2018
Berita
Hasil Cek Fakta
Kabar telah terjadi pembegalan di daerah Simpang Sei Sikambing, Medan yang menyebar melalui media sosial dan media pesan Whatsapp adalah informasi yang keliru. Sebab, menurut Polrestabes Medan, kejadian yang sebenarnya terjadi ialah kecelakaan lalu lintas. Dilansir dari tribunnews.com, Kasat Reskrim Polrestabes Medan AKBP Putu Yudha mengatakan, setelah melakukan penyelidikan atas kabar tersebut diketahui bahwa yang terjadi adalah kecelakaan lalu lintas. “Setelah kami lakukan pemeriksaan, BAP para saksi-saksi. Ternyata hal tersebut bukan korban begal melainkan korban kecelakaan lalulintas,” ujarnya.
Rujukan
[DISINFORMASI] "Rumah Sakit Jiwa Kecebong"
Sumber: twitter.comTanggal publish: 16/07/2018
Berita
"RUMAH SAKIT JIWA KECEBONG"
Hasil Cek Fakta
Foto yang digunakan di cuitan sumber sudah disunting, nama yang benar adalah "MAHONI". Selengkapnya di bagian PENJELASAN dan REFERENSI.
Rujukan
- https://www.facebook.com/groups/fafhh/permalink/691228244543047/
- https://www.google.com/maps/@3.5991147,98.6807849,3a,30y,230.72h,98.86t/data=!3m7!1e1!3m5!1s7zYa9rs1DTBfTEiWTpsSVw!2e0!6s%2F%2Fgeo1.ggpht.com%2Fcbk%3Fpanoid%3D7zYa9rs1DTBfTEiWTpsSVw%26output%3Dthumbnail%26cb_client%3Dmaps_sv.tactile.gps%26thumb%3D2%26w%3D203%26h%3D100%26yaw%3D209.60078%26pitch%3D0%26thumbfov%3D100!7i13312!8i6656
- https://www.google.com/maps/place/Mental+Hospital+&+Drug+Addiction+Mahogany/@3.59878,98.6786364,17z/data=!3m1!4b1!4m5!3m4!1s0x303131c072df382f:0x326e58bbca91118a!8m2!3d3.59878!4d98.6808251
[BENAR] Klarifikasi Kuasa Hukum Buni Yani Terkait Judul Artikel “Buni Yani: Saya Diterlantarkan Setelah Ahok Masuk Penjara, Saya Menyesal Mencelakai Ahok”
Sumber: twitter.comTanggal publish: 16/07/2018
Hasil Cek Fakta
Kuasa hukum Buni Yani, Aldwin Rahadian mengklarifikasi bahwa pemberitaan di portal Berita Keren yang mencatut nama kliennya adalah berita palsu (hoax).
Aldwin mengklarifikasi hal itu melalui akun Twitternya @AldwinRahadian. Adapun berita yang dimaksud berjudul “Buni Yani: Saya Ditelantarkan Setelah Ahok Masuk Penjara, Saya Menyesal Menyelakai Ahok”.
“Saya memastikan sebagai kuasa hukum Buni Yani @BuniYani bahwa berita terkait dibawah ini adalah HOAX! dan fitnah biadab, untuk itu meminta kepada @RESKRIMPOLRI untuk menangkap penyebar berita hoax dari alamat web tersebut. #AntiHoax,” ujar Aldwin, Sabtu (14/7).
Aldwin mengklarifikasi hal itu melalui akun Twitternya @AldwinRahadian. Adapun berita yang dimaksud berjudul “Buni Yani: Saya Ditelantarkan Setelah Ahok Masuk Penjara, Saya Menyesal Menyelakai Ahok”.
“Saya memastikan sebagai kuasa hukum Buni Yani @BuniYani bahwa berita terkait dibawah ini adalah HOAX! dan fitnah biadab, untuk itu meminta kepada @RESKRIMPOLRI untuk menangkap penyebar berita hoax dari alamat web tersebut. #AntiHoax,” ujar Aldwin, Sabtu (14/7).
