• [KLARIFIKASI] Edy Rahmayadi Tidak Terkena Stroke

    Sumber: whatsapp.com
    Tanggal publish: 28/05/2018

    Berita

    Beredarnya isu di media sosial yang menyebutkan calon Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi, yang terkena stroke.

    Isu berhembus karena Edy tidak pernah memperlihatkan dirinya ke publik selama 10 hari terakhir pasca debat kandidat yang dilaksanakan di hotel Tiara, Medan.

    Hasil Cek Fakta

    Wakil Sekretaris Tim Pemenangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut 2018-2023 Edy Rahmayadi-Musa Rejekshah Walid memberikan klarifikasi terkait isu tak sedap tersebut.



    "Ini sekarang sedang nonton PSMS. Tidak ada itu (stroke), jangan termakan hoax," kata Walid kepada Tribun Medan, Sabtu (26/5/2018).


    Walid mengatakan, Edy baru saja pulang menjalankan ibadah umroh. Hal inilah yang membuat Edy jarang muncul ke tengah publik akhir-akhir ini.

    "Baru tadi pulang, ini langsung nonton PSMS Medan. Bapak (Edy) sehat," kata Walid.

    Rujukan

    • Tempo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [DISINFORMASI] “Gak Ada Salahnya Belajar Toleransi Dari Negeri Jerman”

    Sumber: twitter.com
    Tanggal publish: 28/05/2018

    Berita

    “Carilah ilmu sampai ke negeri Cina dan gak ada salahnya belajar toleransi dari negeri Jerman. Dlm bangsa yg mayoritasnya Kristen itu, buka puasa dilakukan terbuka. Di Hannover, deretan meja makan sampai sepanjang 10 km lebih. https://t.co/n1EqZyoxwi”

    Hasil Cek Fakta

    Lokasi yang benar adalah di Distrik Enseler, Instanbul (Turki), bukan di Hannover (Jerman). Post ini adalah untuk koreksi post yang sebelumnya, selengkapnya di bagian PENJELASAN dan REFERENSI.

    Rujukan

  • [SALAH] “Sri Mulyani Ditolak Kedatangannya Ke Gontor dengan Membawa Cek Bernilai Besar”

    Sumber: twitter.com
    Tanggal publish: 28/05/2018

    Berita

    *infovalid SMI baru saja ke gontor Ponorogo berjilbab membawa cek bernilai besar, ditolak mentah-mentah dipermalukan, diceramahi habis-habisan sama kiyai gontor…. SMI pun balik ke Jakarta, seluruh agendanya di Jatim batal semua. ,” tulis akun MITRANDHIR atau @501garuda, Jumat (25/5).

    Hasil Cek Fakta

    Cuitan yang disebarkan oleh akun twitter MITRANDHIR atau @501garuda tentang kunjungan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani ke Pondok Pesantren (Ponpes) Gontor, Jawa Timur yang membawa cek besar, kemudian di tolak mentah – mentah dan diceramahi habis – habisan oleh Kiyai Gontor, bertendensi fitnah dan hasut. Setelah dilakukan penulusuran, media massa hanya memberitakan bahwa kunjungan Sri Mulyani adalah rangkaian kegiatan bulan Ramadhan 2018 Kementerian Keuangan, dalam hal ini Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) dengan tajuk “Penguatan Pembiayaan Syariah Melalui Safari Ramadhan DJPPR”. Sementara itu akun Facebook dari Pengajar Gontor bernama, Ustadz Jumhur atau @jumhurul.umami menerangkan bahwa bohong atau hoaks informasi yang mengatakan Sri Mulyani memberi cek besar ke Gontor dan fitnah bila dikatakan Kiyai Gontor memarah – marahi Sri Mulyani.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Surat Edaran Dinkes Kota Palopo Terkait Warung Makan dengan Makanan yang Mengandung Formalin dan Boraks

    Sumber: instagram.com
    Tanggal publish: 28/05/2018

    Berita

    Postingan berupa foto yang diklaim sebagai surat edaran dari Dinkes Palopo. Isi dari surat dalam foto tersebut menyebutkan beberapa restoran pengguna formalin dan boraks dalam makanannya. Klaimnya sebagai berikut:



    Disini saya merasa ndak mau lagi makan bakso



    Ini data dari dinkes palopo. no hoax dan tipu2. kalau gak percaya bisa tanya langsung ke kerabat atau siapa saja yang kerja di dinkes palopo.
    Bakso borak

    Hasil Cek Fakta

    Postingan surat edaran yang berisikan informasi beberapa warung makan dengan makanan yang mengandung formalin dan boraks mengatasnamakan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palopo adalah informasi yang tak benar atau hoaks. Dilansir dari sulselsatu.com, tekape.co, dan mediadutaonline.com, Kepala Seksi Kesehatan Lingkungan Kesehatan Kerja dan Olahraga, Dinkes Palopo, Ceria Amaliyah menegaskan, surat edaran yang beredar di media sosial adalah hoaks. Sebab, menurutnya, hingga saat ini pihak dinkes baru mengambil sampel dan belum ada hasil laboratorium. “Selebaran yang beredar itu hoaks. Itu bukan dokumen dari kami. Kami tidak tahu, siapa yang menyebarkan dan apa motifnya,” kata Ceria.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini