[BENAR] “Pemkab Kotim dan Pihak RSUD dr Murjani Sampit Bantah Rumah Sakitnya Turun Kelas”
Sumber:Tanggal publish: 04/07/2018
Hasil Cek Fakta
Sekretaris Daerah Kotawaringin Timur (Kotim), Halikinnor membantah pernyataan Wakil Ketua I DPRD Kotim, Supriadi yang menyatakan melalui media sosial Facebooknya dan media daring bahwa RSUD dr Murjani Sampit turun kelas karena tidak masuk dalam rumah sakit yang direkomendasikan Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk pemeriksaan Bakal Calon Legislatif. (Bacaleg) 2019. “Jadi tidak ada turun kelas. Justru, RSUD dr murjani Sampit lebih lengkap disbanding rumah sakit lain. Bahkan untuk pelayan, rawat inap kesehatan jiwa, hanya ada di RSUD Murjani Sampit dan Atewi Palangka Raya,” kata Halikinnor.
Rujukan
[KLARIFIKASI] PT MRT Klarifikasi Perihal Kebakaran di Stasiun Lebak Bulus
Sumber:Tanggal publish: 04/07/2018
Hasil Cek Fakta
PT MRT memberikan klarifikasi atas terjadinya kebakaran di Stasiun Lebak Bulus. Dilansir dari kompas.com, gatra.com, dan detik.com, Corporate Secertary MRT Jakarta Tubagus Hikmatullah menjelaskan, kebakaran yang terjadi bukan karena konsleting arus listrik untuk pengoperasian MRT Jakarta sebab di lokasi kejadian belum dialiri arus listrik sama sekali. “Informasi di media massa dan sosial media tentang kebakaran karena korsleting adalah tidak benar. Di lokasi kejadian sama sekali belum dialiri listrik,” ungkapnya.
Rujukan
- https://megapolitan.kompas.com/read/2018/07/03/13174531/pt-mrt-bantah-kebakaran-kabel-di-stasiun-lebak-bulus-karena-korsleting
- https://www.gatra.com/rubrik/nasional/329985-MRT-Bantah-Kebakaran-Akibat-Korsleting-Listrik
- https://news.detik.com/berita/d-4095579/bukan-korsleting-yang-terbakar-di-terminal-mrt-gulungan-kabel
[KLARIFIKASI] Uang Rp 30 Milyar yang Mengapung di Laut Pasca Musibah Kandasnya Kapal Motor Lestari Maju
Sumber:Tanggal publish: 04/07/2018
Berita
Beredar foto yang memperlihatkan hamburan uang sebesar Rp 30 Miliar yang mengapung di laut di sekitar lokasi kandasnya Kapal Motor (KM) Lestari Maju di perairan Selayar, Makassar, telah viral di media sosial.
Uang senilai Rp 30 miliar tersebut untuk pembayaran gaji Aparatur Sipil Negara (ASN), yang disimpan di dalam mobil Bank Sulselbar yang ada di KM Lestari Maju saat kapal tenggelam karena kerusakan mesin dalam perjalanan menuju Pelabuhan Pematata Selayar.
Uang senilai Rp 30 miliar tersebut untuk pembayaran gaji Aparatur Sipil Negara (ASN), yang disimpan di dalam mobil Bank Sulselbar yang ada di KM Lestari Maju saat kapal tenggelam karena kerusakan mesin dalam perjalanan menuju Pelabuhan Pematata Selayar.
Hasil Cek Fakta
Auditor Bank Pembangunan Daerah (BPD) Sulselbar, Wahyu, dalam keterangan persnya, Rabu (4/7), menyatakan uang tersebut dalam kondisi aman, seperti dikutip dari Antara.
“Uang masih tersegel dalam plastik uang dan tersimpan peti dan berada dalam mobil yang tertutup (terkunci),’ ungkapnya.
“Sekedar klarifikasi yang mengapung di laut adalah mie instan bukan uang,” katanya.
Dia mengatakan saat ini dua petugas yang ditugasi mengantar uang, seorang petugas keamanan dan seorang pengemudi, masih berada di dalam kapal bersama mobil pembawa uang tersebut.
Ia menambahkan bahwa uang dan kendaraan untuk mengantar uang itu dalam pertanggungan asuransi.
Kepala Divisi Treasury Bank Sulselbar, Irmayanti Sultan mengklarifikasi beberapa foto yang beredar luar di dunia maya itu.
