• KH Asep Saifuddin Chalim Bantah Sebut Orang yang Menyarankan Memilih Gus Ipul Telah Berkhianat

    Sumber:
    Tanggal publish: 06/06/2018

    Berita

    Beredar quotes bergambar dari pengasuh Pondok Pesantren (PP) Amanatul Ummah, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, KH Asep Saifuddin Chalim terkait pemilihan Calon Gubenur Jawa Timur di Whatsapp (WA).

    Dalam quotes bergambar tersebut, ada foto KH Asep dan memuat pesan tentang pemilihan Calon Gubernur Jawa Timur. Isi pesan tersebut yakni KYAI SEPUH YANG DUKUNG GUS IPUL DAN MBAK PUTI, PENGHIANAT ALLAH DAN ROSUL.

    "Orang yang menyarankan memilih Gus Ipul itu tidak boleh diikuti sebab mereka sudah berkhianat kepada Allah dan Rasulnya". Pesan tersebut disampaikan oleh KH Asef Saifuddin Chalim, Pengasuh PP Amanatul Ummat, Pacet, Mojokerto.

    Hasil Cek Fakta

    Pengasuh Pondok Pesantren (PP) Amanatul Ummah, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, KH Asep Saifuddin Chalim langsung menanggapi terkait quotes bergambar dirinya yang menyebutkan jika kyai sepuh mendukung Gus Ipul-Mbak Puti penghianat Allah dan rosul.

    "Itu istilah hoax, itu sangat keji sekali. Saya punya rambu, saya punya upaya keras untuk tidak pernah mengatakan orang," ungkapnya, Rabu (6/6/2018).

    Rujukan

    • Berita Jatim
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Foto Pelajar SMP Pegang Spanduk Berisi Kritikan Terhadap Jokowi yang Kerjanya Cuma Utang dan Jual Aset

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 06/06/2018

    Berita

    Foto sekelompok murid SMP jadi objek hoaks oleh oknum yang tidak bertanggung jawab di media sosial.

    Di dalam foto tersebut terlihat beberapa murid SMP sedang membentangkan spanduk bertuliskan “PAK PRESIDEN… KALAU KERJANYA ANDA CUMA UTANG. JUAL ASET IMPOR BERAS/CANGKUL DAN POTONG PITA… KAMI JUGA BISA JADI PRESIDEN.

    Hasil Cek Fakta

    Setelah ditelusuri melalui pencarian gambar di Google, terbukti bahwa foto tersebut sudah diedit, isi tulisan dalam spanduknya sama sekali tidak ada kata-kata yang menyinggung soal utang, jual aset, dan impor beras.



    Isi tulisan sesungguhnya dalam spanduk tersebut adalah ‘Doakan Kami, Cita-Cita Kami Hafal 30 Juz Alqur’an’.

    Rujukan

  • [BENAR] OKNUM TERCIDUK PESTA GANJA MENGAKU DARI UNIVERSITAS BOSOWA, PIHAK KAMPUS KLARIFIKASI

    Sumber:
    Tanggal publish: 06/06/2018

    Hasil Cek Fakta

    Pihak Kampus Universitas Bosowa (Unibos) angkat bicara terkait penangkapan lima oknum mahasiswa yang mengaku sebagai Mahasiswa Pencinta Alam (Mapala) Unibos, saat sedang berpesta narkotika jenis ganja di Jalan AP Pettarani, Kota Makassar. Melalui Wakil Rektor III, Bidang Kemahasiswaan, Dr Abdul Haris Hamid menegaskan, saat ini sudah tidak ada mahasiswa pecinta alam di Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Universitas Bosowa.

    “Universitas Bosowa tidak pernah membentuk lagi unit kegiatan mahasiswa bernama Mapala sejak dibubarkan pada 2006 lalu,” tegas Abdul Haris.

    Abdul Haris melanjutkan, Unibos telah dibubarkan dengan SK Rektor Universitas 45 saat itu, nomor 008/02/U-45/011/2006. Alasannya, Mapala telah dianggap melanggar aturan kampus dengan menyimpan bom molotov dan sejumlah senjata tajam di sekretariat. Sejak saat itu keorganiasaian dibubarkan dan sekretariat mereka didepak dari dalam kampus.

    Selain itu, dari empat orang yang diringkus, Unibos baru mengklarifikasi status satu tersangka. Yakni Jalu yang diketahui angkatan 2007 namun sudah dinyatakan dropout sejak lama. Haris menjelaskan dalam aturan akademik di Unibos, mahasiswa adalah mereka yang terdaftar dan melakukan pembayaran per semesternya serta mengikuti perkuliahan.

    Selain itu, terkait empat orang yang mengaku sebagai mahasiswa Unibos saat tertangkap polisi, Haris akan menelusuri kebenarannya. Sebab, empat orang tersebut tidak terdeteksi di sistem akademik Unibos.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [BENAR] Kapolres Gresik Tak Pernah Minta THR Kepada Masyarakat dan Perusahaan di Gresik

    Sumber:
    Tanggal publish: 06/06/2018

    Hasil Cek Fakta

    Kapolres Gresik memberikan klarifikasi atas adanya telepon gelap mengatasnamakan dirinya meminta tunjangan hari raya (THR). Dilansir dari tribunnews.com dan rakyatindependen.co.id, Kapolres Gresik AKBP Wahyu S Bintoro, menegaskan dirinya tak pernah ada permintaan THR. “Tadi siang hari Selasa tanggal 5 Juni 2018 anggota Sekber DPC SPSB Kabupaten Gresik yang ditelpon seseorang. Dalam komunikasi itu intinya oknum tersebut mengaku sebagai Kapolres Gresik dan meminta THR. Untungnya anggota serikat pekerja itu langsung klarifikasi ke saya. Dan saya jelaskan bahwa tidak ada permintaan THR,” kata Wahyu.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini