• [SALAH] Postingan Pesan Gus Dur Dalam Mendidik Anak

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 07/06/2018

    Berita

    Akun Fanpage Facebook dengan nama Ahmad Zuhud pernah membuat postingan berjudul “PESAN GUS DUR DALAM MENDIDIK ANAK” pada 20 Februari 2016. Postingan itu kembali diramaikan oleh warganet pada akhir Mei hingga awal Juni 2018, terakhir terlihat di Facebook dibagikan pada tanggal 4 Juni 2018.



    Seorang warganet meragukan kebenaran isi postingan tersebut dan kemudian menanyakannya kepada Alissa Wahid melalui akun media sosial Twitter. Warganet dengan nama akun @abdul_rosyidi mencuitkan pertanyaan dengan memberikan tautan postingan yang mengklaim cara mendidik anak ala Gus Dur tersebut.

    Hasil Cek Fakta

    Postingan berjudul “Pesan Gus Dur dalam Mendidik Anak” yang beredar di media sosial sudah sejak tahun 2016 merupakan informasi yang tidak benar. Melalui akun Twitter pribadinya, Alissa Wahid, Putri Sulung Abdurahman Wahid (Gus Dur), membantah isi dari postingan tersebut. Alissa mencuitkan, isi dari postingan itu tidak benar dan ada beberapa poin yang berlawanan dengan ajaran Gus Dur. “Beberapa poin sangat berlawanan dengan apa yang diajarkan Gus Dur kepada kami dan kepada keluarga2 lainnya. Gus Dur mendorong istri & anak2 perempuannya utk aktif di luar, bukan tidak boleh ke luar rumah,” cuitnya di akun @AlissaWahid.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [DISINFORMASI] "Mereka Tak Pernah Bosan-bosan Untuk Terus Membuat Berita Dusta Seperti Ini"

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 06/06/2018

    Berita

    "#AksiBelaBangsa
    #2019GantiPresiden
    #JagaPancasila

    Kami sebagai salah satu penggagas dan penyelenggara Aksi Bela Bangsa, jika membaca berita seperti ini maka dengan mudah akan bisa tahu bagaimana pendukung rezim ini selalu berusaha memanfaatkan celah untuk membuat dusta-dusta demi menjaga pencitraan junjungannya. Mereka tak pernah bosan-bosan untuk terus membuat berita dusta seperti ini.

    https://kumparan.com/mata-peristiwa/dianggap-bukan-tokoh-reformasi-amien-rais-ditolak-pada-acara-bela-bangsa-di-yogyakarta"

    Hasil Cek Fakta

    Tangkapan layar adalah hasil dari scroll kebawah sehingga tidak tampil utuh, dan laman yang disertakan tautannya di post tersebut adalah laman opini. Selengkapnya di bagian PENJELASAN dan REFERENSI.

    Rujukan

  • [KLARIFIKASI] "Bukan Hoax, FPI Ikut Buka Bersama di Masjidilaqsa"

    Sumber: pressreader.com
    Tanggal publish: 06/06/2018

    Berita

    Mohon maaf atas kekeliruan verifikasi kami di post yang sebelumnya, post kami hapus. Post ini adalah koreksi dan klarifikasi terhadap post tersebut.

    Hasil Cek Fakta

    "Bukan Hoax, FPI Ikut Buka Bersama di Masjidilaqsa

    FPI memang terlibat dalam kegiatan bantuan kemanusiaan untuk buka bersama di Masjidilaqsa. Menurut Direktur LAZIS Wahdah Syahruddin, logo FPI memang tidak dicantumkan dalam banner yang dibuat sendiri oleh organisasi IHYA.

    Jawa Pos 6 Jun 2018

    PADA akhir Mei lalu, sejumlah netizen menyebarkan foto-foto kegiatan sosial di depan Masjidilaqsa, Palestina. Mereka menyebut ormas Front Pembela Islam (FPI) terlibat dalam kegiatan tersebut. Namun, pihak-pihak yang tak sejalan dengan FPI menyatakan bahwa kabar itu hoax. Salah satu yang melabelinya sebagai hoax adalah fan page Facebook Kata Kita.

