[SALAH] PEMANGGILAN INTERVIEW DI PT HOKINDA CITRALESTARI
Sumber: instagram.comTanggal publish: 18/05/2018
Berita
Sehubungan dengan rekruitmen calon karyawan pada perusahaan PT Hokinda Citralestari untuk wilayah kerja meliputi Region Jawa, Region Sumatra, Region Kalimantan dan Bagian Indonesia Timur ang di laksanakan di Departement of Human Resourcer Development PT Hokinda Citralestari, yang bertujuan untuk menentukan individu yang tepat dan berkualitas sesuai dengan tuntutan dan tantangan dari setiap posisi yang kami tawarkan guna mendukung keberhasilan dan keberlanjutan dari kegiatan operasi PT Hokinda Citralestari di setiap wilayah kerja di Indonesia.
Hasil Cek Fakta
Mafindo yang melakukan klarifikasi langsung melalui admin pengelola Facebook PT Hokinda Citralestari @HockIndonesia, tidak benar jika PT mereka melalukan perekrutan karyawan seperti halnya yang diinformasikan tersebut. Menurut pengelola Facebook @HockIndonesia, dijelaskan jika tujuan dari si pembuat informasi palsu adalah berusaha mengeruk keuntungan dari pelamar kerja yang digiring membeli tiket ke agency travel milik mereka.
Rujukan
[SALAH] “Ratusan Ton Narkoba yang Masuk ke Indonesia untuk Pembiayaan Teroris”
Sumber: facebook.comTanggal publish: 18/05/2018
Berita
Akun Facebook Ka Ha yang coba menghubungkan pernyataaan Menkopulhukam Wiranto tentang kejahatan narkoba secara global untuk pendanaan teroris, dengan masuknya ratusan ton narkoba dari China ke Indonesia.
Hasil Cek Fakta
Bingkai penyesatan informasi seputar teror bom masih saja terjadi. Kali ini dihubungkan antara ratusan ton narkoba yang masuk dari China beberapa waktu lalu dengan pendanaan teroris.
Informasi yang dituliskan akun Facebook Ka Ha ini bertendensi disinformasi dan hasut. Akun Ka Ha menuliskan komentarnya “FAHAM KAN MAKSUD DARI RATUSAN TON NARKOBA YG DATANG DARI CHINA.. #2019GANTIPRESIDEN” dengan membagikan tautan berita dari detik.com yang berjudul “Wiranto: Perdagangan Narkoba Sudah Digunakan untuk Pendanaan Teroris” yang ditayangkan pada Kamis 13 Juli 2017 lampau.
Informasi yang dituliskan akun Facebook Ka Ha ini bertendensi disinformasi dan hasut. Akun Ka Ha menuliskan komentarnya “FAHAM KAN MAKSUD DARI RATUSAN TON NARKOBA YG DATANG DARI CHINA.. #2019GANTIPRESIDEN” dengan membagikan tautan berita dari detik.com yang berjudul “Wiranto: Perdagangan Narkoba Sudah Digunakan untuk Pendanaan Teroris” yang ditayangkan pada Kamis 13 Juli 2017 lampau.
Rujukan
[SALAH] Pesan Berantai Warga Madiun Siap Jadi “Pengantin Bom”
Sumber: whatsapp.comTanggal publish: 18/05/2018
Berita
diinformasikan bahwa seorang warga Desa Luworo, Kecamatan Pilangkenceng Kabupaten Madiun an. SIDIK WIDODO telah siap menjadi pengantin pengeboman. Dimana sidik widodo lulusan dari SMA negeri 1 Caruban, hingga saat ini ybs tinggal di Batam.
Sidik Widodo dg nama terbaru ABU MUSTOFA. Dimana sidik widodo/abu mustofa tinggal di Desa Luworo, jumlah keluarga 2 org, kakaknya telah menikah dan tinggal di Tulungagung. Ortunya setiap hari jualan sayur di Caruban. Setiap bulannya ybs membesuk abu bakar Ba’asyir.
Sidik Widodo dg nama terbaru ABU MUSTOFA. Dimana sidik widodo/abu mustofa tinggal di Desa Luworo, jumlah keluarga 2 org, kakaknya telah menikah dan tinggal di Tulungagung. Ortunya setiap hari jualan sayur di Caruban. Setiap bulannya ybs membesuk abu bakar Ba’asyir.
Hasil Cek Fakta
Pesan berantai yang berisikan informasi ada warga Madiun siap menjadi “pengantin bom” merupakan hoaks. Dilansir dari jatimnow.com, Kapolres Madiun AKBP I Made Agus Prasatya menegaskan pesan itu merupakan hoaks karena anggotanya sudah mengecek kebenarannya. “Orang tuanya juga sudah kami temui dan tidak ada yang mencurigakan,” aku I Made Agus.