Rujukan
[BERITA] “Insinyur Google dipukuli sampai tewas, 3 kritis dalam serangan penghakiman massa di India yang didorong oleh rumor ‘penculikan’
Sumber:Tanggal publish: 16/07/2018
Hasil Cek Fakta
Satu orang tewas dan tiga orang kritis setelah massa yang marah sejumlah 200 orang memukuli mereka dengan kejam, menanggapi panggilan publik untuk “bantuan” di mana kelompok orang itu salah diidentifikasi sebagai orang yang dicurigai sebagai penculik anak.
Insinyur perangkat lunak Google, Mohammad Azam, dipukuli hingga tewas sementara tiga lainnya, termasuk seorang warga Qatar, terluka parah oleh massa dengan jumlah besar atas rumor yang terinspirasi oleh WhatsApp yang memberi label kepada mereka “penculik anak.”
Tragedi ini terjadi pada hari Jumat, ketika Azam, bersama dengan tiga temannya, Mohammed Salman, Mohammed Salham-eid-al-Kubaisi dan Noor Mohammed, berhenti di sebuah toko dekat Balkut Tanda dalam perjalanan mereka ke Hyderabad. Melihat anak-anak provinsi berkeliaran, para pria itu tampaknya menawarkan cokelat ke mereka. Namun, dengan desas-desus yang sedang berlangsung tentang geng penculik anak yang beroperasi di wilayah tersebut, penduduk setempat berasumsi bahwa orang-orang itu berusaha memancing anak-anak. Untuk mencegah apa yang mereka yakini sebagai upaya penculikan, pasukan bersenjata yang dibentuk secara buru-buru menyerang para pria tersebut.
Meskipun keempatnya berhasil lolos dari kekerasan awal, pesan WhatsApp dari serangan itu memicu tanggapan besar-besaran yang lebih lanjut. Orang-orang dari desa-desa sekitarnya langsung mengejar mobil empat orang itu dengan sepeda motor. Selama pengejaran, mobil itu keluar dari jalan dan jatuh ke sebuah gorong-gorong di luar desa Murki.
Massa mengepung kendaraan, menyeret empat orang ke tanah. Massa memukuli mereka dengan sangat keras menggunakan tinju, kaki mereka, batu dan tongkat, bahkan polisi yang datang untuk menyelamatkan tidak dapat meyakinkan kerumunan 200 orang untuk membubarkan diri. Setidaknya tiga petugas penegak hukum terluka dalam bentrokan itu.
Insinyur perangkat lunak Google, Mohammad Azam, dipukuli hingga tewas sementara tiga lainnya, termasuk seorang warga Qatar, terluka parah oleh massa dengan jumlah besar atas rumor yang terinspirasi oleh WhatsApp yang memberi label kepada mereka “penculik anak.”
Tragedi ini terjadi pada hari Jumat, ketika Azam, bersama dengan tiga temannya, Mohammed Salman, Mohammed Salham-eid-al-Kubaisi dan Noor Mohammed, berhenti di sebuah toko dekat Balkut Tanda dalam perjalanan mereka ke Hyderabad. Melihat anak-anak provinsi berkeliaran, para pria itu tampaknya menawarkan cokelat ke mereka. Namun, dengan desas-desus yang sedang berlangsung tentang geng penculik anak yang beroperasi di wilayah tersebut, penduduk setempat berasumsi bahwa orang-orang itu berusaha memancing anak-anak. Untuk mencegah apa yang mereka yakini sebagai upaya penculikan, pasukan bersenjata yang dibentuk secara buru-buru menyerang para pria tersebut.
Meskipun keempatnya berhasil lolos dari kekerasan awal, pesan WhatsApp dari serangan itu memicu tanggapan besar-besaran yang lebih lanjut. Orang-orang dari desa-desa sekitarnya langsung mengejar mobil empat orang itu dengan sepeda motor. Selama pengejaran, mobil itu keluar dari jalan dan jatuh ke sebuah gorong-gorong di luar desa Murki.
Massa mengepung kendaraan, menyeret empat orang ke tanah. Massa memukuli mereka dengan sangat keras menggunakan tinju, kaki mereka, batu dan tongkat, bahkan polisi yang datang untuk menyelamatkan tidak dapat meyakinkan kerumunan 200 orang untuk membubarkan diri. Setidaknya tiga petugas penegak hukum terluka dalam bentrokan itu.
Rujukan
Halaman: 7994/8396