    ’’#Hoax: FPI Gelar Buka Puasa di Masjid Al-Aqsa’.’ Begitu judul posting-an akun Kata Kita. Mereka menyebut berita yang disebarkan sejumlah portal seperti Arrahmah dan portal-islam, serta fakta terkini tentang FPI terlibat dalam buka bersama di Masjidilaqsa tidaklah benar. Menurut mereka, kabar yang benar adalah kegiatan itu dilakukan LAZIS Wahdah seperti dalam situsnya, laziswahdah. com. Di situs LAZIS Wahdah memang disebutkan bahwa ribuan paket bantuan buka puasa dari masyarakat Indonesia untuk masyarakat Palestina melalui Wahdah Islamiyah akhirnya berhasil menembus barikade tentara Zionis Israel.

    ’’Kegiatan buka puasa di Masjid Al-Aqsha ini merupakan salah satu program dari kerja sama Wahdah Islamiyah dengan lembaga internasional IHYA yang berpusat di Turki,’’ tulis situs LAZIS Wahdah.

    Jawa Pos lantas menghubungi langsung pihak LAZIS Wahdah. Ternyata memang benar bahwa ada anggota FPI yang terlibat dalam kegiatan tersebut. Jawaban itu didapat koran ini dari Direktur LAZIS Wahdah Syahruddin melalui sambungan WhatsApp. Menurut Syahruddin, yang ditulis di situs LAZIS Wahdah dan klaim sejumlah netizen bahwa FPI terlibat dalam kegiatan di Masjidilaqsa sama-sama benar.

    Syahruddin menjelaskan, sekitar pertengahan April lalu, tim LAZIS Wahdah pergi ke Turki untuk misi kemanusiaan terkait dengan Palestina. ’’Hadir dalam misi tersebut adalah ustad Bachtiar Nasir dari AQL, juga dari FPI, serta beberapa ustad lainnya. Di sela acara itu, ada MoU dengan Yayasan IHYA untuk program Palestina,’’ ujarnya.

    Kelanjutan dari kegiatan tersebut ialah MoU pendistribusian bantuan untuk di wilayah Al Aqsa. ’’Yang MoU dengan IHYA bukan cuma Wahdah Islamiyah. Jadi, pesan yang menyebutkan FPI ikut dalam kegiatan buka puasa di Al Aqsa itu juga betul,’’ kata Syahruddin.

    Memang, di banner dalam kegiatan buka bersama di Masjidilaqsa tidak terdapat logo FPI. Menurut Syahruddin, desain banner tersebut dibuat pihak IHYA.

    Jawa Pos juga pernah membahas kabar hoax lain yang disebarkan fan page Kata Kita. Yaitu, hoax pernyataan Presiden Ke-3 B.J. Habibie tentang pertarungan Prabowo dan Joko Widodo dalam pemilihan presiden. Jadi, waspada ya dengan fan page seperti itu. Jangan asal percaya, apalagi asal membagikan."

    Rujukan

  • [HOAKS] "Terkuak ***** PKS ini sering dibelai"

    Sumber: twitter.com
    Tanggal publish: 06/06/2018

    Berita

    "Terkuak ***** PKS ini sering dibelai tubuhnya oleh beberapa petinggi kader PKS seperti yang paling sering mas @MardaniAliSera di salah satu hotel dijakarta. Sumber : Orang Kepercayaan @MardaniAliSera #*****PKSMardani".

    Hasil Cek Fakta

    Menambahkan "Sumber : Orang Kepercayaan" tanpa menyertakan sumber informasi yang kredibel tidak menjadikan informasi tersebut valid, selengkapnya di bagian PENJELASAN dan REFERENSI.

    Rujukan