Rujukan
[BERITA] Pangdam Udayana Tolak Istilah Islam Radikal
Sumber:Tanggal publish: 17/05/2018
Berita
Pangdam IX Udayana Mayjen TNI Benny Susianto mengikuti pertemuan dengan Kapolda Bali dan tokoh-tokoh masyarakat serta agama yang tergabung dalam Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Bali. Ini termasuk langkah preventif untuk memastikan Bali aman dari aksi terorisme. Mantan wakil komandan jenderal (wadanjen) Akademi TNI ini mengatakan, pihaknya mengajak tokoh-tokoh agama untuk menyebarkan ajaran baik kepada masyarakat. Pihaknya juga meminta umat Islam legawa jika mungkin terdapat komponen masyarakat di luar Muslim yang mencibir Islam.
"Jika ada yang mencibir kepada kita, jangan ditanggapi berlebihan. Namun, jika ada provokasi, catat dan laporkan," katanya kepada Republika, Kamis (17/5).
Benny juga mengajak umat non-Muslim untuk bersama-sama memahami bahwa aksi terorisme dilakukan kelompok radikal. Istilah 'Islam radikal' itu tidak ada sebab tidak satu pun ajaran agama mengajarkan perbuatan radikal. "Agama mana pun tidak ada yang mengajarkan radikalisme. Tidak ada Islam yang radikal. Jika ada oknum yang melakukan tindakan radikal menggunakan atribut Muslim maka mereka adalah kelompok radikal," katanya.
Benny mengatakan, masih ada sutradara besar di balik sejumlah serangan teroris yang terjadi di beberapa kota di Indonesia. Tujuan mereka adalah menghancurkan keragaman masyarakat.
"Keragaman harus kita jadikan kekuatan, bukan perbedaan," katanya.
Seluruh pimpinan lembaga umat di Kabupaten Badung menggelar doa bersama beberapa waktu lalu. Mereka adalah Parisadha Hindu Dharma Indonesia (PHDI), Majelis Ulama Indonesia (MUI), Musyawarah Pelayanan Antar Gereja (MPAG), Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi), dan Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (Matakin) Kabupaten Badung.
"Semoga umat beragama di Badung, terutama Bali, diberikan kekuatan lahir batin sehingga seluruh masyarakat semakin teguh dan bersatu menegakkan NKRI berdasarkan Pancasila dan UUD 1945," ujarnya.
Kepolisian Daerah (Polda) Bali sejak terjadinya teror di Mako Brimob Jakarta telah menetapkan status Bali siaga satu. Teror bom di Surabaya dan Riau membuat aparat di wilayah hukum Polda Bali mempertahankan status tersebut.
"Kami tetap waspada, patroli dan menyisir seluruh tempat," kata Kepala Bidang Humas Polda Bali AKBP Hengky Widjaja.
"Jika ada yang mencibir kepada kita, jangan ditanggapi berlebihan. Namun, jika ada provokasi, catat dan laporkan," katanya kepada Republika, Kamis (17/5).
Benny juga mengajak umat non-Muslim untuk bersama-sama memahami bahwa aksi terorisme dilakukan kelompok radikal. Istilah 'Islam radikal' itu tidak ada sebab tidak satu pun ajaran agama mengajarkan perbuatan radikal. "Agama mana pun tidak ada yang mengajarkan radikalisme. Tidak ada Islam yang radikal. Jika ada oknum yang melakukan tindakan radikal menggunakan atribut Muslim maka mereka adalah kelompok radikal," katanya.
Benny mengatakan, masih ada sutradara besar di balik sejumlah serangan teroris yang terjadi di beberapa kota di Indonesia. Tujuan mereka adalah menghancurkan keragaman masyarakat.
"Keragaman harus kita jadikan kekuatan, bukan perbedaan," katanya.
Seluruh pimpinan lembaga umat di Kabupaten Badung menggelar doa bersama beberapa waktu lalu. Mereka adalah Parisadha Hindu Dharma Indonesia (PHDI), Majelis Ulama Indonesia (MUI), Musyawarah Pelayanan Antar Gereja (MPAG), Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi), dan Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (Matakin) Kabupaten Badung.
"Semoga umat beragama di Badung, terutama Bali, diberikan kekuatan lahir batin sehingga seluruh masyarakat semakin teguh dan bersatu menegakkan NKRI berdasarkan Pancasila dan UUD 1945," ujarnya.
Kepolisian Daerah (Polda) Bali sejak terjadinya teror di Mako Brimob Jakarta telah menetapkan status Bali siaga satu. Teror bom di Surabaya dan Riau membuat aparat di wilayah hukum Polda Bali mempertahankan status tersebut.
"Kami tetap waspada, patroli dan menyisir seluruh tempat," kata Kepala Bidang Humas Polda Bali AKBP Hengky Widjaja.
Hasil Cek Fakta
Rujukan
Halaman: 8046/8392