Yanti begitu panggilan akrabnya menjelaskan jika foto yang beredar itu hoax. “Fotonya hoax ya. Kalau uang dalam kapal tenggelam KM Lestari Maju benar. Saat ini uang senilai Rp 30 miliar itu masih ada dalam kapal,”ujarnya, dikutp dari Makassar Terkini.
“Uang masih tersegel dalam plastik uang dan tersimpan peti dan berada dalam mobil yang tertutup (terkunci),’ ungkapnya.
“Sekedar klarifikasi yang mengapung di laut adalah mie instan bukan uang,” katanya.
Dia mengatakan saat ini dua petugas yang ditugasi mengantar uang, seorang petugas keamanan dan seorang pengemudi, masih berada di dalam kapal bersama mobil pembawa uang tersebut.
Ia menambahkan bahwa uang dan kendaraan untuk mengantar uang itu dalam pertanggungan asuransi.
Kepala Divisi Treasury Bank Sulselbar, Irmayanti Sultan mengklarifikasi beberapa foto yang beredar luar di dunia maya itu.
Yanti begitu panggilan akrabnya menjelaskan jika foto yang beredar itu hoax. “Fotonya hoax ya. Kalau uang dalam kapal tenggelam KM Lestari Maju benar. Saat ini uang senilai Rp 30 miliar itu masih ada dalam kapal,”ujarnya, dikutp dari Makassar Terkini.
Rujukan
- https://www.antaranews.com/berita/723937/uang-rp30-miliar-di-km-lestari-maju-selamat
- https://makassar.terkini.id/beredar-foto-diduga-uang-bank-bpd-mengapung-di-laut-irmayanti-hoax-itu/
- https://kumparan.com/@kumparannews/benda-merah-yang-mengapung-di-laut-bukan-uang-rp-30-m-tapi-mi-instan-27431110790538180
- https://www.kabarmakassar.com/posts/view/2518/cek-fakta-foto-uang-rp-30-m-tragedi-km-lestari-maju.html
[SALAH]: M. Romahurmuziy : Yang Naikkan BBM itu SPBU Jangan Salahkan Presiden yang Cinta Rakyat
Sumber: Banjarmasinpost.co.idTanggal publish: 03/07/2018
Berita
Sebuah capture berita online dengan fokus pernyataan Ketua Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muhammad Romahurmuziy atau Romy, beredar di sosial media Facebook dan Twitter.
Pernyataan Romy pada capture tersebut terkait kebijakan kenaikkan harga bahan bakar minyak (BBM).
Penelusuran Banjarmasinpost.co.id Senin (2/7/2018), pada bagian judul tertulis: Romy:”Yang naikan harga BBM itu SPBU jangan salahkan Presiden yang cinta rakyat”. Sementara pada bagian pojok kiri capture foto itu tertulis Banjarmasin Post yang bagian atas huruf (logo) terpotong, namun masih bisa terbaca seolah-olah berita itu dicapture dari portal Banjarmasinpost.co.id (banjarmasin.tribunnews.com).
Pernyataan Romy pada capture tersebut terkait kebijakan kenaikkan harga bahan bakar minyak (BBM).
Penelusuran Banjarmasinpost.co.id Senin (2/7/2018), pada bagian judul tertulis: Romy:”Yang naikan harga BBM itu SPBU jangan salahkan Presiden yang cinta rakyat”. Sementara pada bagian pojok kiri capture foto itu tertulis Banjarmasin Post yang bagian atas huruf (logo) terpotong, namun masih bisa terbaca seolah-olah berita itu dicapture dari portal Banjarmasinpost.co.id (banjarmasin.tribunnews.com).
Hasil Cek Fakta
Pemimpin Redaksi Banjarmasin Post Group Musyafi menegaskan, capture tersebut tidaklah benar berasal dari portal banjarmasinpost.co.id. karena itu, pihaknya tidak bertangggungjawab atas kebenaran atau kesalahan informasi dalam capture itu.
Musyafi menegaskan, kepada pihak-pihak yang menyebarkan capture palsu tersebut agar segera menarik atau mengklarifikasinya agar tidak merugikan banyak pihak, termasuk banjarmasin post.
Sementara itu, Ketum PPP Muhammad Romahurmuziy juga membantah capture foto tersebut lewat akun twitternya.
Musyafi menegaskan, kepada pihak-pihak yang menyebarkan capture palsu tersebut agar segera menarik atau mengklarifikasinya agar tidak merugikan banyak pihak, termasuk banjarmasin post.
Sementara itu, Ketum PPP Muhammad Romahurmuziy juga membantah capture foto tersebut lewat akun twitternya.
Rujukan
Halaman: 8011/8396




